
Pesta pernikahan Riki dan Susi berlangsung cukup meriah di ballroom sebuah hotel .
Banyak teman sekolah mereka yang hadir , jadi bisa sekalian untuk ajang reuni mereka .
Sepasang pengantin tengah sibuk berfoto dengan tamu-tamu yang hadir .
Andin sedang di pojok ruangan , bercengkerama dengan Tante Mayang , mamanya Susi .
" Ndin , kamu yakin nggak mau nambah karyawan lagi ?" Tanyanya sambil menikmati segelas es buah ditangannya .
" sementara ini dulu deh tante ...masih ke handle kok ...tante disini masih lama ?"
Mayang menggeleng ." Mungkin sampai minggu depan aja ."
" Susi nggak jadi ikut kesana ?"
" kayaknya nggak ,pekerjaan Riki kan disini .
" Andin ..."
Andin menoleh .
" kamu Andin kan ?"
Andin mengangguk ." Putri ya ..?"
" iyalah , masa lupa .."
Mereka berpelukan sebentar . " kamu beda sekarang .." seru Putri .
" beda apanya tetap kayak gini .."
Putri tertawa . " oh ya kenalin ini Dimas ."
Putri memperkenalkan pasangannya malam ini .
" aku pikir kamu duluan yang sama Rey ...ternyata malah Riki duluan .."
Andin tersenyum menanggapinya .
" sayang banget ya ... padahal aku lihat Rey cinta mati sama kamu ."
Andin terbahak ." Kamu ada-ada aja .."
" emang begitu kan ?"
" Ndin , tante ..." Amel muncul bersama Rino ,lalu bergegas menyalami tante Mayang .
" loh Putri ..." sapa Amel saat menoleh .
" Iya Mel ..." lalu ia beralih ke Rino ." Rino ...beda banget sekarang tambah ganteng ..." pujinya .
Rino nyengir ." Dari dulu kali gue ganteng ."
Amel mendekati Andin dan berbisik di telinganya . " Ndin ...Rey udah dateng barusan sama Agnes sama orang tuanya .."
" ya udah biarin ..."
Terdengar panggilan dari MC .
Pengantin wanita akan melemparkan buket bunga ,jadi untuk tamu undangan yang masih single berkumpul di tengah ruangan .
" yuk Ndin ." Ajak Amel .
" iya cepetan kesana ,tante disini aja ." Seru Mayang .
" disini aja ..." Amel menarik tangannya dan mereka ada di jajaran paling depan .
" udah siap semua ..." seru Susi , diiringi tepukan tangan para undangan yang berkumpul di belakang .
" Tiga ..."
" Dua ..."
__ADS_1
" Satu ..."
Susi melempar buket bunga dan ...
HAAAPPPP....
Andin berhasil menangkap buket bunga itu ...tapi ternyata seseorang di sebelahnya juga memegang bagian ujungnya .
Ia menoleh ...
" Rey.." ternyata mereka bersebelahan tadi .
Disebelahnya Agnes menatap mereka .
Andin segera melepas buket bunga dan memberikan ke Rey .
Beberapa pasang mata menatap ke arah mereka .
Dan tatapan dari Agnes yang membuatnya tak nyaman .
Andin bergegas pergi dan menemui tante Mayang .
" Andin ."
Wina berdiri di sampingnya .
" Tante Wina ."
Mereka berpelukan .
" maaf tante aku baru tahu kalo Bella ternyata adiknya Rey "
Wina tersenyum .
" kebetulan Bella sangat menyukai kue kamu ."
" iya tante ."
Mereka duduk berdua , jauh dari tamu undangan lain .
Andin menggeleng .
" Rey menemui kamu ya kemarin ?"
Andin menatapnya ." Iya tante , aku minta maaf ...tiba-tiba Rey datang kerumah ."
Wina tersenyum ." Kenapa harus minta maaf ?"
" aku cuma nggak enak kalau sampai Agnes tahu semua ."
Wina mendesah pelan ." Itu dia masalahnya ..."
Andin menatapnya , ada kecemasan disana ." Emang kenapa tante ?"
" mamanya Agnes memaksa untuk mempercepat pernikahan mereka ."
" tapi bukannya mereka sudah sepakat ?"
Wina mengangguk ." Tapi tante tahu sebenarnya Rey belum siap untuk itu semua ..."
" maksud tante ...?"
Wina balas menatapnya ." Kamu pasti tahu kan alasannya ?" Tanyanya balik .
" mungkin nanti setelah menikah Rey bisa lebih mencintai Agnes ..." jawab Andin akhirnya .
" tapi tante nggak yakin akan semua itu ..."
" kakak .," Bella menghampiri mereka .
" Bella cantik sekali .."
Ia tersenyum , menunjukkan gaun pink yang dipakainya .
__ADS_1
" dibeliin mama bajunya ?"
Bella menggeleng ." Dibeliin kakak ."
Tangannya yang sedari tadi memegang buket bunga mengulurkan ke arahnya .
" kata Kak Rey suruh kasih ke kakak ..."
" makasih ya ..." Andin mengambil buket bunga ditangannya .
" mama...mau pipis ..." seru Bella lagi .
" ya udah yuk ke toilet ..." ajak Wina .
" Ndin sebentar ya ..."
" iya tante ..."
" Ndin yuk makan bareng ." Ajak Amel dan Rino yang baru muncul .
Andin mengangguk dan menuju meja panjang di depannya .
" silahkan mbak , mas ..." seorang pramusaji menyapa mereka .
" makasih mbak .."
Tak lama mereka sibuk dengan makanan masing-masing .
Beberapa saat mereka selesai makan .
Andin duduk samping meja ,merasakan ada sesuatu yang tak enak .
" Ndin kamu kenapa ?" Tanya Amel cemas , melihat wajahnya sedikit memucat .
Andin menggeleng , nafasnya sedikit sesak .
" Tante Mayang ..." panggil Amel .
Mayang yang sedang berbicara dengan salah satu tamu , bergegas menghampiri .
" kenapa Mel ?" Tanyanya cemas .
" ini Andin ." Tunjuknya .
Andin masih dikursinya . Nafasnya semakin sesak sekarang .
" kita kerumah sakit aja ." Usul Rino .
Amel mengangguk setuju .
Baru saja Rino mau menghampiri Andin .
Tiba-tiba ada yang menerobos melewatinya .
" Rey .."
" kenapa ?" Tanya Rey panik .
" ini Andin tiba-tiba sesak nafas ."
" habis makan apa ?" Tanya Rey lagi .
Rino menunjuk piring yang masih tersisa separuh isinya .
" mbak itu ada udangnya ?" Tanya Rey pada pramusaji yang mendekat ke arahnya .
Ia mengangguk ." Itu nugget udang yang dimakan ."
Rey terkejut dan langsung menggendong Andin .
Bergegas keluar ruangan .
Banyak orang yang menyaksikan mereka .
__ADS_1
Begitu juga Agnes yang sedang ada di tengah ruangan bersama Wina dan Bella .