PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
106


__ADS_3

Pesta pernikahan Riki dan Susi berlangsung cukup meriah di ballroom sebuah hotel .


Banyak teman sekolah mereka yang hadir , jadi bisa sekalian untuk ajang reuni mereka .


Sepasang pengantin tengah sibuk berfoto dengan tamu-tamu yang hadir .


Andin sedang di pojok ruangan , bercengkerama dengan Tante Mayang , mamanya Susi .


" Ndin , kamu yakin nggak mau nambah karyawan lagi ?" Tanyanya sambil menikmati segelas es buah ditangannya .


" sementara ini dulu deh tante ...masih ke handle kok ...tante disini masih lama ?"


Mayang menggeleng ." Mungkin sampai minggu depan aja ."


" Susi nggak jadi ikut kesana ?"


" kayaknya nggak ,pekerjaan Riki kan disini .


" Andin ..."


Andin menoleh .


" kamu Andin kan ?"


Andin mengangguk ." Putri ya ..?"


" iyalah , masa lupa .."


Mereka berpelukan sebentar . " kamu beda sekarang .." seru Putri .


" beda apanya tetap kayak gini .."


Putri tertawa . " oh ya kenalin ini Dimas ."


Putri memperkenalkan pasangannya malam ini .


" aku pikir kamu duluan yang sama Rey ...ternyata malah Riki duluan .."


Andin tersenyum menanggapinya .


" sayang banget ya ... padahal aku lihat Rey cinta mati sama kamu ."


Andin terbahak ." Kamu ada-ada aja .."


" emang begitu kan ?"


" Ndin , tante ..." Amel muncul bersama Rino ,lalu bergegas menyalami tante Mayang .


" loh Putri ..." sapa Amel saat menoleh .


" Iya Mel ..." lalu ia beralih ke Rino ." Rino ...beda banget sekarang tambah ganteng ..." pujinya .


Rino nyengir ." Dari dulu kali gue ganteng ."


Amel mendekati Andin dan berbisik di telinganya . " Ndin ...Rey udah dateng barusan sama Agnes sama orang tuanya .."


" ya udah biarin ..."


Terdengar panggilan dari MC .


Pengantin wanita akan melemparkan buket bunga ,jadi untuk tamu undangan yang masih single berkumpul di tengah ruangan .


" yuk Ndin ." Ajak Amel .


" iya cepetan kesana ,tante disini aja ." Seru Mayang .


" disini aja ..." Amel menarik tangannya dan mereka ada di jajaran paling depan .


" udah siap semua ..." seru Susi , diiringi tepukan tangan para undangan yang berkumpul di belakang .


" Tiga ..."


" Dua ..."

__ADS_1


" Satu ..."


Susi melempar buket bunga dan ...


HAAAPPPP....


Andin berhasil menangkap buket bunga itu ...tapi ternyata seseorang di sebelahnya juga memegang bagian ujungnya .


Ia menoleh ...


" Rey.." ternyata mereka bersebelahan tadi .


Disebelahnya Agnes menatap mereka .


Andin segera melepas buket bunga dan memberikan ke Rey .


Beberapa pasang mata menatap ke arah mereka .


Dan tatapan dari Agnes yang membuatnya tak nyaman .


Andin bergegas pergi dan menemui tante Mayang .


" Andin ."


Wina berdiri di sampingnya .


" Tante Wina ."


Mereka berpelukan .


" maaf tante aku baru tahu kalo Bella ternyata adiknya Rey "


Wina tersenyum .


" kebetulan Bella sangat menyukai kue kamu ."


" iya tante ."


Mereka duduk berdua , jauh dari tamu undangan lain .


Andin menggeleng .


" Rey menemui kamu ya kemarin ?"


Andin menatapnya ." Iya tante , aku minta maaf ...tiba-tiba Rey datang kerumah ."


Wina tersenyum ." Kenapa harus minta maaf ?"


" aku cuma nggak enak kalau sampai Agnes tahu semua ."


Wina mendesah pelan ." Itu dia masalahnya ..."


Andin menatapnya , ada kecemasan disana ." Emang kenapa tante ?"


" mamanya Agnes memaksa untuk mempercepat pernikahan mereka ."


" tapi bukannya mereka sudah sepakat ?"


Wina mengangguk ." Tapi tante tahu sebenarnya Rey belum siap untuk itu semua ..."


" maksud tante ...?"


Wina balas menatapnya ." Kamu pasti tahu kan alasannya ?" Tanyanya balik .


" mungkin nanti setelah menikah Rey bisa lebih mencintai Agnes ..." jawab Andin akhirnya .


" tapi tante nggak yakin akan semua itu ..."


" kakak .," Bella menghampiri mereka .


" Bella cantik sekali .."


Ia tersenyum , menunjukkan gaun pink yang dipakainya .

__ADS_1


" dibeliin mama bajunya ?"


Bella menggeleng ." Dibeliin kakak ."


Tangannya yang sedari tadi memegang buket bunga mengulurkan ke arahnya .


" kata Kak Rey suruh kasih ke kakak ..."


" makasih ya ..." Andin mengambil buket bunga ditangannya .


" mama...mau pipis ..." seru Bella lagi .


" ya udah yuk ke toilet ..." ajak Wina .


" Ndin sebentar ya ..."


" iya tante ..."


" Ndin yuk makan bareng ." Ajak Amel dan Rino yang baru muncul .


Andin mengangguk dan menuju meja panjang di depannya .


" silahkan mbak , mas ..." seorang pramusaji menyapa mereka .


" makasih mbak .."


Tak lama mereka sibuk dengan makanan masing-masing .


Beberapa saat mereka selesai makan .


Andin duduk samping meja ,merasakan ada sesuatu yang tak enak .


" Ndin kamu kenapa ?" Tanya Amel cemas , melihat wajahnya sedikit memucat .


Andin menggeleng , nafasnya sedikit sesak .


" Tante Mayang ..." panggil Amel .


Mayang yang sedang berbicara dengan salah satu tamu , bergegas menghampiri .


" kenapa Mel ?" Tanyanya cemas .


" ini Andin ." Tunjuknya .


Andin masih dikursinya . Nafasnya semakin sesak sekarang .


" kita kerumah sakit aja ." Usul Rino .


Amel mengangguk setuju .


Baru saja Rino mau menghampiri Andin .


Tiba-tiba ada yang menerobos melewatinya .


" Rey .."


" kenapa ?" Tanya Rey panik .


" ini Andin tiba-tiba sesak nafas ."


" habis makan apa ?" Tanya Rey lagi .


Rino menunjuk piring yang masih tersisa separuh isinya .


" mbak itu ada udangnya ?" Tanya Rey pada pramusaji yang mendekat ke arahnya .


Ia mengangguk ." Itu nugget udang yang dimakan ."


Rey terkejut dan langsung menggendong Andin .


Bergegas keluar ruangan .


Banyak orang yang menyaksikan mereka .

__ADS_1


Begitu juga Agnes yang sedang ada di tengah ruangan bersama Wina dan Bella .


__ADS_2