
Dua hari kemudian ...
Kondisinya sudah semakin membaik dan diperbolehkan untuk rawat jalan saja .
Hanya harus istirahat total selama 1 bulan , tanpa melakukan aktifitas yang berat .
Mereka sampai di rumah pukul 20.00 .
Rey langsung masuk kamar bersama Bella .
Sementara Wina dan Gunawan mengantar Andin ke kamar tamu .
Sedikit cerita..
Setelah memutuskan stay di Surabaya , rumah Andin yang lama ditempati karyawan baru di toko yang dulu dikelolanya .
Alhasil sekarang ia tak punya tempat tinggal lagi disini .
Sebenarnya bisa saja ia ditempat Amel atau mungkin di hotel , tapi Om Gunawan melarangnya dan meminta ikut pulang ke rumah .
" untuk sementara kamu menginap disini dulu ..." ucap Gunawan sambil membantu membawakan tasnya ke dalam ." Om janji akan selesaikan urusan dengan Agnes secepatnya ."
Andin mendesah pelan , sepertinya pilihan apapun akan sulit untuknya .
Di satu sisi...ia tak bisa meninggalkan Rey dengan kondisinya sekarang .
Di sisi lain...ia tak ubahnya seperti orang ketiga dalam hubungan Rey dan Agnes sekarang .
Entah apa yang akan terjadi besok ..
Saat Agnes tahu ia ada disini dan saat Om Gunawan menyelesaikan masalah ini seperti yang diucapkan tadi .
" Ndin ...udah nggak usah ngerasa nggak enak , semua akan baik-baik saja , sekarang mendingan kamu istirahat dulu ." Ucap Wina .
Lalu mereka berdua keluar , meninggalkan Andin sendirian di kamar .
Di dalam kamar Rey ...
Bella masih meringkuk di kasur sambil menyandarkan kepalanya di dada Rey ...tangannya memegang dan mengutak-atik ponsel milik kakaknya itu .
" kok banyak foto Kak Andin disini ...tapi nggak ada fotonya Kak Agnes .." tanya Bella saat membuka galeri foto .
Rey hanya diam sambil mengusap rambut Bella .
" kata mama ...kakak mau jadi pengantin , tapi sama siapa ...Kak Andin apa kak Agnes ?" Celoteh Bella , tangan dan matanya tak lepas dari ponsel dan masih melihat foto-foto disana .
__ADS_1
" Bella maunya sama siapa ?" Tanya Rey balik .
Bella diam sebentar , seperti sedang berpikir ." Sama Kak Andin aja deh ." Cetusnya .
" kenapa gitu ?" Tanya Rey heran .
" kalau Kak Agnes judes aku nggak suka ." Jawabnya .
Wina masuk ke kamar yang memang pintunya tak tertutup . Membawa kantong berisi obat dari rumah sakit tadi .
" kalian ngobrolin apa ?" Tanya Wina , sambil duduk disamping Rey . Membuka plastik obat .
" nggak ada mama..." jawab Bella sambil melihat ke kakaknya , yang mengedipkan sebelah mata .
Wina memberikan beberapa butir pil ke tangan Rey lalu mengambilkan air putih di nakas sampingnya .
" ya udah , Bella mama anter ke kamar yuk ." Ajaknya .
" nggak mau .."
Wina menatapnya ." Mau tidur sama papa mama aja ?" Tawarnya lagi .
" Bella mau sama kakak aja ." Jawabnya , sambil melingkarkan tangannya di perut Rey .
" eh nggak ...kakaknya masih sakit , biar istirahat dulu ."
" nggak mau ." Bella mulai merengek .
" nggak ..."
" udah biar Bella tidur sini aja ..." Rey menimpali ,sambil membisikkan sesuatu di telinga Bella .
Bella cekikikan sambil menatap mamanya .
" kalian ngomongin apa ?" Tanya Wina curiga .
" nggak ada ." Jawab Rey .
" kata kakak ...biar mama sama papa bisa pacaran ." kata Bella , Rey langsung membekap mulutnya .
Wina melotot ." Rey jangan ngajarin adiknya yang aneh-aneh ." Sentaknya .
" mama jangan marahin kakak ." Bella menimpali .
" udah ...kalian sama aja memang , ingat langsung tidur sekarang . Bella nggak boleh ngajak kakak main lagi ...langsung tidur ."
" siap bos ." Ucap Bella .
Wina mematikan lampu dan berjalan keluar .
__ADS_1
Di rumah Agnes ...
Ia masih terdiam di kamarnya .
Kalau kemarin ia yakin betul saat mamanya membantu untuk mempersatukan hubungannya dengan Rey dan berhasil ...semua menyetujui untuk mempercepat pernikahan mereka ..
Meski harus batal .
Dan kali ini ... saat mama meyakinkan bahwa pernikahannya yang tertunda pasti akan terlaksana , tak tahu kenapa hatinya gamang .
Kondisinya sudah berbeda .
Semuanya ...bahkan Tante Rosa juga sudah merestui kalau Rey lebih memilih Andin .
Apa memang sekarang saatnya bersatu ...
Memikirkan itu membuatnya takut .
Ia belum sanggup kalau harus kehilangan Rey .
Apalagi melihat Rey bersanding dengan Andin .
Ia melihat lagi cincin yang melingkar di tangannya , lalu melepasnya dan membaca tulisan yang terukir di dalamnya
Ia ingat ...saat melihat cincin yang dipakai Rey kemarin dan ternyata itu bukan cincin pertunangan mereka .
Ada nama Andin disana .
Itu artinya Rey memang tak pernah menginginkan pertunangan mereka .
Lalu dimana cincin pertunangan mereka ...apa Rey sudah membuangnya ..
Ia membuka laci di nakas samping tempat tidurnya dan menaruh cincin yang tadi dipakainya disana .
Hidupnya akan terus seperti ini , mengiba cinta pada laki-laki yang bahkan tak pernah mau memberikan sedikit saja hati untuknya .
Apa semua ini adil untuknya ?
Matanya mulai berkaca-kaca ,seperti sudah lelah dengan semuanya .
Sekuat apapun ia memaksa , sekuat itu pula cinta Rey untuk Andin .
Ia mengusap sudut matanya yang mulai basah .
Harus ada yang dilakukannya sekarang .
Setidaknya mungkin ini cara terakhir untuk merengkuh kebahagiaannya lagi .
__ADS_1
Ia menarik selimut dan mematikan lampu .
Besok ...ada yang harus dilakukannya .