PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
118


__ADS_3

Dua hari kemudian ...


Kondisinya sudah semakin membaik dan diperbolehkan untuk rawat jalan saja .


Hanya harus istirahat total selama 1 bulan , tanpa melakukan aktifitas yang berat .


Mereka sampai di rumah pukul 20.00 .


Rey langsung masuk kamar bersama Bella .


Sementara Wina dan Gunawan mengantar Andin ke kamar tamu .



Sedikit cerita..


Setelah memutuskan stay di Surabaya , rumah Andin yang lama ditempati karyawan baru di toko yang dulu dikelolanya .


Alhasil sekarang ia tak punya tempat tinggal lagi disini .


Sebenarnya bisa saja ia ditempat Amel atau mungkin di hotel , tapi Om Gunawan melarangnya dan meminta ikut pulang ke rumah .



" untuk sementara kamu menginap disini dulu ..." ucap Gunawan sambil membantu membawakan tasnya ke dalam ." Om janji akan selesaikan urusan dengan Agnes secepatnya ."


Andin mendesah pelan , sepertinya pilihan apapun akan sulit untuknya .


Di satu sisi...ia tak bisa meninggalkan Rey dengan kondisinya sekarang .


Di sisi lain...ia tak ubahnya seperti orang ketiga dalam hubungan Rey dan Agnes sekarang .


Entah apa yang akan terjadi besok ..


Saat Agnes tahu ia ada disini dan saat Om Gunawan menyelesaikan masalah ini seperti yang diucapkan tadi .


" Ndin ...udah nggak usah ngerasa nggak enak , semua akan baik-baik saja , sekarang mendingan kamu istirahat dulu ." Ucap Wina .


Lalu mereka berdua keluar , meninggalkan Andin sendirian di kamar .


Di dalam kamar Rey ...


Bella masih meringkuk di kasur sambil menyandarkan kepalanya di dada Rey ...tangannya memegang dan mengutak-atik ponsel milik kakaknya itu .


" kok banyak foto Kak Andin disini ...tapi nggak ada fotonya Kak Agnes .." tanya Bella saat membuka galeri foto .


Rey hanya diam sambil mengusap rambut Bella .


" kata mama ...kakak mau jadi pengantin , tapi sama siapa ...Kak Andin apa kak Agnes ?" Celoteh Bella , tangan dan matanya tak lepas dari ponsel dan masih melihat foto-foto disana .

__ADS_1


" Bella maunya sama siapa ?" Tanya Rey balik .


Bella diam sebentar , seperti sedang berpikir ." Sama Kak Andin aja deh ." Cetusnya .


" kenapa gitu ?" Tanya Rey heran .


" kalau Kak Agnes judes aku nggak suka ." Jawabnya .


Wina masuk ke kamar yang memang pintunya tak tertutup . Membawa kantong berisi obat dari rumah sakit tadi .


" kalian ngobrolin apa ?" Tanya Wina , sambil duduk disamping Rey . Membuka plastik obat .


" nggak ada mama..." jawab Bella sambil melihat ke kakaknya , yang mengedipkan sebelah mata .


Wina memberikan beberapa butir pil ke tangan Rey lalu mengambilkan air putih di nakas sampingnya .


" ya udah , Bella mama anter ke kamar yuk ." Ajaknya .


" nggak mau .."


Wina menatapnya ." Mau tidur sama papa mama aja ?" Tawarnya lagi .


" Bella mau sama kakak aja ." Jawabnya , sambil melingkarkan tangannya di perut Rey .


" eh nggak ...kakaknya masih sakit , biar istirahat dulu ."


" nggak mau ." Bella mulai merengek .


" nggak ..."


" udah biar Bella tidur sini aja ..." Rey menimpali ,sambil membisikkan sesuatu di telinga Bella .


Bella cekikikan sambil menatap mamanya .


" kalian ngomongin apa ?" Tanya Wina curiga .


" nggak ada ." Jawab Rey .


" kata kakak ...biar mama sama papa bisa pacaran ." kata Bella , Rey langsung membekap mulutnya .


Wina melotot ." Rey jangan ngajarin adiknya yang aneh-aneh ." Sentaknya .


" mama jangan marahin kakak ." Bella menimpali .


" udah ...kalian sama aja memang , ingat langsung tidur sekarang . Bella nggak boleh ngajak kakak main lagi ...langsung tidur ."


" siap bos ." Ucap Bella .


Wina mematikan lampu dan berjalan keluar .

__ADS_1


 


Di rumah Agnes ...


Ia masih terdiam di kamarnya .


Kalau kemarin ia yakin betul saat mamanya membantu untuk mempersatukan hubungannya dengan Rey dan berhasil ...semua menyetujui untuk mempercepat pernikahan mereka ..


Meski harus batal .


Dan kali ini ... saat mama meyakinkan bahwa pernikahannya yang tertunda pasti akan terlaksana , tak tahu kenapa hatinya gamang .


Kondisinya sudah berbeda .


Semuanya ...bahkan Tante Rosa juga sudah merestui kalau Rey lebih memilih Andin .


Apa memang sekarang saatnya bersatu ...


Memikirkan itu membuatnya takut .


Ia belum sanggup kalau harus kehilangan Rey .


Apalagi melihat Rey bersanding dengan Andin .


Ia melihat lagi cincin yang melingkar di tangannya , lalu melepasnya dan membaca tulisan yang terukir di dalamnya


Ia ingat ...saat melihat cincin yang dipakai Rey kemarin dan ternyata itu bukan cincin pertunangan mereka .


Ada nama Andin disana .


Itu artinya Rey memang tak pernah menginginkan pertunangan mereka .


Lalu dimana cincin pertunangan mereka ...apa Rey sudah membuangnya ..


Ia membuka laci di nakas samping tempat tidurnya dan menaruh cincin yang tadi dipakainya disana .


Hidupnya akan terus seperti ini , mengiba cinta pada laki-laki yang bahkan tak pernah mau memberikan sedikit saja hati untuknya .


Apa semua ini adil untuknya ?


Matanya mulai berkaca-kaca ,seperti sudah lelah dengan semuanya .


Sekuat apapun ia memaksa , sekuat itu pula cinta Rey untuk Andin .


Ia mengusap sudut matanya yang mulai basah .


Harus ada yang dilakukannya sekarang .


Setidaknya mungkin ini cara terakhir untuk merengkuh kebahagiaannya lagi .

__ADS_1


Ia menarik selimut dan mematikan lampu .


Besok ...ada yang harus dilakukannya .


__ADS_2