
" tolong ...lepaskan Rey .." ucapnya pelan dan tangisnya pun pecah , lalu menangis tersedu di pangkuan Agnes .
" Wina apa-apaan ini .."Nisa mendekat dan memaksanya berdiri .
Gunawan berdiri dan menghampiri Wina .
" kamu kenapa ?" Tanya Gunawan cemas .
Wina masih terisak .
Andin hendak mendekati Wina , tapi mengurungkan niatnya begitu tahu Rosa berjalan lebih dulu .
" apa yang kamu lakukan haah...kamu mau menyakiti anak saya ...?!" Kali ini Nisa terlihat marah , menatap tajam ke Wina .
" justru keputusan mbak yang akan menyakiti anak mbak sendiri dan juga Rey ..." balas Wina di sela tangisnya .
Gunawan merangkulnya dan membisikkan sesuatu , seperti memintanya untuk diam .
" jangan kurang ajar kamu .." Nisa mengangkat tangan , hendak memukul Wina , tapi ada yang memegangi tangannya , ia menoleh .
Rosa ternyata berdiri di belakangnya .
" Nisa tolong jaga emosi kamu ini rumah sakit ..." ucap Rosa pelan .
Wina mendekat ke Nisa .
" mbak tolong , coba posisikan kalau Agnes yang menjadi Rey , apa yang mbak akan lakukan untuk membuatnya bahagia .."
Nisa terdiam .
" apa mbak akan membiarkan dia mengorbankan kebahagiaannya sendiri ...?" Tanya Wina lagi .
" saya akan lakukan apapun demi kebahagiaan anak saya .." ucap Nisa tegas .
" tapi tidak dengan cara mengorbankan kebahagiaan orang lain .."
" cukup ...!" Sentak Nisa .
" Nis ..." panggil Rosa ." Untuk sekarang aku setuju dengan yang dibilang Wina ."
Nisa beralih menatapnya ." Kenapa Ros ...bukannya kamu setuju untuk menikahkan anak kita ..?"
Rosa mengangguk ." Tapi kalau itu malah membuat anakku menderita ...aku nggak bisa Nis ..." ucapnya lirih .
" Ros ...kamu hanya terpengaruh sama Wina ...dia dari dulu memang tidak pernah menyukai Agnes ." Ucapnya sambil melirik ke Wina .
Rosa menggeleng ." Aku juga nggak mau kalau melihat anakku menderita Nis ..." ucapnya lagi .
Nisa menarik nafas panjang , wajahnya masih nampak emosi .
Obrolan mereka terhenti ...ketika dokter tiba-tiba melintas di samping dan berlari masuk kedalam ruangan .
Mereka hanya terdiam dalam kepanikan , tak tahu apa yang terjadi ...karena tirai ruangan tertutup rapat , begitu pula pintunya .
Tak berapa lama , seorang suster membuka pintu dan berjalan keluar .
" sus...ada apa ?" Tanya Gunawan .
Tak ada jawaban , suster berlari keluar .
Tak berapa lama , ia kembali dan langsung masuk keruangan tanpa memberi penjelasan apapun .
__ADS_1
Cukup lama ...dan itu menimbulkan kekhawatiran semua orang yang menunggu diluar .
Apalagi tak ada penjelasan apapun dari dokter maupun suster .
" Ma , gimana kalau terjadi sesuatu sama Rey ?" Tanya Agnes panik , tubuhnya gemetaran .
Nisa memeluk putrinya itu ." Kamu tenang aja ,Rey pasti selamat ..."
" tapi aku nggak mau kalau sampai Rey kenapa-napa ." Ucapnya lagi .
" udah ..kamu berdoa aja , Rey pasti akan baik-baik ."
Andin berdiri sendirian di samping pintu ICU .
Melihat dokter dan suster keluar masuk dari ruangan itu , membuat perasaannya semakin tak karuan .
Apa kondisi Rey menurun lagi ...
Ingin sekali ia masuk kesana ,tapi ia takut akan menimbulkan masalah baru lagi nantinya .
Setelah beberapa saat lalu terjadi perdebatan semakin membuatnya menciut .
Ia tak punya hak apapun untuk bisa menemui Rey .
Bisa ada disini sekarang saja , membuatnya cukup puas .
Ia bisa tahu kondisi Rey langsung , meski tak dari jarak dekat .
Pintu ICU terbuka , dokter keluar ruangan .
Mereka bergegas menghampiri .
" dokter gimana ?" Tanya Gunawan .
Ia hanya menggeleng lemah ." Kondisinya semakin memburuk ."
" dokter tolong lakukan sesuatu ." Bujuk Rosa .
" kami sudah berusaha semaksimal mungkin ... " ucapnya lagi .
Mereka hanya terdiam , lemas .
" apa ada orang terdekat pasien yang ingin ditemui ..." ucap dokter itu lagi ." mungkin itu bisa sedikit membantunya untuk tetap berjuang hidup ."
Mereka saling bertatapan .
" Nes , kamu masuk aja ,mungkin dengan keberadaan kamu disampingnya , Rey bisa segera sadar ." Perintah Nisa .
Agnes mengangguk , baru saja mau menjalankan kursi rodanya , tapi tangan Wina mencegahnya .
" kenapa ?" Tanya Nisa sambil menatapnya .
" tolong ...mbak jangan egois , ini keadaan darurat ." Ucap Wina tegas , lalu beralih menatap Andin ." Ndin , kamu masuk sekarang ." Perintahnya .
Andin menatapnya kaget .
" apa-apaan kamu , Agnes ini calon istrinya ."
Wina menarik tangan Andin dan memaksanya masuk ke dalam ruangan ICU .
Nisa hendak menghampiri Wina , Rosa mencegatnya .
__ADS_1
" Nis tolong untuk kali ini kamu mengerti ."
Agnes hanya menundukkan kepalanya ,tak bereaksi .
Hatinya sakit melihat semua ini ,tapi tak ada yang bisa dilakukannya lagi .
------------------------------------------------------------
" jangan pergi lagi ."
Kata-kata itu kembali terngiang ditelinganya .
Saat ia berjalan mendekati Rey , yang masih terbaring lemah disana .
Ia sudah berada sangat dekat sekarang , saat memegangi tangan yang terasa dingin itu membuat dadanya bergemuruh .
Mata itu masih terpejam .
" Rey , kenapa kamu jadi seperti ini ?" Ucapnya lirih .
Tangan kanannya mengusap lembut kening Rey yang masih terbalut perban bekas operasi .
Ia mendekatkan wajahnya dan hampir tak ada jarak sekarang .
Air matanya meleleh dan menetes ke pipi Rey .
Cukup lama mereka ada diposisi seperti ini .
Ia hanya diam sambil menatap lekat wajah yang terbaring lemah tak berdaya sekarang .
Ia mendekat dan berbisik di telinganya .
" Rey ...kemarin kamu bilang jangan pergi , kenapa sekarang kamu yang melakukannya ..." bisiknya terbata ." Tolong jangan pergi ..." pintanya lagi ." Aku ...juga cinta sama kamu .." tegasnya , sambil mengusap bibir yang memucat itu dengan jari tangannya .
Untuk kali ini ,ia tak bisa lagi membohongi perasaannya sendiri .
Ia semakin mendekat dan menyatukan bibir mereka . Terasa hangat sampai sekujur tubuhnya .
Untuk sesaat ia merasa kebahagiaan yang tak bisa dijelaskan ,sampai saat ia merasakan ada suatu gerakan di tangannya .
Ia melepaskan ciumannya dan melihat jari tangannya bergerak .
" Rey ...kamu udah bangun ?" Tanya nya lagi dan ada gerakan lagi di jari telunjuknya .
Ia tersenyum senang , saat menatap wajahnya .
Perlahan kelopak mata yang sedari tadi tertutup rapat , mulai ada gerakan .
Ia terus menatapnya dan benar saja , pelan mata itu terbuka .
" Rey kamu sadar ?" Tanyanya senang .
Tak ada jawaban .
Bibirnya sedikit bergerak membentuk sebuah senyuman .
Andin berbalik dan berlari keluar .
Ia membuka pintunya cepat .
" Andin ada apa ?" Tanya Gunawan terkejut melihatnya berlari keluar .
__ADS_1
" Om , Rey sudah sadar ." Jawabnya antusias .