PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
64


__ADS_3

" kalian satu sekolah ? " tanya Gunawan , tertuju ke Andin.


" iya om." jawabnya pendek.


Rey sibuk dengan ponselnya sambil menyeruput ice capuccino nya.


" Rey disekolah gimana ?" tanyanya lagi.


Kali ini Rey terpengarah dengan pertanyaan papanya .


" papa kenapa nanya nya gitu ?" tanya nya balik.


Gunawan beralih menatapnya . " kenapa ?"


" Rey disekolah banyak fans nya kata Andin ." Wina kali ini ikut menimpali.


" oh ya .." Gunawan nampak terkejut kali ini .


" iya lah , emangnya Mas baru sadar kalau punya anak cakep .."ucapan Wina kali ini membuat Rey risih , ia kembali menyibukkan diri dengan ponselnya.


" hmm ... nggak sih , sadar dari dulu malah , coba lihat papanya , nggak beda jauh kan dari anaknya .." kali ini Gunawan coba melucu.


Wina tertawa lebar.


Iya memang Rey mirip banget sama Papanya , batin Andin.


" tapi ya gitu ... mereka kebanyakan takut , soalnya dia cakep-cakep galak sih , cuek sama cewek ... " cetus Wina lagi disela-sela tawanya .


" ya baguslah .." Gunawan membela Rey sekarang ." biasanya laki-laki yang cuek itu cenderung setia , dia akan bersikap dingin sama semua perempuan , tapi begitu menemukan yang benar-benar klik , semua sifatnya akan berubah 180 derajat , bahkan bersedia melakukan apapun demi perempuan yang dia suka .."


" iya sih pendapat aku juga sama gitu ." Wina mengacungkan jempol tangannya , tanda setuju.


Rey masih sibuk dengan ponselnya ketika tiba-tiba Papanya dan Tante Wina berhenti mengobrol , wajah mereka nampak serius menatap seseorang yang baru saja masuk , seorang laki-laki dan perempuan yang begitu dikenalnya , berjalan mendekati meja mereka . Yang laki-laki nampak menatap lurus ke depan , sementara yang perempuan juga terkejut dengan siapa yang dilihat didekatnya sekarang.


" Mas Gunawan... Wina ." sapanya . Mereka hanya membalasnya dengan senyuman .


" Rey juga disini ." Rey meletakkan ponselnya dan berbalik.

__ADS_1


" Mama.." serunya heran.


Andin pun ikut menoleh dan terkejut juga mendengar panggilan Rey tadi . Ternyata itu mamanya dan laki-laki disebelahnya mungkin itu pasangan barunya .


" hallo Rey..gimana kabar kamu ? " laki-laki yang berdiri di samping Rosa tiba-tiba menyapa , nampak senyuman kecil di mulutnya .


Tak ada jawaban dari mulut Rey ..


" Mbak .. berdua aja ?" tanya Wina coba menengahi , karena ia melihat raut wajah suami baru Rosa itu langsung berubah , begitu sapaannya ke Rey tak digubris.


" iya , anak-anak lagi pada sibuk .."


Anak-anak ? maksudnya siapa ? tanya Rey dalam hati.


" Rey sini .. kamu nggak kangen sama mama.." Untuk kali ini Rey menurut , ia segera berdiri dan menghampiri mamanya , lalu mereka berpelukan.


Tak lama Rey melepaskan pelukannya , entah kenapa , bertemu mamanya sekarang ia merasakan sesuatu yang biasa saja , mungkin karena ia sudah terbiasa tak ada mama lagi didekatnya.


" oh iya , waktu mama ketemu Tante Nisa , katanya Agnes sekolah ditempat kamu juga sekarang ?"


" bagus lah , pasti kamu senang bisa sama-sama Agnes lagi .."


Rey diam .


" mama sudah reservasi di meja ujung sana .." Rosa menunjuk dengan jari tangannya . " kamu gabung sama mama yuk ." ajaknya .


Rey menggeleng ." Aku disini aja."


Nampak kekecewaan di wajah Rosa , tapi ia tetap tersenyum . Setelah berbicara dengan Wina sebentar , mereka berdua berjalan ke mejanya .


Gunawan nampak sibuk dengan ponselnya , sepertinya ada yang serius .


" aku ke toilet dulu . " pamitnya sambil berdiri.


Wina mengangguk.


" kenapa Mas ?" tanya Rosa.

__ADS_1


Begitu mendapat chat dari Gunawan , ia lalu berpamitan pada suaminya untuk ke toilet.


Sekarang mereka sudah berdiri di lorong jalan menuju toilet , untungnya disana sepi .


" kamu nggak bilang sama Rey soal acara yang dibali kemarin. "


Rosa menggeleng .


" kenapa ?"


" aku cuma nggak enak sama Mas Alex , karena disana yang datang cuma keluarga dekat aja."


" keluarga dekat ?" Gunawan memicingkan matanya . " memangnya Rey itu siapamu ?!"


" bukan begitu mas , yang datang itu cuma dari pihak keluarga Mas Alex aja ." jelasnya .


" lalu sekarang ... apa kamu berniat bilang semuanya sama Rey ?"


" aku belum tahu Mas ... mungkin nggak sekarang , aku ... takut Rey akan marah." ucapnya terbata. Matanya mulai berkaca-kaca.


Gunawan melengos , sepertinya ia mulai hafal tabiat mantan istrinya itu . Bukan Rey sepertinya yang dikhawatirkan akan marah kalau tahu semuanya , tapi ia hanya takut kehilangan laki-laki itu , yang bahkan sekarang posisinya jauh lebih berharga daripada anak kandungnya sendiri.


" sejak kapan kamu peduli sama Rey , heeeh ?!"


Rosa menatapnya nanar . " bukan begitu Mas , aku cuma..."


" udah ya cukup ! aku nggak peduli dengan kehidupan rumah tangga kamu .. tapi yang pasti disini aku cuma mau menjaga perasaan Rey saja ."


" terus aku harus bagaimana sekarang ?"


" sebaiknya Rey tidak usah tahu semua , itu akan membuatnya kecewa nanti ."


" iya aku mengerti ." jawabnya lemah.


" dan mungkin sebaiknya memang Rey tidak usah terlalu dekat dengan keluarga baru kamu , kehidupan Rey yang sekarang sudah sangat bahagia , meski tanpa kehadiran kamu lagi .. " ucapnya sebelum meninggalkan tempat itu , tanpa berpamitan.


Rosa masih terdiam ditempatnya berdiri sekarang , air mata membanjiri pipinya .

__ADS_1


__ADS_2