
" Reyhan , tumben kesini ?" mereka sampai di satu toko perhiasan terbesar disini , seorang perempuan setengah baya dengan rambut blondenya yang tersanggul kecil , menyapanya ramah .
" Tante Gina .." Rey menyalaminya , lalu wanita itu memeluknya sebentar.
Tak lama wanita bernama Gina itu beralih menatap Andin . " pacar kamu ?" tanyanya .
Rey hanya tersenyum .
Gina beralih menatap Andin . " hai cantik... nama kamu siapa ?"
" Andin ... tante "
" oh Andin ... ok kalian mau nyari sesuatu ?"
" aku mau nyari kado tante."
Gina mengamati Rey sebentar . " buat mama ?"
" bukan ..."
" oh oke . " lalu kembali melihat Andin ." ya udah ikut tante , biar tante tunjukkin koleksi terbaru disini . "
Mereka mengikuti langkah kaki Gina , menuju sebuah etalase panjang , berisikan kalung dan cincin koleksi terbaru di toko ini .
" kalian mau kalung ,cincin atau apa ..?" tanya Gina lagi .
Rey diam sebentar . " ehm belum tahu tante , masih lihat-lihat dulu.."
Gina mengangguk . " ok santai aja , tante tinggal dulu ya biar kalian enak milihnya ."
lalu ia beralih ke etalase disampingnya , berbicara dengan 2 karyawannya disana.
Rey melihat ke Andin . " enaknya apa ?"
Andin mengangkat kedua bahunya , lalu matanya menatap ke dalam etalase yang tepat didepannya . Berderet beberapa pasang cincin disana .
" ini bagus ." tunjuknya , pada sepasang cincin bermatakan berlian yang ada di deretan paling depan .
" ini ." tunjuk Rey . " tapi ini cincin kawin , masak mau kasih ini ?" tanya Rey heran.
" iya juga ya . " Andin setuju kali ini , tadi ia hanya menunjuk sepasang cincin itu karena memang ia menyukai modelnya , tapi kalau untuk kado kayaknya ... kurang pas .
__ADS_1
" atau jangan-jangan kamu yang mau ya ." goda Rey sambil cengengesan.
Andin nyengir . " ih nggak , masak aku mau beli cincin kawin ."
Rey tergelak membuat Andin manyun.
Mereka masih mencari-cari di etalase lain ,tapi nampaknya memang di etalase yang pertama tadi yang terlihat bagus , pilihan mereka jatuh pada kalung dengan liontin berlian berbentuk huruf O .
" ini bagus nggak ?" tanya Rey .
Andin mengangguk . " tapi inisialnya ?"
" iya ... aku tanyain dulu .." Rey mengalihkan pandangan ke Gina yang berada tak jauh dari tempat nya berdiri . " tante..." panggilnya .
Gina menoleh , mendengar ada yang memanggil , lalu berjalan menghampiri mereka .
" kenapa Rey ... udah ada pilihan ?" tanyanya begitu mereka berdekatan.
" iya tante . " lalu tangannya menunjuk ke dalam etalase . " yang ada inisialnya O itu . " Gina mengambil seuntai kalung yang dipilih Rey tadi dan meletakkannya di atas etalase.
Rey mengambil kalungnya dan memegangnya . " bagus ...tapi ini liontinnya bisa diganti kan ?"
" kamu cari yang huruf apa ?"
Gina mengangguk . " ok , bisa ... kamu mau bawa langsung atau nanti tante kirim ke rumah ..?"
" aku bawa langsung aja."
" ok tunggu ya ... tante siapin dulu . " lalu ia masuk ke dalam ruangan yang di pojok kanan toko .
Hampir 10 menitan , Gina keluar membawa papper bag hitam ditangannya , lalu ia meletakkan papper bag diatas etalase dan mengeluarkan isinya . Kotak perhiasan yang juga berwarna hitam dikeluarkan , dan membukanya .
" seperti ini ..?" Gina menunjukkan kalung pilihannya tadi , tapi sekarang liontin berliannya bertuliskan inisial huruf w .
Rey mengangguk puas . " iya tante ."
Melihatnya ... Gina tersenyum senang dan mengemasnya kembali dengan rapi kotak perhiasan itu dan memasukkan ke dalam papperbag.
" kamu bawa aja , nanti tagihannya tante kirim ke papa kamu.."
Rey menggeleng . " nggak usah tante , aku bayar sekarang aja ." lalu ia mengambil dompet di saku celana , mengeluarkan debit card dan menyerahkannya ke Gina.
__ADS_1
" kok kamu bisa kenal sama yang punya toko tadi ?" tanya Andin heran .
Mereka baru saja keluar dari lift dan sekarang sudah sampai di lantai dasar .
" suaminya Tante Gina itu temannya papa kuliah ."
" ooohh..."
" kenapa ?" tanya Rey .
" nggak papa , cuma nanya aja."
Rey menatapnya . " masih kepikiran sama yang tadi ?"
Pertanyaan yang membuat Andin bingung . " kepikiran apa ?"
" cincin tadi ..."
" cincin ?"
Rey mengangguk . " suka sama yang tadi ?"
" emangnya kenapa ?"
" ya ... kalau suka nanti aku bilang ke Tante Gina biar disimpen."
" buat apa ?"
" nanti bisa dipakai kalau kita yang nikah ." Rey tertawa lebar.
Andin mendelik .
" aww ... sakit ." Rey meringis , sewaktu Andin mencubit lengannya .
" biar kamu nggak asal ngomongnya ." balas Andin.
" siapa juga yang asal ngomong .." cetus Rey , lalu ia teringat sesuatu.
" oh iya , dilantai ini kayaknya ada butik yang bagus di pojok sana ." tunjuknya .
" mau ngapain ?" tanya Andin.
__ADS_1
" beli baju buat besok ."
tanpa menunggu jawaban . Rey menggandeng tangan Andin , berjalan cepat ke butik yang dimaksudnya tadi.