PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
77


__ADS_3

" Reyhan , tumben kesini ?" mereka sampai di satu toko perhiasan terbesar disini , seorang perempuan setengah baya dengan rambut blondenya yang tersanggul kecil , menyapanya ramah .


" Tante Gina .." Rey menyalaminya , lalu wanita itu memeluknya sebentar.


Tak lama wanita bernama Gina itu beralih menatap Andin . " pacar kamu ?" tanyanya .


Rey hanya tersenyum .


Gina beralih menatap Andin . " hai cantik... nama kamu siapa ?"


" Andin ... tante "


" oh Andin ... ok kalian mau nyari sesuatu ?"


" aku mau nyari kado tante."


Gina mengamati Rey sebentar . " buat mama ?"


" bukan ..."


" oh oke . " lalu kembali melihat Andin ." ya udah ikut tante , biar tante tunjukkin koleksi terbaru disini . "


Mereka mengikuti langkah kaki Gina , menuju sebuah etalase panjang , berisikan kalung dan cincin koleksi terbaru di toko ini .


" kalian mau kalung ,cincin atau apa ..?" tanya Gina lagi .


Rey diam sebentar . " ehm belum tahu tante , masih lihat-lihat dulu.."


Gina mengangguk . " ok santai aja , tante tinggal dulu ya biar kalian enak milihnya ."


lalu ia beralih ke etalase disampingnya , berbicara dengan 2 karyawannya disana.


Rey melihat ke Andin . " enaknya apa ?"


Andin mengangkat kedua bahunya , lalu matanya menatap ke dalam etalase yang tepat didepannya . Berderet beberapa pasang cincin disana .


" ini bagus ." tunjuknya , pada sepasang cincin bermatakan berlian yang ada di deretan paling depan .


" ini ." tunjuk Rey . " tapi ini cincin kawin , masak mau kasih ini ?" tanya Rey heran.


" iya juga ya . " Andin setuju kali ini , tadi ia hanya menunjuk sepasang cincin itu karena memang ia menyukai modelnya , tapi kalau untuk kado kayaknya ... kurang pas .

__ADS_1


" atau jangan-jangan kamu yang mau ya ." goda Rey sambil cengengesan.


Andin nyengir . " ih nggak , masak aku mau beli cincin kawin ."


Rey tergelak membuat Andin manyun.


Mereka masih mencari-cari di etalase lain ,tapi nampaknya memang di etalase yang pertama tadi yang terlihat bagus , pilihan mereka jatuh pada kalung dengan liontin berlian berbentuk huruf O .


" ini bagus nggak ?" tanya Rey .


Andin mengangguk . " tapi inisialnya ?"


" iya ... aku tanyain dulu .." Rey mengalihkan pandangan ke Gina yang berada tak jauh dari tempat nya berdiri . " tante..." panggilnya .


Gina menoleh , mendengar ada yang memanggil , lalu berjalan menghampiri mereka .


" kenapa Rey ... udah ada pilihan ?" tanyanya begitu mereka berdekatan.


" iya tante . " lalu tangannya menunjuk ke dalam etalase . " yang ada inisialnya O itu . " Gina mengambil seuntai kalung yang dipilih Rey tadi dan meletakkannya di atas etalase.


Rey mengambil kalungnya dan memegangnya . " bagus ...tapi ini liontinnya bisa diganti kan ?"


" kamu cari yang huruf apa ?"


Gina mengangguk . " ok , bisa ... kamu mau bawa langsung atau nanti tante kirim ke rumah ..?"


" aku bawa langsung aja."


" ok tunggu ya ... tante siapin dulu . " lalu ia masuk ke dalam ruangan yang di pojok kanan toko .


Hampir 10 menitan , Gina keluar membawa papper bag hitam ditangannya , lalu ia meletakkan papper bag diatas etalase dan mengeluarkan isinya . Kotak perhiasan yang juga berwarna hitam dikeluarkan , dan membukanya .


" seperti ini ..?" Gina menunjukkan kalung pilihannya tadi , tapi sekarang liontin berliannya bertuliskan inisial huruf w .


Rey mengangguk puas . " iya tante ."


Melihatnya ... Gina tersenyum senang dan mengemasnya kembali dengan rapi kotak perhiasan itu dan memasukkan ke dalam papperbag.


" kamu bawa aja , nanti tagihannya tante kirim ke papa kamu.."


Rey menggeleng . " nggak usah tante , aku bayar sekarang aja ." lalu ia mengambil dompet di saku celana , mengeluarkan debit card dan menyerahkannya ke Gina.

__ADS_1


" kok kamu bisa kenal sama yang punya toko tadi ?" tanya Andin heran .


Mereka baru saja keluar dari lift dan sekarang sudah sampai di lantai dasar .


" suaminya Tante Gina itu temannya papa kuliah ."


" ooohh..."


" kenapa ?" tanya Rey .


" nggak papa , cuma nanya aja."


Rey menatapnya . " masih kepikiran sama yang tadi ?"


Pertanyaan yang membuat Andin bingung . " kepikiran apa ?"


" cincin tadi ..."


" cincin ?"


Rey mengangguk . " suka sama yang tadi ?"


" emangnya kenapa ?"


" ya ... kalau suka nanti aku bilang ke Tante Gina biar disimpen."


" buat apa ?"


" nanti bisa dipakai kalau kita yang nikah ." Rey tertawa lebar.


Andin mendelik .


" aww ... sakit ." Rey meringis , sewaktu Andin mencubit lengannya .


" biar kamu nggak asal ngomongnya ." balas Andin.


" siapa juga yang asal ngomong .." cetus Rey , lalu ia teringat sesuatu.


" oh iya , dilantai ini kayaknya ada butik yang bagus di pojok sana ." tunjuknya .


" mau ngapain ?" tanya Andin.

__ADS_1


" beli baju buat besok ."


tanpa menunggu jawaban . Rey menggandeng tangan Andin , berjalan cepat ke butik yang dimaksudnya tadi.


__ADS_2