
Siang itu sepulang sekolah.
" Ndin aku jadi maen ke kost kamu ya. "tegas Amel
Andin mengangguk ." iya nanti papa kamu suruh jemput ke sana aja."
Dan mereka keluar kelas.
Begitu sampai di gerbang , sudah ada Agnes disana , Rey dan Rino berdiri di depannya . Melihat kedatangan Andin ,Rino langsung berucap sesuatu.
"Nes , loe mau bareng gue pulangnya ?" tanyanya , seolah memberi jalan untuk Rey mengajak pulang Andin.
" nggak deh , gue bareng Rey aja boleh kan ?" Agnes mengarah ke Rey.
Tapi Rey mengacuhkannya ,ketika pandangannya tertuju pada Andin yang mendekat .
"Nes tadi kok keluar nggak nungguin kita." Agnes berbalik , Amel yang bicara tadi.
"oh iya ,tadi aku ke toilet jadi sekalian turun deh. " jawabnya , sebenarnya ia ingin lebih dulu sampai didepan untuk bertemu Rey diluar dan segera mengajaknya pulang sebelum bertemu Andin tentunya.
Agak terkejut juga dengan kedatangan Andin , kecewa... rencananya untuk pulang bareng Rey gagal lagi.
"belum dijemput Mel? " tanyanya ,melihat tak ada mobil papanya yang terparkir di depan.
Amel menggeleng. "iya aku maen dulu ke tempat Andin." Amel menggandeng tangan andin dan bersiap pulang. " kamu mau ikut?" tanyanya pada Agnes
"nggak deh makasih, lain kali aja. " tolaknya langsung.
" ya udah yuk ." Ajak Andin. " semuanya , kita pulang duluan ya." pamitnya
Agnes hanya melambaikan tangannya sekilas .
Rino menatap Rey , yang sedari tadi melihat Andin. Ia tahu apa yang sedang dirasakan sahabatnya itu dan kali ini ia setuju yang dikatakan Riki , kalau Rey memang benar-benar menyukai Andin.
" hey , kok bengong?" tanya Agnes mengagetkan Rey.
"anterin gue pulang ya?" tanyanya .
Rey mengangguk pelan dan memberikan helm nya.
"Ndin ,kamu ngerasa nggak kalau Agnes sekarang berubah?"
Mereka sudah sampai di kost Andin.
__ADS_1
"berubah gimana?"
" nggak tahu kenapa ya ,kok aku ngerasa Agnes itu kayak nggak suka gitu ngeliat kamu dekat sama Rey."
Iya dan sekarang pun tak hanya dirinya sendiri yang merasa seperti itu , tapi orang terdekat merekapun merasakan hal yang sama.
"tapi aku nggak ada apa-apa sama Rey." bela Andin.
" iya , tapi tetep aja Rey kan suka nyamperin kamu ,nganterin pulang dll."
Andin mendesah ." terus aku mesti gimana dong?" tanyanya pasrah.
" ya udahlah ya ,kan kamu juga nggak salah , kan Rey juga bukan pacarnya Agnes." sungut Amel .
"nggak gitu juga mel, aku kasihan aja sama Agnes."
Amel menatap sahabat didepannya itu ,merasa iba , tapi juga kesal karena ia selalu mendahulukan perasaan orang lain ketimbang dirinya sendiri.
"sorry gue telat ."
Riki langsung menjatuhkan diri di kasur ,begitu sampai di kamar Rey.
" jadi gimana?" Rey datang membawa nampan berisi 3 gelas orange juice dan kentang goreng.
Rino langsung mengambil alih nampan ditangannya.
" sini gue lapar ini." ia mencomot beberapa potong kentang dan memasukkan sekaligus ke mulutnya.
"berapa hari loe nggak makan ." sindir Riki .
Rino melengos ." sirik loe!"
"kita mau ngomongin serius soal Agnes ." tiba-tiba Riki memulai percakapan.
"Agnes ? kenapa?" Rey mengambil 1 gelas orange juice dan meminumnya.
" dia suka sama loe ."
uhuuk!!!! ucapan Riki membuatnya tersedak . " maksud loe gimana?!" tanyanya masih sedikit batuk-batuk.
" ya suka ! masak loe nggak ngerti sih !" jawab Riki kesal.
" bilang aja cinta gitu." sahut Rino ,masih berkutat dengan kentang goreng di depannya.
__ADS_1
Rey terkekeh. "ngaco loe !!"
"kemarin Agnes ketemuan sama gue sama Rino dan menceritakan semuanya." kali ini ucapan Riki sedikit lebih serius.
" iya, dia sampai nangis-nangis tahu ." Rino menambahi.
Rey menatap Riki dan Rino bergantian ."kenapa tiba-tiba gini sih?"
"sebenarnya dari dulu , masak loe nggak merasa?".
Rey berpikir sebentar , ia kadang juga heran dengan sikap Agnes yang terlalu berlebihan padanya ,dibanding kepada Riki ataupun Rino , tapi ia sama sekali tak mengarah sampai kesitu dan hubungannya dengan Agnes nggak lebih dari persahabatan.
" ya tapi gue nggak ada apa-apa , cuma teman aja nggak lebih." jawab Rey akhirnya.
Riki manggut-manggut . " selama ini dia biasa aja ,karena merasa kalau loe juga punya perasaan yang sama." lanjutnya. " tapi.. sejak loe deket sama Andin , dia mulai merasa tidak nyaman."
Rey menatap Riki ." dia ngerasa kalau Andin sudah mengambil perhatian loe selama ini."
" kenapa dia bisa berpikir gitu soal Andin?"
" dia mengira Andin lah yang udah deketin loe duluan ."
" ya ampun ,kenapa jadi ribet gini sih ?!"
"kenapa Agnes bisa nuduh Andin yang udah deketin gue duluan ,padahal selama ini dia tahu kan kalau selalu gue yang samperin Andin duluan." terlihat nada kesal di ucapan Rey kali ini.
"karena.." Andin itu jauh berbeda levelnya dari Agnes dan nggak mungkin Rey bisa suka duluan. Hampir saja itu yang Riki ucapkan , sebelum pikiran lain terlintas di benaknya .Apa jadinya kalau nanti Rey jadi marah sama Agnes dan semua akan semakin kacau." tahu lah , gue juga bingung." Riki menggaruk-garuk kepalanya.
"loe sendiri gimana sama Andin?" sambar Rino.
Rey menggeleng. " gue juga nggak tahu."
"kalau memang loe nggak ada perasaan sama Andin, semua masalah bisa selesai kok." imbuh Rino lagi.
"maksud loe?" Rey mengernyitkan dahinya.
" kalau loe masih tetap dengan niat awal deketin Andin , lebih baik loe jujur ke Andin kejadian sebenarnya." Rey mendelik. " gue yakin Andin bakal maafin loe ,toh emang pada kenyataan nya loe nggak salah kan ?dan loe masih bisa tanggung jawab dalam bentuk materi."
Riki mengangguk setuju dengan ucapan Rino ,itu akan lebih baik ,semua akan selesai tanpa harus menyakiti siapapun.
Itu dia. Rey menutup wajah dengan kedua tangannya. Iya masalah akan selesai . Tapi sekarang, tak tahu kenapa ia begitu menikmati perannya dan tak pernah mau mengakhiri semua ini.
Sepertinya semua harus diakhiri agar tidak ada lagi salah paham.
Disaat ia memejamkan mata, bayangan wajah Andin tiba-tiba muncul. Ia sadar , hatinya berkata lain.
__ADS_1