PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
101


__ADS_3

Sore itu ,mereka sudah cukup lama berkeliling mal ,setelah hampir 2 jam ,akhirnya Amel menentukan kalau akan memberi Rino kado jam tangan .


Setelah selesai mereka ke sebuah cafe yang ada di lantai 3 .


Andin memesan orange juice sementara Amel memilih lemon tea .


" Ndin ...kemarin Rino ngajakin ketemu sama orang tuanya ..kok aku jadi takut ya ." Curhat Amel sambil melihat menu snack yang ada di katalog .


" kenapa takut ..? Ya baguslah artinya Rino serius sama kamu ?"


" tapi aku kayaknya belum siap aja kalau disuruh nikah dalam waktu dekat ini .." jawabnya lagi gusar .


" ya ampun Mel ...emang mau nunggu apalagi ..?"


" iya juga sih ...mama aku juga kayaknya udah pingin punya cucu .."


Andin tertawa ." Ya udah kalau gitu..nanti habis nikah ,kamu diam aja di rumah ...biar cepat hamil ." Bisik Andin .


Amel menyeringai lebar ." Nggak ah ...mau ngapain aku dirumah terus haaaaah ."


" ya kan usaha nya Rino udah bagus ,ngapain lagi harus kerja ."


" nggak mau aku ...kayaknya nanti setelah nikah aku mau tetap di toko aja ."


Andin menatapnya heran ." Bukannya Rino nyuruh kamu ngelola resto nya juga ."


Amel menggeleng ." Kayaknya aku lebih nyaman di toko aja ."


" ya terserah sih ."


Amel memanggil waiters dan memesan beberapa snack yang sudah dipilihnya tadi .


" Andin ."


Tiba-tiba sebuah suara memanggilnya .


" kamu Andin kan ?" Tanya nya lagi memastikan .


Andin mendongak dan menatap wanita di depannya .


" Tante Gina .."


Gina mengangguk ." Tante pangling ..kamu tambah cantik sekarang ..." pujinya .


Andin hanya tersenyum .


" hmm ..sayang sekali , dulu tante pikir kamu akan tetap sama Rey setelah waktu itu cincin yang dipesannya diambil , padahal Rey terlihat yakin sekali waktu itu .."

__ADS_1


Andin mendesah pelan ..kenapa harus mengingat lagi saat itu .


Ia menoleh ke Amel yang ternyata juga tengah menatapnya .


" dan satu tahun lalu , Rey memesan cincin yang sama waktu tunangan , sepertinya memang calon istrinya juga menyukai model itu .." celoteh Gina ,yang sepertinya tak memikirkan kalau omongannya itu bisa membuka cerita lama yang ingin dilupakannya .


Andin tersenyum menatapnya ." Oh ya ..aku juga nggak tahu tante soal itu .." jawabnya akhirnya .


" kalian udah nggak pernah bertemu lagi ?"


Andin menggeleng .


" sepertinya pernikahan nya akan dipercepat dalam satu atau dua bulan ini , kamu sendiri sudah ada pengganti Rey ..?" Tanyanya kali ini .


" belum tante ...aku mau fokus ngurus toko dulu ."


" oh baguslah ...karier dulu itu penting ." Ucapnya lalu melihat jam di tangannya ." Andin tante permisi dulu ya ..."


" iya tante .."


Gina bergegas pergi , sepertinya sedang buru-buru juga .


" siapa sih Ndin ?" Tanya Amel begitu melihatnya menjauh .


" tante Gina .."


Andin mengangguk .


" ngomongnya kok gitu banget ." Gerutu Amel .


" ya udah lah biarin aja .."


Setelah beberapa pesanan Amel tadi datang ,mereka segera mencicipinya dan Amel yang melihat raut wajah Andin sedikit berbeda ...akhirnya Amel bercerita soal Rino lagi , hanya ingin mengalihkan perhatian Andin dari cerita soal Rey ..


------------------------


" sibuk nih ?"


Susi membuka pintu , terlihat Riki sedang serius menatap laptop di depannya .


Melihatnya datang ,segera digesernya laptop dan beberapa berkas yang tertumpuk di sampingnya .


" dari rumah ?"


Susi menggeleng ." Tadi aku ke tempat Andin ,ternyata lagi keluar sama Amel ."


Susi berjalan dan berdiri di sampingnya ,mengintip sedikit laptop yang masih menyala .

__ADS_1


" proyek kamu sama Rey gimana ?"


" ya hampir beres ...tapi nanti lah setelah semua selesai .."


Mereka berdua memang berniat untuk punya bisnis berdua .


Tapi untuk sekarang sepertinya harus tertunda dulu ,mengingat ia masih sibuk mengurus rencana pernikahan mereka ,awal bulan depan .


Susi mengangguk ." Ya... mungkin Rey juga sibuk urus pernikahannya juga .."


" itu dia yang pingin aku omongin dari kemarin ." Ucap Riki .


Susi menatapnya serius ." Soal apa ?"


" kalau nanti pas resepsi , Rey pasti juga datang ...gimana kalau ketemu sama Andin ?" Tanya Riki khawatir .


" iya juga ya .." Susi diam dan mulai berpikir ." Trus gimana ?"


Riki mengangkat bahunya .


" apa sebaiknya Andin datang pas akad aja ?"


" tapi nggak enak juga ...masak kita ngelarang Andin datang waktu resepsi ..bukannya nanti anak-anak lain juga banyak yang datang .."


" iya sih ...tapi aku nggak bisa bayangin aja ,gimana kalau nanti mereka bertemu dan Rey bersama ..."


" lebih baik kamu bicara aja sama Andin langsung ." Potong Riki .


" terus ..."


" ya kamu bilang kalau kemungkinan besar Rey juga pasti akan datang dan kesempatan mereka untuk bertemu pasti ada , kalau memang Andin nggak masalah nggak papa , kalau pun dia belum siap bertemu Rey ..juga nggak masalah .."


Susi mengangguk setuju ." Ya mungkin begitu juga baik .." Ia mendesah pelan ." Padahal dulu aku berharap kita nikahnya bisa barengan , Andin sama Rey ...Rino sama Amel ..pasti seru kan ..?"


" ya mau gimana lagi .."


" padahal aku tetap lebih suka kalau Rey sama Andin ..karena sampai sekarang aku lihat perasaan Rey tetap sama buat Andin .."


" memang ..tapi kayaknya udah nggak mungkin lagi sekarang ..


Susi diam sebentar ,merasa ikut menyesal juga dengan apa yang terjadi pada sahabatnya itu .


" ya udah kita pulang sekarang ." Ajak Riki sedikit mengagetkan .


" kita jadi ke rumah Rey dulu ?" Tanya Susi .


Riki mengangguk .

__ADS_1


__ADS_2