
" tante antar pulang sekarang ya ..." kata Wina , melihat Agnes masih terpaku di tempatnya dari tadi .
Melihat Rey membawa Andin .
Air matanya meleleh .
Wina merasa iba , meski hubungan keduanya memang tak terlalu dekat dari dulu .
Agnes menggeleng ." Kita nyusul Rey aja ." Ucapnya pelan .
" tapi tante nggak tahu Rey bawa Andin kemana ,ditelpon juga nggak diangkat ."
Agnes diam .
Kali ini tak menolak saat Wina mendorong kursi roda nya keluar ruangan .
" Bella kita pulang ya ."
Bella berjalan di samping mamanya .
Mereka bertiga pun berpamitan pulang .
--------------------------------------
" loh kamu pulang sendiri ?" Tanya Nisa kaget , melihat Agnes sudah di depan pintu .
Wajahnya nampak sembab .
Agnes menggeleng ." Dianter sama Tante Wina ."
" Rey kemana ?"
Agnes diam , sambil mendorong sendiri kursi rodanya masuk ke dalam rumah .
Ia langsung menuju ke kamar dan mengunci pintu .
" Nes ..." panggilnya .
Tak ada sahutan .
" Nes ...tolong buka pintu ."
" aku mau sendiri dulu , ma ." Jawabnya lirih .
--------------------------------------
" Rey kamu sebaiknya pulang sekarang ."
Mereka sudah dirumah , setelah tadi Rey membawanya ke rumah sakit tak jauh dari hotel tempat resepsi tadi .
" udah kamu masuk kamar , tidur ." Perintah Rey .
" Rey ..tolong kamu pulang aja , aku nggak enak sama Agnes .." ucap Andin lagi ." Aku udah nggak papa , beneran ."
" iya sekarang kamu masuk kamar , kalau udah tidur nanti aku pulang ."
__ADS_1
Andin diam .Percuma juga berdebat dengan Rey .Ia tahu betul tidak akan bisa mengubah pendiriannya kalau memang sudah pilihannya .
Ia masuk ke kamar dan berbaring di tempat tidurnya . Dari situ bisa dilihatnya Rey duduk di ruang tengah . Terus menatapnya dari kejauhan .
Kalau sudah begini ,seperti kembali ke masa lalu .
Akan semakin sulit menjauhkan Rey dari hidupnya .
Kenapa Rey harus muncul lagi setelah sekian lama mereka bisa berjauhan .
Tak lama ia pun terlelap .
Begitu terbangun , dilihatnya jam di samping kasur .
Pukul 02.00 dini hari .
Ia melihat tubuhnya tertutup selimut dan kamar nya pun pintunya tertutup .
Apa Rey sudah pulang ?
Ia bergegas bangun dan berjalan keluar .
Membuka pintu kamar .
Rey ternyata masih disana . Terlelap di sofa ruang tengah .
Ponsel yang diletakkan di meja berdering .
Ia mendekat dan membaca nama yang tertera di layar ponsel .
Agnes .
--------------------------------------
" kenapa belum tidur ?" Nisa masuk ke kamar Agnes .
Dilihatnya ia masih duduk dikasur , dengan ponsel ditangannya .
" Rey nggak bisa ditelpon sampai sekarang ..." ucapnya .
Dari tadi ia belum cerita ke mama nya apa yang terjadi .
" apa kalian berantem ?"
Agnes menggeleng ." Tadi Rey pulang sama Andin .
" sama Andin ?" Tanya Nisa kaget .
" iya ."
" tapi gimana bisa ?"
" tadi Andin sakit pas di nikahannya Riki , lalu Rey membawanya pergi dan aku nggak tahu mereka kemana ..."
" masa dia nggak bilang sama kamu ?"
__ADS_1
Agnes menggeleng , tiba-tiba air matanya berderai .
Nisa menghampiri dan memeluk putrinya itu .
Agnes masih nampak terisak saat Nisa melepas pelukannya .
" udah ya jangan nangis , nanti mama yang bicara sama Rey ." Bujuknya .
" tapi selama ada Andin ,Rey akan terus bersikap begini sama aku ."
Nisa mendesah pelan .
Benar yang dibilang Agnes ...Rey akan tetap seperti ini kalau masih ada Andin di dekatnya .
Sepertinya ia harus berbuat sesuatu .
" kamu tenang aja ... mama akan bicara sama Om Gunawan , biar pernikahan kalian dipercepat ...dengan begitu Andin nggak akan bisa mendekati Rey lagi ." Ucapnya sambil mengusap punggung putri satu-satunya itu .
Agnes tersenyum ." Beneran ma ?" Tanyanya antusias .
Nisa mengangguk mantap .
" makasih ma ."
--------------------------------------
Pukul 04.00
Andin keluar kamar .
Rey sudah bangun dan duduk di sofa .
" kamu kenapa nggak pulang kemarin ?" Tanyanya , lalu duduk disebelahnya .
Rey menatapnya ." Kamu udah baikan ?"
Andin mengangguk ." Sebaiknya kamu pulang , kemarin Agnes nelpon berkali-kali , dia pasti cemas ."
Rey diam .
" Rey ..." panggilnya lagi .
" aku mau mengakhiri semuanya ."
Andin menatapnya kaget ." Maksud kamu apa ?!"
" aku nggak bisa lagi berpura-pura cinta sama Agnes ..." ucapnya , sambil mengusap wajah .
" kenapa begitu ?"
Tak ada jawaban .
" aku ambilin minum dulu ." Andin berdiri .
Baru saja mau melangkahkan kaki , Rey memegangi lengannya dan ikut berdiri .
__ADS_1
Tiba-tiba Rey menariknya mendekat dan memeluknya .
" jangan pergi lagi ." Ucapnya lirih .