PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
107


__ADS_3

" tante antar pulang sekarang ya ..." kata Wina , melihat Agnes masih terpaku di tempatnya dari tadi .


Melihat Rey membawa Andin .


Air matanya meleleh .


Wina merasa iba , meski hubungan keduanya memang tak terlalu dekat dari dulu .


Agnes menggeleng ." Kita nyusul Rey aja ." Ucapnya pelan .


" tapi tante nggak tahu Rey bawa Andin kemana ,ditelpon juga nggak diangkat ."


Agnes diam .


Kali ini tak menolak saat Wina mendorong kursi roda nya keluar ruangan .


" Bella kita pulang ya ."


Bella berjalan di samping mamanya .


Mereka bertiga pun berpamitan pulang .


--------------------------------------


" loh kamu pulang sendiri ?" Tanya Nisa kaget , melihat Agnes sudah di depan pintu .


Wajahnya nampak sembab .


Agnes menggeleng ." Dianter sama Tante Wina ."


" Rey kemana ?"


Agnes diam , sambil mendorong sendiri kursi rodanya masuk ke dalam rumah .


Ia langsung menuju ke kamar dan mengunci pintu .


" Nes ..." panggilnya .


Tak ada sahutan .


" Nes ...tolong buka pintu ."


" aku mau sendiri dulu , ma ." Jawabnya lirih .


--------------------------------------


" Rey kamu sebaiknya pulang sekarang ."


Mereka sudah dirumah , setelah tadi Rey membawanya ke rumah sakit tak jauh dari hotel tempat resepsi tadi .


" udah kamu masuk kamar , tidur ." Perintah Rey .


" Rey ..tolong kamu pulang aja , aku nggak enak sama Agnes .." ucap Andin lagi ." Aku udah nggak papa , beneran ."


" iya sekarang kamu masuk kamar , kalau udah tidur nanti aku pulang ."

__ADS_1


Andin diam .Percuma juga berdebat dengan Rey .Ia tahu betul tidak akan bisa mengubah pendiriannya kalau memang sudah pilihannya .


Ia masuk ke kamar dan berbaring di tempat tidurnya . Dari situ bisa dilihatnya Rey duduk di ruang tengah . Terus menatapnya dari kejauhan .


Kalau sudah begini ,seperti kembali ke masa lalu .


Akan semakin sulit menjauhkan Rey dari hidupnya .


Kenapa Rey harus muncul lagi setelah sekian lama mereka bisa berjauhan .


Tak lama ia pun terlelap .


Begitu terbangun , dilihatnya jam di samping kasur .


Pukul 02.00 dini hari .


Ia melihat tubuhnya tertutup selimut dan kamar nya pun pintunya tertutup .


Apa Rey sudah pulang ?


Ia bergegas bangun dan berjalan keluar .


Membuka pintu kamar .


Rey ternyata masih disana . Terlelap di sofa ruang tengah .


Ponsel yang diletakkan di meja berdering .


Ia mendekat dan membaca nama yang tertera di layar ponsel .


Agnes .


--------------------------------------


" kenapa belum tidur ?" Nisa masuk ke kamar Agnes .


Dilihatnya ia masih duduk dikasur , dengan ponsel ditangannya .


" Rey nggak bisa ditelpon sampai sekarang ..." ucapnya .


Dari tadi ia belum cerita ke mama nya apa yang terjadi .


" apa kalian berantem ?"


Agnes menggeleng ." Tadi Rey pulang sama Andin .


" sama Andin ?" Tanya Nisa kaget .


" iya ."


" tapi gimana bisa ?"


" tadi Andin sakit pas di nikahannya Riki , lalu Rey membawanya pergi dan aku nggak tahu mereka kemana ..."


" masa dia nggak bilang sama kamu ?"

__ADS_1


Agnes menggeleng , tiba-tiba air matanya berderai .


Nisa menghampiri dan memeluk putrinya itu .


Agnes masih nampak terisak saat Nisa melepas pelukannya .


" udah ya jangan nangis , nanti mama yang bicara sama Rey ." Bujuknya .


" tapi selama ada Andin ,Rey akan terus bersikap begini sama aku ."


Nisa mendesah pelan .


Benar yang dibilang Agnes ...Rey akan tetap seperti ini kalau masih ada Andin di dekatnya .


Sepertinya ia harus berbuat sesuatu .


" kamu tenang aja ... mama akan bicara sama Om Gunawan , biar pernikahan kalian dipercepat ...dengan begitu Andin nggak akan bisa mendekati Rey lagi ." Ucapnya sambil mengusap punggung putri satu-satunya itu .


Agnes tersenyum ." Beneran ma ?" Tanyanya antusias .


Nisa mengangguk mantap .


" makasih ma ."


--------------------------------------


Pukul 04.00


Andin keluar kamar .


Rey sudah bangun dan duduk di sofa .


" kamu kenapa nggak pulang kemarin ?" Tanyanya , lalu duduk disebelahnya .


Rey menatapnya ." Kamu udah baikan ?"


Andin mengangguk ." Sebaiknya kamu pulang , kemarin Agnes nelpon berkali-kali , dia pasti cemas ."


Rey diam .


" Rey ..." panggilnya lagi .


" aku mau mengakhiri semuanya ."


Andin menatapnya kaget ." Maksud kamu apa ?!"


" aku nggak bisa lagi berpura-pura cinta sama Agnes ..." ucapnya , sambil mengusap wajah .


" kenapa begitu ?"


Tak ada jawaban .


" aku ambilin minum dulu ." Andin berdiri .


Baru saja mau melangkahkan kaki , Rey memegangi lengannya dan ikut berdiri .

__ADS_1


Tiba-tiba Rey menariknya mendekat dan memeluknya .


" jangan pergi lagi ." Ucapnya lirih .


__ADS_2