PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
76


__ADS_3

" besok ikut ya ?"


Rey sudah di kost an Andin sekarang . Tadi disekolah mereka tak ketemu , karena kelasnya tadi ada pelajaran tambahan , jadi baru sore ini mereka bisa bicara.


" kemana ?"


" ulang tahunnya Tante Wina , Papa udah reservasi tempat buat dinner."


" dinner ?" Andin menatapnya heran . " itukan acara keluarga kamu , kenapa aku harus ikut ?"


" Papa yang nyuruh buat ngajakin kamu ."


Andin tertawa.


" nggak percaya ?" tanya Rey sewot .


" nggak ."


" ya udah aku telponin papa sekarang . " Rey mengambil ponsel di sakunya dan ketika ia akan menghubungi papanya , Andin melarang.


" jangan lah .."

__ADS_1


" kan biar kamu percaya ."


" iya percaya ." Andin diam sebentar. " tapi sebaiknya nggak usah ya ... aku nggak enak , kan ini acara keluarga ."


" jadi kamu mau nolak undangan papa aku ?"


" bukannya gitu ..."


" udah santai aja ,bukan acara resmi juga kok ." bujuk Rey , meski ia sebenarnya penasaran juga dengan ucapan papanya tadi pagi , apa memang ada hal serius yang akan diputuskan tentang hubungan Papa dan Tante Wina .


Andin akhirnya mengangguk meski sedikit ragu.


" sekarang kita ke mall dulu ya , cari kado buat Tante Wina ."


" Wina , udah beres semua . " Poppy , menjabat sebagai manager keuangan di perusahaan ini , sekaligus menjadi teman terdekatnya selama disini .


" udah Pop , cuma tinggal dikit sih ini , kemarin aku udah nyicil bawa beberapa , jadi ini tinggal sisanya aja ."


" udah yakin nih mau ninggalin kerjaan ?" tanya Poppy memastikan , mungkin terlihat keraguan di wajahnya .


Wina mengangguk . " iya , ini udah jauh-jauh hari aku putuskan ."

__ADS_1


" ya udah lah ya , kan memang keinginan kamu jadi ibu rumah tangga seutuhnya ."


Wina mendesah pelan . Ia memang pernah bercerita ke Poppy , setelah menikah ... ia ingin mengabdikan hidupnya untuk keluarga . Tanpa harus menjadi wanita karir seperti sekarang .


Ia tersenyum . Yah...ini akan menjadi kebahagiaan terbesar dalam hidupnya , seandainya ia akan tahu akhir dari semua ini seperti apa .


Besok... akan menjadi hari paling penting dalam hidupnya .


Ia akan meninggalkan pekerjaan nya disini untuk menjadi istri dan ibu sepenuhnya atau ... kalau takdir berkata lain , ini akan menjadi perpisahan untuknya . Ia akan kehilangan pernikahan yang sudah lama diimpikan sekaligus pekerjaannya .


Memikirkan itu membuat jantungnya berdegup kencang . Seandainya besok Rey menolaknya , maka ia harus rela meninggalkan keluarga yang selama ini merasa sudah dimilikinya itu , tapi... ia tak punya kuasa penuh untuk itu .


Sudah dari awal ia tahu akan seperti apa nantinya hubungan yang dijalani ini , tapi tetap saja , ia takut menghadapinya , apa sanggup ia kehilangan semua . Kehilangan keluarga yang baru akan dimilikinya ini.


" Win kok nangis ?" tanya Poppy cemas.


Wina kaget , tanpa disadari ternyata air matanya menetes .


" nggak papa Pop , cuma aku merasa sedih aja harus meninggalkan pekerjaan ini ." ucapnya terbata .


Perlahan Poppy mendekat dan memeluknya . " iya aku juga pasti kangen banget , biasanya tiap hari kita sama-sama disini ."

__ADS_1


Tak lama Poppy melepaskan pelukannya . " tapi aku juga bahagia , sebentar lagi kamu akan menjadi Nyonya Gunawan ." candanya .


Wina tersenyum datar . " Amin.." cuma kata-kata itu yang bisa diucapkan sebagai jawaban . Semoga memang semua akan sesuai dengan keinginannya , kalaupun tidak , ia akan menyiapkan hatinya dari sekarang .


__ADS_2