
" besok ikut ya ?"
Rey sudah di kost an Andin sekarang . Tadi disekolah mereka tak ketemu , karena kelasnya tadi ada pelajaran tambahan , jadi baru sore ini mereka bisa bicara.
" kemana ?"
" ulang tahunnya Tante Wina , Papa udah reservasi tempat buat dinner."
" dinner ?" Andin menatapnya heran . " itukan acara keluarga kamu , kenapa aku harus ikut ?"
" Papa yang nyuruh buat ngajakin kamu ."
Andin tertawa.
" nggak percaya ?" tanya Rey sewot .
" nggak ."
" ya udah aku telponin papa sekarang . " Rey mengambil ponsel di sakunya dan ketika ia akan menghubungi papanya , Andin melarang.
" jangan lah .."
__ADS_1
" kan biar kamu percaya ."
" iya percaya ." Andin diam sebentar. " tapi sebaiknya nggak usah ya ... aku nggak enak , kan ini acara keluarga ."
" jadi kamu mau nolak undangan papa aku ?"
" bukannya gitu ..."
" udah santai aja ,bukan acara resmi juga kok ." bujuk Rey , meski ia sebenarnya penasaran juga dengan ucapan papanya tadi pagi , apa memang ada hal serius yang akan diputuskan tentang hubungan Papa dan Tante Wina .
Andin akhirnya mengangguk meski sedikit ragu.
" sekarang kita ke mall dulu ya , cari kado buat Tante Wina ."
" Wina , udah beres semua . " Poppy , menjabat sebagai manager keuangan di perusahaan ini , sekaligus menjadi teman terdekatnya selama disini .
" udah Pop , cuma tinggal dikit sih ini , kemarin aku udah nyicil bawa beberapa , jadi ini tinggal sisanya aja ."
" udah yakin nih mau ninggalin kerjaan ?" tanya Poppy memastikan , mungkin terlihat keraguan di wajahnya .
Wina mengangguk . " iya , ini udah jauh-jauh hari aku putuskan ."
__ADS_1
" ya udah lah ya , kan memang keinginan kamu jadi ibu rumah tangga seutuhnya ."
Wina mendesah pelan . Ia memang pernah bercerita ke Poppy , setelah menikah ... ia ingin mengabdikan hidupnya untuk keluarga . Tanpa harus menjadi wanita karir seperti sekarang .
Ia tersenyum . Yah...ini akan menjadi kebahagiaan terbesar dalam hidupnya , seandainya ia akan tahu akhir dari semua ini seperti apa .
Besok... akan menjadi hari paling penting dalam hidupnya .
Ia akan meninggalkan pekerjaan nya disini untuk menjadi istri dan ibu sepenuhnya atau ... kalau takdir berkata lain , ini akan menjadi perpisahan untuknya . Ia akan kehilangan pernikahan yang sudah lama diimpikan sekaligus pekerjaannya .
Memikirkan itu membuat jantungnya berdegup kencang . Seandainya besok Rey menolaknya , maka ia harus rela meninggalkan keluarga yang selama ini merasa sudah dimilikinya itu , tapi... ia tak punya kuasa penuh untuk itu .
Sudah dari awal ia tahu akan seperti apa nantinya hubungan yang dijalani ini , tapi tetap saja , ia takut menghadapinya , apa sanggup ia kehilangan semua . Kehilangan keluarga yang baru akan dimilikinya ini.
" Win kok nangis ?" tanya Poppy cemas.
Wina kaget , tanpa disadari ternyata air matanya menetes .
" nggak papa Pop , cuma aku merasa sedih aja harus meninggalkan pekerjaan ini ." ucapnya terbata .
Perlahan Poppy mendekat dan memeluknya . " iya aku juga pasti kangen banget , biasanya tiap hari kita sama-sama disini ."
__ADS_1
Tak lama Poppy melepaskan pelukannya . " tapi aku juga bahagia , sebentar lagi kamu akan menjadi Nyonya Gunawan ." candanya .
Wina tersenyum datar . " Amin.." cuma kata-kata itu yang bisa diucapkan sebagai jawaban . Semoga memang semua akan sesuai dengan keinginannya , kalaupun tidak , ia akan menyiapkan hatinya dari sekarang .