PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
74


__ADS_3

" Mama ternyata memang sudah menikah lagi. "


Rey mulai bercerita , setelah dari tadi mereka lebih banyak diam . Mungkin masih ada keraguan untuk menceritakan masalah keluarganya , tapi disisi lain dengan bercerita dan ada teman bicara bisa membuatnya sedikit tenang.


Andin menatapnya iba , ia sebenarnya sudah tahu semua , setelah tadi Tante Wina menceritakan semuanya. " sama orang yang kemarin itu ?"


Rey mengangguk.


" terus ..."


" suami baru mama itu sepertinya nggak mau terima aku.."


" kok kamu bisa ngomong kayak gitu ?"


" kemarin aku kerumah mama sama Tante Wina dan anaknya Om Alex bilang ... kalau papanya nggak suka aku datang kesana .." Rey menghentikan ceritanya , lalu ia diam sebentar , sepertinya ada yang sedang difikirkan atau ia hanya berusaha menyembunyikan kesedihannya dan berusaha terlihat tegar.


" ya udahlah Rey ... mungkin mereka punya alasan lain dan kalau memang mereka nggak bisa nerima kamu ... ya kamu ikhlasin aja , daripada bikin kamu sakit hati juga ."


Rey menatapnya ." jadi aku harus terima kalau mama udah nggak anggap aku anaknya lagi ?" tanyanya terbata.


" bukan begitu ... mungkin mama kamu hanya mau menghormati keluarga suaminya atau apa ... kan kamu juga nggak tahu alasan yang sebenarnya .."


Rey mendesah pelan , lalu menyandarkan punggungnya ke kursi. Memang raut wajahnya tak bisa berbohong , ia tetap tak bisa menyembunyikan kesedihannya.


" kenapa Rey nggak bilang soal ini ?"

__ADS_1


Wina diam sebentar . Hubungan mereka memang tak begitu intim sebagai ayah dan anak , mungkin segan bagi Rey menceritakan masalah ini ke papanya , karena hubungan mereka memang tak pernah akrab layaknya orangtua dan anak .


" karena selama ini Mas juga nggak dekat sama anak sendiri ." sindir Wina.


Gunawan terkesima . Ia seperti tertampar ucapan Wina barusan . Benar yang dikatakan Wina , hubungan mereka tak pernah dekat selama ini dan ia bahkan tak pernah tahu apa saja dan masalah apa yang sedang dihadapi Rey , dari kecil ia hanya mencukupi kebutuhan materinya saja . Tanpa ia tahu putranya itu sedang dalam keadaan bahagia atau tidak , baginya dengan mencukupi semua kebutuhan dan memberinya limpahan materi saja pasti membuat hidupnya bahagia , ternyata itu salah .


" iya , aku mengakui itu ." jawabnya merasa bersalah.


" sebagai bentuk rasa tanggung jawab dan juga karena merasa bersalah , Rey mencari tahu siapa orang itu . Sampai akhirnya ternyata ia tahu kalau dia adalah tetangga dekat bik Inah dan kebetulan juga anaknya ternyata satu sekolah dengannya . "


" terus..."


" itu sebabnya Rey berusaha keras untuk dekat dengan Andin , karena merasa bersalah telah membuat ayahnya meninggal .."


Gunawan mengernyitkan alis . " jadi Rey dekat dengan Andin cuma karena kasihan dan rasa bersalah ?"


" terus Andin tahu kalau Rey itu ..."


" iya .. bik Inah yang cerita , semua itu untuk menjaga perasaan Andin sendiri . Kamu tahu dengan perhatian yang Rey berikan , bisa jadi Andin akan beranggapan lain kan ..?"


Gunawan mengangguk . " iya aku setuju kalau bik Inah menceritakan semua , agar kedepannya tak ada kesalahpahaman lagi."


" iya Mas ... dan aku rasa Andin cukup bisa menjaga jarak dengan Rey untuk hubungan yang lebih dari teman.. "


" bagaimana kamu tahu ?"

__ADS_1


" aku pernah beberapa kali bicara dengan Andin dan... sepertinya dia cukup merasa kalau mereka hanya sahabat , tak lebih . Ia seperti merasa tidak sepadan dengan Rey , meski Rey sendiri tak pernah menganggapnya seperti itu .."


" Iya ... Rey memang hidup berlebihan dari kecil , tapi aku tahu betul sifatnya ... ia tak pernah membeda-bedakan orang , meski kadang ia memang kurang ramah dengan orang yang tak dekat dengannya ."


" iya Mas ... dia sebenarnya baik , tapi sepertinya tak pernah bisa menunjukkannya langsung ke orang lain .."


" Lalu Rey sendiri gimana.. yang aku lihat Andin memang terlihat sederhana...tapi sepertinya Rey...


" suka sama Andin ." potong Wina cepat.


" aku juga berfikir begitu ... Rey benar-benar berubah semenjak dekat sama Andin ."


Gunawan mengangguk . " aku nggak masalah Rey dekat sama siapa juga , yang penting bisa membuatnya senang dan tentunya yang memberikan pengaruh positif juga ke Rey .."


" iya Mas , walaupun baru kenal sama Andin , aku bisa merasa kalau dia itu anak baik dan juga mandiri , dia bisa sendiri tanpa kedua orang tuanya sekarang ."


" harusnya kamu bersyukur , meski mama kamu pergi sekarang , kan masih ada Papa , Tante Wina dan Bik Inah yang sayang sama kamu ..."


Rey menoleh , menatap seseorang di sampingnya itu , yang selalu membuatnya tenang , merasa bahagia apapun masalah yang dihadapinya sekarang .


" kalau kamu ..?" tanyanya pelan .


" aku.. " Andin menatapnya heran . " kenapa ?"


" sayang juga nggak sama aku ?"

__ADS_1


Andin melotot .


__ADS_2