
" Tante Gina ." sapa Rey , begitu ia memasuki toko perhiasannya .
Gina yang sedari tadi sibuk berbicara dengan karyawannya , berbalik dan tersenyum .
" Reyhan ." jawabnya . " kamu jadi rajin kunjungi tante sekarang . " godanya , tawanya terdengar renyah .
" bu saya ke toilet sebentar ." pamit karyawan yang tadi bicara dengannya .
Gina mengangguk .
Gina diam sebentar , lalu beralih menatap seseorang yang ada di samping Rey ..
Rey yang tahu kalau Gina mungkin sedang bertanya-tanya siapa yang berdiri di sampingnya itu ,akhirnya memperkenalkannya .
" oh iya ini tante Wina ..."
Gina mengulurkan tangan dan langsung mendapatkan sambutan hangat dari Wina .
" tunggu ..." Gina berfikir sebentar , lalu menatap Wina ." waktu itu Rey mencari hadiah kalung inisial W ...apa itu buat ..."
" iya ." potong Rey cepat .
Wina hanya tersenyum .
Gina menatap mereka bergantian , rasa penarannya semakin muncul sekarang . " ini saudara papa kamu , atau ...?" tanyanya pada Rey .
" Tante Wina ini calon istrinya papa ."
" oh ya ." Gina membelalakkan matanya kaget ." maaf...maaf tante nggak tahu ..." ucapnya merasa tak enak .
" nggak papa mbak ." kali ini Wina ikut bersuara .
" baiklah , kalian kesini mau mencari sesuatu ?" tanya Gina lagi , kali ini untuk mengalihkan pembicaraan mereka .
" aku cuma anter tante Wina aja , mau lihat-lihat cincin ."
" oh ya , memang nya kapan kalian menikah ?" tanya Gina lagi .
" InsyaAllah bulan depan mbak ." jawab Wina .
" hmmm... udah dekat ya , memangnya Gunawan kemana kok nggak kesini juga ?"
" papa lagi ke Surabaya ." jawab Rey .
" seperti itu... tapi ada Rey nggak papa ya bisa bantu persiapannya ." Gina melirik ke arah Rey ." kalian berdua kelihatannya sudah akrab sekali ."
Wina hanya tersenyum menanggapinya .
" ya sudah ayok ...saya tunjukkan koleksi terbarunya ." mereka berdua mengikuti Gina ke dalam .
" tumben nih Agnes ikut ?" tanya Rosa heran , Nisa menelponnya kemarin dan mengajaknya bertemu sekarang , tapi ternyata ada Agnes juga disini .
" itu dia Ros ...memang Agnes yang sebenarnya ingin bicara sama kamu ."
Rosa menatapnya kaget ." oh ya tumben ...ada apa Nes ?"
" aku mau bicara soal Rey , tante ."
__ADS_1
" Rey...?"
Agnes mengangguk .
" memangnya Rey kenapa ?"
tanya Rosa , terlihat penasaran di raut wajahnya .
Agnes menatap mamanya sebentar , lalu beralih ke Rosa ." apa tante kenal sama Andin ?"
" Andin...ya tante cuma pernah ketemu waktu itu ...tapi nggak kenal secara langsung sih , memangnya ada apa ya ?"
" apa tante tahu Rey sekarang semakin dekat sama Andin ..."
" terus ...masalahnya dimana ?"
" tante ...apa tante tahu asal usul Andin itu bagaimana ?"
Rosa menatap Agnes .
" Andin itu berasal dari keluarga kurang mampu , dia hanya dapat beasiswa bisa masuk sekolah itu ."
" oh ya ...tante nggak tahu kalau soal itu ."
" itu dia tante... apa tante nggak takut kalau dia cuma manfaatin Rey aja ." ucap Agnes yang nampaknya semakin memprovokasi Rosa .
Sepertinya Rosa mulai terpengaruh dengan ucapan Agnes . " bisa jadi ya .." ucapnya pelan .
" iya tante , beberapa waktu lalu pas ibunya masuk rumah sakit terus akhirnya meninggal , Rey juga yang ngurus semua ...bisa saja kan dia minta Rey untuk membiayai semuanya ." cerocos Agnes .
" tapi...kamu kenal dekat juga kan sama Andin ?" tanya Rosa .
" nggak terlalu sih tante ,cuma karena kita sekelas aja disekolah ."
Rosa mengangguk ." jadi begitu ...iya nanti tante coba bicara sama Rey atau papanya ." pungkasnya .
Agnes tersenyum senang ." iya tante harus secepatnya bicara sama Rey ."
" iya Nes .."
Rey masih di depan etalase , ketika Wina dan Gina sibuk berbicara di sebelahnya .Sepertinya Wina sudah menemukan model yang dia inginkan , lalu sekarang masih meminta pendapat Gina .
" tapi modelnya mau seperti ini ya ?" tanya Gina .
" iya mbak ,soal ukurannya biar nanti aku kesini lagi sama Mas Gunawan ."
" ok...bilang juga sama Gunawan jangan terlalu sibuk ... kan pernikahan kalian sudah dekat ." sindirnya .
" iya mbak ."
Rey memperhatikan ke dalam etalase .Ia melihat cincin yang waktu disukai Andin masih ada disana .
Melihat Gina , Rey segera memanggilnya .
" tante ..."
" iya ."
__ADS_1
" bisa aku lihat cincin ini ." tunjuknya .
Gina segera mengambil cincin yang dimaksud dan memberikannya ke Rey .
Ia mengamatinya sebentar .
" itu cincin yang Andin suka ." bisik Wina .
Rey mengangguk .
" tante ...ini bisa disimpenin dulu nggak ... pasti aku ambil kok ."
Gina menatapnya heran ." Rey ...memangnya kamu mau nikah juga ?"
Wina tertawa .
" atau buat cewek yang waktu itu kamu ajak kesini ?"
" iya mbak ." kali ini Wina yang menjawab .
" okee ...tenang aja , tante simpen biar nggak ada yang ambil ." Godanya , membuat Rey jadi salah tingkah .
" ya udah ... tante udah selesai kan ?" tanyanya ke Wina .
Wina mengangguk .
" kita pulang sekarang ."
Setelah berpamitan dengan Gina , mereka berdua keluar dari toko .
" Rey ..." terdengar ada yang memanggil ketika ia mau berbelok keluar .Ia berbalik .
Di depan cafe yang ada di sudut Mall ,Agnes berdiri disana dan ternyata ada mamanya juga .
Mereka berjalan menghampirinya .
" kalian darimana ?" tanya Rosa .
" ini ...anterin tante Wina nyari cincin ."
Rosa menatapnya kaget .Apa pernikahan Wina dan Gunawan sudah dekat ? dan Rey sepertinya juga makin dekat dengan calon ibu tirinya itu .
" oh memangnya papa kamu kemana ?"
" Mas Gunawan masih ke Surabaya mbak ." jawab Wina .
" Rey ... gabung sama kita aja yuk ." ajak Agnes , sepertinya ia berusaha mendekat ke Rey , apalagi sekarang ada Rosa , itu akan lebih memudahkan jalannya .
Rey menggeleng ." Ma , tante ...kita pulang duluan ." pamitnya pada Rosa dan Nisa .
Agnes menatapnya kecewa .
" yuk tante ." ajaknya.
Wina mengangguk ." mbak kita duluan ya . " pamitnya , lalu menjajari langkah Rey .
Rosa menatap mereka berdua dari belakang .Entah kenapa ,hati kecilnya merasa iri melihat kedekatan mereka . Ia yang ibu kandungnya Rey , tak pernah sedekat itu . Semua memang salahnya ...mungkin sekarang sudah terlambat untuk memperbaiki semuanya .
__ADS_1