PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
52


__ADS_3

" gimana Ndin , udah enakan ?"


tanya Amel pagi ini , melihatnya sampai dikelas . Kemarin juga Amel jadi harus mengantarkan tasnya ke kost an , karena sepulang dari rumah sakit ia langsung pulang.


" ya gini deh ." Andin menunjukkan tangan kanannya yang masih diperban.


Agnes yang tadi dilihatnya sedang berbicara dengan Putri di meja sebelah , sempat melihatnya pas datang , tapi pura-pura tak melihat , lalu ia bergegas keluar kelas.


Amel yang melihatnya terlihat kesal . " tuh Ndin lihat kamu datang , eh langsung keluar."


" biarin aja lah."


" tadi aja pas aku sampai kelas , dia ada di depan pintu aku sapa , eh malah melengos ." sungut Amel.


Sekarang Agnes memang menunjukkan ketidak sukaan padanya secara terang-terangan , bahkan Amel yang tidak ada hubungannya jadi ikut kena imbas . Entah sampai kapan , ia pun merasa tak enak kalau memulai percakapan duluan dengan Agnes . Kondisi ini membuatnya semakin serba salah .


Bel masuk berbunyi . Berbarengan dengan bu Ika masuk , Agnes ikut masuk . Langsung ke bangkunya di pojok belakang .


Pelajaran matematika di jam pertama , untungnya tak terlalu banyak mencatat , sehingga ia masih bisa mengikuti dengan baik , karena tangannya masih susah untuk menulis . Tadi Amel sesekali membantunya.


Jam pelajaran ketiga dan empat , diisi mata pelajaran biologi . Bu Ima kali ini banyak mendiktekan materi baru , yang membuatnya sedikit kesulitan mengikuti , hanya beberapa yang bisa dicatatnya , sebagian ia masih tertinggal.


Bel istirahat berbunyi dan kali ini catatannya masih kurang setengah lagi.


" Ndin kamu turun nggak ?" tanya Amel , menawarinya untuk ke kantin.


" nggak deh , aku pinjem catetan aja , biar aku selesaiin."


" kamu nggak nitip beli ?"


" nggak ." Amel keluar kelas , setelah meminjamkan buku catatannya.

__ADS_1


Kelas mulai sepi , hanya beberapa saja yang masih di dalam . Ia mulai sibuk menyalin catatannya , ketika terdengar suara Agnes dari arah belakang.


" Rey , ke kantin yuk ." Agnes berjalan ke depan.


Terlihat Rey masuk ke kelas , tapi ia pura-pura tak melihat dan meneruskan menulis.


" nggak deh males , sama Rino aja tuh . " Terlihat Rino sedang berdiri di luar . " yuk Nes. " ajak Rino.


Dengan wajah bersungut , Agnes keluar juga .


" sini biar aku aja ." pulpen yang dipegangnya tiba-tiba diambil.


" Rey , nggak usah aku ..." belum selesai dengan ucapannya , Rey sudah menggeser buku didepannya .


" Kenapa loe Nes ?" tanya Rino , melihat wajah Agnes cemberut , tangannya sibuk mengaduk-aduk es teh di depannya .


" kesal gue sama Andin ." cetusnya.


" Andin ? kenapa ?"


" loe kenapa sih nyalahin Andin terus , yang gue lihat Rey kok yang deketin Andin , bukan sebaliknya ." kali ini Rino menjawabnya dengan nada tinggi.


" loe sekarang belain Andin terus ya."


" gue nggak belain Andin , cuma ngomongin faktanya aja , kan emang gitu ."


" nggak mungkin , Andin itu kan ..."


" nggak cantik , nggak kaya ." potong Rino , yang membuat Agnes terperanjat. " Nes , fisik itu memang penting , tapi kalau menurut Rey dia merasa nyaman sama Andin , loe mau apa ?"


" Rese loe !!!!" Agnes tiba-tiba berdiri dan berjalan pergi .

__ADS_1


Di pintu kantin sempat berpapasan dengan Riki , tapi ia mengacuhkannya.


" kenapa dia ?" tanya Riki heran , lalu duduk di depan Rino.


" biasalah ."


" soal Andin lagi ?"


" iyalah , emang ada yang lain ?"


" ngomong apa dia ?" tanya Riki penasaran.


" kesal Andin deket-deket sama Rey lah , apalagi emang."


" ribet , kayak nggak ada cowok lain aja Agnes tuh."


" iya juga , bukannya dia merasa paling cantik , masa nggak bisa dapat cowok yang lebih dari Rey."


Riki tertawa . " emang tadi dia bahas itu lagi ?"


" ya pasti menjurus ke sanalah , lama-lama ilfil gue sama Agnes , kepedean banget jadi anak ."


Tawa Riki semakin keras ." biarin aja lah , suka-suka dia , biar kepedean kan yang penting cantik , ya nggak bro."


Rino memonyongkan bibirnya .


" siapa yang cantik ?" mereka berdua sontak terdiam . Susi tiba-tiba muncul di depannya .


" nggak ada ." jawab Riki terbata.


" nggak usah bohong , siapa yang cantik ?"

__ADS_1


" kucing tetangga." jawab Riki asal


Rino terkekeh.


__ADS_2