PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
121


__ADS_3

Nisa sampai di rumah dan buru-buru masuk .


Bik Nurul yang sedang didapur bergegas menghampirinya .


" gimana...kamu udah coba hubungi lagi ?" Tanya Nisa panik .


Bik Nurul menggeleng ." Nggak bisa bu ."


Nisa menarik nafas panjang lalu berlari ke kamar Agnes .


Masih nampak rapi disana .Tak ada yang mencurigakan juga .


Ia membuka lemari yang ada di pojok ruangan .


Beberapa baju memang terlihat terlepas dari gantungan baju yang tergeletak di rak .


Tas hitam yang biasanya tersimpan di rak juga nggak ada .


Berarti benar Agnes membawa beberapa baju ganti .


Perasaannya semakin cemas , memikirkan hal buruk yang mungkin saja dilakukan Agnes sekarang .


Ia beralih ke nakas dan membuka laci nya . Siapa tahu ada sedikit petunjuk disana .


Cincin pertunangannya tersimpan di laci paling atas .


Ini sangat mengherankan , selama ini Agnes tak pernah mau melepas cincin ini dari jemari tangannya .


Nisa mengambil ponsel dan memencet salah satu nomor .


Rey ..


Hanya nada sambung , tak ada jawaban .


Apa Rey masih marah soal masalah tadi , sampai ia enggan hanya untuk mengangkat telponnya sekalipun .


Tapi memang ini juga salah Rey ...Agnes pasti sakit hati karena melihat Rey bersama Andin sampai memutuskan pergi seperti ini .


Ia menatap layar ponsel , melihat beberapa nomor telpon teman Agnes yang masih tersimpan di kontaknya .


Siapa tahu salah satu dari mereka mengetahui keberadaan Agnes sekarang .


Sementara itu di rumah Rey ...


Rosa datang berkunjung kesana dan terlihat khawatir mendengar cerita Wina kalau Rey agak kurang enak badan setelah tadi kedatangan Nisa .


" memangnya Nisa ngapain kesini ?" Tanya Rosa .


" mbak Nisa minta pernikahan mereka segera dilaksanakan ."


Rosa mengerutkan alisnya ." Jadi Nisa memaksa Rey soal itu ?" Tanyanya ulang .

__ADS_1


Wina mengangguk ." Iya dan itu yang membuat Rey emosi tadi ."


" Nisa memang keterlaluan ." Rosa mengikuti Wina ke dalam ."Rey sekarang tidur ?"


" iya mbak , baru minum obat tadi .'


Mereka akhirnya duduk di ruang tengah .


Tak lama Andin dan Bella menghampiri mereka .


" tante ." Andin menyapa Rosa .


Rosa tersenyum , lalu beralih ke Bella .


" hai Bella , nggak mau peluk mama ." Sapa Rosa , Bella lalu lari menghampirinya .


" Bella nggak sekolah ?" Tanya Rosa sambil memangkunya .


Bella menggeleng ." Masih libur ." Jawabnya .


" mama punya kue itu ..." Rosa mengambil paperbag disebelahnya ." Satu buat Bella , satu buat kakak ya ."


" horeee ." Bella nampak kegirangan melihat kue coklat kesukaannya .


" Bella bilang apa ..." ucap Wina .


Bella menatap Rosa ." Makasih mama ." Lalu mencium pipinya .


" ya sudah sekarang bawa ke belakang , minta di potongin sama bik Inah ya ." Perintah Wina .


" Andin kamu masih disini ?" Tanya Rosa .


" iya tante ...tapi besok mau pulang kok ."


Wina menatapnya kaget . " kamu besok pulang ?"


Andin mengangguk ." Iya tante ...nggak enak juga kalau harus ninggalin toko lama-lama ."


" Rey udah tahu ?" Tanya Wina lagi .


Andin mengangguk .


Ponsel Rosa yang ada di tas berbunyi , ia buru-buru mengambilnya .


" ada apa Nis ?"


" apa...tapi kemana ?!"


" maaf Rey lagi nggak enak badan sekarang ."


" iya nanti aku sampaikan ."

__ADS_1


Rosa menutup ponselnya .


" ada apa mbak ?" Tanya Wina agak khawatir ,ia menduga kalau yang telpon tadi adalah mama nya Agnes .


" kata Nisa ...Agnes nggak ada di rumah ."


" maksudnya ?" Tanya Wina lagi .


" kemungkinan dia pergi dari rumah , karena dia membawa beberapa pakaiannya ."


Wina bertatapan dengan Andin . Rosa pun langsung menatap ke Andin .


" Ndin ,kamu jangan merasa bersalah dengan apa yang dilakukan Agnes ini ya .." ucap Rosa seperti tahu apa yang dipikirkannya .


" Maaaa....." terdengar teriakan Rey dari dalam kamar .


" iyaaa ..." sahut Wina lalu berdiri .


" Win ..." panggil Rosa ." Sebaiknya jangan cerita dulu soal ini ke Rey .."


Wina mengangguk , lalu berjalan ke kamar Rey .


" kenapa ?" Tanya Wina begitu sampai di kamar , melihat Rey sudah sibuk menggeledah isi laci nya ." Cari apa kamu ?"


Rey menoleh ." Amplop coklat yang aku ambil di ruang kerja papa , kemarin lusa aku taruh disini .."


" oh udah mama simpan di meja kerja papa , kenapa ?"


" barusan papa nelpon nanyain ."


" oh ya udah nanti biar mama yang kasih tahu ...sekarang keluar aja di ruang tengah ada mama kamu ."


Rey mengangguk , lalu berjalan keluar kamar .


--------------------------------------


" makasih ya kalian udah mau nampung gue disini ..." ucap Agnes terlihat tulus , dengan sedikit senyuman di bibirnya .


" ya nggak masalah ...gimanapun kita udah sahabatan sejak lama , jadi kita pasti bantu kalau loe ada masalah ." Jawab Riki , sementara Susi hanya diam duduk di sampingnya .




Kemarin Agnes sempat menelpon Riki ,karena tak tahu lagi harus berbicara dengan siapa , ia tak punya teman dekat lagi sekarang .


Saat pikirannya kacau akhirnya ia memutuskan untuk menelpon Riki dan untungnya ia mengijinkan datang ke rumah mereka .


Ia tahu mungkin hubungannya dengan Susi kurang begitu baik , tapi ia tak punya pilihan lain .


" Nes , gue antar ke kamar yuk , kita bicara disana ." Ajak Susi , wajahnya terlihat ramah kali ini .

__ADS_1


Susi menatap nya iba , meski beberapa tahun ini hubungan mereka kurang begitu akrab , tapi ia tahu kali ini Agnes sedang dalam keadaan terpuruk , pasti butuh seseorang untuk berbagi .


Agnes mengangguk , lalu Susi membantu mendorong kursi rodanya ke kamar .


__ADS_2