
Nisa sampai di rumah dan buru-buru masuk .
Bik Nurul yang sedang didapur bergegas menghampirinya .
" gimana...kamu udah coba hubungi lagi ?" Tanya Nisa panik .
Bik Nurul menggeleng ." Nggak bisa bu ."
Nisa menarik nafas panjang lalu berlari ke kamar Agnes .
Masih nampak rapi disana .Tak ada yang mencurigakan juga .
Ia membuka lemari yang ada di pojok ruangan .
Beberapa baju memang terlihat terlepas dari gantungan baju yang tergeletak di rak .
Tas hitam yang biasanya tersimpan di rak juga nggak ada .
Berarti benar Agnes membawa beberapa baju ganti .
Perasaannya semakin cemas , memikirkan hal buruk yang mungkin saja dilakukan Agnes sekarang .
Ia beralih ke nakas dan membuka laci nya . Siapa tahu ada sedikit petunjuk disana .
Cincin pertunangannya tersimpan di laci paling atas .
Ini sangat mengherankan , selama ini Agnes tak pernah mau melepas cincin ini dari jemari tangannya .
Nisa mengambil ponsel dan memencet salah satu nomor .
Rey ..
Hanya nada sambung , tak ada jawaban .
Apa Rey masih marah soal masalah tadi , sampai ia enggan hanya untuk mengangkat telponnya sekalipun .
Tapi memang ini juga salah Rey ...Agnes pasti sakit hati karena melihat Rey bersama Andin sampai memutuskan pergi seperti ini .
Ia menatap layar ponsel , melihat beberapa nomor telpon teman Agnes yang masih tersimpan di kontaknya .
Siapa tahu salah satu dari mereka mengetahui keberadaan Agnes sekarang .
Sementara itu di rumah Rey ...
Rosa datang berkunjung kesana dan terlihat khawatir mendengar cerita Wina kalau Rey agak kurang enak badan setelah tadi kedatangan Nisa .
" memangnya Nisa ngapain kesini ?" Tanya Rosa .
" mbak Nisa minta pernikahan mereka segera dilaksanakan ."
Rosa mengerutkan alisnya ." Jadi Nisa memaksa Rey soal itu ?" Tanyanya ulang .
__ADS_1
Wina mengangguk ." Iya dan itu yang membuat Rey emosi tadi ."
" Nisa memang keterlaluan ." Rosa mengikuti Wina ke dalam ."Rey sekarang tidur ?"
" iya mbak , baru minum obat tadi .'
Mereka akhirnya duduk di ruang tengah .
Tak lama Andin dan Bella menghampiri mereka .
" tante ." Andin menyapa Rosa .
Rosa tersenyum , lalu beralih ke Bella .
" hai Bella , nggak mau peluk mama ." Sapa Rosa , Bella lalu lari menghampirinya .
" Bella nggak sekolah ?" Tanya Rosa sambil memangkunya .
Bella menggeleng ." Masih libur ." Jawabnya .
" mama punya kue itu ..." Rosa mengambil paperbag disebelahnya ." Satu buat Bella , satu buat kakak ya ."
" horeee ." Bella nampak kegirangan melihat kue coklat kesukaannya .
" Bella bilang apa ..." ucap Wina .
Bella menatap Rosa ." Makasih mama ." Lalu mencium pipinya .
" ya sudah sekarang bawa ke belakang , minta di potongin sama bik Inah ya ." Perintah Wina .
" Andin kamu masih disini ?" Tanya Rosa .
" iya tante ...tapi besok mau pulang kok ."
Wina menatapnya kaget . " kamu besok pulang ?"
Andin mengangguk ." Iya tante ...nggak enak juga kalau harus ninggalin toko lama-lama ."
" Rey udah tahu ?" Tanya Wina lagi .
Andin mengangguk .
Ponsel Rosa yang ada di tas berbunyi , ia buru-buru mengambilnya .
" ada apa Nis ?"
" apa...tapi kemana ?!"
" maaf Rey lagi nggak enak badan sekarang ."
" iya nanti aku sampaikan ."
__ADS_1
Rosa menutup ponselnya .
" ada apa mbak ?" Tanya Wina agak khawatir ,ia menduga kalau yang telpon tadi adalah mama nya Agnes .
" kata Nisa ...Agnes nggak ada di rumah ."
" maksudnya ?" Tanya Wina lagi .
" kemungkinan dia pergi dari rumah , karena dia membawa beberapa pakaiannya ."
Wina bertatapan dengan Andin . Rosa pun langsung menatap ke Andin .
" Ndin ,kamu jangan merasa bersalah dengan apa yang dilakukan Agnes ini ya .." ucap Rosa seperti tahu apa yang dipikirkannya .
" Maaaa....." terdengar teriakan Rey dari dalam kamar .
" iyaaa ..." sahut Wina lalu berdiri .
" Win ..." panggil Rosa ." Sebaiknya jangan cerita dulu soal ini ke Rey .."
Wina mengangguk , lalu berjalan ke kamar Rey .
" kenapa ?" Tanya Wina begitu sampai di kamar , melihat Rey sudah sibuk menggeledah isi laci nya ." Cari apa kamu ?"
Rey menoleh ." Amplop coklat yang aku ambil di ruang kerja papa , kemarin lusa aku taruh disini .."
" oh udah mama simpan di meja kerja papa , kenapa ?"
" barusan papa nelpon nanyain ."
" oh ya udah nanti biar mama yang kasih tahu ...sekarang keluar aja di ruang tengah ada mama kamu ."
Rey mengangguk , lalu berjalan keluar kamar .
--------------------------------------
" makasih ya kalian udah mau nampung gue disini ..." ucap Agnes terlihat tulus , dengan sedikit senyuman di bibirnya .
" ya nggak masalah ...gimanapun kita udah sahabatan sejak lama , jadi kita pasti bantu kalau loe ada masalah ." Jawab Riki , sementara Susi hanya diam duduk di sampingnya .
Kemarin Agnes sempat menelpon Riki ,karena tak tahu lagi harus berbicara dengan siapa , ia tak punya teman dekat lagi sekarang .
Saat pikirannya kacau akhirnya ia memutuskan untuk menelpon Riki dan untungnya ia mengijinkan datang ke rumah mereka .
Ia tahu mungkin hubungannya dengan Susi kurang begitu baik , tapi ia tak punya pilihan lain .
" Nes , gue antar ke kamar yuk , kita bicara disana ." Ajak Susi , wajahnya terlihat ramah kali ini .
__ADS_1
Susi menatap nya iba , meski beberapa tahun ini hubungan mereka kurang begitu akrab , tapi ia tahu kali ini Agnes sedang dalam keadaan terpuruk , pasti butuh seseorang untuk berbagi .
Agnes mengangguk , lalu Susi membantu mendorong kursi rodanya ke kamar .