PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
93


__ADS_3

Riki memarkir motornya di halaman depan , lalu ia duduk di teras . Terlihat sebuah mobil parkir di sebelah motornya .


Ia mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang .


" Nes ,loe dirumah kan ..gue di depan rumah loe sekarang ."


Lalu ia menutup sambungan telponnya dan memasukkan ponsel lagi ke sakunya .


" tumben loe kesini ?" Agnes sudah muncul di depannya , lalu duduk disebelahnya .


" lagi ada tamu ?" Tanya Riki menunjuk ke mobil hitam yang terparkir di depannya .


" oh ...mobilnya tante Rosa.."


Riki menatapnya ." Mamanya Rey ?" Tanyanya memastikan .


Agnes mengangguk .


" apa loe yang bilang soal Andin ke mamanya Rey ?"


Agnes mendelik ." Maksud loe ?"


" nggak usah pura-pura nggak tahu .." sindir Riki .


" Rik , loe kenapa sih nuduh gitu ..?"


" gue nggak nuduh ... emang kenyataannya gitu kan ..?!"


" iya , emang gue yang cerita ke tante Rosa , emang kenapa ?" Tanyanya balik .


Riki menatapnya sinis ." Gue nggak nyangka loe bisa jahat begini ...!"


" Rik ..." potong Agnes ." Gue nggak jahat , emang itu kenyataannya kan ."


" kenyataan apa haaaa...? Kenyataan kalau loe suka sama Rey , jadi loe bisa fitnah orang seenaknya ."


Agnes menatapnya marah ." Loe kenapa sih jadi belain Andin haaaah ...?kita berteman udah lama Rik ... kenapa sekarang loe malah bela Andin yang juga baru loe kenal ."


" iya ... gue emang baru kenal dan dekat sama Andin ,tapi gue udah bisa bedain mana yang benar-benar pantas buat Rey ..."


" jadi menurut loe ...gue nggak pantas buat Rey ..?!"

__ADS_1


" nggak ..!!!"


Agnes berdiri dengan wajah emosi , lalu berbalik dan berjalan masuk meninggalkan Riki sendirian disana .


----


" yang ini bu kamarnya ." Tunjuk Bu Indah , menunjuk ke kamar paling ujung .


" baik ,terima kasih bu ya ."


" sama-sama , kalau begitu saya permisi dulu ." Pamit Bu Indah lalu berjalan pulang .


Begitu terdengar suara pintu kamarnya ada yang mengetuk , Andin diam ...berpura-pura tak ada orang di dalam , mungkin itu Rey lagi .Tadi Rey kesini pulang sekolah dan ia terpaksa harus sembunyi .


Setelah kejadian kemarin , ia takut untuk bertemu Rey , takut mamanya akan menuduhnya yang macam-macam , mungkin sebaiknya mereka tidak terlalu dekat lagi sekarang .


Masih terdengar suara ketukan di depan .


" Andin..."


Itu suara Tante Wina , apa ada Rey juga di depan ? tapi kalau ia tak membukakan pintu kasihan juga dengan Tante Wina yang sudah repot-repot mau datang kesini .


" Tante ..." sapanya .


" bisa bicara sebentar."


Andin mengangguk ." Di dalam aja ..tante .." lalu mempersilahkan masuk ke kamarnya .


Wina duduk di pinggiran kasur , ketika Andin mengambilkan air minum dan menaruhnya di meja kecil samping kasur .


" kamu sudah bicara sama Rey ?" Tanya Wina , mereka duduk bersebelahan sekarang .


" belum..."


Wina mendesah pelan ." Iya tante mengerti ...tante minta maaf ya untuk kejadian kemarin ." lalu menatapnya iba .


" kenapa tante harus minta maaf ?"


" tante minta maaf ...kalau omongan mamanya Rey sudah membuat kamu sakit hati .." ucapnya pelan .


Andin tersenyum ." Iya nggak papa kok tante , aku nggak marah ...mungkin mamanya Rey seperti itu karena memang sayang sama Rey , jadi ..nggak mau aja kalau sampai Rey salah pilih teman ."

__ADS_1


" iya ...tapi tetap saja itu salah ,harusnya mbak Rosa mencari tahu dulu kebenarannya sebelum menuduh seseorang seperti itu ."


Andin hanya diam .


" Ndin...tante boleh tanya sesuatu sama kamu ?"


Andin mengangguk .


" apa kamu memang ada hubungan sama Rey ?" Tanyanya hati-hati .


" maksud tante ..?"


" apa kalian berdua pacaran ?"


" nggak tante ...kita cuma berteman aja kok ."


" tapi ...kelihatannya Rey suka sama kamu ?"


Andin tersenyum ." Itu nggak mungkinlah tante .."


" kenapa nggak mungkin ..?"


" ya...karena teman cewek Rey rata-rata lebih cantik tante ...mungkin Rey ada yang suka salah satunya ."


" tapi yang tante lihat nggak begitu ..."


" maksud tante ..?"


" sejak dekat sama kamu , Rey berubah jadi lebih baik ...itu berarti kamu membawa hal yang positif buat Rey .."


" Rey sebenarnya baik kok tante ..mungkin dia cuma susah mengungkapkan kepeduliannya dengan orang didekatnya .."


Wina mengangguk ." Iya pada dasarnya Rey memang orangnya tertutup ..."


" iya tante ..."


Wina menatapnya sebentar .Iya ternyata Andin tahu betul seperti apa Rey dan tentunya ia bisa memahami bagaimana sikap untuk menghadapinya .


Mungkin Andin juga punya perasaan sama Rey , tapi ia sengaja mengacuhkannya karena sadar betul akan posisinya .


Tapi ...ia yakin kalau mereka berdua sebenarnya punya perasaan yang sama , hanya saja keadaan yang membuat mereka harus terpaksa menyimpan perasaan sendiri dan hanya menjadikan hubungan itu sebatas teman .

__ADS_1


__ADS_2