PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
98


__ADS_3

" tante Gina ."


" hai Rey..kamu sendirian ?"


Rey mengangguk ." aku mau ngambil cincin yang dulu."


" oh iya tunggu sebentar ." Gina ke belakang mengambil pesanan yang memang sudah disimpannya .


Setelah mendapatkan pesanannya , ia bergegas pergi .


Hari ini akan menjadi hari paling spesial dalam hidupnya .Dari kemarin sampai sekarang ia sengaja belum menghubungi Andin sama sekali .Semua itu atas saran Riki dan Rino yang memang merencanakan semuanya .


Sekarang ia akan langsung ke sana , ke tempat dimana ia akan mengatakan semuanya .Rasanya tak sabar untuk menunggu hari ini ,semalam bahkan ia tak bisa tidur nyenyak dibuatnya .


 


" jadi gimana rencana kalian ?" tanya Wina kepada Rino dan Riki , mereka sedang ada di rumah Rey sekarang .Mereka tadi memang sudah ke tempat Andin tapi ternyata ia menolak diajak keluar , dengan alasan sedang ada tugas sekolah .Jadilah semua yang direncanakan dari awal berantakan semua dan mereka belum bicara pada Rey ,padahal sebentar lagi Rey pasti akan ke tempat mereka janjian .Itu sebabnya Riki punya inisiatif ke sini dan minta bantuan ke Wina , untungnya mereka sudah pulang dari Bali .


Lalu Riki mengatakan rencana awal mereka ,yang ternyata gagal .


" ya ampun ..terus kalian belum hubungi Rey lagi ?"


" belum tante ,kita nggak berani ,kan Rey sudah menyerahkan semua ini ke kita ,tapi sekarang ternyata gagal ." Riki nampak menyesal .


" gimana ya ?" Wina mulai berpikir , tapi nggak enak juga kalau memaksa Andin untuk ikut mereka , bisa-bisa ia curiga .


Tapi ...kalau sampai gagal kasihan Rey .Pasti akan sangat terpukul , ini saat-saat yang paling ditunggunya .


" eh..tadi kalian bilangnya ke Andin mau ngajak keluar kemana ?"


Rino menggeleng ." kita cuma bilang ngajak keluar aja ,tapi nggak bilang mau kemana ."


" mungkin dia udah curiga ." tebak Riki .


Wina mengeluarkan ponselnya .


" kalian jangan bersuara ya ." perintah Wina pada mereka berdua .


" halo Ndin ."


Tak lama ia sudah menghubungi Andin .


" tante ...udah pulang ?"


" udah kemarin ." jawab Wina ." Ndin ,kita bisa ketemu nggak sekarang ?"


" ketemu sekarang ? ada apa ya tante ?"


Wina mendesah pelan ,tapi pastinya terdengar juga oleh Andin ." tante...sedang ada masalah ,itu dia makanya tante ngajak kamu ketemuan ."


" masalah apa ?"


" tante nggak bisa cerita di telpon ,sebaiknya kita bertemu langsung , bisa kan ?"

__ADS_1


Cukup lama tak ada jawaban dari Andin sampai akhirnya ia mengiyakan .


" iya deh tante ,kita ketemu dimana ?"


" di Bunny Cafe aja gimana ?"


" iya tante sebentar lagi aku berangkat ."


" oke deh ,makasih ya Ndin sebelumnya .."


" iya tante sama-sama ,tapi ini kita cuma berdua kan ?"


" iya cuma kita berdua , Rey nya nggak ada kok ,nggak tahu juga kemana ...tadi nggak pamit soalnya ."


" oh iya tante ,nanti aku hubungi kalau udah di sana ."


" iya Ndin ,ini tante juga mau berangkat ."


"yeeeeeeeyyyy !!!!" teriak mereka bersamaan , setelah sambungan telpon terputus .


" wah tante hebat ternyata ." puji Riki .


" siapa dulu dong ...."


Rino terkekeh .


" ya udah sekarang berarti kita juga harus ke sana , kalian temenin tante ya .."


" iya tante beres .." mereka berdua lalu berdiri .


" siap bosss !!!" seru mereka berdua kompak .


Wina terbahak .


------------------------------


Wina ,Riki dan Rino sampai lebih dulu dan ternyata Rey pun sudah di sana , tapi memilih untuk bersembunyi terlebih dulu .


Ponsel Wina berbunyi .


" ini Andin telpon ."


" cepat angkat tante ." seru Rino tak sabar .


" ya Ndin .."


" tante aku udah sampai ini .."


" oh iya tante juga lagi parkir ini ,tunggu di pintu masuk ya .."


" iya Tante.."


" kalian tunggu di sini biar tante masuk ." Wina bergegas keluar dan Andin memang sudah menunggu di sana .

__ADS_1


" maaf ya jadi ngerepotin kamu ."


" nggak papa tante ."


" ya sudah yuk masuk ."


Seperti biasa mereka langsung ke lantai 3 , tapi ...yang tidak biasa justru suasana di cafe nya .Ini malam minggu dan di 2 lantai bawah meja cukup full , bahkan ada waiting list di depan .


Tapi ...kenapa di sini tidak ada satupun orang ?


" tante ..kok sepi banget ya disini ?"


" iya ya ...padahal di bawah rame banget , mungkin disini lebih dingin ya jadi banyak yang pilih di meja bawah ."


Andin mengangguk ." mungkin juga sih , atau kita ke bawah aja .."


" nggak deh .." tolak Wina cepat ." ehm...kayaknya lebih enak disini ya , jadi nggak bising kan ."


Ponselnya berbunyi dan itu dari Rey .Wina langsung mengangkatnya ."


" ya .."


" iya udah siap kok ."


" ok ."


cepat-cepat ia mematikan sambungan telpon .


" siapa tante ?"


" Om Gunawan ." jawabnya berbohong .


lalu Wina mengajak Andin ke meja tengah .


" duduk sini aja ." usul Wina .


Andin setuju dan langsung menarik kursi di sana .


" kita langsung pesan dulu aja kali ya ." lalu Wina mengamati sekeliling , yang nampak sepi ." tapi waitersnya nggak ada yang naik .." ucapnya pelan .


" biar aku aja yang ke bawah tante ."


" ah nggak usah biar tante aja ...sekalian mau ke toilet dulu , kamu berani kan tunggu disini sendirian ?"


Andin mengangguk ." iya tante ."


" ya udah tante pesenin ,tapi mau ke toilet dulu ya , udah kebelet ." Wina meringis ,lalu berlari ke tangga ,bergegas turun ,meninggalkan Andin sendirian di tempat yang cukup redup itu .Udaranya pun semakin dingin sekarang .


Cukup lama ,tapi tante Wina belum kembali juga , atau memang masih antri di bawah .


Andin terkejut ,merasakan ada tangan yang menyentuh bahunya .


Ia berbalik .

__ADS_1


" Rey ..."


__ADS_2