PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
102


__ADS_3

" Ica maaf ya ,aku telat ..tadi ketemu Amel dulu ,ada sedikit masalah di toko .."


Andin tergopoh-gopoh masuk toko .


Ica sendirian di sana , untunglah sepertinya toko tak begitu ramai .


" iya mbak nggak papa ,nggak terlalu ramai kok tadi pagi ."


Ica selesai melayani seorang perempuan dan anak kecil yang sekarang sudah berjalan keluar toko .


" kakak ."


Andin menoleh , ia baru tahu kalau Bella ternyata ada di sebelahnya .


" loh Bella ...udah dari tadi ?"


Bella mengangguk ." Kakak kok lama datangnya ?"


" iya maaf ya ,tadi ada urusan sebentar ."


" mbak , ada yang nyariin tuh .." Ica menunjuk ke kursi pojok .


" siapa ?" Tanya Andin penasaran .


" aku nggak tahu mbak .."


Andin berjalan ke pojok


ruangan .


Seorang laki-laki tengah berdiri di sana ,menghadap ke jendela .


" Permisi ..." sapa Andin ramah .


Laki-laki itu membalikkan badannya .


" Rey ..." sentaknya tak percaya .


Rey yang berdiri di sana tersenyum ,lalu menarik kursi dan duduk .


Andin duduk di depannya .


Tak ada kata yang keluar dari mulutnya , Rey hanya diam sambil menaruh dua tangannya di meja , sesekali ia memainkan jari tangannya .


Andin menatapnya ..di jari manis kirinya tersemat sebuah cincin , iya ia ingat betul cincin itu .


Tapi ...bukankah kata Tante Gina ..Rey juga memesan cincin lagi yang sama ...berarti itu memang cincin pertunangan mereka dan mungkin ...Rey sudah membuang cincin yang pernah diberikannya padanya dulu .


Andin menarik nafas panjang .Untuk apa ia mengingat masa itu lagi ..semua sudah berakhir .


Rey sudah punya kehidupan baru sekarang .


" ada apa ?" Tanya Andin , dari tadi mereka hanya membisu .


Rey menggeleng ." Toko ini sekarang tambah rame .." ucapnya sambil mengamati beberapa pengunjung yang keluar masuk .


" ya Alhamdulillah ..."


" kamu sering ketemu Rino ?" Tanya Rey lagi .


" jarang sih ...kan Amel nggak disini lagi ."

__ADS_1


Rey mengangguk .


" oh ya ...kemarin aku ketemu Tante Gina ..."


" Tante Gina ?"


Andin mengangguk ." Katanya pernikahan kamu dipercepat ,selamat ya ..." Ucapnya lagi .


Rey tersenyum hambar .


Tak ada lagi percakapan diantara mereka ,ini pertemuan pertama ..setelah kejadian waktu itu ...hubungan mereka semakin renggang .


Setelah lulus sekolah ,hampir tak ada komunikasi lagi diantara mereka .


Sampai hari ini ....


Meski ia tahu kabar tentang Rey dan apa yang terjadi padanya setelah itu...


Tapi ...semoga ini menjadi pilihan yang terbaik untuknya .


---


" kamu pasti tahu lah gimana Rey ...dan perasaannya nggak pernah berubah sampai sekarang .." kata Riki waktu itu ..


---


" Rey nggak mungkin ninggalin dia dalam kondisinya sekarang ...meski terlihat jelas Rey tak bahagia saat mereka bersama .." sambung Susi .


---


Andin menatapnya ...


Rey sekarang jauh berbeda dari segi penampilan .


Tapi tak ada yang berubah ..


Saat tatapan mereka bertemu ..sorot mata itu masih sama ...tapi kali ini seperti ada luka di dalamnya .


Apa benar semua yang dibilang Susi ?


" Kakak.."


Suara Bella mengagetkan .


Andin menoleh dan melihat Bella berlari ke arah mereka


Tapi ...melewatinya dan Bella menghampiri Rey .


" udah ?" Tanya Rey .


Bella mengangguk ,lalu menunjuk ke meja kasir .


" sekarang Bella pulang ya ..kakak mau ke kantor .."


Bella menggeleng ." Aku ikut ...mau ketemu papa .."


" papa nggak ada dikantor ..udah Bella pulang aja , nanti habis makan siang ke kantor sama mama ya .."


Bella memanyunkan bibirnya .


Andin hanya menatap mereka dari tadi .

__ADS_1


Ternyata Bella ini adiknya Rey ...


" Rey ...Bella ini adik kamu ..?"


Rey menatapnya ." Iya ..."jawabnya pendek .


" kakak kenal sama kakak ini ?" Tanya Bella kali ini .


" kenal dong ."


Lalu Bella menghampiri Andin .


" kakak ikut yuk .." Ajaknya .


Andin menatapnya heran ." Ikut kemana ?"


" ke rumah Bella ."


Andin nampak terkejut ." Nggak bisa Bella ...kan kakak harus kerja .."


--------------------------------------


" kakak ..."


Dan siang itu Bella benar-benar ke kantor .


" Papa kok nggak ada ?" Tanya nya lagi .


" Papa masih keluar ...sebentar lagi balik .."


Wina masuk mengikuti Bella dari belakang ,lalu mendekati meja Rey dan menyerahkan amplop coklat yang tadi dipegangnya .


" apa ma ?" Tanya Rey sambil membuka amplop itu .


" contoh undangan ,tadi ada kurir yang kirim ke rumah ."


Rey membukanya , melihat sekilas ..lalu memasukkannya lagi ke dalam amplop .


" Rey ..." panggil Wina ,lalu menarik kursi di depannya dan duduk . " apa ini nggak terlalu cepat ?" Tanya nya pelan .


Rey menatapnya ." Sama aja kan mau sekarang atau nanti ..."


Wina menarik nafas panjang ." Kamu udah pikirkan lagi ..pernikahan itu nggak bisa main-main loh .." cetus Wina lagi .


Rey mengangguk ,meski hatinya memang berkata lain .


" tadi Bella bilang kalian ke tokonya Andin ?"


" iya ."


" kamu ketemu sama Andin ?"


" ketemu ...tapi cuma bentar ."


" terus ..?" Tanya Wina lagi .


" nggak ada ma ." Jawab Rey .


Mereka saling bertatapan .


" tapi perasaan kamu buat Andin masih sama kan ?" Tanya Wina langsung .

__ADS_1


Tak ada jawaban dari Rey ,tapi ia tahu jawaban hanya dari melihat tatapannya .


__ADS_2