
" Ica maaf ya ,aku telat ..tadi ketemu Amel dulu ,ada sedikit masalah di toko .."
Andin tergopoh-gopoh masuk toko .
Ica sendirian di sana , untunglah sepertinya toko tak begitu ramai .
" iya mbak nggak papa ,nggak terlalu ramai kok tadi pagi ."
Ica selesai melayani seorang perempuan dan anak kecil yang sekarang sudah berjalan keluar toko .
" kakak ."
Andin menoleh , ia baru tahu kalau Bella ternyata ada di sebelahnya .
" loh Bella ...udah dari tadi ?"
Bella mengangguk ." Kakak kok lama datangnya ?"
" iya maaf ya ,tadi ada urusan sebentar ."
" mbak , ada yang nyariin tuh .." Ica menunjuk ke kursi pojok .
" siapa ?" Tanya Andin penasaran .
" aku nggak tahu mbak .."
Andin berjalan ke pojok
ruangan .
Seorang laki-laki tengah berdiri di sana ,menghadap ke jendela .
" Permisi ..." sapa Andin ramah .
Laki-laki itu membalikkan badannya .
" Rey ..." sentaknya tak percaya .
Rey yang berdiri di sana tersenyum ,lalu menarik kursi dan duduk .
Andin duduk di depannya .
Tak ada kata yang keluar dari mulutnya , Rey hanya diam sambil menaruh dua tangannya di meja , sesekali ia memainkan jari tangannya .
Andin menatapnya ..di jari manis kirinya tersemat sebuah cincin , iya ia ingat betul cincin itu .
Tapi ...bukankah kata Tante Gina ..Rey juga memesan cincin lagi yang sama ...berarti itu memang cincin pertunangan mereka dan mungkin ...Rey sudah membuang cincin yang pernah diberikannya padanya dulu .
Andin menarik nafas panjang .Untuk apa ia mengingat masa itu lagi ..semua sudah berakhir .
Rey sudah punya kehidupan baru sekarang .
" ada apa ?" Tanya Andin , dari tadi mereka hanya membisu .
Rey menggeleng ." Toko ini sekarang tambah rame .." ucapnya sambil mengamati beberapa pengunjung yang keluar masuk .
" ya Alhamdulillah ..."
" kamu sering ketemu Rino ?" Tanya Rey lagi .
" jarang sih ...kan Amel nggak disini lagi ."
__ADS_1
Rey mengangguk .
" oh ya ...kemarin aku ketemu Tante Gina ..."
" Tante Gina ?"
Andin mengangguk ." Katanya pernikahan kamu dipercepat ,selamat ya ..." Ucapnya lagi .
Rey tersenyum hambar .
Tak ada lagi percakapan diantara mereka ,ini pertemuan pertama ..setelah kejadian waktu itu ...hubungan mereka semakin renggang .
Setelah lulus sekolah ,hampir tak ada komunikasi lagi diantara mereka .
Sampai hari ini ....
Meski ia tahu kabar tentang Rey dan apa yang terjadi padanya setelah itu...
Tapi ...semoga ini menjadi pilihan yang terbaik untuknya .
---
" kamu pasti tahu lah gimana Rey ...dan perasaannya nggak pernah berubah sampai sekarang .." kata Riki waktu itu ..
---
" Rey nggak mungkin ninggalin dia dalam kondisinya sekarang ...meski terlihat jelas Rey tak bahagia saat mereka bersama .." sambung Susi .
---
Andin menatapnya ...
Rey sekarang jauh berbeda dari segi penampilan .
Tapi tak ada yang berubah ..
Saat tatapan mereka bertemu ..sorot mata itu masih sama ...tapi kali ini seperti ada luka di dalamnya .
Apa benar semua yang dibilang Susi ?
" Kakak.."
Suara Bella mengagetkan .
Andin menoleh dan melihat Bella berlari ke arah mereka
Tapi ...melewatinya dan Bella menghampiri Rey .
" udah ?" Tanya Rey .
Bella mengangguk ,lalu menunjuk ke meja kasir .
" sekarang Bella pulang ya ..kakak mau ke kantor .."
Bella menggeleng ." Aku ikut ...mau ketemu papa .."
" papa nggak ada dikantor ..udah Bella pulang aja , nanti habis makan siang ke kantor sama mama ya .."
Bella memanyunkan bibirnya .
Andin hanya menatap mereka dari tadi .
__ADS_1
Ternyata Bella ini adiknya Rey ...
" Rey ...Bella ini adik kamu ..?"
Rey menatapnya ." Iya ..."jawabnya pendek .
" kakak kenal sama kakak ini ?" Tanya Bella kali ini .
" kenal dong ."
Lalu Bella menghampiri Andin .
" kakak ikut yuk .." Ajaknya .
Andin menatapnya heran ." Ikut kemana ?"
" ke rumah Bella ."
Andin nampak terkejut ." Nggak bisa Bella ...kan kakak harus kerja .."
--------------------------------------
" kakak ..."
Dan siang itu Bella benar-benar ke kantor .
" Papa kok nggak ada ?" Tanya nya lagi .
" Papa masih keluar ...sebentar lagi balik .."
Wina masuk mengikuti Bella dari belakang ,lalu mendekati meja Rey dan menyerahkan amplop coklat yang tadi dipegangnya .
" apa ma ?" Tanya Rey sambil membuka amplop itu .
" contoh undangan ,tadi ada kurir yang kirim ke rumah ."
Rey membukanya , melihat sekilas ..lalu memasukkannya lagi ke dalam amplop .
" Rey ..." panggil Wina ,lalu menarik kursi di depannya dan duduk . " apa ini nggak terlalu cepat ?" Tanya nya pelan .
Rey menatapnya ." Sama aja kan mau sekarang atau nanti ..."
Wina menarik nafas panjang ." Kamu udah pikirkan lagi ..pernikahan itu nggak bisa main-main loh .." cetus Wina lagi .
Rey mengangguk ,meski hatinya memang berkata lain .
" tadi Bella bilang kalian ke tokonya Andin ?"
" iya ."
" kamu ketemu sama Andin ?"
" ketemu ...tapi cuma bentar ."
" terus ..?" Tanya Wina lagi .
" nggak ada ma ." Jawab Rey .
Mereka saling bertatapan .
" tapi perasaan kamu buat Andin masih sama kan ?" Tanya Wina langsung .
__ADS_1
Tak ada jawaban dari Rey ,tapi ia tahu jawaban hanya dari melihat tatapannya .