
" Kenapa loe kesambet ?" tanya Rey heran , melihat Riki terlihat ceria , dari tadi senyum-senyum sendiri nggak jelas . Sore ini mereka ada latihan basket di sekolah . Rey duduk di pinggiran lapangan , ketika Riki berjalan menghampirinya.
" Susi udah mau nerima telpon gue ..." teriaknya kegirangan.
" terus..."
" ya , berarti dia udah maafin gue dong ."
" yakin banget loe ?" cibir Rey .
" sirik loe. " Riki melengos.
" kok Susi bisa tiba-tiba maafin loe gimana ceritanya .?"
" berarti tadi Andin berhasil bujukin Susi."
" oh ya..." Rey mengernyitkan alisnya. " kapan mereka ketemu ?"
" tadi pulang sekolah , Andin wa gue katanya lagi di cafetaria diujung jalan itu sama Susi. "
Rey mengangguk. Pantas tadi pulang sekolah Andin nggak ada , pikirnya.
" kok nggak bilang sama gue kalau keluar sama Susi . " ucapnya pelan, tapi Riki mendengarnya dengan jelas dan menatapnya heran . " emang loe bapaknya harus laporan dulu kalau mau keluar ." ejek Riki.
Rey yang geram langsung menjitak kepalanya.
" sial !!!"
" udah sana kantin masih buka tuh , bukannya dari kemarin loe nggak doyan makan , sekarang udah normal kan ." ejeknya , lalu terbahak.
" heeeeh nggak usah ngatain gue , ntar tunggu aja giliran loe .." balas Riki tak mau kalah.
" giliran apa ?"
" ntar ya .. kalau orang yang loe suka nyuekin loe , hmm loe bakal sama kayak gue.."
__ADS_1
" masak sih ?" goda Rey , sambil mendekatkan wajahnya ke Riki.
" udah selesai . " mereka mendongak , Susi sudah berdiri disana ternyata.
" hmmm yang abis berantem , sekarang sayang-sayangan ." goda Rey .
" diem loe !!" Riki menyikut lengannya .
" Rey ." Susi beralih menatapnya , wajahnya terlihat serius.
" kenapa ?"
" loe tahu tadi pas kita di cafetaria , Agnes ternyata kesana juga , dia ngamuk-ngamuk sama Andin ."
" ngamuk-ngamuk gimana ?!"
" Andin cuma nyapa ,terus ngajakin gabung , eh ... dia malah nyolot ."
" terus..."
" masak sih dia ngomong gitu ?"
Susi mengangguk . " parahnya lagi , Agnes sampai ngehina Andin juga , dia bilang kalau nggak level sama loe dan penampilannya kampungan , ngeselin tuh Agnes..!!"
Rey berdiri , wajahnya terlihat emosi . " Rese Agnes ..!!!"
" setelah maki-maki Andin dia lalu menyiram orange juice ke wajah Andin."
Rey membelalakkan matanya.
" loe bayangin nggak gimana malunya Andin pas itu , untungnya pengunjung lagi sepi , gue udah niat mau nyamperin Agnes , tapi Andin melarang .."
" maunya apa sih tuh anak ." kali ini Riki terlihat kesal juga dan ikut berdiri.
" gue juga kesal tahu !!!" Susi menimpali. " coba Andin nggak ngelarang gue , udah gue jambak-jambak itu rambutnya." Susi meremas jari-jari tangannya kesal.
__ADS_1
Rey mengambil tasnya yang tergeletak di bawah , lalu berlari ke parkiran.
" Rey kemana loe ?" tanya Riki ,tapi Rey mengacuhkannya.
" memangnya Rosa bicara apa sama kamu ?"
Wina menarik nafas panjang , lalu meminum capuccino di depannya.
Iya memang pertemuannya waktu itu dengan mbak Rosa tidak diceritakannya , tetapi mas Gunawan rupanya tahu dari Rey kalau waktu itu ia bertemu mamanya. Kalau Rey percaya mereka bertemu hanya secara kebetulan dan cuma bertanya kabar , tidak demikian dengan Mas Gunawan yang langsung mencecarnya dengan banyak pertanyaan , ia tahu kalau ada sesuatu yang mereka bicarakan dan itu dirahasiakan darinya .
Wina menatap laki-laki di depannya , yang terlihat tetap tenang.
" apa...apa mas tahu mbak Rosa sudah menikah lagi ?" tanyanya hati-hati.
Gunawan mengangguk. " Rosa sudah bilang seminggu sebelum pernikahannya."
Wina menatapnya tak percaya , jadi rupanya tak hanya dirinya yang menyimpan rahasia. " kenapa mas nggak bilang sama Rey ?"
Gunawan menatapnya ." buat apa ?"
" Mas.. biar gimanapun mbak Rosa itu ibunya , dia berhak tahu soal ini."
" bagaimana nanti kalau mereka menolak keberadaan Rey disana. "
Wina diam sebentar , ia ingat pembicaraan nya dengan mbak Rosa waktu itu . Mereka memang menolak untuk menerima Rey dalam kehidupan mereka , tapi kalau hanya untuk sekedar tahu saja , apa Rey tak punya hak untuk itu..
" tapi kan nggak ada salahnya Rey tahu dan misalkan hadir di acara mereka.."
" udahlah ,masalah itu nggak penting lagi sekarang , biarkan Rosa memilih jalan hidupnya sendiri."
" tapi kalau nanti tiba-tiba Rey tahu gimana ?"
" ya bagus , dia memang seharusnya tahu dari awal mamanya seperti apa." jawabnya santai , sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
Iya memang lambat laun ia akan tahu semuanya karena nggak mungkin juga masalah ini terus dirahasiakan . Tapi yang ia takutkan , bagaimana kalau nanti Rey kecewa saat tahu sikap mamanya yang sebenarnya . Ia tak sampai hati membayangkannya.
__ADS_1