
Rey memarkir motornya dihalaman ,karena terlihat mobil papa ada di garasi .
Ia masuk dan mendapati lampu menyala di ruang tamu. Begitu melihatnya papa sontak berdiri, disampingnya seorang perempuan yang lebih muda dari mama dengan mengenakan gaun hitam sebatas lutut ikut berdiri.
"Wina ,kenalin ini anak ku , Reyhan."
Perempuan itu mengulurkan tangannya .
Rey hanya mematung.
" Rey ." panggil papanya lagi
"udah sayang nggak papa ." Perempuan itu melingkarkan tangannya di lengan papa
Rey menatapnya tak suka . Apalagi panggilan perempuan bernama Wina itu ke papanya ,membuatnya jijik.
Tanpa bersuara , Rey berbalik dan berjalan ke kamarnya.
Andin masih menggeliat malas di kasurnya , jam menunjukkan pukul 19.30 . Ia menguap berkali-kali .
Suara ketukan di pintu, membangunkan tidurnya tadi.
"bentar." jawabnya parau.
Ia bangun dan membuka pintu.
"Agnes ." panggilnya tak percaya .
"ganggu yah?"
"nggak kok." Andin menariknya masuk.
" sorry aku bangun tidur tadi, kamu sendirian?"
Agnes mengangguk ,mereka duduk di pinggiran kasur sekarang.
"tumben maen kesini?" tanya Andin ,sambil memberi segelas air pada Agnes.
"makasih" Agnes menaruhnya di meja." nggak ada temannya di rumah ,mama aku lagi keluar , tapi ganggu nggak nih?"
__ADS_1
Andin menggeleng. nggak , santai aja kali."
" kamu sendiri tumben jam segini baru bangun tidur , habis dari mana? kencan ya?" goda Agnes.
"nggak." jawab Andin pendek ."tadi abis acara di sekolah capek banget."Imbuhnya.
"masak sih?" Agnes menatapnya..
" beneran , aku nggak punya pacar mau kencan sama siapa?!"
Agnes mengambil gelas di meja dan meminumnya. Tadi sebenarnya ia melihat sendiri saat pulang sekolah ,mereka berboncengan , Andin dan Rey , begitu juga tadi di depan kantin.
Tapi kenapa Andin tak menceritakannya, apa memang tak ada hubungan serius mereka berdua?
"Nes kamu kenapa?" pertanyaan Andin membuyarkan lamunannya.
Agnes menggeleng.
Rey baru saja keluar dari kamar mandi ,ketika dilihatnya papa sudah duduk di kursi samping kasurnya.
Papa menatapnya tajam ."Papa cuma nggak suka dengan sikap kamu tadi kepada tante Wina ." cecar nya.
"suatu saat kamu akan mengenalnya ,bahkan lebih dari itu..." balas papa.
Rey menatapnya curiga. " maksud papa apa?"
" suatu saat kamu akan lebih mengenalnya , saat dia tinggal di rumah ini."
Rey menatapnya marah. "nggak mungkin !!!" sergahnya.
"papa tidak meminta persetujuan kamu !" kali ini nada suaranya meninggi . " tanpa kamu bilang iya sekalipun ,tante Wina akan tinggal disini setelah resmi menjadi istri papa."tegasnya.
Rey membelalakkan matanya .Tak percaya dengan apa yang didengar dari mulut papanya sendiri.
"Aku nggak mau!" bentaknya .Semakin mendekat ke arah papanya.
" Sekali lagi papa tegaskan ! papa tidak minta persetujuan kamu !!!" suaranya semakin marah. Saat Rey ada dihadapannya sekarang.
"karena perempuan itu mama pergi !!!"
__ADS_1
PLAKKK !!!!
Ia jatuh tersungkur di kasur , ketika tamparan keras mendarat di pipinya.
Rey berdiri dengan kemarahan di wajahnya , Diambilnya kunci motor di laci samping kasur dan bergegas keluar.
"Rey... dengarkan papa !!"
Sudah hampir tengah malam, udara malam seperti menusuk-nusuk badannya .
" tante Wina akan tinggal disini setelah resmi menjadi istri papa."
Kata -kata itu kembali terngiang di telinganya.
Kenapa orang tuanya sendiri seperti menganggapnya tak pernah ada di kehidupan mereka.
Mereka bebas kemana saja , mereka bebas pulang kapan saja dan kali ini mereka bebas berbuat semau sendiri.
Mama pergi tanpa alasan jelas , tanpa memikirkan nasibnya disini.
Papa... tiba-tiba datang , seperti tidak ada masalah . Membawa orang asing di kehidupan nya ,memaksa nya menerima tanpa ia tahu alasannya .
Bagaimana nasib mama ? apa mama sudah tahu tentang sosok perempuan lain di hati papa?
dan mama sudah menerima semua nya.
Mereka bahkan mungkin sudah membuat kesepakatan untuk kebahagiaan mereka masing-masing .Tanpa memikirkan sudah ada seorang anak diantara mereka.
Apa mereka memikirkan nasibnya? mereka hanya memikirkan kebahagiaannya sendiri.
Rey semakin mempercepat laju motor , tak ada kendaraan lain disekelilingnya. Hanya kesunyian dan kegelapan yang menemaninya saat ini. Dibalik kaca helm , air mata menetes pelan. Ia semakin jauh meninggalkan rumah , meninggalkan semua masalah di dalamnya.
Disebuah tikungan ,ia berbelok, lampu jalan hanya terlihat samar-samar ,di samping kanan kirinya hanya ada bangunan kosong dan pekarangan luas seperti tak terurus. Ia sendiri tak tahu berada dimana tepatnya , ia hanya mengikuti laju arah motor membawanya kemana.
Dari arah berlawanan ,muncul mobil hitam berkecepatan tinggi , melaju kencang semakin mendekatinya .
Silau , cahaya masuk matanya , tak dapat lagi ia melihat jalan .Hanya cahaya terang menghampirinya ,dentuman keras memekakkan telinganya.
__ADS_1
Sedetik kemudian ,pandangannya berubah menjadi gelap dan semakin gelap..