
Rumah tangga yang sempat retak, kini kembali utuh seperti sebelumnya. Bu Kana berhasil mengambil hati Pak Roni setelah satu bulan lamanya mereka pisah kamar. Lagi dan lagi Pak Roni harus memaafkan kesalahan yang telah di perbuat oleh Bu Kana.
Meski sudah minta maaf kepada sang suami, namun Bu Kana enggan untuk menemui Elsa, beliau masih kesal dengan putrinya yang lebih memilih ikut pergi bersama suaminya. Rasa rindu kepada cucu pertamanya sangat besar, beliau hanya bisa melihat Rafa lewat sosial media milik Elsa, dimana foto Rafa sering di unggah disana.
Gengsi yang besar berhasil mengalahkan rasa rindunya kepada Rafa. Bu Kana benar-benar tidak menginginkan untuk datang ke rumah Pak Hamid bersama suaminya yang sering datang kesana untuk bertemu Rafa.
Suasana rumah yang sepi telah terasa di rumah megah ini. Rumah megah yang kini telah di tinggalkan oleh suara tangisan bayi yang sangat menggemaskan.
Setelah menikmati makan malamnya, Bu Kana berjalan menaiki anak tangga untuk sampai di kamar Emran. Setelah beberapa kali mengetuk pintu berwarna putih itu, Bu Kana masuk ke dalam kamar putra sulungnya, dilihatnya Emran sedang asyik bermain PlayStation seorang diri.
"Emran, tadi Mama ketemu sama teman SMA kamu dulu loh!" Ucap Bu Kana yang kini duduk di samping Emran.
"Siapa Ma? cewek atau cowok Ma?" Tanya Emran yang sedang fokus dengan permainannya.
"Cewek Ran, tadi siapa ya namanya, mama lupa!" Ucap Bu Kana yang mencoba mengingat nama seorang wanita yang tadi beliau temui di sebuah klinik kecantikan ternama di Mojokerto.
"Ah iya Mama ingat Ran!! namanya Mega... iya Mega Puspita!" Seru Bu Kana tatkala berhasil mengingat nama wanita yang katanya teman SMA Emran.
"Mega Ma?" Emran menatap Bu Kana untuk meyakinkan nama yang baru saja di sebut Bu Kana.
"Iya Sayang. Kenapa kamu gak pernah cerita kalau punya mantan cantik begitu. Seorang Dokter kecantikan lagi." Ucap Bu Kana dengan raut bahagianya.
__ADS_1
Emran memicingkan matanya untuk mengingat pemilik nama yang baru saja di sebut oleh Mamanya, kemudian ia meraih ponsel yang ada di sampingnya untuk membuka sosial medianya.
"Ini yang Mama maksud?" Tanya Emran ketika menemuka foto gadis berambut pirang di sosial media miliknya. Ia menghadapkan ponselnya ke arah Bu Kana.
"Iya Ran, benar!! ini mantan kamu waktu SMA kan?" Bu Kana terlihat sangat antuasias ketika menyebut Mega sebagai mantan kekasih putranya.
Emran terdiam, ia mencoba mengingat saat dirinya masih duduk di bangku SMA. Emran tidak pernah dekat gadis bernama Mega selain sebagai teman satu kelas, hanya teman biasa yang sering ngobrol tentang pelajaran.
"Mama salah. Dia bukan mantan Emran, Ma!" Kilah Emran.
"Ternyata benar apa kata Mega, kamu malu untuk mengakui dia di hadapan Mama." Ucap Bu Kana.
"Dia seorang Dokter kecantikan loh, Ran! dia baru lulus dari perguruan tinggi yang ada di Jakarta. Dia hebat ya, masih muda sudah menjadi Dokter kecantikan." Bu Kana memuji Mega di hadapan Emran yang kembali menatap permainan yang sempat dipause olehnya.
Emran hanya mendengarkan Bu Kana yang sedang memuji Mega di hadapannya. Ia sedang menebak kemana arah pembicaraan Bu Kana.
"Dia tau darimana kalau Emran anak Mama?" Emran masih penasaran dengan Mega yang tiba-tiba kenal dengan Mamanya.
"Tadi kan Mama perawatan di kliniknya, nah kebetulan waktu Dokter Mega menangani Mama pas banget ketika tadi siang kamu sempat Video call Mama, Ran." Ucap Bu Kana.
__ADS_1
"Mungkin tadi Dokter Mega melihat wajah kamu di layar hape Mama, setelah itu dia memberanikan diri untuk bertanya ke Mama tentang kamu, ya akhirnya kami tadi memutuskan untuk ngobrol di kafe yang ada di dekat klinik dia." Lanjut Bu Kana yang menjelaskan secara detail tentang pertemuannya bersama Mega.
"Mega juga mengatakan kalau kamu gak bisa move on ya dari dia." Ucap Bu Kana dengan alis yang naik turun.
"Apaan sih Ma! Emran itu gak pernah pacaran sama Mega Ma!" Jawab Emran yang kini mulai kesal dengan Bu Kana.
"Ngaku aja lah Ran sama Mama! kan sudah terbukti, selama ini kamu tidak pernah membawa pacar kamu kerumah, di sosial media juga Mama tidak pernah tau kamu posting foto pacar kamu. Jadi benar kan kalau kamu tidak bisa melupakan Mega." Ujar Bu Kana yang semakin lama membuat Emran kesal.
"Mama gak akan pernah tau siapa pacar Emran karena Emran punya dua akun dan Mama sudah Emran blokir agar tidak bisa melihat isi sosial media Emran." Gumam Emran dalam hatinya.
Bu Kana masih sibuk menceritakan semua tentang Mega di samping Emran, entah apa saja yang dikatakan oleh Mega hingga bisa membuat Bu Kana terus berbicara seperti seorang penyiar radio.
"Udah deh Ma! bahas yang lain kenapa sih Ma! Emran gak suka Mama terus membahas Mega Mega dan Mega!" Emran benar-benar kesal dengan Bu Kana yang tak henti membicarakan Mega.
_
_
Selamat membaca kak, semoga suka 😍♥️
_
__ADS_1
_
❤️❤️❤️❤️❤️❤️