
Bel istirahat berbunyi nyaring di semua penjuru sekolah, semua siswa berhambur keluar kelas menuju kantin dan ada juga yang pergi ke perpustakaan ataupun tempat lain nya.
Elsa memutuskan untuk diam di dalam kelasnya setelah tadi di ajak Ivan pergi ke kantin. Ia masih merasa canggung berjalan di samping Ivan dengan status baru nya saat ini.
Di dalam kelas yang sepi Elsa mengeluarkan kaca kecil dan sisir dari tas nya, ia menyisir rambut yang tidak berantakan itu untuk tetap terlihat cantik di depan Ivan. Tak lupa Ia juga mengambil parfum kecil yang tadi sengaja ia bawa dari rumah, seketika aroma parfum yang begitu wangi tercium di dalam kelas.
"Cantik dan wangi." Ucap Elsa dengan suara yang lirih sembari menatap wajahnya dari pantulan kaca yang ada di tangannya. Ia segera memasukkan peralatan yang baru saja di pakainya kedalam tas agar tidak ketahuan teman yang lain.
Beberapa saat kemudian Ivan masuk ke dalam kelas sembari membawa satu kantong kresek dua botol air mineral dan dua bungkus Cilok pedas kesukaan Elsa yang biasa di jual di kantin.
"Ini untuk kamu El..." Ucap Ivan sembari memberikan kantong yang di bawanya kepada Elsa.
"Apa ini Van?" Tanya Elsa sambil memandang wajah Ivan.
"Bukalah, kamu pasti suka." ucap Ivan dengan di iringi senyum yang manis setelahnya.
Elsa membuka kantong kresek pemberian Ivan, ia tersenyum ketika melihat isinya lalu ia beralih menatap Ivan sambil tersenyum dengan manisnya.
"Makasih Van..." Ucap Elsa sambil memberikan satu bungkus cilok untuk Ivan. Mereka berdua menikmati cilok pedas di dalam kelas yang sepi. Sesekali Ivan melirik Elsa yang makan dengan jaim nya.
"Kenapa makan ciloknya gitu?" tanya Ivan yang sudah beralih menatap Elsa.
"Hah emang kenapa?" tanya Elsa yang bingung dengan pertanyaan Ivan.
"Gak seperti biasanya gitu." Ucap Ivan sembari tersenyum.
"Perasaan sama aja Van, emang kenapa sih?" Tanya Elsa dengan penasaran.
"Hari ini kamu makan ciloknya pelan banget, biasanya aja kalau makan cilok cepet dan lahap, eh sekarang kayak jaim jaim gimana gitu." Ucap Ivan dengan di iringi gelak tawa karena melihat wajah Elsa yang menjadi kesal.
"IVAN!!!!" Sungut Elsa.
"Iya deh maaf... maaf... maaf..." Ucap Ivan sembari mengatupkan kedua tangannya di hadapan Elsa.
Elsa hanya diam sembari menatap Ivan, seulas senyum tipis terlukis dari bibirnya. Setelah itu Keduanya menikmati cilok tanpa bersuara lagi karena teman sekelas mereka sudah banyak yang kembali.
__ADS_1
Bel masuk terdengar di semua penjuru sekolah, waktu nya pelajaran selanjutnya akan di mulai. Terlihat guru akutansi berjalan masuk ke dalam kelas membuat Elsa beserta teman-teman nya mengeluarkan buku mata pelajarannya.
Elsa mengikuti pelajaran nya dengan semangat yang tinggi karena energi cinta tengah menyelimuti dirinya. Begitu juga Ivan, hari ini ia banyak menampilkan senyum manis di wajahnya.
Waktu terus berlanjut, kini mereka sudah berada di pelajaran terakhir hari ini. Setelah mendengar bel pulang sekolah mereka semua berdoa sebelum keluar dari kelas. Semua siswa beranjak dari tempat duduknya dan berjalan dengar tertib untuk bersalaman dengan guru yang ada di depan kelas.
Elsa duduk di depan kelas sembari menunggu Ivan yang masih ada di dalam kelas. Ia duduk sendiri sembari memeluk ranselnya. Ia menoleh ke samping ketika Ivan sudah duduk di samping nya.
"Van, hari ini aku gak ikut kamu pulang ya, tolong bilang sama Bu Nurul kalau hari ini aku libur dulu belajar ngaji nya." Ucap Elsa sembari menatap Ivan.
"Kenapa El?" Tanya Ivan.
"Emmm aku capek Van hari ini." Ucap Elsa beralasan.
"Aku belum siap Van jika hari ini bertemu bunda kamu dengan sikap salah tingkah ketika berada di sampingmu. Aku takut ketahuan Bu Nurul jika status kita sudah berpacaran." Ucap Elsa dalam hatinya.
"Kamu mau aku antar pulang El?" tanya Ivan yang sejak tadi menatap nya.
"Gak usah deh Van, aku udah nelfon sopir ku kok." jawab Elsa.
"Apa boleh aku jemput kamu di rumah?" Tanya Ivan.
"Jemput aku di rumah sakit aja Van, aku besok bawa mobil sendiri kok. Di rumah sakit yang dulu itu loh Van." Ucap Elsa untuk mengingatkan Ivan ketika mereka keluar waktu liburan sekolah saat itu.
"Boleh... Kenapa harus di rumah sakit El?" tanya Ivan penasaran.
Elsa menghela nafasnya, kemudian ia menjelaskan alasan di balik ide nya untuk ketemu di rumah sakit. Ivan mengangguk anggukan kepala nya untuk mencerna alasan yang di utarakan Elsa.
Sambil menunggu Elsa di jemput, Ivan dengan setia duduk di samping Elsa, mereka membicarakan seputar pelajaran di sekolah terkadang juga membicarakan hal-hal receh yang berhasil membuat gelak tawa mereka berdua terdengar di depan Kelasnya.
Setelah beberapa menit, Elsa menerima telfon dari supir yang menjemputnya. Ia berdiri dari tempat duduknya dan berpamitan kepada Ivan untuk segera pulang.
"Kenapa kamu ngikutin aku? kamu gak ambil motor kamu di parkiran Van?" tanya Elsa ketika menyadari Ivan berjalan di belakangnya.
"Aku hanya ingin memastikan kamu sampai di depan gerbang dengan selamat tanpa ada cowok lain yang menggoda kamu." Ucap Ivan yang berhasil membuat Elsa tersipu.
__ADS_1
"Gombal banget sih!!" Elsa mengalihkan pandangan nya ke arah lain dengan senyum tipis di bibirnya.
"Aku serius El, cepat jalan sana El biar cepat pulang." Ucap Ivan sembari menatap Elsa.
Elsa membalikkan tubuhnya dan berjalan melewati lapangan upacara untuk segera sampai di luar gerbang sekolah. Ivan pun berjalan di belakang Elsa seperti seorang pengawal yang menjaga seorang tuan putri.
Ivan tersenyum sembari menatap tubuh Elsa dari belakang, ia tidak menyangka akan sedekat ini dengan Elsa. Gadis cantik yang dulu hanya di impikan nya dalam diam kini bisa di milikinya.
"Aku pulang dulu ya Van." Ucap Elsa setelah berada di luar gerbang sekolah.
"Hati-hati El." ucap Ivan sembari menatap Elsa.
"Oke." Ucap Elsa sembari menyatukan jari telunjuk dengan ibu jarinya. Setelah berpamitan kepada Ivan, Elsa berjalan menuju mobilnya, ia masuk dan menurunkan kaca mobilnya untuk menatap Ivan yang masih berdiri di depan gerbang sekolah.
Elsa kembali menutup kaca mobilnya setelah mobilnya meninggalkan area sekolahnya. Ia membuka ponselnya untuk mengirim pesan kepada Emran.
"Kakak harus tau semua ini." Ucap Elsa lirih setelah mengirim pesan kepada Emran. Ia kembali menyimpan ponselnya ke dalam tas kemudian ia beralih menatap ruko-ruko yang berjajar rapi seperti biasa yang ia lakukan ketika di dalam mobil.
"Hari pertama yang membahagiakan, semoga bisa seterusnya seperti ini. I love you Van!!" Ucap Elsa dalam hatinya sembari menyandarkan kepalanya di jok mobilnya.
_
_
_
Hay kak maaf baru bisa update✌️Happy Reading ya kak, semoga suka😍♥️
_
_
_
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1