PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Datang ke rumah sakit....


__ADS_3

Sudah tiga hari Elsa tidak masuk sekolah, hal itu membuat Ivan merasa kesepian. Lewat sebuah pesan singkat Elsa memberi kabar bahwa saat ini ia di rawat di salah satu rumah sakit swasta yang ada di Mojokerto.


Selama mengikuti pelajaran di kelasnya, Ivan menjadi tidak fokus karena sejak tadi hanya nama Elsa yang ada dalam fikiran nya. Ia bertanya-tanya apa yang sedang terjadi dengan Elsa saat ini karena sejak jam istirahat tadi, Ivan berkali-kali menelfon Elsa namun tidak ada jawaban.


Bel pulang sekolah terdengar di segala penjuru sekolah, semua siswa membaca doa sebelum keluar dari kelas nya. Setelah selesai membaca doa, Ivan segera keluar dari kelasnya dan berjalan dengan langkah cepat menuju tempat parkir yang ada di belakang gedung perpustakaan.


Ivan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit tempat Elsa di rawat. Sejak tadi ia khawatir dengan kondisi Elsa saat ini. Akhirnya setelah menempuh perjalanan selama sepuluh menit, Ivan sudah sampai di rumah sakit tempat Elsa opname saat ini.


"Maaf Bu saya mau tanya, ruang inap nya Elsara Anjani di mana ya Bu?" Tanya Ivan kepada resepsionis yang bertugas di lobby rumah sakit.


"Nona Elsara Anjani di rawat di ruang VVIP Dahlia No. 001, dari sini Adik jalan lurus saja lalu belok kanan dan setelah itu Adik bisa naik lift ke lantai tiga." ucap perawat yang ada di meja resepsionis.


"Terima kasih Bu." Ucap Ivan sebelum meninggalkan lobby rumah sakit.


Ivan berjalan mengikuti arahan yang di berikan oleh perawat tadi hingga ia sampai di depan ruang Dahlia tempat Elsa di rawat saat ini. Sebelum masuk tak lupa Ivan mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Assalamualaikum..." Ucap Ivan dengan suara yang lirih ketika berhasil membuka pintu yang ada di hadapan nya.


"Waalaikumsalam..." Jawab Wanita paruh baya yang sedang duduk di sofa yang ada di sudut ruangan. Beliau tak lain adalah Mak Tina, asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Elsa.


"Silahkan masuk Nak..." ucap Mak Tina.


Ivan berjalan masuk ke dalam ruangan Elsa, ia melihat Elsa sedang tidur diatas bed nya. Ivan berjalan menuju tempat Mak Tina berada saat ini.


"Silahkan duduk sini Nak." Ucap Mak Tina sambil menepuk sofa tunggal yang ada di sampingnya.


Setelah Ivan duduk di tempatnya, Mak Tina mengajak ngobrol Ivan agar suasana tidak terlalu sunyi. Mak Tina menceritakan keadaan Elsa beberapa hari ini.


Elsa mengerjapkan matanya pelan ketika samar-samar indra pendengaran nya mendengar suara yang di rindukan nya selama beberapa hari ini. Ia memutar bola matanya untuk mencari pemilik suara yang sangat di kenali nya itu.


"Ivan..." Elsa memanggil nama Ivan dengan suara yang lirih.

__ADS_1


Ivan menoleh ke samping ketika mendengar Elsa memanggil namanya. Kemudian Ia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Elsa yang masih terbaring di tempatnya.


"Bagaimana keadaanmu saat ini?" Tanya Ivan ketika sudah duduk di kursi yang ada di samping ranjang Elsa.


"Seperti yang kamu lihat saat ini Van." Ucap Elsa dengan senyum manis yang mengembang di wajahnya.


"Kenapa bisa di rawat disini? kamu sebenarnya sakit apa El?" Tanya Ivan sambil menatap wajah pucat Elsa.


"Aku terserang penyakit yang obatnya sangat langka Van dan obatnya hanya satu yang ada di dunia ini Van." Ucap Elsa dengan wajah yang berubah menjadi sedih.


"Katakan El!! penyakit apa itu? kamu jangan membuat aku khawatir." Ucap Ivan dengan wajah paniknya setelah mendengar penuturan Elsa.


"Aku sakit malarindu dengan kamu Van... dan obatnya hanya bertemu dengan mu seperti ini." Kelakar Elsa yang berhasil membuat pipi Ivan bersemu merah.


"Apa sih El, gak lucu!!" Ucap Ivan dengan pandangan yang berubah ke arah lain. Diam-diam hatinya terasa hangat ketika Elsa mengatakan hal receh yang baru saja di dengarnya.


"Aku gak ngelucu Van, aku serius." Ucap Elsa sambil menatap Ivan.


Di sudut ruangan Mak Tina berusaha keras menahan tawanya setelah mendengar anak majikan yang selama ini di asuhnya sedang menggoda teman sekolahnya. Beliau tidak menyangka Elsa akan mengatakan hal itu.


"Neng, Emak mau ke kantin ya.. Mau beli makanan dulu." Pamit Mak Tina sebelum keluar dari ruangan Elsa.


Sepeninggalan Mak Tina, sepasang kekasih ini tidak ada yang bersuara. Mereka berdua diam dalam lamunan masing-masing.


"Kenapa sih Van kamu dari tadi ngeliatin aku terus?" Akhirnya Elsa mengeluarkan suaranya.


"Aku hanya ingin menatap lebih lama wajah yang tiga hari ini tidak aku lihat." Ucap Ivan sambil terus menatap Elsa.


"Ck. Gombal banget!!" Elsa berdecak sambil mengalihkan pandangan nya karena tak kuasa melihat tatapan Ivan.


"Aku serius El. Cepat sembuh ya biar bisa sekolah lagi." Ucap Ivan sambil tangannya terulur di rambut Elsa. Ia mengusap puncak rambut Elsa dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Iya Van, lagian aku cuma diare sama kena typus aja kok Van. Mungkin besok atau lusa udah bisa pulang." Ucap Elsa dengan senyum manis yang mengembang di wajahnya.


Mereka berdua akhirnya ngobrol hal-hal yang terjadi di sekolah. Elsa terus bertanya apa saja yang di lakukan Ivan selama dirinya tidak masuk sekolah. Dengan sabar Ivan menjawab dan menjelaskan setiap pertanyaan dari Elsa.


Beberapa kali wajah Elsa bersemu merah ketika Ivan melontarkan kata cinta dan gombalan receh di hadapan nya. Kehadiran Ivan seperti obat mujarab untuk Elsa, ia menjadi bersemangat karena kehadiran Ivan saat ini.


"Van, aku ingin pergi ke jalan-jalan ke wisata peninggalan majapahit Van." Ucap Elsa tiba-tiba.


"Kalau kamu udah sembuh kita kesana ya... atau kalau anak kelas dua belas ujian nasional, pasti kita libur kan sekolah nya." Ucap Ivan dengan senyum manis yang selalu menggetarkan hati Elsa.


"Janji ya..." Elsa mengangkat jari kelingking nya di hadapan Ivan.


"Iya..." Jawab Ivan singkat sambil mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Elsa.


Beberapa saat kemudian Mak Tina sudah kembali dengan membawa dua kantong kresek yang berisi makanan ringan. Karena Mak Tina sudah kembali, Ivan segera pamit pulang karena hari sudah mulai sore.


"Aku pulang dulu ya El...." Ucap Ivan sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Iya Van, hati-hati ya..." ucap Elsa kepada Ivan.


Ivan berjalan keluar dari ruangan Elsa setelah tadi ia juga berpamitan kepada Mak Tina. Dengan langkah cepat Ivan berjalan menuju lift agar segera keluar dari gedung rumah sakit ini.


"Aku bahagia El Setelah melihat keadaanmu baik-baik saja. Entah mengapa sebelum melihat wajahmu, hatiku merasa resah tak menentu." Gumam Ivan sambil berjalan menyusuri jalan keluar dari rumah sakit.


_


_


Happy reading kak, semoga suka♥️😍


_

__ADS_1


_


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2