
"Aku mencintaimu Elsa...." Ucap Ivan sambil mengusap bibir basah Elsa dengan jarinya.
Sebuah kalimat yang tak pernah membuat Elsa bosan biarpun ia mendengar seribu kali dalam satu menit.
"Aku lebih dari itu Van." Ucap Elsa tanpa melepaskan pandangannya dari wajah tampan yang ada di depannya.
Elsa mengubah posisi duduknya, ia duduk di samping Ivan dengan kepala yang bersandar di bahu kokoh milik Ivan.
Ivan hanya tersenyum melihat kekasihnya yang semakin manja setelah merasakan betapa asyik nya senam lidah di siang hari.
Tepat setelah adzan dhuhur berkumandang, Elsa beranjak dari tempat duduknya. Ia harus pulang karena sudah terlalu lama berada di rumah Ivan.
"Van, aku pulang dulu ya...." Ucap Elsa sembari meraih tas slempangnya yang ada di atas meja.
"Hati-hati ya...." Ujar Ivan yang masih duduk di tempatnya.
"Mungkin setelah ini aku lebih cerewet dari biasanya Van. Kamu tidak boleh berteman dengan gadis lain Van!!" Ucap Elsa dengan posesif nya.
Ivan tersenyum, ia berdiri dari tempat duduknya saat ini. Di pandanganya wajah cantik yang selalu mengusik fikirannya itu.
"Jangan khawatirkan hal itu El. Aku tetap milikmu!" Ucap Ivan sembari meraih kedua telapak tangan Elsa untuk di genggamnya.
Elsa melangkahkan kaki nya untuk berjalan keluar dari rumah Ivan. Namun langkahnya terhenti tak kala Ivan menarik tangannya. Tubuhnya beralih menghadap Ivan yang ada di belakangnya.
Sekali lagi, mereka berdua terhanyut dalam permainan senam lidah untuk yang kedua kalinya. Kali ini mereka melakukan dengan posisi berdiri, saling memeluk satu sama lain.
Setelah cukup lama bertukar saliva, keduanya melepaskan tautan bibir masing-masing. Saling memandang manik hitam yang memancarkan cinta dan kasih yang begitu besar.
"Hati-hati di jalan. Jaga hatimu hanya untuk ku El." Ucap Ivan setelah memberi kecupan mesra di kening Elsa.
Rona merah tengah terlukis di kedua pipi milik Elsa. Hari ini begitu banyak hal yang ia dapatkan dari pujaan hatinya. Ia hanya tersenyum sembari menatap Ivan yang tak melepaskan kedua tangannya dari pinggul Elsa.
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa pulang kalau tanganmu tak mau berpindah dari sana?" Tanya Elsa yang membuat Ivan segera melepaskan tautan tangannya.
Elsa melangkahkan kakinya menuju mobil untuk segera meninggalkan rumah yang sangat nyaman ini.
🚗🚗🚗🚗🚗🚗🚗🚗🚗🚗🚗🚗🚗🚗
Malam semakin larut. Hembusan angin malam masuk ke dalam kamar seorang gadis yang jendelanya sengaja di biarkan terbuka.
Jam di atas nakas menunjukkan pukul satu dini hari, namun Elsa masih terjaga, rasa kantuk belum menghampirinya. Berkali-kali ia mencoba memejamkan matanya, namun yang ada hanya bayangan peristiwa senam lidah yang tadi siang telah di lakukannya.
"Astaga... Kenapa bayang-bayang itu tidak bisa hilang dari ingatanku!" Gumam Elsa dengan wajah yang tertutup dengan kedua telapak tangannya.
Elsa berjalan menuju jendela kamarnya. Ia berdiri disana untuk menikmati hembusan angin malam yang terasa menyejukkan jiwa.
"Ivan... Semoga di masa depan, hanya aku yang akan menjadi jodohmu." Ucap Elsa sembari menatap bulan sabit yang ada di langit gelap yang terbentang luas.
...💠💠💠💠...
Ya, hari ini adalah hari pertama Elsa tinggal di rumah Bu Mala karena besok pagi Elsa sudah mulai ke kampus untuk melakukan ospek pertamanya.
Elsa mengamati satu persatu bingkai foto yang ada di dinding ruang tamu milik Bu Mala. Ia tak berani menatap Bu Mala yang sedang berbicara dengan Sang Mama.
"Ayo Elsa, akan aku tunjukkan dimana kamarmu!" terdengar Suara Bu Mala yang berhasil membuat Elsa terkejut.
Tanpa mengeluarkan kata, Elsa mengikuti langkah sang Bude sembari menarik kopernya menuju kamar yang sudah di siapkan untuk dirinya di lantai satu.
"Elsa, pindahkan barangmu ke dalam Almari yang ada disana. Ingat, selalu jaga kebersihan kamarmu! Bude tidak suka dengan gadis yang jorok!" Bu Mala mewanti-wanti sang keponakan yang hanya diam di tempatnya.
"Nanti setelah makan siang, kita bertemu di ruang keluarga untuk membahas peraturan yang ada di rumah ini. Sekarang Bude mau bicara dulu dengan Mama mu!" Ucap Bu Mala sebelum keluar dari kamar Elsa.
"Ini rumah atau kantor pemerintah sih! Kenapa harus ada peraturan segala coba?" Gerutu Elsa dalam hatinya.
__ADS_1
Elsa duduk di tepi ranjang dengan kepala yang tertunduk. Ia memijat kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing karena baru saja mendengar ocehan kakak tertua Bu Kana.
~
Rasa takut tengah menyelimuti diri Elsa, saat ini ia duduk berhadapan di ruang keluarga bersama Bu Mala. Ia mengalihkan pandangannya ke arah lain tak kala Bu Mala menatapnya dengan tajam.
"Elsa, bacalah ini!" Bu Mala memberi Elsa dua lembar kertas berwarna putih yang penuh dengan tulisan di dalamnya.
"Ini apa Bude?" Tanya Elsa tanpa membaca kertas yang ada pada genggamannya saat ini.
"Itu adalah peraturan di rumah ini yang harus kamu taati." Ucap wanita paru baya yang berkaca mata bulat itu.
Betapa terkejutnya Elsa, ketika membaca peraturan yang tertulis disana. Ia melebarkan matanya ketika banyak hal yang tidak disukainya tertulis disana.
"Peraturan macam apa ini? Tidak boleh tidur lebih dari jam 9 malam." Gumam Elsa ketika membaca salah satu point yang tertulis disana.
Setelah membaca semua peraturan yang di buat Bu Mala, ia izin masuk ke dalam kamarnya. Di dalam kamar yang besar itu, Elsa menumpahkan semua rasa sesak yang ada di dalam dada nya. Ia terisak sambil duduk bersandar di ranjang nya.
"Bagaimana bisa Mama tega melakukan ini kepadaku! Apa Mama sengaja membuatku menderita disini...." Elsa meracau dengan diiringi air mata yang terus mengalir dengan derasnya.
_
_
_
Happy reading kak, semoga suka♥️😍
_
_
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️