PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Kamu harus bertanggung jawab!!


__ADS_3

Makan malam bersama keluarga yang lengkap tengah terjadi di ruang makan milik Bu Kana, sore tadi putra pertama nya Emran yang menempuh pendidikan sarjana nya di luar kota pulang ke rumah karena merindukan keluarga nya.


"Elsa... Apa kamu sudah punya pacar?" Tanya Emran setelah selesai menikmati makan malam nya. Kedua orangtua Elsa hanya diam mendengarkan obrolan kedua anak nya.


"Gak ada pertanyaan lain ya kak? tanya kabar kek atau apa gitu!!" Gerutu Elsa yang setelah selesai mengunyah makanan terakhirnya.


"Kakak hanya penasaran saja, apa ada cowok yang naksir cewek cerewet seperti kamu El!!" Kelakar Emran sembari mengupas kulit jeruk di tangan nya.


"Ish!!! Kak Emran nyebelin banget sih!!" Elsa menyebikkan bibirnya karena kesal dengan sang Kakak. Emran terkekeh melihat Adik nya yang menjadi kesal karena ulah nya.


"Jangan pacaran dulu El... Sekolah yang bener!!" Sahut Bu Kana yang baru menyelesaikan makan malam nya.


"Iya, kamu harus belajar yang giat El, jangan mikir cinta dulu." Pak Roni ikut bersuara.


"Lagian kalau mau cari pasangan di lihat dulu bibit dan bobotnya El, minimal setara lah sama keluarga kita." Ucap Bu Kana yang berhasil membuat Elsa dan Emran tertegun di tempatnya.


"Mama!! jangan seperti itu!!" Ucap Pak Roni untuk menghentikan Bu Kana yang membahas tentang kesetaraan harta. Bu Kana akhirnya memilih diam agar tidak beradu argumen dengan Pak Roni di hadapan kedua anaknya.


"Kenapa mama bilang seperti itu, pasti hubunganku dengan Dina bakal di tentang sama mama!!" Gumam Emran dalam hati nya sambil menikmati jeruk yang sudah di kupasnya tadi. Emran tengah menjalin asmara dengan teman satu kampusnya yang bernama Dina dan Dina bukanlah anak orang kaya seperti dirinya.


"Oh tidak!! mama tidak boleh tahu tentang Ivan, bisa kandas di tengah jalan aku kalau sampai mama tahu Ivan putra seorang karyawan pabrik." Elsa bergumam dalam hati sambil menatap Emran yang sedang terlihat memikirkan sesuatu.


"Aish!! kenapa aku berpikir sejauh ini. Bahkan Ivan saja cuek sama aku, mana mungkin dia punya rasa yang sama dengan aku." Gumam Elsa lagi di dalam hatinya.


Setelah menyelesaikan makan malam nya, Mereka berempat berkumpul di ruang keluarga untuk melepas kerinduan dengan Emran yang pulang hanya satu bulan sekali. Suara teriakan Elsa yang terus di jahili oleh Emran menggema di ruang keluarga Pak Roni. Rumah yang biasanya terasa sepi kini terasa hangat dan membahagiakan karena kehadiran Emran.

__ADS_1


Waktu terus berjalan tanpa bisa di hentikan. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Elsa pamit untuk masuk ke dalam kamar nya karena ia sudah merasa lelah menghadapi Emran yang terus saja iseng kepadanya.


Setelah memakai piyama tidurnya, Elsa duduk di dekat jendela sambil menatap bulan yang sedang memancarkan sinar nya di langit gelap yang terbentang luas. Seperti biasa setiap malam Elsa akan memikirkan sang pujaan hati yang belum di miliki nya.


"Sampai kapan Van, kamu akan bersikap seperti ini dengan ku!! Kamu tidak bisa di tebak Van..." Gumam Elsa dengan lirih. Hati Elsa semakin tidak tenang ketika teringat teman sekelas nya ada yang suka dengan Ivan. Ia semakin takut jauh dari Ivan.


"Ivan, kamu hanya milikku Van!! Kamu tidak boleh di miliki gadis lain..." Elsa bermonolog dengan suasana hati yang gelisah.


Elsa mengingat kembali ketika pertama kali bertemu dengan Ivan, ia mengingat dirinya yang beberapa kali merepotkan Ivan. Jujur saja waktu pertama kali bertemu Ivan di gerbang sekolah, Elsa merasakan jantung nya berdetak dengan cepat.


"Gila!! aku benar-benar Gila!! Apa ini yang di namakan jatuh cinta pada pandangan pertama!!" Elsa menepuk keningnya berkali-kali ketika mengingat saat itu.


Elsa kembali mengingat hari-hari kebersamaan nya dengan Ivan. Ia tersenyum ketika mengingat kejadian tiga bulan lalu saat mengikuti acara persami yang di adakan oleh pihak sekolah di bumi perkemahan Dlundung Trawas.


⭐Flashback On⭐


Semua orang panik ketika mendapat laporan bahwa Elsa terpisah dari regu nya. Begitu mendengar kabar bahwa Elsa hilang, tanpa berpikir panjang Ivan langsung menyusuri jalan yang tadi di lewati untuk melakukan kegiatan malam. Beberapa guru dan siswa lain nya ikut berpencar mencari keberadaan Elsa.


Hanya berbekal Senter, Ivan memberanikan diri berjalan seorang diri untuk mencari keberadaan Elsa. Raut wajah khawatir dan panik tergambar jelas di wajah Ivan. Ia terus memanggil nama Elsa di sepanjang perjalanan menyusuri jalan setapak yang tadi di lewati nya.


Elsa terus menangis sambil duduk bersandar di pohon besar yang ada di belakang nya, namun beberapa saat kemudian tangisan nya berhenti ketika samar-samar mendengar suara Ivan memanggil nama nya. Elsa berdiri dari tempatnya dan berteriak memanggil nama Ivan.


Dari jauh Elsa melihat sinar lampu senter dengan di Iringi suara Ivan yang masih memanggil nama nya. Elsa terus berteriak memanggil nama Ivan sampai Ivan benar-benar mengarahkan senter di tangannya ke wajah Elsa.


Ivan berlari menuju tempat Elsa berada saat ini, tanpa di duga setelah sampai di tempat Elsa berdiri, Ivan tiba-tiba memeluk tubuh Elsa untuk meluapkan rasa khawatir yang sejak tadi menjalar dalam hatinya.

__ADS_1


"Elsa kamu tidak apa-apa? Apa ada yang terluka?" Ucap Ivan dengan nafas yang terengah sambil menatap Elsa dengan tatapan yang berbeda. Sementara itu Elsa hanya diam terpaku karena masih syok dengan apa yang di lakukan Ivan beberapa menit yang lalu. Ia tidak percaya Ivan memeluknya dan mengkhawatirkannya seperti itu.


"Maaf Elsa maaf... Aku tidak sengaja memelukmu, aku tadi hanya terlalu khawatir kamu hilang di sini." Ucap Ivan setelah menyadari perbuatan nya beberapa menit yang lalu.


"Terima kasih Van, sekali lagi kamu sudah menyelamatkan aku." Ucap Elsa dengan senyum manis yang mengembang di wajah nya. Tanpa menjawab ucapan Elsa, Ivan menarik tangan Elsa untuk berjalan di samping nya. Mereka berdua berjalan kembali ke lapangan tanpa ada yang berbicara. Keduanya diam menyelami pikiran masing-masing dalam hening nya malam.


⭐Flashback Off⭐


Setelah kejadian malam itu, Elsa merasa kalau Ivan semakin cuek dengan dirinya. Padahal setelah kejadian saat itu sampai hari ini perasaan cinta terus tumbuh di hati Elsa, Ia semakin kagum dengan sosok Ivan yang di anggap sebagai pahlawan nya.


"Aku tidak menyangka Van, Saat itu kamu menunjukkan sisi lain yang tidak pernah aku tau. Kamu mengkhawatirkan aku sampai kamu memelukku dengan erat, tapi kenapa setelah hari itu sikapmu lebih menyebalkan Van!!" Gumam Elsa sambil memandang foto kebersamaan saat persami bersama Ivan yang ada di galeri ponsel nya.


"Kamu harus bertanggung jawab Van, karena pernah memelukku dan membuatku semakin mencintaimu." Ucap Elsa dengan lirih dengan mata yang terus memandang wajah Ivan di ponsel nya.


_


_


_


Wah Si Elsa minta tanggung jawab tuh gara-gara di peluk Ivan😂😂😂😂


_


_

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2