PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Kamu seperti bidadari...


__ADS_3

Genap satu minggu Elsa tidak masuk sekolah, membuat Ivan tidak semangat menjalani hari-hari di sekolah nya. Pagi ini Ivan berjalan dengan langkah gontai menuju kelas nya, rasa rindu ingin bertemu sang pujaan hati kini di rasakan oleh Ivan.


Suasana di sekolah masih terasa sepi karena jam masih menunjukkan pukul enam lebih lima belas menit. Hari ini ia berangkat lebih awal karena hari ini adalah hari senin, hari dimana upacara bendera rutin di laksanakan.


Saat sampai di dalam kelas, Ivan melebarkan matanya karena melihat gadis cantik yang sangat di rindukan nya duduk di bangku nya dengan menampilkan senyum manis di wajahnya. Dengan buru-buru Ivan segera menghampiri Elsa di tempatnya.


"Kamu beneran Elsa kan??" Tanya Ivan ketika sudah duduk di samping Elsa.


"Memang yang kamu lihat saat ini siapa??" Elsa bertanya balik sambil menatap wajah Ivan.


"Sepertinya yang aku lihat saat ini seperti bidadari yang turun dari kereta kelinci." Kelakar Ivan yang membuat Elsa menaikkan satu alisnya.


"Kereta kelinci? Kenapa bukan kahyangan?" Tanya Elsa kepada Ivan.


"Ya kan aku tidak tau dimana kahyangan itu berada El." Jawab Ivan tanpa berfikir panjang.


"Ck. gak mutu banget nge gombal nya!!" Elsa berdecak sembari mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


Ivan meledakkan tawa nya ketika melihat wajah Elsa yang menjadi cemberut. Ivan menatap ke sekelilingnya untuk memastikan tidak ada siapapun di kelasnya , lalu ia meraih tangan Elsa dan di genggam nya dengan penuh kasih sayang.


"Aku sangat merindukan mu Elsa...." Ucap Ivan sebelum mengecup punggung tangan Elsa.


Elsa terkejut bukan main mendapat perlakuan seperti itu dari Ivan. Baru kali ini Ivan melakukan sesuatu hal yang membuat Elsa seperti terbang ke awan. Rona merah terlihat di wajahnya karena mendapat perlakuan romantis dari Ivan.


"Kenapa hanya diam El, kamu tidak merindukanku?" Tanya Ivan sembari menatap Elsa yang sedang tersenyum.


"Ivan, kenapa kamu jadi romantis seperti ini sih??" Elsa tidak menjawab pertanyaan Ivan. Ia malah bertanya balik kepada ivan.


"Kamu tidak suka?" tanya Ivan sembari menatap Elsa.


"Suka... aku sangat suka Van. Aku sangat merindukan kamu Van, apalagi kalau kamu semakin romantis seperti ini." Ucap Elsa dengan wajah berbinar nya.


Pandangan mereka berdua bersirobok, keduanya saling melempar senyum karena bisa mencurahkan kerinduan setelah satu minggu tidak bertemu. Beberapa menit kemudian mereka di kejutkan dengan kedatangan Farah dan Ratna yang berteriak dengan heboh nya karena melihat keromantisan Elsa dan Ivan.


"Cie... cie... cie... ada yang pacaran..." Seloroh Farah dengan suara yang terdengar nyaring.


"Hmmm dunia serasa milik berdua, yang lain ngontrak deh!!" Imbuh Ratna dengan suara yang lebih keras dari farah. Ia duduk di bangku nya yang ada di depan bangku Elsa.


"Sssttttt!!! kalian jangan berisik!! entar yang lain tahu." Elsa membungkam mulut Ratna dengan tangan nya.

__ADS_1


Ivan dan Farah terkekeh melihat wajah panik Elsa. Sedangkan Ratna mencoba membuka tangan Elsa yang ada di mulutnya.


"Elsa!! kamu bisa membuat aku pingsan!!" Ucap Ratna dengan nafas yang terengah karena dekapan tangan Elsa yang begitu kuat.


"Sory Na... habis kamu berisik banget!!" Ucap Elsa setelah kembali duduk di bangku nya.


Akhirnya mereka berempat membahas hal lain yang membuat mereka semua tertawa. Satu persatu teman sekelas mereka mulai berdatangan karena sebentar lagi bel masuk akan berbunyi menandakan waktu upacara akan di laksanakan.


"Kamu tidak usah ikut Upacara El... Duduk aja di belakang sama petugas UKS." ucap Ivan sambil memakai topi berwarna abu-abu sebagai pelengkap pelaksanaan upacara.


"Cie perhatian sama aku...." Kelakar Elsa dengan suara yang lirih karena takut di dengar Farah dan Ratna.


"Iya lah, kan kamu lope lope ku." Ucap Ivan sambil membenarkan dasi nya.


"Ihhhh kamu tuh!!!" Seru Elsa sambil menyubit lengan Ivan.


Ivan hanya tersenyum sambil menatap Elsa, kemudian mereka berdua beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju lapangan upacara yang sudah di penuhi siswa dari kelas lain.


Ivan masuk ke dalam barisan kelasnya, sedangkan Elsa duduk di belakang bersama petugas UKS. Pelaksanaan upacara di laksanakan dengan tertib dan tenang.


**


**


"Kalian mau makan apa?" Tanya Elsa setelah sampai di kantin. Mereka duduk di meja dengan kursi yang berjumlah empat orang.


"Terserah kamu El. Kita ngikut aja." Jawab Farah.


"Udah gak usah malu-malu... kalian bebas memilih apapun hari ini, aku yang akan bayar." Ucap Elsa sambil menatap Farah dan Ratna.


"Serius nih?" Ratna meyakinkan ucapan Elsa.


"Iya serius!! cepat sana pesan, keburu masuk!!" ucap Elsa. Farah dan Ratna berdiri untuk memesan makanan yang mereka inginkan sedangkan Ivan hanya diam di tempatnya.


Tadi sebelum mereka berangkat ke kantin, Elsa dan Ivan sempat berdebat mengenai siapa yang akan membayar traktiran untuk Ratna dan Farah. Akhirnya perdebatan di menangkan oleh Elsa karena ia tetap keukeh ingin membayar makanan kali ini.


"Udah dong jangan cemberut gitu!!" Ucap Elsa sambil menatap Ivan yang sedang menekuk wajahnya.


"Gak papa lah kita gantian gini, kamu akan tetap menjadi pria gentle kok meskipun aku yang membayar semua makanan ini." Elsa mencoba membujuk Ivan agar mau berbicara lagi dengan nya.

__ADS_1


Memang uang jajan yang di berikan kedua orang tua Ivan tidak sebanyak uang jajan Elsa, namun Ia memiliki banyak simpanan sisa uang jajan yang terdahulu.


"Aku ngambek nih kalau kamu diem kayak gini!!" Elsa mengancam Ivan, dan benar saja setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Elsa membuat Ivan merubah ekspresi wajahnya.


"Gak usah ngambek!! kayak anak TK aja!!" Ucap Ivan kepada Elsa.


"Ya udah kamu mau makan apa?" tanya Elsa sekali lagi.


"Seperti biasanya aja." Jawab Ivan yang langsung di angguki oleh Elsa karena ia sudah hafal makanan apa yang di sukai oleh Ivan.


"Pak.... Bakso dua mangkok!!" Teriak Elsa kepada tukang bakso yang ada di dekatnya.


Beberapa menit kemudian, Farah dan Ratna sudah kembali ke meja dengan membawa mie super pedas favorit semua siswa yang ada di sana. Mereka berdua duduk berhadapan dengan Elsa dan Ivan.


"Kalian makan aja dulu!! gak usah nungguin kita..." Ucap Elsa setelah melihat Farah dan Ratna yang belum menikmati mie yang ada di hadapannya.


"Enggak ah, kita nunggu kalian berdua aja." Ucap Ratna sambil menatap Elsa.


Dua menit kemudian, Bakso pesanan Elsa sudah datang. Tanpa menunggu lebih lama lagi mereka berempat segera menikmati makanan masing-masing tanpa ada yang bersuara.


"Elsa... jangan terlalu banyak sambal nya!!" Ucap Ivan sambil memegang tangan Elsa ketika melihat Elsa yang akan menambah sambal di baksonya.


"Ehem... Ehem... Perhatian banget ya Far..." Ucap Ratna sambil sembari menoleh ke tempat farah.


"Jadi pengen punya pacar!!" Sahut Farah yang setelah menelan mie yang tadi di kunyah nya. Elsa dan Ivan hanya tersenyum menanggapi ucapan kedua teman nya itu.


_


_


_


Happy Reading kak, semoga suka😍♥️


_


_


❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2