PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Brownis coklat.


__ADS_3

Angin semilir tengah menemani cuaca panas yang tengah melanda kota Mojokerto. Semua siswa berhambur keluar dari kelas nya setelah mendengar bel pulang sekolah berbunyi. Seperti biasa, Elsa menunggu Ivan yang masih di tempat parkir, ia menunggu Ivan di depan gerbang sekolah sembari menguncir rambut panjangnya.


"Ayo El!!" Ucap Ivan ketika sudah sampai di depan Elsa. Dengan segera Elsa naik ke atas motor Ivan.


Ivan mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi karena ingin segera sampai di rumahnya. Terik nya matahari membuat Ivan dan Elsa merasakan panasnya cuaca di siang ini.


Beberapa saat kemudian mereka berdua sampai di halaman rumah Bu Nurul, dengan segera mereka berdua turun dari motor dan masuk ke dalam rumah yang terlihat sangat asri itu.


"Assalamualaikum...." Ucap Ivan dan Elsa bebarengan.


"Waalaikumsalam...." Teriak Bu Nurul dari dalam dapur rumahnya.


"Ibu ada di dapur El, sini masuk nak!!" Teriak Bu Nurul yang sedang beraktivitas di dapurnya.


Elsa berjalan masuk ke arah dapur Bu Nurul sedangkan Ivan masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti seragam sekolahnya dengan baju santainya.


Elsa duduk di kursi yang ada di samping Bu Nurul, Ia melihat Bu Nurul yang sedang mengaduk adonan brownis kukus coklat. Elsa memperhatikan Bu Nurul yang sedang memutar mixer nya.


"Ibu mau bikin apa?" Tanya Elsa ketika Bu Nurul selesai mengaduk adonan bolu nya.


"Ini tadi ada tetangga yang pesan brownis coklat buat pengajian nanti malam El." Ucap Bu Nurul sembari menyiapkan loyang yang akan di pakai untuk mengukus adonan brownis.


"El, hari ini ngaji nya libur dulu ya, Ibu harus menyelesaikan brownisnya sore ini El." Ucap Bu Nurul sembari menatap Elsa.


"Bagaimana kalau kamu ngaji nya di ajari Ivan saja?" tanya Bu Nurul sembari mengambil mentega yang ada di rak penyimpanan bahan pangan.


"Tidak usah Bu, Elsa boleh tidak bantuin Ibu buat brownisnya?" Tanya Elsa kepada Bu Nurul.


"Jangan!! nanti kamu capek, baju kamu nanti kotor El. kamu di situ aja duduk sambil nemenin ibu bikin brownisnya." Tutur Bu Nurul setelah kembali duduk di kursinya.


"Elsa pengen juga bisa bikin brownis Bu, jadi boleh ya Elsa bantuin Bu Nurul??" Ucap Elsa dengan wajah manis nya.


"Ya sudah kalau begitu sekarang tolong loyang ini kamu olesin mentega sampai rata ya, seperti ini..." Ucap Bu Nurul sembari memberikan Elsa contoh loyang yang sudah di oles mentega.

__ADS_1


"Ini mah gampang Bu, Elsa pasti bisa." Ucap Elsa sembari mengambil kuas untuk mengoles mentega ke dalam loyang yang berjajar rapi di meja.


Sementara itu di dalam kamar nya Ivan merebahkan tubuh nya untuk menikmati angin sepoi-sepoi dari kipas angin yang ada di samping nya. Ia memejamkan mata nya sebentar untuk menghilangkan rasa lelah setelah tadi mengikuti pelajaran olahraga.


Baru beberapa menit memejamkan mata, Ivan kembali membuka mata nya tak kala mendengar suara berisik dari dapur rumahnya, sejenak ia terdiam sembari mendengarkan apa yang sedang Elsa dan Bunda nya bicarakan.


Ivan bangkit dari ranjang nya, ia keluar dari kamarnya untuk melihat apa yang sedang di lakukan oleh dua wanita beda generasi ini. Ivan tersenyum di depan pintu kamarnya ketika melihat Elsa sedang membantu sang Bunda untuk membuat pesanan Kue.


"Lihat Bunda dan Elsa rukun begitu berasa lihat mertua dan menantu yang saling menyayangi." Gumam Ivan dalam hatinya sembari menatap pemandangan indah yang ada di dapur.


"Astaga!!! Apa yang aku bayangkan tadi!! Ivan, kamu masih SMA Van, tidak seharusnya kamu membayangkan hal itu." Gerutunya ketika mengingat apa yang baru saja di pikirkan nya. Ia menepuk jidat nya berkali-kali agar tersadar dari lamunan konyol di siang bolong seperti ini.


Ivan berjalan ke dapur untuk menghampiri dua wanita yang sangat di cintai nya. Ia duduk di kursi yang ada di samping kiri Elsa sembari menyangga kepala nya dengan satu tangan nya.


"Van mau bantuin aku gak ngolesin mentega di loyang-loyang ini?? kita balapan yuk siapa yang paling cepat di antara kita!!" Ajak Elsa kepada Ivan.


"Enggak ah, aku gak mau!!" Ucap Ivan tanpa berfikir panjang.


"Ivan memang begitu El, dia tidak pernah mau bantuin ibu bikin kue." Sahut Bu Nurul yang sedang membuka tutup pengukus brownis nya.


Elsa tersenyum ketika sebuah ide terlintas di kepalanya. Ia bergantian menatap Bu Nurul dan Ivan yang sedang berbicara. Elsa memastikan keadaan aman untuk melaksanakan ide jahilnya.


"Elsa!!!" Teriak Ivan ketika tangan Elsa berhasil menoel pipinya dengan mentega yang ada di hadapannya. Elsa tertawa melihat pipi cemong Ivan.


"Duh ini muka apa loyang ya??? kok banyak mentega nya sih!!" Kelakar Elsa dengan tawa yang tidak bisa berhenti.


"Awas ya!! aku balas kamu El!!"Ivan berseru sambil meraih mentega yang ad di tangan Elsa.


Elsa berdiri dari tempat duduknya, Ia berlari untuk menyelamatkan diri dengan berada di samping Bu Nurul yang sedang berdiri di dekat kompor.


"Weekk gak bisa wek!!!!" Ucap Elsa sembari menjulurkan lidah nya.


"Kata siapa tidak bisa!!" Ivan berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Elsa.

__ADS_1


Bu Nurul menggelengkan kepalanya ketika melihat dua anak SMA yang sedang bermain-main dengan mentega nya. Dalam hati terdalam Bu Nurul, beliau berharap Elsa akan selama nya seperti ini, tetap menjadi gadis cantik yang tidak sombong.


"Eh sudah sudah!! kalian ini sudah besar!! kenapa bermain seperti anak TK!!" Ucap Bu Nurul sembari membawa nampan yang berisi brownis coklat yang sudah matang.


"Stop Van stop!!!" Ucap Elsa setelah muka nya banyak teroles mentega oleh Ivan.


Ivan terkekeh melihat ekspresi lucu Elsa ketika tahu wajahnya di penuhi dengan mentega. Ia tidak bisa berhenti dari tawa nya.


"Elsa!! lihat tuh wajah kamu penuh dengan mentega!!" Teriak Ivan sambil menyandarkan dirinya di dinding yang ada di dekat kompor.


Elsa berlari ke kamar mandi untuk melihat wajahnya di depan cermin kecil yang ada di kamar mandi Ivan. Ia Membeliak kan matanya ketika menatap wajahnya dari pantulan cermin di hadapannya.


"IVAAAAANNN!!!" teriak Elsa dari dalam kamar mandi. Ia terkejut karena melihat seluruh wajahnya hampir di penuhi mentega.


Mendengar Elsa berteriak dari dalam kamar mandi membuat Bu Nurul dan Ivan tertawa dengan suara yang keras. Bu Nurul tidak habis pikir dengan kelakuan dua remaja labil ini.


"Elsa, bersihkan dulu wajah kamu!! Setelah ini Ibu akan siapkan makan siang untuk kita bertiga." Ucap Bu Nurul sambil menahan tawanya.


"Kalau sudah selesai dari kamar mandi, cepat keluar El!! ini sudah ibu potongin brownis untuk kamu cicipi." Imbuh Bu Nurul.


Di dalam kamar mandi Elsa menggerutu kesal karena perbuatan Ivan. Ia harus berkali-kali membasuh wajahnya dengan sabun untuk menghilangkan mentega yang susah di hilangkan itu.


"Menyebalkan sih!!! tapi aku suka." Ucap Elsa dengan suara yang lirih sambil kembali membasuh wajahnya.


_


_


_


Happy reading kak, semoga suka😍♥️


_

__ADS_1


_


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2