
Dua bulan kemudian...
Lukisan senja yang indah terbentang di langit jingga kota Mojokerto sebagai tanda sang surya telah pulang ke peraduannya. Jalanan kota begitu padat karena semua ingin segera pulang ke rumah masing-masing untuk bertemu orang terkasih yang sudah menunggu di rumah.
Hari ini Bu Kana pergi bekerja tanpa di antar sang supir. Beliau mengendarai mobilnya sendiri dari Surabaya menuju Mojokerto dengan membawa sesuatu yang akan di berikan kepada Elsa nanti.
Setelah kejadian di bulan lalu, dimana Bu Kana membentak Elsa ketika mencurigai Elsa berpacaran dengan Ivan, kini mereka berdua sudah kembali menghangat seperti sebelum nya.
"Elsa pasti suka dengan apa yang aku bawa ini." Gumam Bu Kana sembari menatap jalanan yang padat di depannya.
Tiga puluh menit kemudian Bu Kana sudah sampai di rumahnya. Bu Kana berjalan keluar dari garasi rumahnya setelah memarkirkan mobilnya.
"Assalamualaikum..." Ucap Bu Kana ketika memasuki rumah megahnya.
"Waalaikumsalam..." Terdengar suara Elsa di ruang keluarga.
"Elsa coba lihat apa yang ada di tangan Mama!!" Ucap Bu Kana setelah sampai di ruang keluarga dengan tangan yang menenteng sebuah paperbag.
Dengan antusiasnya Elsa berdiri dan mengambil paperbag pemberian Bu Kana. Ia kembali duduk di sofa sambil melihat barang yang di berikan oleh Mamanya.
Mata Elsa menjadi berbinar tak kala mengeluarkan sebuah tas ransel kecil dengan brand terkenal di kalangan sosialita. Raut wajah bahagia terlukis di wajah cantik Elsa saat ini.
"Ransel ini hadiah dari Mama karena kamu berhasil masuk rangking sepuluh besar di kelasmu." ucap Bu Kana sembari menatap Elsa yang sedang membuka resleting ranselnya.
"Kamu suka dengan hadiahnya El?" Tanya Bu Kana sambil mendudukkan dirinya di samping Elsa.
"Suka Ma, suka banget!!" Jawab Elsa dengan raut wajah bahagianya.
"Terima kasih Ma..." Ucap Elsa seraya memeluk Bu Kana.
__ADS_1
"Sama-sama sayang..." Bu Kana mengurai pelukan Elsa. Beliau mengusap puncak rambut Elsa dengan penuh kasih sayang.
"Tingkatkan lagi ya belajarnya... Mama bangga sama kamu." Ucap Bu Kana sambil memandang Elsa.
"Mama seharusnya berterima kasih kepada Ivan dan Ibu nya karena mereka lah yang membantu Elsa belajar, mereka lah yang membuat Elsa semangat Ma.." Ucap Elsa dalam hatinya sambil memandang manik hitam Bu Kana.
Dua hari yang lalu adalah hari dimana pengambilan rapot untuk semester genap. Seperti biasa, Ivan lah yang mendapat peringkat satu di kelasnya sedangkan Elsa ada di urutan delapan. Hal itu membuat Bu Kana bahagia karena Elsa mengalami perubahan yang begitu besar daripada semester ganjil kemarin.
Setelah berbincang selama beberapa menit, Bu Kana meninggalkan Elsa menuju kamarnya karena suara adzan magrib sudah terdengar di seluruh penjuru komplek tempat tinggalnya.
Elsa tak pernah menyangka akan mendapat hadiah ransel mini branded dari sang Mama. Dengan senyum yang terus mengembang, ia berjalan menuju kamar nya untuk menunaikan kewajiban tiga rakaatnya.
Lima belas menit kemudian setelah melepas mukenahnya, Elsa merebahkan dirinya di atas ranjang dengan tangan yang menari-nari di atas ponselnya. Ia membalas pesan dari Ivan yang ingin mengajak Elsa jalan-jalan di hari esok.
...💠💠💠💠...
"Van..." Ucap Elsa seraya menepuk bahu Ivan.
"Eh Elsa... kapan nyampek nya?" Tanya Ivan ketika tersadar dari lamunan nya.
"Baru saja aku sampai. Maaf ya aku terlambat." Ucap Elsa dengan nada manja nya.
"Oke, tidak masalah. Berangkat sekarang yuk!!" Ajak Ivan sambil memberi Elsa helm yang di bawanya dari rumah.
Setelah memakai helm nya, Elsa naik ke atas motor Ivan agar segera berangkat ke tempat yang akan mereka datangi pagi ini. Elsa ingin mengelilingi wisata peninggalan kerajaan majapahit yang ada di Trowulan seperti yang pernah di janjikan oleh Ivan dulu.
Ivan melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju wisata pertama yaitu candi tikus. Ketika turun dari motor, Elsa mengedarkan pandangan ke sekelilingnya.
"Van, ini katanya candi tikus. memang mana bentuk candi yang seperti tikus?" Tanya Elsa yang sedang berdiri di tempat parkir.
__ADS_1
"Ya gak ada lah El..." Ivan meraih telapak tangan Elsa untuk di genggamnya. Mereka berdua masuk ke dalam area candi yang di namakan Candi Tikus.
"Ayo aku tunjukkan candinya!!" Ucap Ivan sambil menatap wajah Elsa.
Mereka berdua berhenti ketika sudah sampai di sebuah bangunan yang ada di bawah permukaan tanah. Elsa terlihat takjub dengan apa yang di lihatnya saat ini.
"Van, siapa kira-kira yang membuat candi seperti ini??" Tanya Elsa sambil terus menatap bangunan yang ada di hadapannya saat ini.
"Aku juga tidak tahu El, kalau kamu ingin tahu nanti sebelum pulang kita bisa bertanya di pusat informasi." Ucap Ivan.
Mereka berdua sama-sama terdiam sambil berjalan menuruni anak tangga untuk sampai di dasar, dimana tempat candi itu berada. Elsa begitu menikmati apa yang sedang di pandangnya saat ini.
"Van ayo kita naik lagi Van, aku takut ada putri duyung yang akan keluar dari situ!!" Ucap Elsa sembari menunjuk kolam yang mengelilingi candi.
Ivan terkekeh setelah mendengar penuturan Elsa yang sangat konyol itu. Bagaimana bisa ada putri duyung di dalam candi ini.
Setelah puas mengelilingi bangunan candi, Elsa mengajak Ivan untuk beristirahat di bawah pohon rindang yang ada di sudut ruangan. Mereka berdua menikmati pemandangan yang ada di depan mata dengan telapak tangan yang saling menggenggam satu sama lain.
_
_
Happy Reading kakak, semoga suka♥️😍yang penasaran dengan candi tikus, silahkan browsing aja ya...
_
_
❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1