
"Pak, tolong jemput saya sekarang ya!! saya harus segera pulang dan bersiap pergi Jakarta malam ini." Ucap Bu Kana ketika panggilan telfonnya sudah tersambung dengan supir pribadinya.
Bu Kana merapikan berkas yang akan di bawanya ke Jakarta nanti malam. Beliau harus terbang ke Jakarta malam ini untuk menemui seorang pengacara yang terkenal di indonesia. Masalah yang terjadi di rumah sakit sudah hampir selesai. Tinggal langkah terakhir yang harus di lakukan oleh Bu Kana.
Satu jam perjalanan telah di tempuh Bu Kana, kini beliau sudah sampai di Mojokerto dan mampir ke sebuah mini market yang tak jauh dari pasar untuk membeli beberapa perlengkapan yang di butuhkan untuk ke Jakarta nanti malam.
Bu Kana keluar dari Indoapril setelah lima belas menit menghabiskan waktu untuk mengelilingi rak yang ada di dalam mini market itu.
"Ayo Pak jalan sekarang!!" Ucap Bu Kana setelah masuk ke dalam mobilnya.
"Maaf Bu... bukannya itu Neng Elsa ya Bu?"Tanya Sang supir sembari menunjuk dua orang yg berada di atas motor yang tak jauh dari tempat parkirnya saat ini.
Bu Kana mengikuti arah telunjuk supirnya, beliau mengamati sosok gadis yang ada di belakang seorang laki-laki.
"Kejar mereka pak!!! itu memang seperti Elsa!!" Perintah Bu Kana ketika melihat motor yang ada di depannya memutar haluan.
Bu Kana terus mengamati motor yang ada di depannya. Beliau menjadi geram ketika motor itu semakin menambah kecepatan motornya, terlihat sekali jika pengendara motor itu mencoba menghindarinya.
"Lebih cepat Pak!! jangan sampai kehilangan jejaknya!!" Ucap Bu Kana kepada sang supir.
"Sial!!! Aku lupa kalau ponselnya Elsa baru!! jadi tidak bisa melacak liwat GPS nya!!" Gerutu Bu Kana sembari menatap layar ponselnya.
Berkali kali Bu Kana menghubungi Elsa, namun tidak ada satu panggilan pun yang di jawab oleh Elsa. Cukup jauh Bu Kana mengikuti pengendara motor itu sampai mobil beliau berhenti di pinggi jalan yang sepi di tengah pedesaan.
"Maaf, Kita kehilangan jejaknya Bu..." Ucap Sang supir sembari menatap Bu Kana lewat kaca spion depan.
"Apa Bapak yakin mereka lewat sini?" tanya Bu Kana.
"Iya Bu, Saya melihat mereka menuju arah sini." Ucap Sang supir.
Bu Kana diam sembari memikirkan kemana kira-kira perginya pengendara motor yang di ikutinya tadi. Beliau keluar dari mobilnya tak kala melihat sebuah warung kopi yang tak jauh dari mobilnya.
"Permisi Bu..." Ucap Bu Kana ketika masuk ke dalam warung kopi.
"Iya bu, ada yang bisa saya bantu?" Tanya wanita pemilik warung yang berjalan menghampiri Bu Kana.
"Saya mau tanya, apa ibu tadi melihat dua orang yang mengendarai motor lewat jalan sini. Kira-kira mereka masih berumur tujuh belas tahun, seorang gadis dan teman laki-laki nya." Bu Kana bertanya dengan penjelasan yang jelas.
"Sepertinya dua muda mudi tadi yang di cari ibu ini..." batin wanita pemilik warung.
"Maaf Bu saya tidak melihat ada motor lewat sini. Dari tadi jalanan disini sepi bu..." Akhirnya ibu pemilik warung memutuskan untuk membohongi Bu Kana.
__ADS_1
"Kalau begitu Saya permisi dulu ya bu. Maaf sudah mengganggu waktu ibu." Ucap Bu Kana dengan senyum manis yang mengembang di wajahnya.
Bu Kana kembali masuk ke mobilnya. Beberapa kali Bu Kana menelfon nomor ponsel Elsa, namun masih belum ada jawaban dari putrinya itu.
"Ayo Pak kita jalan sekarang, tapi mampir dulu ya ke butik biasanya." Ucap Bu Kana kepada sopirnya.
"Baik bu..." Jawab Sang supir.
Sepeninggalan Bu Kana, pemilik warung kopi itu berjalan menuju toilet umum yang tak jauh dari warungnya. Beliau mengetuk dua toilet yang tertutup rapat itu.
Tok... tok... tok....
"Nak, kalian keluar lah!!! Orang yang mencari kalian sudah pergi." Ucapnya.
Tak lama setelah itu, Ivan dan Elsa keluar bebarengan. Mereka berdua saling pandang karena penasaran bagaimana ibu ini tahu jika mereka sedang bersembunyi.
Tanpa banyak bicara ketiganya berjalan menuju warung lagi karena situasi benar-benar aman. Elsa menghela nafasnya lega karena berhasil selamat dari kejaran sang Mama.
"Terima kasih Bu sudah menyelamatkan kami." Ucap Ivan setelah duduk di dalam warung bersama Elsa.
"Iya sama-sama. Tapi kenapa kalian di kejar ibu-ibu tadi?" Tanya ibu pemilik warung penasaran.
Elsa menceritakan apa yang terjadi padanya dan Ivan, dan ibu itu hanya mengangguk anggukan kepalanya.
Ivan teringat jika Elsa harus segera pulang. Ia langsung berdiri dan membayar minuman yang di pesannya tadi.
"Kami pamit dulu ya bu. Terima kasih sudah membantu kami." Ucap Ivan sebelum keluar dari warung kopi itu.
Setelah duduk di atas motornya, Ivan segera melajukan motonya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di tempat penitipan motor, dimana ia menjemput Elsa tadi pagi.
"Untung Van, di dalam bagasi tadi aku bawa jaket cadangan." Ucap Elsa ketika sampai di depan gerbang penitipan motor.
Sebelum pergi, mereka berdua saling berpamitan dan mengucapkan kata cinta yang selalu mereka ucapkan sebelum pulang ke rumah masing-masing.
...💠💠💠💠💠...
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, Elsa sampai di rumahnya. Terlihat mobil sang Mama sudah berada di halaman rumahnya. Dengan segera Elsa turun dari motornya dan berjalan masuk ke dalam rumahnya.
Elsa berjalan dengan santainya, ia tidak boleh gugup agar tidak ketahuan sang Mama jika ia sedang bersandiwara.
Elsa melihat Bu Kana duduk di ruang keluarga sambil menelfon seseorang. Elsa menghempaskan tubuhnya di sofa yang ada di samping Bu Kana. Jantungnya berpacu dengan cepat saat akan mulai bersandiwara di hadapan Bu Kana.
__ADS_1
"Kamu dari mana El? kenapa gak bawa mobil?" Tanya Bu Kana untuk memulai obrolan siang ini.
"Oh, Tadi Elsa habis dari toko baju yang ada di jalan mojopahit Ma... Ini Elsa beli piyama sama dress. Bagus 'kan ma?" Sungguh Elsa begitu pandai merangkai kata sandiwaranya.
"Kamu pergi sendiri El?" Bu Kana menyelidik. Kali ini beliau tidak ingin gegabah untuk langsung memarahi Elsa tanpa bukti yang jelas.
"Ya sendiri lah Ma... Memang sama siapa lagi?" Elsa menatap wajah Bu Kana agar terlihat meyakinkan.
"Maafin Elsa ma... Elsa berbohong lagi." gumam Elsa dalam hatinya.
Bu Kana diam sembari menatap manik hitam Elsa, beliau masih yakin jika yang dilihatnya tadi adalah Elsa. Tapi beliau belum bisa membuktikan kebenarannya dan menuduh Elsa tanpa bukti.
*Mama tadi lihat anak gadis seperti kamu di bonceng sama laki-laki. Tadi Mama juga sempat mengejar mereka berdua tapi Mama kehilangan jejaknya." Bu Kana menjelaskan apa yang terjadi tadi .
"Mungkin Mama salah lihat kali. Apa dia tadi memakai jaket seperti yang Elsa pakai sekarang Ma?" Lagi dan lagi Elsa begitu pandai memainkan sandiwaranya.
"Tidak El, tadi Mama lihat dia pakai jaket biru." Ucap Bu Kana.
"Oh ya El, Mama harus bersiap nih!! Mama harus berangkat ke Jakarta malam ini." Bu Kana teringat tentang keberangkatannya nanti malam.
"Mama ngapain kesana?" Tanya Elsa dengan perasaan yang lega karena Bu Kana mengalihkan pembicaraannya.
"Mama harus menemui Pengacara yang ada di sana. Papa ikut nganterin Mama El..." Ujar Bu Kana.
"Kamu gak papa kan di rumah sama Mak Tina?" Bu Kana bertanya dengan sorot mata yang penuh harap.
"Iya Ma gak masalah kok. Mama jangan khawatir!!" Ucap Elsa dengan senyum manisnya.
Sebuah senyum manis yang mewakili perasaan bahagianya karena saat kedua orangtuanya di Jakarta, ia akan bebas bertemu dengan Ivan. Walaupun hanya beberapa hari saja.
"Oke calon suami dan calon ibu mertua... tunggu kedatanganku di hari esok ya..." Selorohnya dalam hati.
_
_
_
Happy reading kak, semoga suka♥️😍
_
__ADS_1
_
❤️❤️❤️❤️❤️