PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Aku merindukanmu....


__ADS_3

Hembusan angin semilir di pagi hari, perlahan masuk ke dalam kamar seorang gadis yang tengah tersenyum di depan meja riasnya. Rambut panjang yang biasa terurai kini telah rapi dengan kuncir kuda nya.


"Akhirnya, aku masuk kuliah lagi..." Ucap Elsa dengan penuh semangat.


Dua minggu ini sangatlah membosankan bagi Elsa. Libur kuliah tanpa kemana-mana, ia hanya menghabiskan hari-harinya di kamar dan di sekeliling rumah Bu Mala.


Emran sudah lulus kuliah, Ia tidak lagi tinggal di Malang, ia sudah kembali tinggal di Mojokerto dan hanya ketika weekend saja ia harus ke Malang untuk mengunjungi pujaan hatinya.


Jam dinding menunjukkan pukul Tujuh pagi, tapi Elsa sudah rapi dengan pakaiannya saat ini. Ia berjalan menuju dapur mewah Bu Mala untuk mengambil air minum yang ada di lemari es Bu Mala.


"Selamat pagi Mak Odah..." Sapa Elsa kepada asisten rumah tangga Bu Mala yang sedang menata masakan yang baru matang di atas mangkuk keramik berwarna putih.


"Pagi Neng... Neng Elsa mau sarapan sekarang?" Tanya Mak Odah.


"Bude belum keluar dari kamarnya Ya Mak?" Tanya Elsa ketika menyadari kalau Bu Mala belum terlihat batang hidungnya.


"Belum Neng, sepertinya Ibu masih mandi." Jawab Mak Odah sebelum berlalu pergi ke ruang makan.


"Mak, Elsa berangkat dulu ya... Tolong sampaikan kepada Bude Mala kalau Elsa sarapan di kampus ." Ucap Elsa ketika berada di ruang makan bersama Mak Odah.


Hari ini adalah hari pertama Elsa di semester lima, di sepanjang koridor kampus ia terus menyunggingkan senyum manisnya. Entah apa yang membuatnya begitu bahagia hari ini.


Waktu terus berjalan sampai tiba di pelajaran terakhir Elsa. Dengan konsentrasi penuh, Elsa mendengarkan penjelas dari Dosen yang sedang ada di depan kelas. Elsa mengalihkan pandangannya ke bawah, tak kala ponselnya bergetar, tanda sebuah pesan masuk di benda pipih yang ada di saku celananya.


Aku ada di Kantin kampus El. Setelah pelajaran terakhir selesai, kemarilah! Aku merindukanmu.


Elsa melebarkan matanya, tak kala membaca pesan dari sosok pria yang di rindukannya selama ini. Rasanya ia ingin berteriak sekeras mungkin karena terlalu bahagia mendapat kejutan tak terduga hari ini.


Senyum merekah tergambar di wajah putihnya, ia tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya.


Satu jam telah berlalu, setelah Sang Dosen keluar dari kelas, Elsa segera beranjak dari bangkunya. Dengan langkah cepat Elsa melangkahkan kakinya menuju kantin kampus yang ada di bangunan depan.


Mata Elsa berbinar, tak kala melihat punggung kokoh pria yang tengah duduk menghadap ke jalan raya. Tanpa suara, Elsa telah sampai di belakang Ivan. Ia mengalungkan kedua tangannya di leher milik Ivan.

__ADS_1


"Elsa..." Ucap Ivan seraya mendongakkan kepalanya untuk melihat gadis pujaan hatinya.


Elsa tersenyum, lalu ia melepaskan tangannya dan beralih duduk berhadapan dengan Ivan. Ia menatap wajah yang selama ini hadir di setiap mimpinya.


"Apa kabar El?" Tanya Ivan tanpa mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Aku sedang tidak baik-baik saja Van." Jawab Elsa dengan raut wajah yang tiba-tiba berubah.


"Kenapa? apa ada yang mengganggu pikiranmu?" Tanya Ivan seraya menggenggam telapak tangan yang sangat lembut itu.


"Kamu yang membuat aku tidak baik-baik saja. Aku sangat rindu duduk berdua denganmu di sudut ruang tamu." Ucap Elsa dengan tatapan yang penuh arti.


Ivan tersenyum tipis untuk menanggapi ucapan Elsa. Tentu saja, ia mengingat sebuah momen penting yang pernah mereka lalui bersama saat itu. Hawa panas tiba-tiba merasuk dalam dirinya. Hal ini membuatnya membuka resleting jaket berwarna hitam yang sejak tadi melekat pada tubuhnya.


Elsa mengerutkan keningnya, tak kala menyadari penampilan Ivan hari ini, karena tidak biasanya Ivan memakai pakaian resmi seperti saat ini.


"Kamu tadi dari mana Van? kok pakai kemeja putih dan celana kain hitam?" Tanya Elsa sembari menatap Ivan dengan wajah penasarannya.


"Aku dari Ngoro Industri. Aku interview kerja di Pabrik gitar." Ucap Ivan.


Ivan menghela nafasnya yang berat sebelum mulai menceritakan semua yang terjadi pada keluarganya. Ivan menceritakan secara detail apa saja yang sudah ia lalui selama dua bulan ini.


Mata indah yang tadinya berbinar, kini menjadi berembun. Elsa terenyuh mendengar semua yang terjadi di hidup Ivan saat ini.


"Elsa, apa kamu akan tetap bersamaku setelah tahu keadaanku seperti ini?" Tanya Ivan sembari menatap manik hitam yang kini mulai terlihat basah.


Elsa hanya diam, ia menundukkan kepalanya. Bahunya terguncang, tanda ia sedang menangis saat ini.


Ivan terkejut melihat respon kekasihnya itu, ia tidak menyangka jika Elsa akan menangis seperti ini ketika mendengar semua masalahnya.


"El, jangan menangis seperti ini." Ucap Ivan ketika sudah berpindah tempat duduk di samping Elsa.


"Hey, tenanglah! apa yang membuat kamu menangis?" Tanya Ivan sembari mengangkat dagu Elsa dengan telapak tangannya.

__ADS_1


Ivan menatap wajah yang basah karena air mata. Ia menyelami manik hitam yang tengah menatap wajahnya dengan tatapan sendunya.


"Katakan sesuatu El!" Lirih Ivan.


"Apa kamu akan meninggalkan aku El, setelah kamu tahu aku tidak lagi menjadi Mahasiswa?" Tanya Ivan dengan wajah seriusnya.


Bukannya menjawab, Elsa malah memukul lengan Ivan berkali-kali. Ia membuka tas nya dan mengambil tissu dari dalam sana untuk mengusap sisa air mata yang ada di pipinya.


"Bagaimana bisa kamu bertanya seperti itu Van! mana mungkin aku meninggalkan kamu." Ucap Elsa sembari mengusap cairan yang keluar dari lubang hidungnya.


"Aku tidak perduli Van, entah kamu Mahasiswa atau bukan. Aku tetap mencintaimu tanpa syarat, tapi..." Elsa menghentikan ucapannya.


"Tapi apa El? katakan El!" Ivan terlihat tidak sabar dengan ucapan Elsa yang menggantung itu.


"Jalan kita untuk bersatu dalam sebuah ikatan suci pernikahan tidaklah mudah Van. Mama dan keluarga besarnya pasti akan menentang hubungan kita. Sepertinya setelah ini kita harus berusaha lebih keras lagi untuk bisa mendapat restu mama." Ucap Elsa dengan wajah seriusnya.


Ivan tertegun. Ia memikirkan semua yang di ucapkan oleh Elsa. Ya, pasti setelah ini keadaannya akan lebih sulit dari sebelumnya.


"Sudahlah, jangan bengong disini." Ucap Elsa


"Cepat bayar sana makanannya. Antar aku pulang! Aku sangat rindu duduk di atas motor hitammu itu." Ucap Elsa sembari mengerlingkan mata indahnya.


_


_


_


Happy reading kak, semoga suka♥️😍


_


_

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2