
Senyum bahagia tengah terpancar dari wajah seorang wanita paruh baya ketika melihat sang putra yang sedang menyematkan cincin pertunangan di jari manis seorang gadis yang berprofesi sebagai dokter kecantikan. Ya, hari ini adalah hari pertunangan antara Emran dan Mega. Setelah melalui banyak proses akhirnya Bu Kana bisa mewujudkan impiannya.
Acara pertunangan mereka di gelar di salah satu hotel yang ada di Mojokerto, dekorasi mewah menghiasi pesta pertunangan yang megah Ini. Namun, tak sedikitpun Pak Roni menyunggingkan senyum kebahagiaannya, beliau harus diam untuk menyembunyikan status Emran dan Dina dari Bu Kana.
Perasaan Emran bercampur aduk memikirkan istrinya yang ada di rumah Malang, Istri yang di Sahkan secara agama dan Negara dua bulan yang lalu. Ia membayangkan betapa hancurnya perasaan sang istri yang mengizinkan suaminya untuk melamar gadis lain. Sungguh, ia tak sanggup untuk melihat airmatanya.
Waktu terus berjalan, mengantarkan semua orang yang berada di ballroom hotel sampai di penghujung acara. Semua tamu undangan telah meninggalkan gedung hotel, menyisakan beberapa anggota keluarga inti saja.
"Kita harus bicara! ikutlah denganku!" Ucap Emran dengan suara lirih di telinga Mega.
"Oke, kita bisa bicara diluar. Ada taman disana." Jawab Mega dengan senyum yang merekah karena bahagia.
"Tidak, kita bicara di dalam mobilku saja." Ucap Emran yang kini sudah berdiri dari kursinya.
"Mobil?" Mega bergumam sendiri. Ia mengikuti Emran yang sudah berjalan di depannya.
Keduanya berjalan menuju tempat dimana mobil Emran terparkir. keduanya segera masuk kedalam mobil untuk membicarakan hal penting.
"Ada apa?" Tanya Mega yang masih menampilkan senyum manisnya.
Emran meraih tas kecilnya yang ada di dashboard mobil. Ia membuka resleting tasnya untuk mengeluarkan dua buku berwarna merah dan Hijau.
"Bacalah!" Ucap Emran sembari menyerahkan dua buku yang di pegangnya kepada Mega.
Sejenak Mega terdiam, ia menatap dua buku yang disodorkan oleh Emran, membuat ia mengernyitkan keningnya. Ia pun akhirnya menerima buku itu dan membukanya. Matanya melebar sempurna tatkala ia melihat foto Emran dan wanita cantik bersanding disana.
"Apa ini Emran? apa maksudnya?" Mega terlihat bingung dengan mata yang membulat.
__ADS_1
"Aku sudah meresmikan pernikahanku dengan Kekasihku, dua bulan yang lalu dan di hadiri oleh Papa disana." Ucap Emran dengan tatapan lurus kedepan.
"Semua ini terserah padamu Mega. Kalau kamu ingin melanjutkan hubungan ini, silahkan saja! Tapi kami harus menerima jika kamu menjadi istri kedua. Dan jangan mengharapkan cinta dariku." Lanjut Emran yang kini mengalihkan pandanganya ke tempat Mega.
Mega hanya diam, ia tidak bisa menahan air mata yang terbendung di pelupuk matanya. Ia tidak menyangka jika Emran benar-benar mempunyai seorang istri. Acara pertunangan sudah terlanjur di gelar beberapa saat yang lalu, Ia tidak mungkin untuk mempermalukan dirinya dan keluarganya sendiri.
"Berpikirlah, jangan sampai kamu menyesal! Jika kamu bersedia, besok serahkan semua dokumenmu, aku akan mengurus surat pernikahan kita." Ucap Emran sebelum keluar dari mobil meninggalkan Mega sendirian yang sedang berpikir di dalam sana.
Emran duduk di bangku kayu yang tak jauh dari mobilnya, ia menyulut rokok yang baru saja di keluarkan dari jas hitamnya. Emran menyesap dalam rokok yang telah nyala dan mengepulkan asapnya di udara.
"Kamu sedang apa Bay disana?" Gumam Emran. Ia merogoh ponsel yang ada di saku celananya untuk menghubungi istrinya. Di kirimnya sebuah pesan untuk menanyakan kabar istrinya yang jauh disana.
Sesaat kemudian, Emran kembali memasukkan ponselnya ketika Mega datang menghampirinya dengan mata yang sembab. Ia duduk disamping Emran dengan helaian nafas yang berat.
"Aku menyetujui apa yang kamu inginkan." Ucap Mega dengan tatapan lurus kedepan. Ia terlihat kacau saat ini.
"Biarlah semua ini mengalir seperti air. Aku tidak mungkin mempermalukan diriku dan keluargaku." Lanjut Mega dengan suara seraknya.
Keduanya terdiam dalam pikiran masing-masing, menatap gemerlap bintang yang bertaburan. Angin malam terasa dingin sama seperti dinginnya perasaan Emran kepada Mega.
...💠💠💠💠...
Alunan lagu-lagu yang menenangkan telah terputar di kamar berwarna putih yang berhiaskan gambar-gambar mobil dan robot. Elsa tengah bersandar di dada Ivan. Ia begitu lelah hari ini karena Rafa terus menangis, ia rewel karena tiga hari ini Elsa mulai melatih Rafa untuk di minum asi nya. Balita menggemaskan ini sudah berumur dua tahun.
"Sayang, Rafa udah gak rewel lagi ya sekarang. Dia tidur anteng tuh sama Ayah." Ucap Ivan sembari mengusap rambut hitam milik istrinya. Ya, sudah tiga hari ini Rafa tidur bersama Pak Hamid dan Bu Nurul.
Ivan sudah sembuh dari sakitnya, Ia tidak lagi merasa lemas dan demam. Namun, tulang punggungnya masih terasa sakit. Ia tidak berani mengatakan kepada Elsa, ia menyimpan sendiri rasa sakitnya karena tidak mau mengkhawatirkan istrinya.
__ADS_1
"Sayang, Rafa kan sudah lepas asi. Bagaimana kalau kita merencanakan untuk kahamilan adiknya Rafa." Ucap Ivan.
Elsa mendongakkan kepalanya, ia menatap wajah tampan yang mulai tirus itu, berat badannya mulai berkurang setiap bulannya.
"Mas yakin??" Tanya Elsa yang kini duduk bersilah di hadapannya.
"Mumpung kita masih muda, Sayang. Apa salahnya kita merencanakan untuk anak kedua." Ucap Ivan dengan yakin nya.
"Hmmm, nanti aku pikirkan lagi deh Mas! bagaimana kalau lebih baik sekarang kita bikin aja dulu." Ucap Elsa dengan wajah yang menggoda.
Ivan tersenyum simpul, ia meraih tubuh Elsa kedalam dekapannya. Di kecupnya puncak rambut yang beraroma memabukkan untuk Ivan. Tangannya mulai meraba kulit mulus nan lembut itu, menggelitik dengan sejuta perasaan cinta yang menggelora.
"Mau berapa ronde, Sayang?" Lirih Ivan di telinga Elsa, hembusan nafas terasa di daun telinga Elsa, membuatnya menggeliatkan tubuhnya.
"Terserah Mas, berulang kali pun aku siap." Jawab Elsa dengan suara beratnya.
"Siapkan dirimu! Jangan sampai rawamu kekeringan, Sayang." Ucap Ivan dengan tatapan yang menggoda.
Keduanya pun akhirnya mulai merajut kenikmatan bersama, menggemakan erangan-erangan yang manja, pertanda sebuah permainan yang panas telah berlangsung dalam kamar sederhana ini.
_
_
Selamat membaca kak, semoga suka 😍♥️
_
__ADS_1
_
❤️❤️❤️❤️❤️❤️