PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Monas...


__ADS_3

Hari yang di tunggu Elsa kini telah tiba, semalaman ia tak bisa tidur nyenyak karena membayangkan perjalanannya bersama Ivan nanti. Setelah mendapat Izin dari kedua orangtuanya, Elsa langsung memesan tiket untuk pergi ke Jakarta.


Setelah mendapat informasi dari Ivan tentang maskapai yang akan di pakainya pergi ke Jakarta, Elsa meminta bantuan Hesta untuk mengatur tempat duduknya agar bisa duduk di sebelah Ivan karena Hesta bekerja di bandara Juanda Surabaya.


Tepat pukul Tujuh pagi Elsa berangkat Ke Bandara, ia di antar oleh supir Bu Mala. Selama dalam perjalanan ke Bandara, Senyum manis terus mengembang di wajahnya. Ia membayangkan bagaimana ekspresi Ivan nanti ketika melihatnya duduk di pesawat bersamanya.


"Ivan.... Aku tidak sabar untuk melihatmu nanti." Gumam Elsa dengan suara lirihnya.


Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit, Elsa sudah sampai di lobby Bandara. Ia segera melakukan serangkaian proses untuk bisa masuk ke dalam pesawat.


"Seperti nya Ivan belum check in." Gumam Elsa dengan memutar bola matanya untuk mencari keberadaan Ivan.


***


Jarum jam ada di angka delapan. Petugas Bandara sudah menginformasikan bahwa pesawat tujuan Jakarta akan segera berangkat. Ivan beserta Dosen dan teman lainnya sudah masuk ke dalam pesawat.


Ivan mencari nomor kursi yang sudah terdaftar untuknya. Namun langkahnya terhenti ketika kursinya sudah ada yang menempati. Seorang gadis dengan rambut hitam nan lebat yang di gerai, Ia memakai kacamata bulat berwarna hitam, sebuah masker berwarna hijau menutup wajah bawahnya.


"Permisi Mbak, Maaf ini kursi saya." Ucap Ivan sembari memandang gadis yang sedang menatap keluar jendela pesawat.


Gadis itu mengalihkan pandangannya ke arah Ivan. Ia melepas kaca mata bulatnya. Sebuah tatapan penuh cinta terpancar disana. Gadis itu perlahan membuka maskernya, lalu ia memandang Ivan dengan ekspresi terkejutnya.


"Elsa!" Ucap Ivan ketika melihat gadis pujaan hatinya tengah tersenyum menatapnya.


"Bolehkah aku bertukar tempat duduk denganmu Mas?" Tanya Elsa dengan senyum manisnya.


Ivan memutar bola matanya untuk mencari keberadaan Dosen dan teman-temannya, mereka duduk agak jauh darinya. Ia mengerutkan keningnya sembari berfikir kenapa bisa ia duduk jauh dari teman-temannya.


"Kenapa kamu Jakarta El?" Tanya Ivan ketika sudah duduk di sebelah Elsa. Ia menatap wajah yang terus tersenyum kepadanya.


"Aku ingin ikut bersamamu." Jawab Elsa dengan entengnya.


"Jadi semua ini?" Ivan menyatukan alisnya sambil menatap Elsa.


"Iya, semua ini kak Hesta yang mengatur. Aku memintanya untuk mengatur tempat dudukmu agar berada di sampingku." Ujar Elsa tanpa mengalihkan pandangannya dari kekasih yang satu bulan ini di rindukannya.


...🛫🛫🛫🛫🛫🛫🛫🛫...

__ADS_1


Satu setengah jam Elsa, Ivan beserta yang lain telah sampai di Bandara Soetta. Elsa berjalan di belakang rombongan Ivan karena ia tak ingin mengganggu Ivan ketika bersama teman-temannya.


Elsa naik taksi dan mengikuti mobil yang menjemput rombongan Ivan dan yang lainnya. Elsa akan menginap di Hotel yang sama dengan Ivan. Ia rela menunggu Ivan dengan segala kesibukannya.


"Wah! Jadi seperti padatnya Jakarta?" Gumam Elsa ketika berdiri di Jendela kamar hotel yang ia tempati saat ini.


"Lebih baik aku istirahat dulu." Ucap Elsa sembari melangkahkan kakinya ke arah ranjang dengan sprei dan bed cover berwarna putih tulang.


Elsa meraih ponselnya yang ada di atas nakas, ia menghubungi orangtuanya bahwa ia sudah sampai di Jakarta dan sedang berada di hotel.


Waktu terus berjalan tanpa henti. Sinar berwarna jingga terukir di langit bagian barat, sebuah tanda bahwa sang surya akan pulang ke tempat peraduannya. Elsa mengerjapkan matanya tak kala merasakan ponsel yang bergetar di sisi bantalnya.


"Gila! Ini sudah jam lima sore!" Mata Elsa terbelalak tak kala melihat benda bulat dengan jarum penunjuk waktu yang ada di dinding kamar Hotel.


Elsa meraih ponselnya, ia melihat ada sepuluh panggilan tak terjawab dari Ivan. Ia juga melihat ada lima pesan dari Ivan yang mencari keberadaannya.


Kamu dimana El?


Elsa...


Elsa, angkat telfonku!


Kamu ini sebenarnya kemana Elsa?


Ya, itu lah sederet pesan dari Ivan yang masuk ke ponsel Elsa. Ia tersenyum lalu menekan tanda hijau untuk menghubungi No ponsel Ivan.


"Hallo Elsa. Kamu dimana sekarang?" Tanya Ivan ketika panggilan sudah tersambung.


"Aku baru bangun Van." Ucap Elsa dengan suara seraknya.


"Jadi kamu ke Jakarta hanya ingin pindah tidur El? Kamu hampir sehari tidur dan melewatkan makan siangmu Elsa!" Ucap Ivan dengan nada khawatirnya.


"Cie... cie... Perhatian banget sih pacar aku." Ucap Elsa sambil beranjak dari ranjang.


"Aku mau mandi dulu Van. Nanti malam aku tunggu di lobby ya Van. Kita jalan-jalan keluar ya." Ucap Elsa sembari membuka kopernya.


"Baiklah, Selamat Sore Elsayang." Ucap Ivan sebelum mengakhiri panggilan Elsa.

__ADS_1


"Elsayang? bisa aja sih kamu Van!" Gumam Elsa sembari berjalan menuju kamar mandi.


...💠💠💠💠...


Waktu berlalu begitu saja, tanpa memperdulikan siapapun yang tak ingin berlalu dari hari kemarin. Hari ini adalah hari Minggu, hari terakhir Ivan berada di Jakarta. Setelah kemarin menyelesaikan urusan kampusnya bersama Rektor dan teman-temannya, kini mereka semua di izinkan untuk jalan-jalan sampai sore hari, karena nanti pukul tujuh malam mereka akan kembali ke Surabaya.


Dengan menggenggam tangan satu sama lain, Sepasang sejoli yang sedang kasmaran itu berjalan menuju Monas yang tak jauh dari Hotel tempatnya menginap.


Matahari masih malu-malu untuk muncul ke permukaan, namun mereka berdua sudah semangat berjalan menuju Monas. Di belakang Ivan dan Elsa ada dua teman Ivan yang ikut bersamanya. Dua orang Gadis yang sejak tadi menahan tawanya karena melihat Ivan yang terlihat overprotektif kepada Elsa.


"Ternyata Ivan bucin juga ya ke pacarnya." Bisik gadis berkerudung hitam kepada gadis yang ada disisinya.


"Ya iyalah... sepertinya ceweknya juga bucin tuh! sampai dia rela ngikutin Ivan sampai Jakarta." ucap Gadis berambut sebahu dengan suara lirihnya.


Mereka berempat akhirnya sampai di Monas. Mereka mulai mengabadikan momen yang tidak akan mereka rasakan di Mojokerto. Seperti biasa, Ivan dan Elsa akan berpose dan meminta bantuan dari Gadis berkerudung hitam yang tak lain adalah teman Ivan.



Elsa tersenyum ketika melihat hasil jepretan teman Ivan yang terbilang bagus. Ia nampak cantik dengan senyum manisnya.


"Minta tolong sekali lagi ya..." Ucap Elsa dengan bibir yang tak berhenti mengulas senyum.


"Boleh." Jawab teman Ivan dan sekali lagi mereka berpose.



Setelah puas menghabiskan waktu di Monas, mereka kembali lagi ke Hotel untuk beristirahat, karena di Monas sudah mulai penuh dengan pengunjung lain yang ingin menghabiskan waktu bersama orang terkasih di hari Minggu.


_


_


_


Happy reading kak, semoga suka♥️😍


_

__ADS_1


_


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2