PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Tugas praktek kesenian...


__ADS_3

Tepat satu bulan sudah Ivan bersikap cuek kepada Elsa, entah apa yang ada dalam dalam fikirannya hingga ia tega bersikap cuek sama seperti pertama kali ia mengenal Elsa, hal ini membuat Elsa menjadi sedih karena sekali lagi ia harus mulai membangun kepercayaan Ivan.


"Apa sebenarnya Ivan tidak cinta ya sama aku?" Tanya Elsa pada dirinya sendiri. Sore ini Elsa berada di halaman belakang rumahnya sembari menikmati senja yang sebentar lagi akan tiba. Elsa duduk di ayunan yang ada di dekat kolam ikan Koi.


"Kenapa begitu sulit untuk mencairkan suasana hatimu Van, kemana Ivan yang aku kenal selama hampir empat hari dulu??" Elsa menghela nafasnya kasar ketika mengingat momen saat ia dan Ivan jalan berdua ke daerah Trowulan untuk menikmati liburannya.


Hari ini Bu Kana sedang ke Madiun untuk urusan rumah sakit dan pertemuan bersama Dokter Gigi se jawa timur sedangkan Pak Roni belum pulang dari pabrik nya. Karena terus melamun Elsa tidak sadar jika kakak kesayangan nya sejak tadi bersandar di depan pintu sambil mengamati dirinya yang sedang menatap kolam koi dengan tatapan kosong.


Emran berjalan menuju tempat Elsa berada saat ini, ia masih memakai jaketnya dan ransel yang masih ada di balik punggung nya. Emran baru saja sampai di rumah setelah menempuh perjalanan jauh dari Malang.


"Elsa.... Aku mencintaimu Elsa..." Ucap Emran dengan lirih di dekat telinga Elsa, ia sengaja mengucapkan kalimat itu untuk menggoda adiknya. Emran tau jika saat ini Elsa sedang Resah karena cinta.


Elsa tersentak dari tempanya karena begitu terkejut mendengar suara seorang laki-laki di telinga nya. wajah nya seketika memerah karena kesal ketika melihat Emran yang terkekeh di belakang nya.


"Kak Emran!!!" Teriak Elsa sambil berkacak pinggang. Emran meletakkan ranselnya kemudian ia duduk di ayunan yang ada di samping Elsa.


"Apa sih El?? kamu lagi menunggu kalimat itu kan dari cowok idaman kamu?" Emran menebak apa yang di inginkan oleh Elsa.


"Tau aja sih Kak Emran ini!!" Gumam Elsa dalam hati nya sembari menatap Emran dengan tajam. Ia jadi berfikir, haruskan ia membagi cerita dengan kakak nya ini. Elsa takut jika Emran akan membocorkan ini kepada Bu Kana maupun Pak Roni.


Elsa duduk kembali ke tempat asalnya, ia duduk bersebelahan dengan Emran yang sedang menyilangkan kaki nya. Emran tersenyum sambil menatap wajah Elsa yang terlihat lucu baginya.


"Udah cerita aja, gak usah banyak berfikir." Ucap Emran yang tahu jika Elsa ingin bercerita sesuatu dengan nya.


"Tapi janji ya gak bakal bocor ke siapapun termasuk Papa dan Mama." ucap Elsa sembari mengacungkan jari kelingking nya di hadapan Emran.


"Iya janji..." Jawab Emran sambil meraih kelingking Elsa untuk di tautkan dengan kelingking milik nya.

__ADS_1


"Katakan apa yang membuatmu melamun seperti tadi!!" Ucap Emran dengan wajah yang menatap Elsa dengan tajam. Kemudian Elsa menceritakan apa yang sedang mengganggu pikiran nya. Emran menahan tawa nya ketika mendengar cerita yang di sampaikan oleh Elsa.


"Tunggulah dia sebentar lagi, mungkin dia masih meragukan rasa yang kamu miliki. Tapi percayalah Dia pasti mempunyai rasa cinta yang sama dengan mu bahkan bisa lebih besar darimu El." Tutur Emran sambil melihat Elsa dari samping.


Emran banyak memberikan Elsa pengertian tentang cinta yang di alami oleh seorang remaja seperti diri nya saat ini. Tak lupa Emran juga memberikan semangat kepada Elsa agar ia terus melangkah maju tanpa rasa ragu di hati nya.


"Masuk Yuk kak!! udah mulai gelap ini." Ucap Elsa sembari menatap langit jingga yang perlahan hilang dari ufuk barat.


Keduanya masuk ke dalam rumah untuk menuju kamar masing-masing sambil menunggu waktu makan malam tiba. Elsa merebahkan tubuhnya diatas ranjang sembari menatap ponsel yang ada di genggaman tangan nya.


"Semangat Elsa!!! berusahalah sekali lagi." Ucap Elsa pada diri nya sendiri.


...💠💠💠💠...


Pagi ini kelas Elsa di awali dengan pelajaran kesenian. Bu jujuk menerangkan pelajaran yang sudah sampai di seni musik. Di akhir pelajaran Bu Jujuk memberikan tugas praktek untuk semua siswa yang ada di kelas Elsa.


"Baik bu..." Jawab serentak seluruh siswa yang ada di dalam kelas. Setelah mendengar bel perpindahan jam berbunyi, Bu Jujuk segera keluar dari kelas Elsa.


Elsa menatap Ivan yang masih berpikir dalam diam. Ia menunggu Ivan mengutarakan ide yang akan di lakukan nya untuk praktik minggu depan.


"Van, kita harus memainkan musik apa?" Dengan berani Elsa memberanikan diri bertanya kepada Ivan.


"Aku bisa bermain gitar, tapi aku tidak punya gitarnya." Ucap Ivan sembari menatap Elsa.


"Di rumah ku ada Gitar milik kakakku, kamu bisa memakainya." Ucap Elsa kepada Ivan.


"Apa kakakmu tidak marah jika kita memakainya?" Tanya Ivan.

__ADS_1


"Nanti aku akan menelfon kakak untuk izin Van." Ucap Elsa


"Kamu bisa memainkan musik apa?" Tanya Ivan dengan ekspresi datar.


"He... he...he... Aku tidak bisa bermain musik Van, tapi kalau bernyanyi aku bisa." jawab Elsa dengan wajah dengan senyum yang mengembang di pipinya. Ivan segera beralih memandang ke arah lain ketika melihat Elsa tersenyum manis seperti ini.


"Kalau begitu kapan kita akan mulai latihan?" Tanya Ivan tanpa memandang wajah Elsa


"Bagaimana kalau pulang sekolah nanti?" Elsa menatap Ivan dari samping.


"Oke." Jawab Ivan singkat sambil mencari buku pelajaran matematika.


Elsa beralih ngobrol dengan Farah dan Ratna sembari menunggu guru matematika yang belum datang ke kelasnya. Seperti biasa Elsa akan bercanda dengan Farah dan Ratna dengan hal-hal receh yang membuat mereka tertawa.


Suasana kembali menjadi hening ketika Guru matematika sudah masuk ke dalam kelas untuk memulai pelajaran. Elsa mengeluarkan buku pelajaran nya dan ia mendengarkan dengan seksama tentang pelajaran yang di sampaikan oleh Guru matematika yang sedang menulis rumus segitiga.


_


_


_


Happy reading kak😍 Semoga suka ya♥️


_


_

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2