
Hati yang senang tanpa alasan yang jelas tengah di rasakan oleh Elsa, bibirnya terus menyunggingkan senyum manis selama dalam perjalanan pulang menuju rumah nya. Elsa menatap keluar jendela seraya melihat ruko-ruko yang berjajar rapi di pinggir jalan.
"Ternyata di rumah nya Ivan suasana nya menyenangkan juga ya!! Ibu nya juga sabar dan baik. Aku jadi suka berlama-lama di sana." Gumam Elsa dalam hati sambil tersenyum tanpa henti. Raut wajah kebahagiaan tengah memancar di wajah Elsa.
"Maaf Non, Apa Nona baik-baik saja?" Ucap pak Supir yang sejak tadi mengamati Elsa dari spion depan mobil yang di kendarai nya.
"Memang ada apa Pak? apa saya kelihatan tidak baik-baik saja??" Tanya Elsa yang bingung dengan pertanyaan supir Mama nya.
"Dari tadi saya lihat Non Elsa terus melamun sambil tersenyum. Saya takut Nona kesambet makhluk halus waktu di sekolah tadi." Ucap Pak Supir sambil menatap Elsa dari kaca spion depan.
"Oh itu. Saya baik-baik saja kok Pak, hanya tadi mengingat kejadian lucu saja di kelas." Ucap Elsa yang beralasan. Ia tidak menceritakan bahwa Ia tadi belajar di rumah Ivan karena Ia takut Pak Supir itu akan memberitahu Bu Kana jika Ia pergi bersama teman laki-laki nya.
"Alhamdulillah Non kalau begitu." Ucap Pak Supir yang fokus menatap jalanan di depan nya. Perjalanan terus berlanjut sampai mereka sampai di halaman Luas rumah orangtua Elsa.
Elsa turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah nya dengan wajah yang berbinar. Aura-aura Cinta tengah terpancar dari wajah Elsa. Ia menaiki tangga rumah nya dengan langkah yang sedikit cepat karena ingin segera membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuk milik nya. Elsa menghentikan langkahnya ketika akan membuka pintu kamar karena terdengar suara wanita parubaya yang sangat familiar di indera pendengaran nya.
"Elsa!!" Ucap Bu Kana ketika baru saja keluar dari kamarnya. Beliau berjalan ke depan kamar Elsa.
"Kenapa jam segini baru pulang?" Ucap Bu Kana sambil melihat jam tangan yang melingkar di tangan nya.
"Sejak kapan Mama pulang?" Tanya Elsa tanpa menjawab pertanyaan Sang Mama.
"Sebelum Ashar. Sekarang jawab pertanyaan Mama, kenapa kamu pulang sore seperti ini?" Ucap Bu Kana seraya menatap Elsa dengan tajam. Elsa membalikkan tubuhnya dengan sempurna menghadap Bu Kana yang bersekedap.
__ADS_1
"Elsa tadi belajar membaca Al-Quran Ma di rumah teman sebangku Elsa, ibu nya yang mengajari Elsa tadi." jawab Elsa dengan Jujur namun ia tak mengatakan jika teman nya itu laki-laki.
"Kenapa kamu gak bilang sama Mama?? Mama bisa mencarikan guru privat terbaik untuk mengajari kamu membaca Al-Quran tanpa harus kamu yang datang ke rumah nya." Ucap Bu Kana sambil menatap Elsa.
"Elsa gak suka sama guru yang mama datangkan kesini. Mereka semua jahat-jahat, Elsa takut." Jawab Elsa dengan bibir mengerucut setelah nya.
"Elsa Suka belajar di rumah teman nya Elsa Ma, pokoknya Mama harus ngizinin Elsa kali ini!!" Ucap Elsa lagi dengan sedikit memaksa.
"Terserah kamu!!" Ucap Bu Kana sebelum meninggalkan Elsa yang berdiri di depan pintu kamar nya.
"Mama gak boleh tahu kalau aku belajar di rumah nya Ivan, bisa-bisa aku di kurung sama Mama!!" Gumam Elsa dalam hati seraya membuka pintu kamar nya.
Elsa membaringkan tubuhnya di atas ranjang tanpa mengganti seragam nya dan Ia pun tidur terlentang sambil menatap langit-langit kamar nya. Lagi-lagi Elsa tersenyum sendiri ketika mengingat saat di bonceng oleh Ivan.
"Seru juga ya naik motor sama Ivan." Ucap Elsa pelan sembari menutup muka dengan kedua telapak tangannya. Setelah lama berkelana dalam pikiran nya sendiri akhirnya Elsa tertidur pulas tanpa melepas seragam nya.
"Van, teman kamu tadi rumah nya dimana?" Tanya Bu Nurul tanpa menatap Ivan yang sibuk dengan kegiatan nya.
"Di perumahan xxx Bund." Jawab Ivan dengan jujur.
"Itu kan perumahan elit yang ada di kota ini Van. Apa dia anak orang kaya?" Tanya Bu Nurul yang kali ini menatap punggung Ivan dengan tatapan ke khawatiran.
"Ivan tidak tahu Bund. Kenapa Bunda bertanya seperti itu?" tanya Ivan karena penasaran dengan maksud sang Bunda.
__ADS_1
"Bunda jadi takut Van kalau dia anak orang kaya, apa orangtua nya tahu kalau Elsa belajar ngaji sama Bunda??" Tanya Bu Nurul kepada Ivan yang sudah selesai membersihkan kandang ayam milik Ayah nya.
"Besok Bunda bisa tanya langsung sama Elsa. Dan Bunda juga tidak usah takut dengan sesuatu yang belum jelas kebenaran nya." Ucap Ivan yang sedang duduk selonjoran di bangku yang ada di bawah pohon mangga.
"Nak, jaga diri kamu ya, jangan pacaran dulu karena kamu harus fokus belajar dan belajar!!" Ucap Bu Nurul yang ikut duduk di sebelah Ivan.
"Bunda kenapa sih, Ivan itu gk ngapain-ngapain sama Elsa. Kita hanya teman satu bangku di kelas." Jawab Ivan sembari menatap ayam-ayam yang sedang makan di dekat kandang.
"Ivan ke lapangan dulu Bund!!" Pamit Ivan kepada Bu Nurul yang masih termanggu di tempat nya. Setiap sore Ivan akan pergi ke lapangan yang ada di desa nya untuk bermain sepak bola bersama teman-temannya.
Setelah kepergian Ivan Bu Nurul masih diam memikirkan tentang Elsa tanpa membersihkan tangan nya yang masih kotor. Beliau tahu Elsa mempunyai perasaan lebih dengan Ivan karena tadi Bu Nurul tidak sengaja melihat Elsa menatap Ivan dengan tatapan yang lain.
"Bagaimana kalau Mereka berdua jatuh cinta karena setiap hari terus bersama, Aku takut Ivan di tolak oleh orangtua Elsa." Gumam Bu Nurul.
"Astagfirulloh!!! Apa sih yang aku pikirkan!! Kenapa bisa aku berpikir sejauh ini padahal aku juga belum kenal bagaimana Elsa yang sebenarnya!! Lebih baik aku mandi karena sebentar lagi Ayah nya Ivan pulang dari pabrik." Bu Nurul bermonolog pada diri nya sendiri. Beliau segera membersihkan tangan nya di kran air yang ada di dekat kandang ayam lalu segera masuk ke dalam rumahnya.
_
_
Happy Reading kak semoga suka ya😍😍😍
_
__ADS_1
_
❤️❤️❤️❤️