
Satu minggu kemudian ...
Dinginnya angin malam telah merasuk kedalam jiwa yang tengah berkelana jauh. Kepulan asap rokok mengudara di balkon kamar Pak Roni. Tatapannya lurus kedepan, memikirkan suatu hal yang dilihatnya tadi pagi di rumah besannya. Pak Roni mengusap wajahnya kasar ketika mengingat bagaimana kondisi Ivan saat ini. Beliau baru saja mengetahui jika menantunya tidak baik-baik saja.
"Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Pak Roni pada dirinya sendiri. Beliau mengingat apa yang dikatakan Ivan tadi pagi.
"Pa, tolong sampaikan kepada Mama permohonan maaf Ivan. Kami berdua belum bisa berkunjung ke rumah Papa untuk meminta maaf langsung kepada Mama." Ya, itulah kalimat yang tadi di ucapkan Ivan kepada Pak Roni.
Suara pintu yang tertutup keras membuat lamunan Pak Roni buyar seketika, Beliau mengalihkan pandangannya ke dalam kamar. Dilihatnya Bu Kana terisak di atas ranjang.
Rasa penasaran melanda diri Pak Roni, karena tidak biasanya Bu Kana menitikkan air matanya. Pak Roni berjalan menuju tempat Bu Kana berada setelah membuang putung rokoknya.
"Ada apa Ma?" Tanya Pak Roni ketika sudah berada di tempat yang sama dengan Bu Kana.
Bu Kana menghapus air matanya, beliau menatap wajah sang suami yang di penuhi banyak kerutan disana.
"Emran Pa, Emran!" Ucap Bu Kana.
"Ada apa dengan Emran?" Tanya Pak Roni yang mengernyitkan keningnya.
Bu Kana pun akhirnya menceritakan apa yang baru saja di dengarnya dari Mega. Mulai dari hubungan Emran dengan Mega sampai dengan hubungan Emran dengan Dina. Putus asa, ya itulah yang dirasakan Mega saat ini. Ia sudah tidak bisa menemukan jalan untuk membuka hati Emran yang sudah terkunci untuk wanita yang tengah mengandung buah hatinya.
"Mama tidak menyangka Emran tega melakukan ini sama kita Pa. Apa yang di pikirkan Pa, hingga dia berani mempunyai dua istri dan mengabaikan Mega begitu saja." Bu Kana terisak dalam tangisnya.
"Bukan kita Ma, lebih tepatnya hanya Mama saja, karena Papa sudah mengetahui semua ini sejak dulu, bahkan Papa menghadiri pernikahan Emran dengan kekasihnya yang ada di Malang. Pernikahan itu sudah terjadi sebelum Emran menikahi Mega." Jawab Pak Roni yang kini berdiri dari ranjang empuknya.
__ADS_1
Bu Kana tertegun di tempatnya, beliau tidak menyangka bahwa suaminya pun ikut dalam kerumitan yang terjadi saat ini.
"Kenapa kalian tega melakukan ini kepada Mama? Elsa, Emran dan Papa sama saja!" Ucap Bu Kana dalam tangisnya. Beliau merasa di asingkan dalam keluarganya sendiri.
Pak Roni mendaratkan tubuhnya di atas sofa berwarna merah marun yang tak jauh dari ranjangnya. Beliau menyilangkan kaki kanannya di atas kaki kiri, tangannya pun bersekedap.
"Semua ini bukan salah kami. Mama sendiri yang terlalu egois dan lebih mengikuti apa yang di sarankan oleh Mbak Mala." Ucap Pak Roni yang membuat Bu Kana melebarkan netranya.
"Lihatlah! apa yang Mama dapatkan dari semua saran Mbak Mala. Mama kehilangan cinta dari kedua anak Mama. Papa yakin sekali jika sebenarnya Mama sangat tersiksa dengan keadaan yang sudah terjadi." Ucap Pak Roni.
"Elsa dan Emran, mereka berdua sudah bahagia dengan pilihan masing-masing. Asal Mama tahu, istri Emran dan Elsa saat ini sedang hamil, mungkin usia kandungan mereka hampir sama." Ucap Pak Roni yang membuat Bu Kana semakin terisak di tempatnya.
Apa yang di katakan Pak Roni memanglah benar, Bu Kana tersiksa dalam kerinduan yang dikuasi oleh egonya sendiri. Kerap kali beliau merasakan rindu kepada Elsa dan Rafa. Namun beliau mengikisnya hanya karena sebuah ego yang di pupuk oleh Bu Mala.
Bu Kana merebahkan tubuhnya di atas ranjang, beliau menangis tergugu dengan wajah yang terbenam di atas bantal. Sebuah perasaan yang lama di pendamnya kini menguap sudah bercampur dengan sebuah penyesalan.
"Ma ... ada hal yang ingin Papa bicarakan." Lirih Pak Roni.
Bu Kana menghentikan tangisnya. Beliau pun duduk di samping Pak Roni untuk menunggu apa yang akan disampaikan oleh suaminya itu, karena dilihat dari ekspresi Pak Roni, sepertinya ada hal yang sangat penting.
"Ivan sakit keras, Ma. Tapi Papa tidak tau dia sakit apa. Elsa tidak mau jujur kepada Papa." Ucap Pak Roni penuh sesal.
"Apa? Sakit keras?" Bu Kana terkesiap. Lagi dan lagi beliau harus mendengar kabar tak menyenangkan hari ini.
Pak Roni pun menceritakan semua hal yang sudah terjadi dengan Elsa dan Ivan. Mata Pak Roni pun ikut berembun ketika menceritakan apa yang tadi dilihat dengan matanya sendiri bagaimana kondisi Ivan, meski ia sudah terlihat lebih baik dari beberapa bulan yang lalu.
__ADS_1
"Papa tidak bisa membayangkan, bagaimana mereka melalui semua hal yang terjadi beberapa bulan yang lalu. Papa tidak sanggup membayangkan bagiamana kondisi Ivan sebelum hari ini Ma. Hari ini saja Papa melihat tubuh gagahnya dulu menjadi kurus tak bertenaga." Ucap Pak Roni yang tertunduk.
Bayangan masalalu yang pernah dilakukan Bu Kana kepada Ivan kini tengah menari-nari dalam pandangannya. Rasa bersalah kian menggerogoti hatinya ketika mengingat apa yang di ucapkannya ketika Ivan datang ke pesta pernikahan Emran.
"Ma ..." Pak Roni menepuk pelan paha Bu Kana, hal itu berhasil membuyarkan lamunan Bu Kana.
"Apa Mama bersedia datang menjenguk Ivan, maafkanlah semua kesalahan dia Ma. Inilah saatnya Mama memperbaiki semua kesalahan yang pernah terjadi." Tutur Pak Roni yang membuat Bu Kana terdiam dalam lamunannya.
Satu persatu kesalahan yang dilakukan Bu Kana dimasa lalu terlintas dalam pandangannya. Beliau juga membayangkan bagiamana Elsa menjalani hari-harinya selama Ivan sakit, apalagi setelah mendengar kabar bahwa Elsa tengah mengandung anak keduanya. Sungguh malam ini Bu Kana baru menyadari jika dirinya sudah menjadi ibu yang jahat kepada dua anaknya.
"Iya Pa, besok pagi Mama mau pergi ke rumah Ivan. Mama ikut Pa." Ucap Bu Kana dalam tangisnya.
"Maafin Mama pa, maaf selama ini Mama sudah banyak melakukan kesalahan. Maaf Pa." Bu Kana menundukkan kepalannya di hadapan Pak Roni.
Pak Roni meraih tubuh istrinya kedalam dekapannya. Beliau pun tidak tega melihat kerapuhan Bu Kana saat ini. Pak Roni menyunggingkan sudut bibirnya, karena berhasil melunakkan hati keras istrinya.
_
_
Selamat membaca kak, semoga suka 😍 ♥️
Kurang beberapa bab lagi karya ini akan tamat. Hayoo kalian ingin Happy ending atau sad ending nih guys?
_
__ADS_1
_
❤️❤️❤️❤️