
Satu minggu setelah pengumuman kelulusan akhirnya acara wisuda untuk siswa kelas dua belas hari ini akan di laksanakan. Satu persatu para siswa datang menempati tempat duduk yang sudah di atur saat gladi bersih kemarin sore.
Elsa berjalan bersama Bu Kana memasuki aula tempat berlangsungnya wisuda pagi ini. Elsa terlihat cantik dengan kebaya berwarna merah muda yang di padukan dengan span jarik dengan belahan di bawah lututnya.
Pandangan Ivan tak lepas dari gadis yang baru saja duduk di kursinya. Ia tersenyum tipis tak kala gadis itu tersenyum ke arahnya.
"Cantik." Satu kata keluar dari bibirnya dengan suara yang sangat lirih.
Tiga puluh menit kemudian semua wisudawan dan wisudawati telah hadir bersama orangtuanya. Acara pun di mulai oleh sang pemandu acara. Rangkaian acara yang sudah di susun satu persatu telah di laksanakan.
Setelah semua siswa telah selesai di wisuda, kini saatnya menikmati hiburan yang di tampilkan oleh siswa kelas sepuluh dan sebelas.
"Baiklah para hadirin, selanjutnya kita akan menyaksikan persembahan terakhir dari siswa kelas dua belas yang di wakili oleh dua siswa yang mempunyai suara yang sangat merdu. Beri sambutan yang meriah untuk ananda Ivan Ardiansyah dan Elsara Anjani...." Ucap MC yang bertugas ketika di akhir acara.
Suara riuh tepuk tangan dari seluruh siswa dan undangan yang hadir menggema di dalam aula tak kala melihat Ivan dan Elsa berjalan beriringan menuju panggung megah yang ada di depan.
"Kenapa Elsa tidak bilang kepadaku jika akan tampil bersama laki-laki itu??" Gumam Bu Kana sembari menatap Elsa dan Ivan yang sudah di atas panggung.
Ivan dan Elsa duduk di kursi yang di sediakan oleh panitia acara di atas panggung, mereka berdua saling tatap dengan menerbitkan senyum manis dari bibir masing-masing. Tidak ada rasa takut dari diri Elsa walau ia tahu Bu Kana pasti akan memarahi nya setelah ini.
Alunan musik mulai terdengar ketika band pengiring sudah memainkan alat musik masing-masing. Lagu indah cintaku dari Nicky tirta ft. Vanessa angel siap di lantunkan oleh keduanya.
🎵Ku ingin kau tahu, ku ingin kau selalu....
Dekat denganmu setiap hariku....
Sudahkah kau yakin untuk mencintaiku....
Ku ingin hanya satu 'tuk selamanya....
Ku tak melihat dari sisi sempurnamu....
Tak perduli kelemahanmu....
Yang ada aku jatuh cinta karena hatimu....
Cintaku tak pernah memandang siapa kamu....
Tak pernah menginginkan kamu lebih....
Dari apa adanya dirimu selalu....
Cintaku terasa sempurna karena hatimu....
__ADS_1
Selalu menerima kekuranganku....
Sungguh indah cintaku....
Suara tepuk tangan dari hadirin yang kagum dengan penampilan dua sejoli yang terlihat serasi itu terdengar di aula tempat wisuda. Bu Nurul tersenyum bahagia setelah menyaksikan penampilan putranya.
"Semoga kalian berdua bernasib baik di masa depan." Batin Bu Nurul sembari melirik Bu Kana yang duduk tak jauh dari tempatnya. Terlihat sekali jika Bu Kana sedang menahan sesuatu yang ingin meledak dari dalam dirinya.
Setelah selesai mempersembahkan penampilan terbaiknya, mereka berdua turun dari panggung sembari bergandeng tangan.
"Van, foto dulu yuk!" Pinta Elsa ketika berada di belakang panggung. Ivan pun menghentikan langkahnya, lalu ia memasang wajah tampan nya sembari menatap kamera HP yang di pegang Elsa saat ini.
Lima pose cukup untuk mengabadikan momen berharga ini.
"Kalau pakai pakaian seperti ini, kita seperti pengantin ya El." Kelakar Ivan sembari menatap Elsa yang tersenyum ke arahnya.
"Bagaimana kalau setelah dari sini kita pergi ke KUA?" Elsa membalas candaan Ivan.
"Boleh saja, asal kamu tidak takut dengan Bu Kana." Ucap Ivan dengan diiringi gelak tawa setelahnya.
Raut kebahagiaan seketika hilang dari wajah cantik Elsa tak kala teringat bahwa sang Mama ikut menyaksikan penampilannya tadi. Ia menghela nafasnya sembari membayangkan apa yang akan terjadi nanti di rumahnya.
"Kenapa El?" Tanya Ivan ketika melihat perubahan wajah Elsa.
"Ayo kita kembali ke kursi kita, sebentar lagi pembacaan doa akan di mulai." Ucap Elsa sembari menatap wajah tampan kekasihnya itu.
...💠💠💠💠...
Gemerlap bintang menghiasi langit gelap yang terbentang luas. Elsa duduk di teras rumahnya sembari menengadahkan kepalanya. Matanya terpejam, mengingat semua ucapan Sang Mama ketika pulang dari acara wisuda tadi siang.
"Mama sudah memutuskan dimana kamu akan tinggal ketika kuliah nanti."
"Kali ini jangan membantah apa yang Mama perintahkan."
"Kamu bebas memilih kampus yang ada di Surabaya."
"Tapi kamu tidak boleh ngekos ataupun pulang pergi Surabaya-Mojokerto."
"Kamu akan tinggal di rumah Bude Mala. Mama sudah bicara dengan Bude Mala untuk menitipkan kamu disana sampai kamu lulus kuliah."
Elsa memijat pangkal hidungnya tak kala teringat kalimat terakhir yang di ucapkan oleh sang Mama. Membayangkan tinggal sehari bersama kakak tertua Bu Kana saja sudah membuatnya merinding, apalagi ia harus tinggal selama empat tahun ke depan bersama Wanita paruh baya yang berkacamata bulat itu.
"Sepertinya Mama benar-benar menjauhkan aku dari Ivan." Gumamnya sembari menatap lurus ke depan.
__ADS_1
"Bisa menderita batin aku kalau tinggal bersama Bude Mala." Imbuh Elsa.
Komalasari, Ya itu lah nama Kakak tertua Bu Kana. Orang nya tegas dan sangat cerewet. Beliau tidak segan untuk menghukum siapa saja yang melanggar aturan di dalam rumahnya. Anak-anak nya banyak yang mengeluh dengan sikap Bu Mala sendiri yang matre nya melebihi Bu Kana.
Elsa terlihat frustasi dengan keputusan sang Mama yang tidak bisa di ubah lagi. Bu Kana tetap pada pendirian nya untuk mengirim Elsa ke Surabaya tanpa berunding terlebih dahulu dengan Pak Roni.
"Bagaimana caranya aku bertemu dengan Ivan setelah ini?" Tanya Elsa pada dirinya sendiri.
Elsa beranjak dari tempat duduknya tak kala sebuah ide melintas di kepalanya. Ia berjalan masuk untuk menemui Bu Kana yang sedang bersantai di ruang keluarga seorang diri karena Pak Roni belum pulang dari pabriknya.
"Ma, Elsa mau bicara." Ucap Elsa setelah duduk di sofa yang ada di samping Bu Kana.
"Mama tidak akan merubah keputusan Mama El, jadi tidak ada lagi yang harus di bicarakan." Ucap Bu Kana tanpa menatap Elsa. Beliau fokus pada majalah fashion terbaru yang terbit bulan ini.
"Elsa akan tidak akan membahas masalah itu. Elsa ingin mengajukan sebuah permintaan." Ucap Elsa tanpa mengalihkan pandangannya dari Bu Kana.
"Katakan!" Bu Kana menutup Majalahnya dan beralih menatap Elsa.
"Sebelum Elsa pindah ke rumah Bude Mala, Elsa ingin sebuah kebebasan disini." Ucap Elsa dengan sejuta keberanian yang sudah di kumpulkannya.
"Kebebasan? Apa artinya kamu ingin berbuat sesukamu El?" Tanya Bu Kana dengan tatapan tajamnya.
"Elsa ingin menghabiskan sisa waktu disini bersama teman-teman sekolah Elsa Ma." Ujar Elsa.
"Termasuk bersama laki-laki yang bernama Ivan itu?" Tanya Bu Kana yang semakin menajamkan pandangannya ke tempat Elsa.
Diam, Itu lah yang di lakukan Elsa saat ini. Ia tak dapat lagi menjawab Bu Kana yang tiba-tiba menyebut nama Ivan dalam pertanyaannya.
_
_
_
Happy Reading kak, semoga suka😍♥️
_
_
_
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1