
Warna jingga terlukis indah di langit barat untuk menemani sang surya pulang ke peraduannya. Kicauan burung yang akan pulang ke sarangnya, menemani Pak Hamid dan Bu Nurul yang sedang bersantai di teras rumahnya.
Sepasang suami istri itu tengah menikmati teh hangat dan pisang goreng yang tersaji di atas meja yang ada di teras.
"Yah, Ivan kemana ya kok belum pulang?" Tanya Bu Nurul yang sejak tadi cemas memikirkan putranya.
"Entahlah Bund, Ayah juga tidak tau." Ucap pak Hamid dengan santainya.
Bu Nurul mengalihkan pandangannya tatkala sebuah mobil putih berhenti di halaman rumahnya. Seorang wanita dengan rambut di atas bahu keluar dari mobil di ikuti pria muda di belakangnya.
"Assalamualaikum..." Ucap Emran dan Bu Kana bebarengan.
"Waalaikumsalam..." Jawab Pak Hamid dan Bu Kana.
"Maaf sebelumnya, saya kesini ingin mencari putri saya yang kabur dari rumah." Ucap Bu Kana yang langsung pada intinya.
"Elsa tidak ada disini Bu." Ucap Bu Nurul dengan suara kalemnya.
"Silahkan masuk Bu, Nak..." Ucap Pak Hamid yang berdiri untuk mempersilahkan Bu Kana dan Emran masuk ke rumahnya.
Bu Kana mengikuti langkah sepasang suami istri di hadapannya. Beliau duduk di ruang tamu yang luasnya hanya seperempat ruang tamunya itu.
"Dimana anda menyembunyikan anak saya?!" Tanya Bu Kana lagi dengan tatapan tajamnya.
"Kami tidak menyembunyikan Elsa, Bu. Bahkan anak kami pun belum pulang seharian ini." Ucap Bu Nurul.
"Pasti anak Ibu yang membawa Elsa pergi! Apa Ibu tidak pernah menasehati putra ibu?" Bu Kana mulai terpancing Emosinya.
Emran menepuk paha Bu Kana untuk memberi sebuah isyarat agar tidak marah-marah lagi di rumah Bu Nurul.
"Saya tidak tau Bu apa yang di lakukan Ivan saat ini. Saya juga tidak tau kalau Elsa kabur dari rumah." Ucap Bu Nurul yang masih tenang untuk menghadapi Bu Kana yang mulai terpancing emosinya.
Keheningan terasa di ruang tamu milik Bu Nurul, semua terdiam dalam pikiran masing-masing sampai mereka semua mendengar suara motor berhenti di depan rumah Bu Nurul.
"Assalamualaikum..." Ucap Ivan dan Elsa ketika masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Elsa mengeratkan tangannya di lengan bergelombang Ivan tatkala melihat wajah menyeramkan Bu Kana.
"Elsa tidak mau pulang! Kakak tolong bawa Mama pergi dari sini!" Ucap Elsa sembari menatap Emran.
"Tidak bisa! kamu harus pulang!" Ucap Bu Kana.
"Aku gak mau ma, sudah cukup aku mengikuti keinginan Mama! Lihatlah Ma, seperti apa pilihan Mama? pantaskah Dimas menjadi suami Elsa?" Tanpa sadar Elsa mengeluarkan semua isi hatinya di hadapan orangtua Ivan.
Bu Kana semakin geram setelah mendengar Elsa mengeluarkan nada tinggi nya di hadapan Bu Nurul dan Pak Hamid. Harga dirinya yang tinggi seakan runtuh di hadapan semua orang yang ada di ruang tamu.
"Cukup Elsa cukup!! Pulang!" Bu Kana melebarkan matanya kepada Elsa dengan jari yang menunjuk ke arah pintu.
"Sudah, sudah.... saat ini sudah masuk waktu magrib, tolong jangan bertengkar." Ucap Bu Nurul untuk melerai ibu dan anak yang sedang berseteru.
"Sudahlah Bu, biarkan saja mereka berdua menikah. Apa Ibu tidak kasihan melihat Elsa seperti ini. Biarkan saja dia memilih jalan hidupnya sendiri karena kebahagiaan tidak bisa di ukur hanya dari materi bu." Ucap Bu Nurul sembari menatap wajah Bu Kana.
"Saya juga sebenarnya tidak setuju jika Ivan terus mengejar Elsa, tapi saya tidak tega melihat mereka berdua jika harus berpisah. Saya tidak mau anak saya hancur hanya karena sebuah perasaan cinta." Lanjut Bu Nurul yang tak mengalihkan pandangannya dari wajah memerah Bu Kana.
"Kita sama-sama seorang Ibu. Bukankah membahagiakan jika melihat anak-anak kita bahagia dengan pilihannya sendiri, bu?" Tanya Bu Nurul.
Suasana di dalam ruang tamu terasa hening kembali. Ivan dan Elsa masih berdiri di tempatnya menunggu Bu Kana yang sedang fokus dalam pikirannya. Dan beberapa saat kemudian Bu Kana menatap Elsa dan Ivan bergantian.
"Baiklah, saya akan mengizinkan kalian menikah." Ucap Bu Kana yang membuat semua orang terkesiap.
Elsa dan Ivan saling pandang dengan senyum manis yang terbit dari bibir masing-masing. Mereka berdua seakan mendapat angin segar yang sudah lama mereka inginkan.
"Tapi dengan dua syarat!" Lanjut Bu Kana.
"Saya akan memenuhi syarat dari Ibu." Jawab Ivan dengan tegasnya.
"Syarat pertama. Saya tidak ingin melaksanakan resepsi mewah untuk kalian, cukup akad nikah sederhana yang di hadiri keluarga saja dan untuk syarat kedua, Setelah kalian menikah, kalian harus pulang ke rumah saya." Ucap Bu Kana dengan mata yang terus menatap ke tempat Ivan berdiri saat ini.
Sejenak Ivan memikirkan syarat dari Bu Kana, ia menatap kedua orangtuanya yang memberikan sebuah isyarat bahwa mereka berdua setuju dengan apa yang di inginkan oleh Bu Kana.
"Baik Bu, saya akan memenuhi syarat dari Ibu." Jawab Ivan dengan yakinnya.
__ADS_1
"Van..." Elsa menatap wajah Ivan, ia belum yakin dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh Ivan.
"Ikutlah pulang bersama Mama mu! Besok aku akan kesana untuk menemui Pak Roni, aku akan melamarmu." Ucap Ivan dengan tatapan penuh cinta nya kepada Elsa.
"Gila!! kisah cinta mereka ternyata serumit ini!" Gumam Emran dalam hatinya.
...💠💠💠💠...
Hari yang di janjikan Ivan telah tiba, sekitar pukul tujuh malam Ivan bersama kedua orangtunya telah sampai di kediaman Pak Roni. Semua anggota keluarga Pak Roni berkumpul di ruang tamu untuk menyambut kedatangan Ivan.
Ivan datang dengan membawa sebuah cincin emas untuk Elsa. Dengan semangat yang menggebu ia menyatakan perasaan dan keinginannya untuk menikahi Elsa di hadapan Pak Roni.
Pak Hamid tidak menyangka jika Ivan akan berani menyatakan semua ini sendiri, beliau salut dengan keberanian dan keseriusan Ivan saat ini.
"Saya menerima lamaran kamu, Nak. Menikahlah dengan Elsa. Kalian ingin melaksanakan akad nikah kapan?" Tanya Pak Roni dengan raut wajah bahagianya, tentu saja hal itu berbeda dengan Bu Kana yang memasang wajah datar tanpa senyum disana.
"Saya ingin bulan depan Pak, tepat di hari ulang tahun Elsa." Ucap Ivan sembari menatap wajah berseri di hadapannya.
"Baiklah, kalau memang kalian ingin cepat meresmikan hubungan kalian. Segeralah mengurus surat-surat pernikahan kalian." Ucap Pak Roni dengan senyum tipisnya. Beliau bahagia bisa melihat putrinya tersenyum lagi setelah kemarin terjadi hal besar dalam keluarganya.
Semua yang terjadi malam ini berhasil membuat Elsa dan Ivan tersenyum bahagia. Pernikahan yang mereka impikan selama ini sudah berada di depan mata walau pernikahan tanpa adanya resepsi mewah seperti yang pernah di impikan oleh Elsa. Ia tidak memperdulikan semua itu karena restu dari Bu Kana sudah cukup membuatnya bahagia.
_
_
_
Selamat membaca kak, semoga suka♥️😍
_
_
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1