
Matahari terus bergerak ke arah barat, Waktu Ashar telah tiba, terdengar suara adzan menggema di musholah yang ada di komplek tempat tinggal Elsa.
Mereka berdua segera menyelesaikan tugas kerajinan dari Bu Jujuk.
"El aku pulang dulu ya..." Ucap Ivan setelah menyelesaikan kerajinan nya.
"Loh kenapa buru-buru?" Tanya Elsa tanpa sadar.
"Maksudnya?" Tanya Ivan dengan raut wajah yang terlihat bingung.
"Ah itu... emmm gak ada maksud Van." Elsa terlihat kikuk untuk menjawab pertanyaan Ivan.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Ivan segera keluar dari rumah Elsa setelah berpamitan kepada Mak Tina, Ia sempat mencari orangtua Elsa namun tidak ada yang di rumah jadi ia berpamitan kepada Mak Tina sebagai wujud tata krama yang di ajarkan oleh kedua orangtua Ivan.
......💠💠💠💠💠......
Keesokan hari nya baik Elsa maupun Ivan kembali lagi ke aktivitas seperti biasanya. Pagi ini di jam pertama ada jadwal pelajaran agama, terlihat guru laki-laki masuk ke dalam kelas Elsa.
Setelah salam dan berdoa Guru agama yang bernama Pak Munif memulai pelajaran pertamanya.
Semua siswa tidak ada yang berani untuk bersuara karena takut dengan Pak Munif yang berwajah garang dan pelajaran Agama kali ini membahas tentang hukum tajwid.
"Setelah ini Saya ingin mendengarkan kalian membaca potongan ayat alqur-an beserta tajwid yang benar." Ucap Pak Munif sambil menatap satu persatu siswa nya.
"Duh mati aku!! Bacaan al-quran ku amburadul lagi. Tajwid juga gak paham sama sekali. Aku harus cari alasan agar tidak mengikuti pelajaran ini." Gumam Elsa dalam hati dengan wajah yang terlihat panik karena takut di tertawakan teman satu kelasnya.
"Kamu kenapa El?" Tanya Ivan yang tidak sengaja menolehkan kepala nya ke samping.
"A-aku hanya Pusing Van!! iya Aku pusing!!" Ucap Elsa dengan terbata karena belum sempat menemukan alasan yang tepat untuk dirinya kabur dari kelas.
"Perasaan tadi kamu sehat-sehat aja!!" ucap Ivan menyelidik.
"Jangan berisik Van, kepalaku makin pusing!!" Ucap Elsa dengan lirih karena takut terdengar pak Munif.
__ADS_1
Melihat Elsa yang sudah mulai kesal dengan nya membuat Ivan diam dan mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
Beberapa menit kemudian satu persatu siswa di panggil acak oleh Pak Munif untuk maju ke depan. Nama Ivan di panggil pertama kali oleh Pak Munif. Ivan maju ke depan dengan langkah tegap dan tenang.
Semua mendengarkan suara Ivan yang sedang melantunkan satu ayat Al-quran dengan fasih dan benar. Sekali lagi Elsa kagum melihat Ivan yang tergolong berbakat dalam pelajaran apapun yang ada di sekolahnya.
Lamunan Elsa hilang seketika ketika Ivan sudah selesai dan berjalan kembali ke bangku nya. Elsa menjadi panik lagi karena belum juga menemukan ide untuk keluar dari kelas. Tubuh Elsa semakin tegang tak kala mendengar suara Pak Munif yang memanggil nama nya.
"Elsara Anjani..." Suara Pak Munif terdengar nyaring di indera pendengaran Elsa, dengan ragu dan takut Elsa bangkit dari tempat duduk nya dan tanpa Elsa duga sekilas ide konyol muncul di kepala nya.
Bugh.... tiba-tiba tubuh Elsa jatuh pingsan tepat di samping bangku Ratna, salah satu teman yang duduk di depan bangku Elsa dan Ivan.
"Elsa!!" Ivan langsung bangkit dari kursi nya karena begitu terkejut melihat Elsa yang tiba-tiba jatuh di hadapan nya.
Ivan terlihat panik melihat Elsa pingsan untuk yang kedua kalinya, ia mencoba membangunkan Elsa dengan menepuk pipi Elsa berkali-kali.
"Elsa... Elsa... Elsa!!!" Ucap Ivan yang berjongkok di samping Elsa. Pak Munif dan Semua siswa yang berada di kelas berkerumun untuk melihat Elsa yang tergelatak di lantai.
"Tidak usah Pak, Saya bisa membawa nya sendiri biar bapak dan teman-teman melanjutkan pelajaran." Ucap Ivan dengan menatap Pak Munif yang sedang berdiri di samping nya.
"Baik lah kalau begitu segera bawa dia ke UKS untuk segera mendapat pertolongan pertama." Ucap Pak Munif.
"Ayo anak-anak kembali ke tempat duduk kalian, kita lanjutkan pelajaran nya." Ucap Pak Munif setelah kepergian Ivan yang membopong tubuh Elsa.
Dengan langkah cepat Ia membawa tubuh Elsa ke ruang UKS, sudah dua kali ia mengangkat tubuh Elsa seperti ini. Sudah dua kali juga ia menjadi panik karena melihat Elsa yang tak sadarkan diri.
Ivan membaringkan tubuh Elsa di atas brankar yang ada di ruang UKS dengan pelan. Ia melepaskan sepatu dan kaos kaki Elsa agar menjadi lebih rileks.
Perawat yang ada di UKS memberi Ifan sebotol minyak kayu putih untuk di oles tipis tepat di bawah hidung Elsa.
"Tolong kamu oles ini di bawah hidung nya ya, Saya mau ambil steteskop dulu yang tertinggal di jok sepeda saya." Ucap perawat UKS sebelum meninggalkan mereka berdua.
"Stop Van Stop!!! hidungku panas banget rasa nya!! stop stop stop!!!" Elsa langsung membuka matanya karena Merasakan panas di lubang hidung nya.
__ADS_1
"Duh Van!!! ini panas banget!!!" Elsa mencoba menghapus sisa minyak kayu putih yang ada di dekat lubang hidung nya.
"Ini maksud nya apa sih El?" tanya Ivan yang sedang duduk bersekedap seraya menatap Elsa dengan tajam.
"Van, maaf ya tadi aku hanya pura-pura pingsan untuk tidak mengikuti pelajaran Agama." Elsa memberanikan diri untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
Ivan terkejut mendengar apa yang sudah di ucapkan oleh Elsa, Ia benar-benar tidak menyangka Elsa akan berbuat konyol seperti ini. Dengan berat ia menghela nafas nya sebelum bertanya.
"Kenapa kamu melakukan itu?" tanya Ivan menyelidik.
"Karena aku tidak bisa membaca Al-quran Van, apalagi dengan hukum tajwid aku benar-benar tidak mengerti. Aku melakukan ini karena aku tidak siap menanggung malu jika teman sekelas menertawakan aku nanti nya." Elsa menjelaskan semuanya kepada Ivan dengan wajah yang tertunduk.
Sementara itu Ivan hanya diam untuk mencerna apa yang barusaja di ucapkan oleh Elsa. Ia tak menyangka Elsa berbuat seperti ini untuk menjaga harga diri nya agar tidak malu di hadapan teman-teman nya.
"Kalau begitu aku kembali ke kelas dulu, kamu disini saja!!" Ucap Ivan sebelum pergi meninggalkan Elsa yang sedang duduk di atas brankar UKS. Perasaan marah karena di bohongi yang beberapa saat memenuhi hati nya kini hilang sudah setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Elsa.
"Ivan sekali lagi maafin aku ya..." Ucap Elsa dengan lirih ketika Ivan sudah berada di ambang pintu. Ivan membalikkan tubuhnya sambil menatap Elsa dengan pandangan yang sulit untuk di jelaskan.
"Datang lah ke rumah ku kalau kamu ingin belajar membaca Al-quran, disana ada Bunda ku yang akan mengajari kamu sampai bisa." Ucap Ivan sebelum benar-benar meninggalkan Elsa sendirian.
"Ivan, kamu benar-benar mengagumkan!! kamu sudah berhasil membuat aku tertarik untuk selalu berada di dekatmu, terima kasih Van sudah baik kepadaku walau kita masih kenal beberapa hari yang lalu." Gumam Elsa dalam hati setelah kepergian Ivan. Ia membaringkan tubuhnya lagi sambil membayangkan Ivan yang tadi mengkhawatirkan keadaan nya.
_
_
Hay kak jangan lupa Like, Vote dan Komen nya😀 Happy Reading ya kak❤️❤️❤️
_
_
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1