PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Gombalan di pagi hari...


__ADS_3

Matahari perlahan terbit dari ufuk timur menandakan pagi hari telah tiba. Jam masih menunjukkan pukul setengah enam pagi tapi Elsa sudah rapi dengan seragam sekolahnya. Ia sudah duduk di meja makan menunggu papa dan mama nya yang masih bersiap di dalam kamarnya.


Tadi malam Elsa tidak dapat tidur dengan pulas karena terus terbayang-bayang wajah Ivan yang tengah tersenyum. Ia tadi bangun sekitar pukul empat pagi, sungguh seumur hidupnya, baru hari ini Elsa bangun sebelum waktu subuh tiba.


Setelah menunggu beberapa saat, terlihat Pak Roni dan Bu Kana sedang berjalan menuruni tangga dengan membawa koper kecil di tangan nya. Elsa menatap kedua orangtuanya yang sedang berjalan ke arah nya.


"Pagi Ma, Pa..." Sapa Elsa dengan senyum manis yang mengembang di wajahnya.


"Hay sayang, tumben bener nih anak mama sudah rapi, padahal masih pagi loh ini!!" Ucap Bu Kana sembari menatap arloji yang melingkar di tangannya.


"Elsa, kamu sedang baik-baik saja kan?" Tanya Pak Roni dengan wajah tidak percaya nya karena melihat Elsa sudah rapi dan menunggu beliau di meja makan sepagi ini.


"Mama dan Papa ini aneh deh!! Elsa kesiangan di omelin, sekarang kepagian pada heran." Elsa menyebikkan bibirnya sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Iya deh maafin Papa dan Mama, semoga saja anak mama ini besok bisa bangun pagi seperti ini lagi." Ucap Bu Kana sembari duduk di kursinya.


"Kenapa bawa koper Ma?" Tanya Elsa sembari menatap ke arah koper yang ada di dekat meja makan.


"Mama mau ke Malang El, mungkin disana empat hari, disana ada seminar yang harus Mama ikuti." Ucap Bu Kana sambil menatap Elsa yang wajahnya berubah di tekuk.


"Kenapa wajahnya di tekuk seperti itu El?" Tanya Pak Roni sembari menatap wajah Elsa.


"Papa di rumah kok, Mama aja yang ke luar kota." lanjut Pak Roni. Sejenak Elsa diam sambil menatap wajah sang Mama, ia paling tidak suka jika orangtuanya pergi ke luar kota dengan waktu yang lama.


"Karena hari ini suasana hati Elsa sedang baik, kali ini Elsa ngizinin mama ke luar kota, Elsa gak ngambek deh hari ini." Ucap Elsa dengan wajah yang kembali ceria. Biasanya jika Bu Kana keluar kota, pasti Elsa akan ngambek dan tidak suka jika di tinggal sang Mama lebih dari satu hari.


Bu Kana tersenyum melihat putrinya yang kembali ceria, beliau terus memandang putri kecilnya yang sekarang sudah beranjak remaja itu, beliau tidak menyangka Elsa kecil yang manja kini sudah menjelma menjadi gadis yang cantik dan menarik.


Suasana di ruang makan terasa begitu membahagiakan untuk keluarga Pak Roni saat ini. Mereka bertiga sarapan dengan kehangatan keluarga yang begitu di rindukan Elsa.


"Pa, mulai besok Elsa mau bawa mobil sendiri aja deh!!" Ucap Elsa setelah menyelesaikan sarapannya.

__ADS_1


"Kenapa begitu? gak takut di tilang lagi El?" Tanya Pak Roni.


"Pengen aja Pa, Elsa sudah tau kok harus lewat mana biar gak kena tilang polisi." Ucap Elsa dengan wajah yang di buat semanis mungkin agar kedua orangtuanya tidak mengetahui jika ada sesuatu yang Elsa rencanakan.


"Lagian kasian Mama harus bawa mobil sendiri tiap hari pulang pergi Surabaya-Mojokerto." Lanjut Elsa sembari menatap Bu Kana.


Mendengar ucapan Elsa membuat hati Bu Kana merasa hangat karena jarang sekali Elsa menunjukkan perhatiaan nya seperti ini. Bu Kana hanya tersenyum menanggapi ucapan Elsa.


Beberapa saat kemudian Elsa berpamitan kepada kedua orangtuanya untuk segera berangkat ke sekolah. Ia berangkat lebih awal hari ini karena ingin bertemu dengan Ivan yang terus berada di fikiran nya.


Lima belas menit kemudian supir yang mengantar Elsa sudah berhenti di depan gerbang sekolah, dengan segera Elsa turun dari mobilnya. Ia berjalan menyusuri koridor sekolah untuk menuju kelasnya, dari kejauhan Elsa melihat Ivan berdiri di depan kelasnya sembari menatap dirinya dengan senyum yang sangat di sukai oleh Elsa.


"Duh!! hanya karena melihat dia dari jauh, dadaku jadi berdebar seperti ini sih!!" Gumam Elsa dalam hati sambil terus berjalan menuju kelasnya.


"Alamak!!!! Masih pagi senyum nya udah manis gitu!! OMG bikin aku meleleh saja!!" Elsa bergumam dalam hatinya ketika semakin dekat Ivan saat ini yang bersekedap di depan kelasnya.


Elsa sudah sampai di depan kelasnya, ia berdiri di depan pintu kelas sembari menatap Ivan. Karena tidak tahan saling tatap dengan Ivan membuat Elsa mengalihkan pandangan nya ke arah lain. Ia melihat seisi kelasnya yang masih sepi, belum ada satu pun temannya yang berada di kelas.


"Ini masih terlalu pagi El... kamu tadi kenapa berangkat se pagi ini?" Ucap Ivan sembari terus menatap Elsa.


"A-ku... aku... emmm... aku..." Elsa memutar bola matanya sembari memikirkan alasan yang tepat kepada Ivan, ia masih malu jika harus mengatakan kepada Ivan apa alasan yang sesungguhnya.


"Aku berangkat pagi karena tadi sekalian di Antar Papa berangkat kerja. Aku masuk dulu Van." Akhirnya Elsa menemukan sebuah alasan dan setelah itu ia meninggalkan Ivan sendirian di depan kelas.


"Elsa... Elsa... kamu tidak pandai berbohong ternyata." Ucap Ivan lirih sembari ikut berjalan masuk ke dalam kelas nya.


Ivan duduk di bangkunya sembari memiringkan tubuhnya dengan tangan di atas bangku untuk menyangga kepalanya. Ivan tersenyum sembari menatap Elsa yang terlihat salah tingkah.


"Kenapa salah tingkah gitu sih El?" tanya Ivan yang melihat Elsa tidak nyaman di kursinya.


"Habis kamu lihat nya kayak gitu!! ada yang salah ya dengan penampilan aku?" Ucap Elsa sembari menatap Ivan yang sedang terkekeh.

__ADS_1


"Iya seperti nya pagi ini penampilan kamu ada yang salah." ucap Ivan sambil melihat Elsa dengan gaya poni barunya, Elsa langsung mengambil kaca dari tas nya, ia melihat wajahnya dari pantulan kaca yang ada di tangannya.


"Perasaan tidak ada yang salah Van." Ucap Elsa tanpa menatap Ivan.


"Penampilan kamu salah karena kamu terlihat semakin cantik dengan poni rambut seperti ini." Ucap Ivan yang berhasil membuat Elsa tersipu malu, semburat rona merah tergambar di wajah putihnya.


"Gombal banget sih kamu itu!!" Ucap Elsa tanpa memandang wajah Ivan.


"Iya aku serius El, kamu salah kalau terlihat begitu cantik seperti ini. Kecantikan kamu bisa membuat teman cowok kita tertarik sama kamu." Ucap Ivan yang terus menatap wajah Elsa yang semakin merona karena nya.


"Tapi aku gak tertarik tuh!!" Kali ini Elsa memberanikan diri menatap Ivan walau dengan jantung yang berdegup kencang.


"Alasannya apa?" Ivan menaikkan satu alisnya.


"Karena seluruh hati dan perasaan ku sudah di ambil oleh Ivan Ardiansyah anaknya Pak hamid dan Bu Nurul." Ucap Elsa sembari menatap manik hitam milik Ivan dan kali ini Ivan lah yang terlihat salah tingkah setelah mendengar ucapan Elsa.


"Ternyata kamu bisa juga ya nge gombalin aku El!!" Ucap Ivan sembari mengacak poni Elsa yang rapi itu.


"Ivan!!!! poni ku jadi berantakan!! ish kamu tuh!!" Teriak Elsa sambil memukul lengan Ivan berkali-kali. Ivan terkekeh melihat wajah kesal Elsa.


_


_


_


Happy Reading kak, semoga suka😍♥️


_


_

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2