
Hari ini adalah hari dimana wisuda anak kelas dua belas di laksanakan. Panggung besar yang ada di dalam gedung pertemuan milik sekolah ini telah di desain menjadi panggung yang sangat menarik.
Kemarin semua siswa yang ikut berpartisipasi, melakukan gladi bersih untuk kelancaran acara hari ini, termasuk semua siswa kelas dua belas yang akan di wisuda hari ini. Elsa dan Ivan juga ikut serta disana sampai sore hari, mereka berdua melakukan persiapan pengecekan alat musik yang besok akan di pakai oleh Ivan.
Sejak pagi Elsa di sibukkan dengan persiapan yang harus di lakukannya. Ia bingung harus memakai model dress pendek yang mana karena kemarin malam dengan di temani Bu Kana ia membeli tiga dress selutut dengan model yang berbeda.
"Duh pakai yang mana sih ini!!" ucap Elsa sembari menatap tiga dress yang berjajar di atas ranjang nya.
Sebenarnya Guru musik yang melatih Elsa hanya menyarankan agar Elsa dan Ivan memakai baju dengan warna yang senada, dan mereka berdua sudah memutuskan untuk memakai baju berwarna hitam.
Setelah cukup lama berfikir panjang akhirnya Elsa memutuskan untuk memakai dress selutut dengan lengan panjang dan ada sabuk kecil sebagai pemanis di perutnya, ia terlihat sangat cocok memakai dress ini.
Elsa duduk di depan meja riasnya untuk memakai make up tipis yang cocok untuk gadis SMA seperti dirinya dan tak lupa ia juga mengatur rambutnya agar terlihat lebih indah dari biasanya.
Setelah selesai bersiap di dalam kamar nya, Elsa segera turun ke bawah untuk segera berangkat menuju sekolahnya, kali ini Ia di antar oleh Emran yang kebetulan ada di rumah.
"Waaawww!!! ternyata adik cerewet ku bisa juga tampil cantik begini!!" Kelakar Emran yang sudah menunggu Elsa sejak tadi di teras rumahnya.
"Apa sih kak Emran ini!! Ayo kak buruan!! nanti keburu terlambat!!" Ucap Elsa sambil melirik arloji yang ada di pergelangan tangannya.
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, mobil yang di kendarai Emran sudah sampai di tempat parkir khusus tamu undangan. Dengan segera Elsa turun dari mobilnya dan berjalan menuju ruangan tempat berkumpulnya semua pengisi acara.
"Astaga Elsa!! kenapa aku di tinggal sendiri disini." Ucap Emran setelah keluar dari kursi kemudinya, ia tadi tidak tahu jika Elsa sudah jalan duluan karena ia sibuk menyiapkan kamera DLSR yang akan di pakai untuk mengabadikan penampilan Elsa nanti.
Emran berjalan menuju gedung pertemuan yang ada di lantai dua, tempat dimana acara akan di laksanakan satu jam lagi. Ia masuk ke dalam sana sebagai tamu undangan. Emran mencari tempat duduk di dekat panggung agar jelas untuk melihat adiknya nanti.
Sementara itu di dalam ruangan khusus pengisi acara, Elsa mondar mandir di dekat jendela sambil terus menelfon Ivan yang tak kunjung datang. Sejak tadi ia terus menghubungi Ivan, namun tidak ada jawaban dari nya.
Sepuluh menit kemudian, di balik jendela ruangan, Elsa melihat Ivan sedang berjalan dengan santai nya menuju ruangan nya saat ini. Elsa takjub setelah melihat penampilan Ivan yang berbeda dari biasanya. Ivan memakai kemeja lengan panjang berwarna hitam, kancing nya di biarkan terbuka semua untuk memperlihatkan kaus polos berwarna putih tulang bertuliskan sebuah huruf E di dadanya. Dengan tatanan rambut yang di pomaid membuat penampilan Ivan semakin terlihat tampan.
"Udah datang dari tadi El?" Tanya Ivan setelah sampai di hadapan Elsa.
"Iya Van. Kamu kenapa terlambat?" Tanya Elsa sambil terus menatap Ivan, senyum tipis terbit dari bibirnya.
"Tadi aku bangun kesiangan El." Jawab Ivan sembari mengamati penampilan Elsa pagi ini.
"Cantik." Ucap Ivan setelah menatap Elsa dari ujung rambut sampai ujung kuku.
__ADS_1
Wajah Elsa memanas, menimbulkan rona merah disana hanya karena mendengar satu kata yang keluar dari bibir Ivan. Ia mengalihkan pandangan nya ke arah lain untuk mengurangi degup jantung yang tiba-tiba berdetak kencang.
Kedua nya tidak ada yang bersuara sampai akhirnya panitia pelaksana memanggil mereka semua untuk bersiap di urutan tampil masing-masing. Keringat dingin muncul dari telapak tangan Elsa karena tiba-tiba ia merasa grogi untuk tampil di hadapan banyak orang.
"Santai El..." Ucap Ivan setelah tahu wajah resah Elsa.
"Aku tiba-tiba jadi gak pede Van." Ucap Elsa sambil menatap Ivan.
"Udahlah gak usah mikir yang aneh-aneh!! kita pasti bisa menampilkan yang terbaik." Ucap Ivan untuk menenangkan Elsa.
Waktu terus berjalan tanpa bisa di hentikan, kini saatnya Elsa dan Ivan untuk menampilkan persembahan nya tepat setelah prosesi wisuda di laksanakan.
Terdengar suara MC memanggil nama mereka berdua. Lalu dengan bergandeng tangan Mereka berdua naik ke atas panggung, beberapa detik kemudian Ivan telah memetik senar gitar akustik yang ada di pangkuan nya saat ini. Semua hadirin menatap dua remaja yang sudah siap melantunkan lagu pertama mereka yang berjudul My Heart.
🎵Di sini kau dan aku...
Terbiasa bersama...
Menjalani kasih sayang...
Bahagia ku denganmu...
Hari paling indah?
Kuukir nama kita berdua...
Di sini surga kita...
Bila kita mencintai yang lain...
Mungkinkah hati ini akan tegar?
Sebisa mungkin tak akan pernah...
Sayangku akan hilang...
If you love somebody could we be this strong?
__ADS_1
I will fight to win, our love will conquer all..
Wouldn't risk my love...
Even just one night...
Our love will stay in my heart...
My heart....
Suara riuh tepuk tangan dari wisudawan dan wisuda wati serta tamu undangan yang hadir membuat suasana di dalam gedung pertemuan ini menjadi sangat meriah. Mereka semua takjub dengan penampilan Elsa dan Ivan yang seperti penyanyi profesional. Bahkan Emran pun terperangah melihat penampilan adiknya beberapa menit yang lalu.
"Aku tidak pernah menyangka Elsa akan sebagus ini penjiwaan nya. Apa laki-laki itu yang bernama Ivan?" Tanya Emran dalam hatinya sendiri sambil terus merekam penampilan lagu kedua dari Elsa dan Ivan.
Setelah selesai menyanyikan lagu keduanya, Elsa dan Ivan turun dari panggung, mereka berdua di sambut oleh guru musik yang selama ini membimbing mereka berdua setiap latihan.
"Selamat kalian berhasil menampilkan perfom yang sangat bagus!! saya tidak menyangka kalian akan sebagus ini!!" Ucap Pak Ulil sambil menjabat tangan Elsa dan Ivan.
"Ini semua berkat bimbingan Bapak sampai kita bisa seperti tadi." Ucap Ivan sambil tersenyum kepada Pak Ulil.
"Kami mengucapkan banyak terima kasih untuk Bapak." Imbuh Elsa yang juga tersenyum kepada Pak Ulil.
"Kalian sebenarnya sudah mempunyai bakat, tinggal kalian mengasahnya lebih baik lagi." Ucap Pak Ulil sambil menepuk pundak Ivan.
"Saya kesana dulu ya, ada hal yang harus saya urus." Pamit Pak Ulil sebelum pergi meninggalkan mereka berdua.
Sepeninggalan Pak Ulil, Elsa dan Ivan duduk di samping panggung untuk menyaksikan penampilan teman-teman nya yang lain. Sesekali mereka berdua melempar senyum karena bangga bisa memberikan yang terbaik untuk sekolah ini.
_
_
_
Happy Reading kak, semoga suka♥️😍
_
__ADS_1
_
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️