
Semua teman sekelas Ivan dan Elsa menatap ke arah gerbang tak kala melihat kedatangan Ivan dan Elsa yang terlambat. Semua terngangah melihat Elsa yang ada di punggung Ivan.
"Siapa nama kalian?" tanya pak Samsun setelah Ivan menurunkan Elsa di hadapan pak Samsun.
"Saya Ivan pak."
"Saya Elsa pak."
"Jam pelajaran penjaskes sudah hampir selesai, kenapa kalian baru datang?" tanya pak Samsun yang bersekedap di depan Ivan.
"Maaf pak, tadi Elsa jatuh dan kaki nya tidak bisa di buat untuk jalan, jadi saya menggendong nya untuk kembali kesini." Ivan menjelaskan kejadian yang menimpa Elsa tadi. Semua teman Ivan yang perempuan semua saling sikut karen kagum pada sosok Ivan yang sedang berdiri di depan mereka.
"Ya sudah lain kali jangan di ulangi lagi. Elsa kamu harus hati-hati jika melakukan sesuatu!!" ucap Pak Samsun sambil menatap Elsa yang sejak tadi tertunduk karena takut menatap wajah pak Samsun yang terlihat garang itu.
"Iya pak, Saya minta maaf." ucap Elsa dengan suara lirihnya. Ivan menatap Elsa yang sejak tadi tertunduk, ia menghela nafas melihat gadis unik yang sedang duduk di hadapan nya ini.
"Baru dua hari kenal sama dia dan dua hari pula kena omelan dari guru!! Duh Elsa!!!" Gumam Ivan dalam hati.
Waktu terus berlanjut, Akhirnya mereka semua menyelesaikan pelajaran penjaskes. Setelah jam istirahat mereka kembali lagi ke kelas untuk mengikuti dua mata pelajaran sebelum bel pulang berbunyi.
Keadaan Elsa sudah lebih baik, tadi dia di bawa ke UKS untuk di obati dan beruntungnya di sana ada salah satu guru yang bisa membenarkan cidera otot seperti yang Elsa alami tadi saat olahraga.
Waktu telah sampai di jam terakhir, saat ini sedang berlangsung pelajaran Kesenian, Bu Jujuk memberikan tugas untuk di kerjakan berkelompok, untuk lebih mudahnya Bu Jujuk menyuruh mereka hanya berkelompok dengan teman sebangku nya saja, jadi 1 kelompok terdiri 2 orang untuk membuat kerajinan.
"Van, ngerjain nya di rumahku saja ya..." ucap Elsa setelah bel pulang berbunyi.
"Terserah kamu saja El..." ucap Ivan sambil membereskan buku-buku nya kedalam tas.
"Kamu mau pulang bareng sama aku?tadi aku di antar supir." Elsa menawarkan tumpangan untuk Ivan.
"Tidak El, aku bawa motor sendiri, aku akan mengikuti mobil mu saja." ucap Ivan sambil memandang Elsa.
"Ya sudah kalau begitu, kita pulang sekarang saja." ucap Elsa sambil berdiri dari tempat duduknya.
Keduanya pulang dengan mengendarai kendaraan masing-masing, dan seperti yang di rencanakan tadi, Ivan mengikuti mobil Elsa yang menuju perumahan tempat tinggal Elsa.
Dua puluh menit kemudian Elsa sudah sampai di halaman luas rumahnya. Ivan memarkirkan motor baru nya di dekat pintu gerbang. Sejenak Ia menatap Rumah Elsa yang mewah itu sambil bergumam dalam hati.
"Jadi ini tempat tinggal Elsa... Apa orangtua nya tidak akan marah jika anak nya berteman dengan ku yang hanya anak buruh pabrik?" Ivan mengedarkan pandangan nya ke sekeliling nya.
"Ivan....kenapa bengong??Ayo masuk!!" Teriak Elsa yang sudah berdiri di teras rumahnya. Ivan segera melepas Helm nya, dan berjalan masuk mengikuti Elsa di belakang nya.
__ADS_1
"Van motor kamu masih baru ya... Traktiran dong!!" Elsa menyeringai.
"Apa sih El, itu di belikan Ayah ku. Kalau kamu minta di traktir makan ya sana kamu minta saja ke orangtuaku." Ucap Ivan dengan wajah datarnya.
"Ck. Kamu begitu menyebalkan!!" Elsa berdecak kesal menghadapi cowok satu ini. Ivan hanya diam tidak menanggapi Elsa yang sedang kesal dengan nya.
"Duduk Van, aku mau ganti dulu." ucap Elsa sebelum pergi dari ruang tamu. Sebelum naik ke kamar nya Elsa terlebih dulu ke dapur untuk menyuruh Mbok Tina membuatkan minum untuk Ivan.
Sementara itu Ivan di ruang tamu menunggu Elsa yang masih masuk ke dalam rumahnya. Ia membuka ponselnya untuk menghubungi bundanya jika ia pulang telat karena ada tugas kelompok dari guru nya.
Ivan memasuk kan lagi ponsel nya ke dalam saku celana nya. Ia mencari ide untuk membuat kerajinan dari bahan yang ada di rumah. Otaknya memikirkan ide yang kreatif untuk membuat kerajinan yang menarik.
"Van, minum dulu van!!" Elsa duduk di hadapan Ivan dengan baju santai nya. Ia melihat minuman Ivan masih utuh belum tersentuh sama sekali.
Ivan masih diam berkelana dalam pikiran nya. Elsa memperhatikan Ivan yang menengadahkan kepala nya.
"Hmmmmm....jadi seperti ini kalau dia lagi mikir, kok bisa ya kalau mikir telinga nya tidak berfungsi dengan baik." Gumam Elsa dalam hati sambil terus menatap Ivan.
"Yes!!! aku punya ide!!" Ucap Ivan dengan wajah sumringah nya. Sementara itu Elsa hanya mengerutkan keningnya menatap Ivan dengan heran.
"kamu kenapa Van?kesambet?" tanya Elsa.
"Ada banyak, sebentar aku ambilin." Ucap Elsa sebelum berdiri dari tempat duduknya.
Beberapa saat kemudian Elsa membawa beberapa sabun seperti yang Ivan inginkan dan membawa dua silet di tangan nya.
"Emang kita mau bikin apa Van?" tanya Elsa penasaran.
"Kita bikin kerajinan dari sabun El, jadi pakai silet itu untuk membentuk sesuatu dari sabun ini." perintah Ivan kepada Elsa.
"Aku boleh gak buat kepala Hello kitty?" tanya Elsa yang memang menyukai karakter Hello kitty.
"Boleh El, asal bagus." ucap Ivan tanpa memandang Elsa, Ia sudah fokus pada sabun yang ada di tangan nya. Keduanya tidak ada yang bicara lagi sampai satu jam kemudian Elsa sudah menyelesaikan kerajinan nya.
"Taraaaa!!!! lihat Van, punya ku sudah jadi..." ucap Elsa dengan penuh kebanggaan.
"Benarkah???coba lihat!!" Ucap Ivan sambil mengalihkan pandangan nya ke tangan Elsa.
"Nih lihat Hello kitty ku sudah jadi." Ucap Elsa dengan antusias nya.
__ADS_1
Ivan menahan tawa nya yang ingin meledak karena melihat bentuk kerajinan yang di buat Elsa. Ia Tidak menyangka bahwa gadis di depan nya benar-benar tidak kreatif sama sekali.
"Elsa... Apa kamu yakin ini bentuk Hello kitty?" tanya Ivan dengan wajah yang memerah karena menahan tawa nya.
"Kenapa Van?Bagus kan Van??" ucap Elsa dengan percaya diri. Ivan tak bisa menahan tawa nya lagi, ia meledak kan tawa nya di hadapan Elsa yang berubah menjadi cemberut.
"Huahahahahahahaha!!!! Elsa itu bukan Hello kitty tapi hidung babi!!" Kelakar Ivan dengan tawa yang menggema di ruang tamu.
Karena kesal dengan Ivan seketika Elsa berdiri dari tempat duduk nya, ia menghampiri Ivan dengan membawa bantal sofa di tangan nya.
"Ihhhh!!!! nyebelin...nyebelin...nyebelin..." Teriak Elsa sambil memukul Ivan dengan bantal sofa. Elsa terus memukul Ivan yang terbahak-bahak.
"Cukup Elsa cukup!!! Aku minta maaf." ucap Ivan sambil menangkupkan kedua tangan nya di hadapan Elsa. Walau gelak tawa nya sudah berhenti tapi Ivan masih saja tersenyum karena melihat Elsa yang semakin menekuk wajahnya.
"Hmmmmm...ternyata kalau senyum gitu Ivan keliatan ganteng banget sih!!! Ahhh jadi suka kan liat nya!!" Gumam Elsa dalam hati sambil menatap Ivan dengan tajam.
"Udah El, jangan cemberut gitu dong!! Nih coba lihat punya ku, bagus kan???" Ivan menunjukkan hasil karya nya kepada Elsa.
Elsa terperangah melihat hasil karya yang di buat oleh Ivan, ia tidak menyangka Ivan akan se bagus ini jika membuat kerajinan.
"Wahhh!!! bagus banget Van!!" Ucap Elsa dengan mulut yang ternganga.
"Jadi makin kagum sama kamu Van..." lanjut Elsa dalam hati.
_
_
_
Maaf ya kak kalau jarang update🙏🙏 Othor masih fokus di Novel Wheel of love nih😀Nanti kalau sudah tamat pasti fokus di sini😂 Jangan lupa mampir di karya ku yang satu nya lagi yaa...Klik aja profilku pasti akan muncul dua novel disana😀😀😀
_
_
_
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1