PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Hujan deras...


__ADS_3

Dua bulan kemudian....


Hari ini adalah hari dimana Ujian Tengah Semester atau yang di sebut UTS telah selesai di laksanakan. Semua siswa telah pulang ke rumah masing-masing tapi tidak untuk siswa yang di tunjuk mengisi acara wisuda untuk siswa kelas dua belas yang akan di adakan di akhir bulan depan.


Semua siswa yang mengisi acara mulai berlatih untuk menampilkan performa terbaik mereka di hadapan para tamu undangan yang akan hadir dalam acara tersebut. Dari banyaknya siswa yang akan tampil, salah satunya ada Elsa dan Ivan yang akan berduet menyanyikan dua lagu dengan di iringi gitar akustik milik sekolah yang akan di main kan oleh Ivan.


Di dalam ruang musik kini Elsa dan Ivan sedang berlatih bersama guru pengajar ekstra kulikuler seni musik, mereka berdua di latih untuk bisa menampilkan karya yang terbaik untuk sekolah ini.


"Kalian mau menyanyikan lagu apa nantinya?" Tanya Guru musik yang bernama Pak Ulil.


"Kalau bisa lagu yang benar-benar kalian kuasai dan jangan lupa kalian juga harus bisa membuat penonton terbawa suasana ketika melihat perfom kalian, ciptakan chemistry yang bagus." Tutur Pak Ulil sembari menatap Elsa dan Ivan.


Sejenak suasana menjadi hening, Elsa dan Ivan memikirkan lagu apa yang akan mereka bawakan nanti karena ini bukan praktek di depan teman-teman nya saja melainkan di hadapan wali murid dan tamu undangan yang akan hadir di dalam gedung pertemuan milik sekolah nya.


"Bagaimana kalau kita menampilkan lagu Acha Ft. Irwansyah yang berjudul My Heart Van?? kan lagu ini fenomenal banget Van, banyak yang suka juga." Ucap Elsa setelah beberapa saat berpikir.


"Boleh, asal ada chord nya untuk latihan." jawab Ivan sembari menatap Elsa.


"Bagaimana kalau lagu satu nya saya yang menentukan??" Usul Pak Ulil.


"Boleh pak." Jawab Ivan.


"Kalian coba cari chord nya dulu disana, saya mau ke ruang guru sebentar." Ucap Pak Ulil sembari menunjuk komputer yang sedang menyala di sudut ruangan.


Elsa berjalan ke tempat dimana komputer itu berada, ia membuka situs internet untuk mencari lirik dan chord lagu yang akan di nyanyikan nya nanti, sementara itu Ivan saat ini sedang menyetel senar gitar akustik yang sedang ada di pangkuan nya.


Beberapa menit kemudian Pak Ulil masuk lagi tepat ketika Elsa selesai mencetak kunci chord nya. Pak Ulil membawa sebuah kertas berisi lirik lagu beserta chord nya untuk di serahkan kepada Elsa dan Ivan.


"Ini lagu kedua yang akan kalian tampilkan nanti. Lagu dari band Vagetoz yang berjudul kehadiranmu. Lagu ini sepertinya cocok untuk kalian nyanyi kan. Memang lagu ini bukan lagu duet tapi nanti bisa kita atur bagaimana enaknya." Ucap Pak Ulil sebelum duduk di kursi yang ada di dekat jendela.

__ADS_1


Ivan menerima kertas pemberian Pak Ulil lalu di bacanya lirik lagu yang tertulis di atas kertas itu. Ia merasa lirik lagu dari Vagetoz ini sama hal nya dengan suasana hatinya saat ini


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri Van?" Tanya Elsa dengan suara yang lirih karena ia melihat Ivan tiba-tiba tersenyum sendiri ketika membaca kertas pemberian Pak Ulil.


"Coba kamu baca lirik lagu ini." Ivan menyerahkan kertas yang di pegang nya kepada Elsa, namun belum sempat Elsa membaca nya Pak ulil sudah memberikan perintah agar mereka mulai latihan lagu pertama nya.


Ivan mulai menghafal kunci chord nya sedangkan Elsa duduk di kursi yang ada di dekat jendela untuk menghafal lirik lagunya. Pak Ulil sedang berdiri di hadapan Ivan untuk memberikan arahan bagaimana cara memainkan gitar dengan baik dan benar.


Latihan terus berlanjut sampai waktu sudah menunjukkan pukul dua siang. Pak Ulil mengakhiri latihan ini karena sudah saat nya mereka pulang. Setelah ngobrol beberapa hal dengan Ivan dan Elsa, Pak ulil segera keluar dari ruang musik meninggalkan Ivan dan Elsa berdua.


"Ayo El kita pulang, lihat itu mendung nya sudah datang." Ucap Ivan sembari menatap langit yang mulai di penuhi awan mendung dari balik jendela.


"Duh tadi lupa gak bawa jaket lagi!!" Elsa menepok jidatnya setelah mengingat jaket nya ketinggalan di mobil.


"Ayo El, aku antar ke rumah sakit untuk ngambil mobil kamu." Ucap Ivan sembari meraih tangan Elsa untuk segera keluar dari ruang musik itu.


Elsa berjalan di samping Ivan menuju ke tempat parkir dimana motor Ivan berada. Elsa segera memakai helm yang selalu di bawakan oleh Ivan dan setelah itu ia langsung naik ke atas motor Ivan.


"Sini Van duduk sini Van, jangan disitu!! nanti kamu kena air hujan." Ucap Elsa sembari menepuk bangku panjang yang terbuat dari bambu yang sedang di tempati nya saat ini.


Ivan turun dari motornya dan segera duduk di samping Elsa. Ia terus menatap langit yang masih di selimuti awan gelap.


"Van, dulu waktu masih kecil apa pernah kamu main hujan-hujanan seperti yang mereka lakukan?" Tanya Elsa sembari menunjuk anak kecil yang sedang bermain bersama teman-teman nya di bawah guyuran hujan.


"Pernah lah El!! Setiap hujan aku selalu seperti mereka." Ucap Ivan sembari menatap Elsa.


"Enak ya kamu Van, bisa bermain bebas bersama teman-teman kamu." Ucap Elsa dengan suara yang lirih.


"Memang kamu tidak pernah El??" Tanya Ivan.

__ADS_1


"Tidak Van. Aku tidak pernah bisa bermain bebas seperti mereka. Aku selalu di dalam rumah bermain sendiri dengan mainan yang di belikan oleh mama." Jawab Elsa sembari menundukkan kepala nya ketika mengingat masa kecilnya yang selalu kesepian.


Ivan merasa kasihan mendengar ucapan Elsa, ia tidak menyangka Elsa pernah melewati masa anak-anak tanpa kebebasan seperti anak lain nya.


"Udah gak usah sedih!!" Ucap Ivan sembari mengusap puncak kepala Elsa.


"Mulai hari ini dan seterusnya aku tidak akan membiarkan kamu kesepian lagi. Aku akan siap mengantar kemana pun kamu ingin pergi El." Ucap Ivan untuk menghibur Elsa yang sedang melow.


"Makasih Van." Ucap Elsa dengan senyum manis yang mengembang dari bibir nya.


Hampir dua puluh menit sudah mereka berteduh di depan warung yang sedang tutup ini namun hujan belum juga berhenti. Elsa mulai kedinginan karena angin mulai datang menemani turun nya hujan yang semakin lebat ini. Ivan segera melepas sweater yang di pakainya saat ini ketika melihat Elsa yang sedang bersekedap karena hembusan angin yang semakin kencang.


"Pakai ini El biar tidak kedinginan!!" Ucap Ivan sembari memberikan sweater nya kepada Elsa.


"Kamu aja yang pakai Van, aku baik-baik saja kok." Ucap Elsa sembari memberikan kembali sweater Ivan. Tanpa banyak bicara Ivan berdiri dari tempat duduknya, kemudian ia menghadap Elsa dan memakaikan sweater nya untuk Elsa.


"Setidaknya sweater ini akan melindungi kamu dari hembusan angin saat ini, ya walaupun terlihat kedodoran karena kebesaran!!" Seloroh Ivan sambil menatap wajah Elsa yang bersemu merah.


"Terima kasih Van!!" Ucap Elsa sembari menatap Ivan yang masih berdiri di hadapan nya.


"Kamu selalu membuat hatiku merasa hangat Van..." Lanjut Elsa dalam hati nya.


_


_


Happy Reading ya kak, semoga suka😍♥️


_

__ADS_1


_


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2