
Langkah berat kaki Elsa telah meninggalkan tempat resepsi pernikahan Emran. Setelah menemui Emran dan Pak Roni, ia harus segera pergi dari tempat yang di penuhi banyak bunga ini, Rafa pun menjadi alasan yang di ucapkan kepada Pak Roni agar ia bisa pergi dari hadapan sang Papa yang ingin bersamanya beberapa jam kedepan.
Elsa menarik tangan Ivan untuk segera menjauh dari tempat yang di penuhi duri mawar yang menyakitkan hatinya. Elsa tak kuasa menahan tangisnya ketika ia sudah berada di dalam mobil hadiah dari Pak Roni.
Ivan tak mengeluarkan sepatah katapun, ia hanya memandang Elsa yang terisak di sampingnya. Luka lama kini kembali terbuka, pedih dan hancur, itulah yang di rasakan Elsa saat ini tatkala mengingat apa saja yang di ucapkan Bu Kana saat menyambut kedatangannya.
"Sayang, jangan kuras air matamu karena masalah ini. Berhentilah!" Ivan menaikkan dagu Elsa untuk kembali tegap.
Elsa menatap wajah tampan di sampingnya. Penyesalan yang besar kini merasuk dalam dirinya karena tidak mau mengikuti apa yang kemarin Ivan putuskan. Ia pun teringat bagaimana Bu Kana merendahkan Ivan di hadapannya.
"Maafkan aku mas! maaf ... maaf ..." Ucap Elsa dalam tangisnya.
"Sungguh aku tidak pernah menyesal menikah denganmu seperti yang di ucapkan Mama tadi." lanjut Elsa, ia menyandarkan keningnya di bahu bergelombang Ivan.
Ivan menghela nafasnya, di usapnya puncak rambut Elsa yang masih menumpahkan air matanya.
"Sayang, kamu masih mengingat apa yang aku katakan sebelum berangkat tadi kan?" Tanya Ivan dengan pandangan lurus kedepan.
"Iya aku tahu, tapi yang telah di katakan Mama benar-benar keterlaluan, Mas. Semua ini salahku, gara-gara aku kamu harus di rendahkan Mama di hadapan singa betina itu." Ucap Elsa penuh sesal.
"Biarkan saja, memang itu adanya. Aku yang harus minta maaf, karena aku kamu harus jauh dari orangtuamu." Ucap Ivan dengan suara sendunya.
"Tidak! Tidak! aku tidak pernah menyesal." Elsa menggelengkan kepalanya dengan menatap manik hitam Ivan.
"Aku bahagia bisa hidup bersamamu. Aku tidak perduli meski tidak ada resepsi pernikahan untuk kita, Mas." Ucap Elsa dengan air mata yang terus berjatuhan di pipi mulusnya.
"Sekarang usaplah sisa air matamu, Sayang. Ayo pulang, Rafa pasti merindukan kita." Ucap Ivan dengan senyum yang mengembang di wajah tampannya.
Elsa menegakkan tubuhnya, ia bersandar di kursinya, tak lupa ia meraih tissu yang ada di hadapannya. Ia harus mengusap sisa air matanya karena ia tidak mau kalau sampai Bu Nurul melihatnya menangis.
__ADS_1
Jalanan kota Mojokerto yang di penuhi gemerlap lampu terlihat begitu indah. Elsa tak mengalihkan pandangannya, sengaja ia membuka kaca mobil agar udara segera masuk ke dalam mobil untuk mengobati rasa sakitnya.
...💠💠💠💠...
Alunan lagu-lagu melow tengah menemani seorang wanita cantik dengan rambut yang di biarkan tergerai, angin malam membuat rambut kecoklatan itu menari-nari dengan indahnya.
Dua kaleng softdrink tergeletak sudah di lantai. Di balkon kamar yang tak seberapa luas ini, Dina duduk sendirian sembari menatap langit yang berhiaskan bintang. Air matanya pun sesekali menetes tatkala bayangan Emran melintas dalam pandangannya.
Meski ia ikut andil dalam keputusan besar ini, tetaplah ia menangis ketika membayangkan sang suami yang tengah mengucapkan akad nikah bersama wanita lain. Kacau, itulah yang dirasakan Dina saat ini.
"Jadi seperti rasanya ..." Lirih Dina yang masih setia bersandar di tembok berwarna putih itu.
Tangisnya pun pecah, ia rapuh sendiri di dalam rumah besar ini. Bibirnya bisa mengatakan rela melihat Emran menikahi wanita lain, namun tidak untuk hatinya. Ia masih belum rela jika Emran membagi cintanya.
"Ayah, Ibu ... Dina rindu kalian." Ucap Dina yang kini menyembunyikan wajahnya di atas kedua lututnya yang tertekuk.
Waktu terus membawa rasa sedih Dina sampai di jam sebelas malam. Dinginnya angin malam tak membuatnya beranjak dari tempat duduknya, ia membiarkan tubuhnya di sapa oleh angin yang berhembus pelan.
"Bay ..." Terdengar suara Emran ketika wajah Dina berhiaskan di layar ponsel.
"Ada apa Baby? " Tanya Dina.
"Kamu dimana Bay? itu di balkon bukan?" Tanya Emran ketika melihat Dina di luar ruangan.
"Iya aku lagi di balkon, Beb." Ucap Dina yang terus menatap wajah tampan di layar ponsel.
"Masuk Bay, Ini sudah malam. Disana pasti dingin." Ucap Emran yang terlihat khawatir.
"Nanti Beb, aku masih ingin disini." Jawab Dina.
__ADS_1
"Masuk kamar sekarang! jangan lupa tutup pintu balkon Bay." Ucap Emran.
Dina pun menuruti perintah Emran, ia masuk kedalam kamarnya, tak lupa ia mengunci pintu balkon. Dina pun duduk bersandar di ranjang empuknya.
"Bay, aku rindu Bay." Ucap Emran ketika melihat kembali wajah Dina di layar ponselnya.
"Baby, jangan seperti itu! ini kan ... ini kan ..." Dina tak melanjutkan ucapannya.
"Aku memesan kamar lagi Bay, aku tidak tidur sekamar dengan Mega." Ucap Emran yang mengerti maksud dari ucapan sang istri.
"Astaga Baby!! kenapa begitu?" Tanya Dina dengan ekspresi wajah herannya.
"Kamu tahu kan, aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini. Aku hanya tetap milikmu, Bay." Erman menatap wajah Dina yang terlihat bingung, lalu ia pun melanjutkan ucapannya. "Sudahlah, mending kita bahas yang lain, Bay. Aku akan menemani kamu sampai kamu tidur Bay."
Dina pun akhirnya mengikuti saran dari Emran, mereka berdua beralih membahas tentang hubungan mereka berdua. Masalah ranjang pun tak luput dari pembahasan mereka.
Entah, jalan hidup seperti apa yang sedang mereka bertiga jalani saat ini. Pernikahan rumit akan menantang setelah ini.
Di dalam sebuah kamar hotel yang berhiaskan dekorasi indah untuk sepasang pengantin baru yang akan menikmati malam pertama terlihat sunyi sepi. Tak ada suara-suara manja yang terdengar disana, hanya ada seorang wanita yang terisak di atas ranjang pengantinnya.
"Aku tidak menyangka, Emran tega melakukan hal ini. Sulit sekali untuk menaklukkan hatinya, aku sudah sah menjadi istrinya tapi kenapa dia malah memesan kamar lain, Ya Tuhan ... Aku tidak pernah menyangka akan seperti ini jadinya, aku hanya membayangkan Emran akan bertekuk lutut setelah malam pertama ini." Rancau Mega dalam tangisnya.
_
_
Selamat membaca kak, semoga suka ♥️😍
_
__ADS_1
_
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️