PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Bersembunyi...


__ADS_3

Sudah tiga hari Elsa menjalani harinya hanya di rumah saja. Sebenarnya ia tidak suka jika waktu libur semester telah tiba karena ia tidak bisa memandang wajah manis Ivan setiap hari.


"Kangen banget sama kamu Van..." Elsa bergumam sembari duduk berselonjor di balkon yang ada di lantai dua rumahnya.


Elsa menengadahkan kepalanya sembari memandang gemerlap bintang yang menghiasi langit gelap saat ini. Elsa bangun dari tempatnya tak kala mendengar suara mobil Bu Kana memasuki halaman rumahnya.


"Empat hari ini Mama selalu pulang malam." Ucap Elsa sembari menatap penunjuk waktu yang ada di pergelangan tangannya.


"Semoga masalahnya cepat selesai biar Mama gak pulang malam terus." Ucap Elsa sambil berjalan menuruni tangga untuk menyambut kedatangan Mamanya.


Sesampainya di ruang keluarga Elsa melihat Bu Kana menenteng sebuah paperbag di tangannya. Elsa sangat penasaran isi dari paperbag itu.


"Hay anak Mama!!" Sapa Bu Kana ketika melihat Elsa berdiri di ruang keluarga.


"Kenapa belum tidur??" Tanya Bu Kana setelah sampai di hadapan Elsa.


"Elsa nungguin Mama..." Jawab Elsa setelah mencium punggung tangan Sang Mama.


Bu Kana mengajak Elsa untuk duduk di ruang keluarga. Raut wajah bahagia tengah terpancar di wajah Bu Kana.


"Elsa, Mama bangga banget sama kamu. Ternyata kamu dapat peringkat tiga di kelas kamu!! Maaf ya kemarin mama belum sempat memberikan kamu hadiah." Ucap Bu Kana sembari mengusap rambut Elsa.


"Tenang aja ma, Elsa tidak mempermasalahkan itu kok ma!! yang penting sekarang masalah di rumah sakit cepat selesai Ma..." Ucap Elsa sembari menatap wajah sang Mama.


"Ini hadiah untuk kamu El..." Bu Kana memberikan paper bag yang di bawanya kepada Elsa.


"Buka aja El!! Kamu pasti suka..." Bu Kana mengulas senyum manisnya.


Elsa melebarkan matanya tak kala mengeluarkan sebuah kotak persegi panjang berwarna putih yang berlogo apel yang tergigit.


"Ini serius Ma untuk Elsa?" Tanya Elsa sembari membolak balikkan kotak ponsel keluaran terbaru dari apel tergigit.


"Iya Sayang. Itu hadiah dari Mama dan Papa karena kamu berhasil meningkatkan prestasi kamu." Ucap Bu Kana dengan senyum manisnya.


"Seharusnya Mama berterima kasih kepada Ivan tuh!! karena dia yang berhasil merubah Elsa Ma..." Gumam Elsa dalam hatinya sembari membuka kotak ponsel yang di tangannya.


"Terima kasih Ma... Elsa suka hadiahnya." Ucap Elsa dengan semangat yang berkobar.


Setelah sedikit berbincang dengan Elsa, Bu Kana beranjak dari tempat duduknya saat ini. Beliau berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai dua sedangkan Elsa masih berada di ruang keluarga sembari mengotak atik ponsel barunya.


"Hmmm sepertinya aku besok harus ketemu sama Ivan. Tapi gimana ya caranya??" Gumam Elsa sembari menyandarkan tubuhnya di sofa.


"Ah nanti lah aku pikirkan caranya!! Sekarang waktunya menerima telfon dari Ayang beb Ivanku..." Ucap Elsa dengan diiringi gelak tawa karena geli sendiri dengan apa yang baru saja di ucapkan.

__ADS_1


Elsa berjalan melewati tangga dengan senyum yang terus mengembang dari bibirnya. Ia begitu bahagia mendapat hadiah dari sang Mama. Namun tak lama setelah itu wajahnya berubah menjadi tertekuk tak kala mengingat semua perbuatannya di belakang Bu Kana.


"Elsa tahu Ma... Semua yang Elsa lakukan ini tidak benar. Elsa tahu, Elsa telah berbuat dosa dengan membohongi Mama selama ini. Tapi Ma... hanya ini yang bisa Elsa lakukan untuk terus bersama ivan. Sebuah dosa yang di sengaja yaitu Backstreet!!" Gumam Elsa dalam hatinya sambil mendudukkan tubuhnya di ranjang.


...💠💠💠💠...


Mentari pagi tengah tersenyum manis menyapa semua makhluk yang ada di bumi. Tepat pukul sembilan pagi, Elsa sudah menunggu Ivan di penitipan motor yang ada di dekat pasar yang tak jauh dari rumah Elsa.


Pagi ini Elsa sengaja tidak membawa mobilnya, Ia sengaja membawa motor matic yang ada di garasi rumahnya agar tidak ketahuan Bu Kana jika hari ini ia keluar dari rumah.


"Hay cewek..." Terdengar suara Ivan di balik tubuh Elsa.


"Hello baby..." Ucap Elsa ketika sudah membalikkan badannya menghadap Ivan yang sedang tersenyum dengan manisnya.


Setelah saling sapa, Elsa segera naik ke atas motor Ivan agar segera berangkat ke tempat yang sudah mereka tentukan tadi malam.


Ivan menghentikan motornya tepat di depan toko pakaian yang cukup besar di Mojokerto, mereka memasuki toko dengan bergandeng tangan seperti orang yang akan menyebrang di pinggir jalan.


Setelah berada di dalam toko selama satu jam lebih, akhirnya Ivan dan Elsa keluar dari toko itu sembari menenteng satu kantong yang berisi Baju yang di beli Elsa.


"Setelah ini kita kemana lagi el?" Tanya Ivan sembari membantu Elsa memakai helmnya.


"Ke kedai ice cream Cha*pina yuk Van!! itu loh yang ada di deket rel kereta!!" Ucap Elsa dengan semangatnya.


Cukup menempuh waktu lima menit mereka berdua sudah sampai di kedai ice cream yang di maksud oleh Elsa. Mereka berdua segera masuk dan tak lupa memesan varian ice cream yang mereka inginkan.


"Kamu hari ini cantik banget El..." Ucap Ivan setelah duduk di kursi yang ada di pojok belakang.


"emang biasanya gak cantik ya?" Tanya Elsa dengan rona merah di pipinya.


"Cantik. Tapi hari ini lebih cantik!!" Ucap Ivan tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Elsa.


"Gombal banget!!" Elsa mengalihkan pandangan ke arah lain karena tersipu setelah mendengar ucapan Ivan.


Ivan tersenyum ketika melihat wajah malu-malu Elsa. Baginya memandang wajah Elsa di saat seperti ini sangatlah menggemaskan. Ia sangat suka menggoda Elsa dengan mengatakan hal-hal romantis yang selalu di nantikan Elsa.


Kedua insan yang saling jatuh cinta ini menghabiskan waktu bersama di kedai yang sangat nyaman ini hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul satu siang.


"Van, pulang yuk!!" Ucap Elsa sembari memasukkan ponselnya ke dalam tas.


"Iya El, kita sudah terlalu lama keluarnya kali ini." Ucap Ivan dengan nada yang sedikit khawatir.


Setelah selesai membayar makanan yang mereka pesan tadi akhirnya Ivan melajukan motornya menuju tempat penitipan motor yang ada di dekat pasar tadi.

__ADS_1


"Van!!! Stop Van!!! stop!!" Tiba-tiba Elsa menepuk paha Ivan dengan suara yang panik hingga ia mengehentikan laju motornya.


"Ada apa El?" Tanya Ivan.


"Kita putar balik Van... lihat itu yang di depan indoapril ada mobil Mama Van!!" Ucap Elsa sembari menunjuk sebuah mobil hitam yang berhenti di depan minimarket.


Tanpa berfikir panjang, Ivan segera memutar balikkan motornya. Ia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi agar bisa lolos dari Bu Kana.


"El, sepertinya mobil Mama mu mengikuti kita..." Ucap Ivan setelah menatap kaca spion motornya.


"Cari tempat sembunyi Van!! cepat Van!!" Ucap Elsa dengan paniknya.


Ivan terus melajukan motornya memasuki kawasan pedesaan. Ia menghentikan mobilnya di depan warung kopi yang ada di pinggir jalan. Tak lupa ia memarkirkan motornya di belakang warung agar tidak ketahuan oleh Bu Kana.


"Bu Kita pesen es teh manis dua bungkus ya bu..." Ucap Ivan kepada wanita parubaya pemilik warung kopi tersebut.


"Tapi kita tinggal dulu ya bu ke toilet umum yang ada di situ. kebelet pipis bu..." Ucap Elsa ketika melihat ada toilet umum yang tak jauh dari warung yang ia kunjungi saat ini.


"Iya neng... hati-hati ya disana itu banyak hantunya..." Kelakar pemilik warung.


Elsa hanya tersenyum untuk menjawab gurauan ibu pemilik warung itu, Ia segera menarik tangan Ivan agar segera sampai di toilet yang ada di depannya.


"Ayo Van, kita masuk..." Ajak Elsa.


"Kamu yakin El kita sembunyi disini??" Ivan meyakinkan Elsa yang sudah melangkah di depannya.


"Cepat Van!!! kamu di sana dan aku disini!!" Ucap Elsa sambil menunjuk kamar mandi yang saling berhadapan.


Mereka berdua sembunyi di tempat yang berbeda untuk menghindari kejadian yang tidak di inginkan. Elsa takut jika nanti di grebek oleh warga sekitar karena berduaan di dalam kamar mandi.


"Baru kali ini aku melakukan hal konyol seperti ini!!" Gumam Ivan sembari menyandarkan tubuhnya di dinding toilet. Ia tersenyum tipis sembari menengadahkan kepalanya


_


_


_


Happy reading kak, semoga suka😍♥️


_


_

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2