PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Safara Putri Anjani (END)


__ADS_3

Dua bulan kemudian ...


Dua keluarga tengah dilanda rasa panik di depan ruang operasi. Hari ini Elsa melahirkan anak keduanya, ia memilih operasi Caesar untuk menyambut buah hatinya karena ia tidak akan sanggup berjuang seorang diri tanpa kehadiran Ivan disisinya.


Bu Nurul dan Pak Hamid duduk di kursi yang ada depan ruang operasi, keduanya terlihat panik untuk menanti kelahiran cucu keduanya.


Bu Kana mondar mandir di depan ruang operasi. Beliau bingung harus berada dimana, karena hari ini juga Dina melahirkan anak pertamanya. Ia masih berada di ruang bersalin untuk menunggu pembukaan sempurna.


"Bu Kana sebaiknya menunggu istri Nak Emran saja. Kasihan mereka hanya berdua disana. Elsa biar kami yang menunggu disini." Ucap Bu Nurul yang tak tega melihat besannya bingung sendiri.


"Baiklah, kalau begitu saya ke ruang bersalin dulu ya Bu." Pamit Bu Kana kepada Bu Nurul.


Sepeninggalan Bu Kana, kedua orangtua Ivan kembali termenung. Berbagai doa terucap dari bibir keduanya. Saat ini Rafa sedang bersama dengan Pak Roni, entah kemana Pak Roni mengajak cucunya saat itu.


"Mudah-mudahan semua lancar ya, Yah." Ucap Bu Nurul sembari menggenggam tangan Pak Hamid.


"Kita berdoa saja ya Bund, semoga semua lancar." Pak Hamid menguatkan istrinya yang terlihat gusar.


Waktu terus berjalan tanpa kenal lelah. Mengantar mereka semua pada waktu dhuhur. Tepat pukul satu siang, Elsa sudah di pindahkan ke ruang rawat inap. Dimana Bu Kana memesan kamar khusus untuk anak dan menantunya yang sama-sama melahirkan hari ini.


Dua bed dan dua box bayi tersedia di kamar VVIP ini. Dua bayi yang tertidur pulas di dalam box masing-masing membuat semua orang merasa tenang. Elsa pun masih terlelap dalam tidurnya, begitu juga Dina.


"Assalamualaikum ..." Pintu ruangan terbuka. Rafa turun dari gendongan Pak Roni dan berlari menuju tempat Pak Hamid berada.


"Kakek ... Adiknya Rafa yang mana? kok ada dua?" tanya Rafa yang merasa heran melihat dua bayi yang tertidur pulas.


"Ini adiknya Rafa. Yang pakai selimut putih adiknya Om Emran." Lirih Pak Hamid yang memeluk tubuh kecil Rafa.


Suara berisik Rafa berhasil membangunkan Elsa dari tidurnya. Ia tersenyum melihat putranya ada disana. Ia pun menekan remote bed nya untuk naik. ia pun terduduk disana.


"Ma, Elsa ingin menggendong putri Elsa Ma." Ucap Elsa.

__ADS_1


Ya, Elsa telah melahirkan bayi perempuan sedangkan Dina melahirkan anak pertamanya yang berjenis kelamin laki-laki.


Bu Kana memindahkan tubuh mungil yang terbalut dengan bedong ke dalam dekapan Elsa. Beliau pun membantu Elsa untuk memberikan asi pertamanya.


Suara tangisan anak Emran terdengar disana, membuat Dina gelagapan. Ia pun akhirnya membuka kelopak matanya dan menyuruh Emran untuk mengambil putranya.


Semua orang tersenyum bahagia melihat Elsa dan Dina yang sedang menyusui anaknya. Bu Nurul harus menahan air matanya ketika melihat sorot kesedihan dari mata Elsa.


"Elsa, Siapa nama putrimu, Nak?" Tanya Bu Nurul.


"Elsa memberi dia nama, Safara Putri Anjani." Ucap Elsa sembari menatap wajah putrinya.


"Wah nama yang bagus ya. Kalau anak kamu siapa, Ran?" Sahut Bu Kana.


"Fero Andang Bagaskara." Ucap Emran diiringi dengan senyum bahagianya. Akhirnya ia menjadi seorang Ayah.


"Wah nama anak kalian bagus-bagus ya, Mama suka." Ucap Bu Kana.


Bu Nurul pun mengangkat tubuh Rafa. Ia duduk di samping Elsa sembari menoel pipi adiknya yang terlihat menggemaskan.


"Mama ... Ayah kapan pulang kerja? Ayah tidak ingin melihat adek bayi ya?" Sebuah pertanyaan yang berhasil membuat semua yang mendengarkan menjadi terharu. Apalagi Bu Nurul, beliau pun tak sanggup lagi untuk menahan air matanya yang sejak tadi di tahannya.


Semua bungkam, tidak ada yang berani menjawab pertanyaan Rafa. Elsa hanya diam dengan bulir air mata yang terus berjatuhan di pipi polosnya. ia terus mengelus rambut putranya dengan perasaan yang membuncah.


"Lihatlah Mas, pertanyaan polos putramu berhasil membuat semua orang meneteskan air matanya. Sampai saat ini dia belum tahu dimana keberadaanmu yang sebenarnya. Dia masih begitu kecil untuk mengerti dengan keadaan ini."


"*Doa terakhirmu telah di kabulkan Allah dengan memberikan aku seorang putri yang cantik. Tapi, wajahnya lebih banyak mirip denganmu, hanya bibirnya saja yang sama denganku, Mas."


"Tenanglah di sisi Tuhan Mas, aku akan menjaga anak-anak kita disini. Aku akan berjuang untuk membesarkan kedua anak kita. Aku akan menjadi ayah sekaligus ibu untuk putra putrimu Mas."


"Kamu tidak akan pernah terganti oleh siapapun, Mas. Kamu akan menjadi suamiku selamanya. Biarlah waktu yang akan mempertemukan kita di alam keabadian."

__ADS_1


"Maaf aku belum bisa berada di Puncak Cinta tertinggi seperti yang kamu ucapkan saat itu. Aku tidak bisa untuk mencintai pria lain selain cintamu. Biarlah aku sendiri dalam bayang-bayang cintamu hingga akhir nanti. Aku tetap milikmu, Ivan Ardiansyah*."


Elsa terus terisak dalam gumaman hatinya. Ia meraih tubuh Rafa dalam pelukannya. Ivan telah memberinya dua anak sebelum ia menghadap Sang Pencipta agar dirinya tidak sendirian.


Ruangan yang tadinya di penuhi kebahagiaan, kini telah berganti dengan sebuah kesedihan. Apalagi ketika melihat Elsa yang masih tenggelam dalam kesedihan yang ia pendam sendiri.


Bu Kana dan Bu Nurul saling memeluk dan terisak. Kedua ibu ini ikut tenggelam dalam lautan kesedihan yang tercipta dari pertanyaan polos Rafa. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka, yang pasti semua orang yang ada di ruangan ini sangat kehilangan atas kepergiaan Ivan beberapa bulan yang lalu.


Cinta tak harus berakhir bahagia. Tapi cinta membuat semua orang bahagia, entah bagaimana itu prosesnya. Kisah cinta yang membahagiakan ini tidak sampai sepuluh tahun harus berakhir. Mau tidak mau, Elsa harus menerima kenyataan yang sudah di takdirkan oleh Sang Pencipta, menjadi janda muda dengan dua anak yang masih kecil.


...🌷Mojokerto, 24 Agustus 2021🌷...


...💠TAMAT💠...


Hallo para reader setianya Elsa dan Ivan. Maaf novel ini berakhir dengan sebuah kesedihan🙏 Terima kasih telah mendukung othor selama ini. Maaf othor belum bisa memberikan karya yang menarik untuk kalian.


Tapi jangan bersedih dulu ya😜 Kalian akan berjumpa lagi dengan othor di tanggal 31 Agustus di novel baru othor yang launching Di aplikasi Noveltoon/Mangatoon.


Salam Haluvers untuk kalian semua😘😘😘😘


🌷Tie tik🌷


Othor Gemol🤣


_


_


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Nih othor kasih bocoran covernya🤣🤣🤣

__ADS_1



__ADS_2