
Suasana hati yang baik untuk menemani awal masuk ke sekolah setelah satu minggu menikmati liburan yang menyenangkan. Elsa turun dari kamar nya dengan wajah yang berseri. Remaja yang sedang jatuh ini terus saja menyunggingkan senyum manisnya.
"Pagi Ma, Pa..." Sapa Elsa kepada kedua orangtuanya ketika sampai di ruang makan. Pak Roni hanya tersenyum sambil memandang Elsa.
"Pagi Sayang... Sepertinya anak Mama ini sedang bahagia. Apa tebakan Mama benar El?" Tanya Bu Kana sembari menuangkan air putih untuk Pak Roni.
"Iya dong, kan hari ini udah masuk sekolah Ma." Ucap Elsa sembari menatap menu sarapan pagi ini.
Akhirnya mereka bertiga menikmati sarapan buatan Mak Tina yang rasanya sangat lezat di lidah keluarga Pak Roni. Elsa melirik jam tangan yang ada di pergelangan tangan nya, kemudian ia segera menyelesaikan sarapan nya.
"Ma, Pa... Elsa berangkat dulu ya..." Ucap Elsa sebelum menjabat tangan kedua orangtua nya.
"Hati-hati sayang!!" ucap Bu Kana sambil mengusap rambut Elsa dengan penuh kasih sayang.
Elsa berjalan keluar dari rumahnya, ia sudah melihat mobil beserta supirnya menunggu di depan garasi. Dengan segera Elsa masuk ke dalam mobilnya. Perjalanan terus berlanjut sampai mobil yang di tumpangi Elsa tiba-tiba berhenti. Sang supir turun dan kemudian memeriksa mesin mobil milik Elsa.
"Kenapa Pak mobilnya?" tanya Elsa ketika ikut turun dan melihat mesin mobilnya.
"Belum tahu Neng, sepertinya ini agak lama Neng." ucap sang supir tanpa menatap Elsa.
"Duh bagaimana ini?? mana disini jauh dari pangkalan ojek!!" Elsa menatap keadaan di sekelilingnya. Sekilas ide untuk menghubungi Ivan terlintas dalam pikirannya namun ponselnya tidak ada di saku seragam ataupun di dalam tasnya.
"Sial!! pakek ketinggalan lagi ponselnya." Umpat Elsa dengan kesal karena tidak bisa menghubungi Ivan.
Elsa menyandarkan tubuhnya di samping mobil sembari terus menatap jam tangan yang ada di pergelangan tangannya. Rasa bahagia yang tadi menyelimuti hatinya kini berganti dengan rasa kesal dalam hatinya. Saat sedang melamun tiba-tiba Elsa di kejutkan dengan seorang cowok yang berseragam sama seperti dirinya berhenti di hadapannya.
"Kamu Elsa anak IPS kan?" Tanya Cowok putih yang mengendarai motor matic.
"Iya, Kamu kalau gak salah anak bahasa itu ya?" Ucap Elsa sambil memutar bola matanya mengingat cowok yang di hadapannya.
__ADS_1
"Kenapa mobilnya?" Tanya cowok itu.
"Gak tau ini tadi tiba-tiba aja mogok." Jawab Elsa sambil menatap kesal mobilnya.
"Ya sudah kamu berangkat bareng sama aku aja, daripada terlambat. Aku bawa satu helm lagi kok, ada di dalam jok." Cowok itu membuka jok motornya lalu memberikan helm yang di bawa nya kepada Elsa.
"Serius nih gak papa nebeng kamu?" Elsa meyakinkan temannya itu.
"Iya serius, daripada ntar terlambat!" Ucap teman Elsa.
"Baiklah, aku pamit ke sopirku dulu kalau begitu." Ucap Elsa sebelum berjalan ke depan mobilnya untuk berpamitan kepada pak supir.
Karena waktu terus berjalan, Si teman Elsa mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi agar mereka tidak terlambat sampai di sekolah.
Setelah menempuh perjalanan selama sepuluh menit Mereka berdua sudah sampai di tempat parkir sekolahnya. Elsa turun dari jok belakang motor teman nya itu.
Elsa berusaha membuka pengait helm milik teman nya namun terasa agak susah di tarik. Tanpa banyak bicara teman Elsa membantu membuka pengait itu dan berhasil, helm yang di pakai Elsa sudah lepas dari kepalanya.
"iya sama-sama El, emang rumah kamu dimana El?" tanya teman Elsa.
"Di komplek perumahan xxxx." jawab Elsa. Tanpa sengaja Elsa melihat Ivan yang sedang berjalan di sampingnya tanpa menatap ataupun menyapa dirinya. Terlihat guratan kemarahan di wajah tampan Ivan. Jantung Elsa berpacu dengan cepat karena tiba-tiba rasa takut menyeruak dalam hati.
"Eh, aku duluan ya... sekali lagi terima kasih!!" Ucap Elsa kepada teman yang ada di hadapannya. Tanpa menunggu jawaban dari temannya Elsa langsung pergi mengejar Ivan yang berjalan dengan langkah cepat menuju kelasnya. Berkali-kali Elsa memanggil
nama Ivan, namun sang pemilik nama tidak sekali pun menoleh kearahnya. Karena tidak hati-hati tanpa sengaja Elsa menabrak seseorang yang sedang membawa peralatan kebersihan hingga keduanya jatuh di lantai.
Sejenak Elsa sedikit syok karena jatuh dengan posisi terduduk di lantai, kemudian dengan cepat Elsa membantu membereskan peralatan yang berserakan di lantai sekolah.
"VAN.... IVAN... VAN... IVAN!!!" Elsa meneriaki Ivan yang terus berjalan meninggalkan nya.
__ADS_1
Elsa berlari mengejar Ivan yang semakin cepat melangkahkan kakinya untuk segera sampai di kelasnya.
"Van." Ucap Elsa dengan nafas yang terengah ketika sudah duduk di bangkunya. Ia menatap Ivan yang sedang menekuk wajahnya.
"Van... Ivan..." Sekali lagi Elsa memanggil Ivan yang masih membeku.
"Van, ini tidak seperti yang kamu lihat!!" Ucap Elsa sambil tangannya mengusap lengan Ivan.
"Memang apa yang aku lihat?" Ivan menatap Elsa dengan tajam.
"Aku tidak ada apa-apa sama anak bahasa tadi, aku hanya nebeng dia." Ucap Elsa dengan suara yang lirih.
"Untuk apa kamu menjelaskan itu?" Ucap Ivan.
"Aku tidak ingin kita menjadi salah paham Van. Aku tidak ingin kita bertengkar." Ucap Elsa dengan nada yang terlihat panik ketika melihat kilatan amarah masih tergambar di wajah Ivan.
"Kita belum ada hubungan apa-apa El, jadi untuk apa kita salah paham?" Ivan menatap ke arah lain. Mendengar ucapan Ivan membuat hati Elsa seperti di hantam batu besar.
"A-aku...aku... A-ku..." Ucap Elsa dengan gugup. Belum sempat ia melanjutkan ucapannya, Guru bahasa inggris sudah masuk ke dalam kelasnya. Elsa kembali menyimpan kata-katanya dan beralih menatap ke depan kelas dengan mata yang berkaca-kaca.
_
_
_
Happy Reading kakak♥️ semoga suka😍
_
__ADS_1
_
❤️❤️❤️❤️❤️❤️