PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Berhentilah menangis!!


__ADS_3

Waktu terus berlalu tanpa henti mengiringi hari yang terus berganti. Setelah berlatih selama hampir satu minggu kini saatnya Elsa, Ivan dan seluruh teman satu kelasnya praktek pelajaran kesenian yang minggu lalu di berikan oleh Bu Jujuk. Beberapa Siswa ada yang membawa peralatan musik sendiri, ada yang meminjam peralatan milik sekolah.


Setelah memasuki kelas dan memberi salam, Bu Jujuk langsung memanggil secara acak nama siswa yang ada di buku absen.


"Ayu mega Lestari..." Suara Bu Jujuk memanggil salah satu nama teman sekelas Elsa. Sang pemilik nama langsung berdiri bersama teman satu bangku nya, mereka berdua akan memainkan organ dan gitar.


Satu persatu nama di panggil oleh Bu Jujuk dan kini tibalah giliran nama Elsa yang di panggil. Mendengar namanya di panggil Elsa langsung berdiri diikuti oleh Ivan sambil membawa gitar akustik yang di bawakan oleh Elsa dari rumahnya.


"Kalian mau menampilkan apa hari ini?" tanya Bu Jujuk sembari menatap Ivan yang sedang menyiapkan alat musik nya.


"Kami akan bernyanyi bu dengan di iringi gitar akustik yang akan di mainkan oleh Ivan." Ucap Elsa sembari menatap Bu Jujuk.


"Baiklah." Ucap Bu Jujuk sembari berdiri dari kursinya, beliau pindah duduk bersebelahan dengan salah satu muridnya untuk menyaksikan Elsa yang akan bernyanyi.


Rasa tidak percaya diri muncul dari dalam diri Elsa ketika ia menatap ke depan, semua teman nya diam sambil menunggu penampilan nya bersama Ivan. Elsa menarik nafasnya dalam ketika Ivan sudah siap.


Semua teman sekelas Elsa melebarkan matanya ketika Elsa sudah mulai menyanyikan lagu Acha ft. Irwansyah yang berjudul Ada Cinta. Mereka semua tak menyangkan Elsa akan menyanyikan lagu ini dengan penuh penghayatan bagai penyanyi profesional. Elsa dan Ivan berhasil menghipnotis semua yang ada di dalam kelas dengan penampilan yang memang berasal dari dalam hati nya saat ini.


🎵Ucapkanlah kasih


Satu kata yang kunantikan


Sebab ku tak mampu


Membaca matamu, Mendengar bisikmu


Reff:


Nyanyikanlah kasih


Senandung kata hatimu


Sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini


Sebab ku meragu pada dirimu


Mengapa berat ungkapkan cinta


Padahal ia ada

__ADS_1


Dalam rinai hujan, Dalam terang bulan


Juga dalam sedu sedan


Mengapa sulit mengaku cinta


Padahal ia terasa


Dalam rindu dendam, Hening malam


Cinta Terasa ada...


Elsa menyanyikan lagu nya tanpa mengalihkan pandangan nya ke arah lain, ia terus menatap Ivan dengan tatapan penuh cinta. Begitu pun dengan Ivan, Ia juga tak mengalihkan pandangan nya dari Elsa. Mereka seolah berkomunikasi lewat bahasa mata.


Suara tepuk tangan dari seisi kelas terdengar ketika mereka berdua telah selesai. Elsa mengalihkan pandangan nya menatap Bu Jujuk yang berjalan kembali ke kursi nya. Beliau juga ikut terpukau dengan penampilan Elsa dan Ivan.


"Ivan, Elsa... Penampilan kalian sangat bagus. Ibu akan merekomendasikan kalian untuk tampil di acara wisuda anak kelas tiga nanti, mungkin sekitar lima bulan lagi." Ucap Bu Jujuk sembari menatap Elsa dan Ivan bergantian.


"Baik bu..." Jawab Ivan sambil menganggukkan kepalanya dengan hormat.


"Kalian boleh kembali duduk ke bangku kalian." ucap Bu Jujuk. Ivan segera membereskan alat musiknya sebelum kembali ke bangkunya.


"Eh El, apa kalian pacaran? kalian tadi cocok banget loh!!" Ucap Ratna saat membalikkan badannya untuk menatap Elsa.


"Iya nih, kalian kok bisa sih menghayati banget seperti tadi??" Timpal Farah yang ikut nimbrung.


"Kalian jangan ngaco deh, kita itu hanya temenan aja." jawab Elsa sambil menatap kedua teman nya.


"Teman tapi mesra kan El?" Kelakar Ratna.


"Memangnya kalian pernah liat Ivan mesra sama aku?" Elsa bertanya balik kepada Farah dan Ratna.


"Enggak juga sih!!" Ucap Ratna setelah mengingat sikap cuek Ivan kepada Elsa.


"Kita masih berteman, entah itu sampai kapan??" gumam Elsa dalam hatinya sambil menatap Farah dan Ratna. Tak lama setelah itu bel masuk kembali berbunyi tanda waktu istirahat telah berakhir.


Waktu terus berjalan sampai semua siswa berada di pelajaran terakhir. Elsa segera membereskan buku pelajaran nya ketika mendengar bel pulang sekolah berbunyi. Sebelum pulang tak lupa mereka semua membaca doa seperti biasanya.


"El, bagaimana dengan gitar kakak kamu ini?" Tanya Ivan sebelum beranjak dari bangku nya.

__ADS_1


"Ya sudah kita bawa saja ke rumah kamu." Jawab Elsa sembari menatap wajah Ivan.


"Kalau gitu kamu bawa ini dulu, aku mau ambil motor di parkiran." Ucap Ivan sembari memberikan tas yang berisi gitar milik Emran. Tanpa menunggu jawaban Elsa, Ivan segera berjalan keluar dari kelas nya.


Hampir Lima belas menit Elsa menunggu Ivan di depan gerbang sekolah, namun Ivan belum juga keluar dari tempat parkir yang ada di sebelah gedung perpustakaan. Akhirnya Elsa memutuskan untuk menyusul Ivan ke tempat parkir.


Hati Elsa seperti terbakar tak kala melihat Ivan yang sedang duduk bersebelahan di teras perpustakaan dengan teman sekelasnya yang menyukai Ivan. Elsa melihat Ivan sedang ngobrol sambil sesekali Ia Tertawa lepas bersama cewek yang ada di sebelah nya.


"IVAN!!!" teriak Elsa ketika sudah berada di hadapan Ivan. Ia menatap Ivan dengan tajam.


"Eh, aku duluan ya... Sepertinya motorku sudah bisa keluar Van." pamit Gadis yang ada di sebelah Ivan. Ia segera meninggalkan Ivan dan Elsa yang saat ini dalam keadaan kurang baik.


"Kenapa nyusul kesini??" Tanya Ivan dengan entengnya.


"Sudah lima belas menit aku berdiri di depan gerbang nungguin kamu!!! tapi ternyata kamu disini sedang berduaan dengan dia!!" Sungut Elsa sambil menatap Ivan dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Motor ku gak bisa keluar El, jadi aku harus nunggu yang di belakang keluar duluan." Ucap Ivan dengan wajah yang tidak bisa di lukiskan.


"Kenapa sih Van kamu tega melakukan ini kepadaku?? Kamu cuek sekali sama aku, tapi dengan dia tadi kamu terlihat begitu ramah dan banyak senyum. Kenapa Van kenapa???" Elsa menaikkan suara nya.


"Kamu jahat Van!!! Kamu tega melakukan ini sama aku!! padahal kamu tau kan bagaimana perasaan ku kepada kamu." Ucap Elsa dengan air mata yang terus berjatuhan. Elsa mendudukkan dirinya di teras perpustakaan dengan kepala yang tertunduk. Akhirnya Ia meluapkan semua yang di pendamnya selama satu bulan ini.


Ivan hanya diam sambil melihat Elsa yang menangis, Ivan menatap ke sekelilingnya untuk memastikan keadaan di sekitarnya. Lalu ia duduk di sebelah Elsa sambil menatap lurus ke depan. Ia menghela nafasnya yang berat karena melihat Elsa yang terus saja terisak tanpa mengeluarkan kata lagi.


"Elsa berhentilah menangis, sekarang dengarkan aku..." Ucap Ivan dengan suara yang lirih.


_


_


Happy Reading kak😍 semoga suka♥️


_


_


_


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2