PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Kembali Cuek....


__ADS_3

Cuaca panas tengah melanda Kota Mojokerto, matahari tengah bersemangat memancarkan sinarnya untuk bumi beserta isinya. Namun cuaca panas saat ini tak dapat mencairkan suasana yang membeku di antara Elsa dan Ivan. Salah paham, itulah alasan di balik dingin nya sikap Ivan kepada Elsa saat ini. Rasa cemburu yang begitu besar telah membakar hati dan akal pikir Ivan, ia belum bisa menerima alasan yang di berikan oleh Elsa tadi.


"Kamu lucu sekali Van, kamu belum menyatakan perasaan mu kepadaku tapi kamu sudah memiliki rasa cemburu yang begitu besar sampai kamu sendiri betah untuk tidak berbicara denganku seperti ini." Ucap Elsa dalam hatinya sambil menatap helm yang di pakai Ivan. Meski hari ini sikap nya kembali cuek kepada Elsa, namun Ivan tetap membonceng Elsa ke rumahnya untuk melanjutkan belajar membaca Al-Quran bersama sang Bunda.


Perjalanan terus berlanjut sampai mereka berdua berhenti di halaman rumah Ivan. Elsa turun dari motor Ivan dan membuka helmnya.


"Terima kasih Van." Ucap Elsa setelah melihat Ivan turun dari motornya. Tanpa menjawab ucapan Elsa, Ivan langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya dan meninggalkan Elsa yang masih tertegun di samping motor nya.


"Ya Tuhan, kenapa jadi seperti ini..." Gumam Elsa dalam hati nya sembari menatap Ivan yang perlahan menghilang dari pandangannya.


Elsa kemudian duduk di teras rumah Ivan sambil membuka tas nya untuk mengambil baju ganti untuk belajar membaca Al-Quran dengan Bu Nurul setelah ini.


"Elsa, kenapa tidak langsung masuk?" Tanya Bu Nurul yang berada di tengah pintu.


"Saya nungguin Ibu keluar dulu." jawab Elsa sambil memandang Bu Nurul.


"Dua bocah ini kenapa ya? yang cowok wajahnya di tekuk, yang cewek wajahnya sedih." Tanya Bu Nurul dalam hatinya sambil mengamati wajah Elsa yang menunjukkan raut kesedihan.


"Ayo masuk, ganti baju dulu Nak..." Ucap Bu Nurul dengan senyum manisnya. Elsa beranjak dari tempat duduknya dan mengekor di belakang Bu Nurul.


Seperti biasa, Elsa dan Bu Nurul akan melakukan kegiatan nya di dalam ruang tamu. Biasanya Ivan juga ikut duduk di ruang tamu untuk menemani Elsa, namun kali ini Ia lebih memilih rebahan di dalam kamarnya. Ia menatap langit-langit kamarnya sembari memikirkan hati nya yang tiba-tiba saja menjadi kacau.

__ADS_1


"Kenapa aku begitu sulit untuk mempercayai penjelasan Elsa??" Tanya Ivan lirih pada dirinya sendiri.


"Apa benar Elsa hanya tidak sengaja bertemu dengan anak bahasa yang tadi memboncengnya??" Gumam Ivan yang sudah duduk di pinggiran ranjangnya.


"Kalau benar seperti itu, berarti aku sudah menyakiti hati Elsa dengan ucapan terakhirku tadi sebelum guru bahasa inggris masuk!!" Ivan kembali mengingat kejadian yang di alaminya tadi pagi.


"Astaga!!! kenapa aku tidak bisa mengontrol ucapanku sih!!" Ivan mengusap kasar wajahnya dengan kelima jari tangannya. Dalam kamarnya Ivan kembali merenungi apa yang sudah dilakukannya tadi.


Sementara itu, di ruang tamu Elsa dan Bu Nurul sudah menyelesaikan kegiatan nya. Elsa menghela nafasnya yang berat di hadapan Bu Nurul karena otak dan hatinya sejak tadi di pakai untuk berfikir keras tentang sikap Ivan kepada nya yang kembali cuek.


"Elsa... Apa yang terjadi?? kenapa kamu terlihat sedih Nak?" Tanya Bu Nurul dengan suara yang lirih. Beliau beralih tempat duduk di samping Elsa.


"Tidak ada Bu..." Jawab Elsa dengan kepala yang tertunduk. Ia tidak berani menatap wajah Bu Nurul karena ia sedang menahan air mata yang sudah ingin meleleh dari netranya.


"Kenapa menangis? apa Ivan menyakiti perasaan kamu?" Tanya Bu Nurul dengan suara lembutnya.


"Ivan marah sama Saya Bu karena salah paham dengan Saya." Ucap Elsa dengan lirih.


"Salah paham??" Bu Nurul menaikkan satu alisnya. Kemudian Elsa menceritakan masalah yang terjadi di antara mereka berdua. Bu Nurul sekuat tenaga menahan tawanya melihat kelakuan dua remaja yang sedang terjebak dalam cinta monyetnya ini.


"El, kamu jangan sedih lagi ya... Ivan tidak akan lama kalau marah. Jadi sabarlah sampai dia sadar dari ke salah pahaman ini." Ucap Bu Nurul sembari mengusap lembut kepala Elsa yang tertutup kerudung berwarna hitam.

__ADS_1


"Tapi Ivan kembali cuek lagi dengan Elsa Bu." Ucap Elsa dengan kepala yang tertunduk karena malu dengan Bu Nurul.


"Ibu kasih tahu ya cara untuk meluluhkan Ivan, dia itu tidak tahan kalau melihat wanita menangis. jadi berusaha lah untuk meluluhkan hati nya kembali." Bisik Bu Nurul di telinga Elsa.


"Benarkah seperti itu Bu?" Elsa meyakinkan ucapan Bu Nurul.


"Iya, selagi kamu benar jangan pernah menyerah dengan situasi yang kamu hadapi saat ini. Semangat Elsa!!!" Bu Nurul memberikan semangat untuk Elsa agar ia tidak terlarut dalam kesedihan nya karena itu bisa berpengaruh dengan konsentrasi belajarnya di sekolah. Sebagai seorang guru Bu Nurul memahami apa yang harus di lakukan kepada Elsa dan Ivan saat ini.


Beberapa saat kemudian Ivan keluar dari kamarnya tepat setelah Elsa memakai seragam nya kembali. Tanpa mengucapkan kata apapun Ivan naik ke motornya untuk mengantar Elsa kembali ke sekolah untuk di jemput supir nya. Setelah berpamitan kepada Bu Nurul Elsa langsung naik ke atas motor Ivan.


"Ayah, semoga keputusan kita tidak salah dengan membiarkan Ivan untuk jatuh cinta di usia nya saat ini." gumam Bu Nurul sembari memandang Ivan dan Elsa yang perlahan menghilang dari pandangan nya. Beliau mengingat pembicaraan nya dengan Pak Hamid beberapa waktu yang lalu mengenai putra nya yang saat ini sudah beranjak remaja dan mulai merasakan jatuh cinta.


_


_


_


Happy reading kak♥️ Semoga suka😍


_

__ADS_1


_


❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2