
Alunan lagu-lagu yang menghanyutkan jiwa tengah menemani Elsa yang sedang termenung di kamarnya. Ia menatap Ivan yang tengah terlelap dalam tidurnya setelah minum beberapa obat yang di berikan oleh dokter spesialis.
Setelah menjalani perawatan selama satu minggu di Surabaya, Ivan di perbolehkan untuk pulang karena kondisinya sudah lebih baik, namun ia harus tetap kontrol setiap dua minggu sekali di rumah sakit Umum Mojokerto.
Elsa terus menitikkan bulir bening yang ada di pelupuk matanya tatkala melihat Rafa yang terlelap di samping Ivan. Ia terisak ketika pikiran negatif terus berkeliaran dalam pikirannya.
"Ya Allah, semua ini terasa berat untukku. Ingin ku mengadu namun tak bisa." Air mata Elsa terus berjatuhan membasahi pipi tanpa taburan bedak itu.
Elsa segera mengusap sisa air matanya tatkala melihat kelopak mata Ivan perlahan terbuka. Ia membantu Ivan duduk bersandar di ranjang.
"Ada apa Mas? apa ada yang sakit?" Tanya Elsa dengan raut wajah khawatirnya.
"Tidak Sayang. Aku baik-baik saja kok." Ucap Ivan dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
"Tulang punggungku sakit lagi." Ucap Ivan dalam hatinya.
Senyum manis terbit dari bibir Elsa tatkala Ivan membelai rambutnya. Ia memejamkan mata untuk menahan air mata yang mulai terkumpul di kelopak matanya.
Sapuan telapak tangan di wajahnya. membuat Elsa membuka kelopak matanya, ia tidak bisa lagi untuk menyembunyikan kesedihannya di hadapan Ivan karena bulir air mata yang tidak bisa diajak kerjasama agar tidak berjatuhan.
"Jangan menangis terus, Sayang. Aku pasti sembuh, aku tidak suka melihat kamu menangis seperti ini." Lirih Ivan.
"Berjanjilah kepadaku Mas, kamu akan tetap berada disamping ku selamanya." Ucap Elsa dengan sorot mata yang memohon.
"Mana bisa aku berjanji seperti itu, Sayang. Aku hanya bisa berjanji untuk selalu mencintaimu." Ucap Ivan. Ia meraih tangan Elsa dan mengecup punggung tangannya berkali-kali.
Perasaan haru menyelimuti diri Elsa tatkala ia merasakan betapa besarnya cinta yang di berikan Ivan kepadanya. Ia kembali mengingat bagaimana perjalanannya dulu bersama Ivan untuk sampai di titik ini.
"Tidurlah, ini sudah larut malam. Jaga kesehatanmu, Sayang." Ucap Ivan yang di balas anggukan Elsa.
Perlahan Elsa menutup kelopak matanya ketika ia merasakan belaian lembut di rambutnya. Belaian yang menenangkan jiwa rapuhnya.
...💠💠💠💠...
__ADS_1
Dua minggu kemudian ....
Elsa membuka kelopak matanya tatkala dering alarm di ponselnya terus berbunyi. Ia menatap Ivan yang masih terlelap di atas bednya dengan selang infus yang terpasang di punggung tangannya.
Setelah beberapa hari kondisinya membaik, Ivan kembali di rawat di rumah sakit karena kondisinya kembali menurun. Dua hari sudah ia terbaring di ruangan ini dengan beberapa peralatan medis yang ada di tubuhnya.
Elsa segera masuk ke kamar mandi dengan membawa sesuatu yang di belinya kemarin. Setelah beberapa menit menunggu, Elsa tertegun tatkala melihat dua garis merah yang ada pada alat tes kehamilan di tangannya.
Lagi dan lagi air matanya terjun tanpa komando. Entah sebuah air mata bahagia atau sedih yang bermakna disana. Yang pasti saat ini ia terisak di dalam kamar mandi.
"Aku masih mandi, Mas!" Teriak Elsa ketika mendengar suara Ivan yang memanggilnya.
Akhirnya Elsa pun mengguyur tubuhnya dengan air dingin di waktu yang terlalu pagi. Pikirannya terus berkelana jauh entah kemana sampai ia menyelesaikan kegiatannya di kamar mandi.
"Nanti aku harus periksa ke poli kandungan, aku harus memastikan jika aku benar-benar hamil." Gumam Elsa sembari melilit rambut basahnya dengan handuk.
🌷🌷🌷
Penunjuk waktu berada di angka delapan, Elsa sudah duduk di depan poli kandungan untuk menunggu namanya di panggil. Di dalam ruangan Ivan ada Pak Hamid yang menemani ivan.
"Selamat ya Bu ... ibu memang benar sedang hamil saat ini, usia kandungan ibu sudah berjalan sepuluh minggu." Ucap Dokter wanita yang ada di hadapan Elsa.
"Sepuluh minggu dok? bagiamana mungkin usia kandungan saya sudah sebanyak itu, sedangkan saya tidak pernah merasakan apapun selama ini. Saya tidak mengalami mual atau ngidam seperti kehamilan pertama saya, Dok." Sebuah kalimat panjang yang di ucapkan Elsa karena penasaran dengan yang terjadi pada dirinya saat ini.
"Bu, tidak semua ibu hamil akan mengalami fase seperti yang ibu katakan tadi. Kondisi janin dan ibu sama-sama sehat. Jadi ibu tidak perlu khawatir ya dengan kondisi Ibu saat ini." Ucap Bu Dokter itu.
Setelah puas berkonsultasi dengan Bu Dokter, Elsa segera beranjak dari tempatnya. Ia berjalan menuju apotek untuk menebus resep yang di berikan oleh dokter.
"Ya Allah ... aku tidak menyangka ada janin yang tumbuh disini. Aku lupa kalau aku sudah tidak memakai alat kontrasepsi sejak mas Ivan menginginkan anak kedua. Apalagi akhir-akhir ini aku sibuk mengurus Mas Ivan yang sakit. Maafkan Mama ya nak, Mama tidak menyadari jika kamu sudah ada disini." Gumam Elsa dalam batinnya, ia mengusap perutnya yang masih rata dengan segenap perasaan yang membuncah.
Hampir enam puluh menit Elsa menunggu antrian obat di apotek. Ia segera kembali ke kamar rawat inap Ivan setelah mendapat vitamin yang di resepkan oleh dokter.
"Assalamualaikum ..." Ucap Elsa setelah memasuki kamar inap Ivan.
__ADS_1
"Waalaikumsalam ... " Jawab serentak Ivan dan Pak Hamid.
Elsa tersenyum ketika menatap suaminya, ia akan memberi tahu Ivan saat ini juga tentang kehamilannya, sejak tadi ia membayangkan bagaimana ekspresi Ivan jika tau dirinya hamil saat ini.
"Mas, aku punya kabar baik untuk kita semua." Ucap Elsa sembari mengeluarkan amplop yang ada di dalam tas nya.
"Katakan, Sayang. Aku tidak sabar untuk mendengarnya." Ivan terlihat antusias, rasa penasaran memenuhi dirinya.
"Aku hamil. Rafa akan segera punya adik." Ucap Elsa dengan menunjukkan hasil USG yang baru saja ia lakukan.
Wajah Ivan berbinar seketika, begitupun dengan Pak Hamid. Dua pria beda generasi ini sama-sama menampilkan wajah bahagianya.
"Ini serius kan, Sayang? kamu tidak bohong kan?" Ivan meyakinkan apa yang sedang ia lihat saat ini.
"Iya Mas, usia kandunganku sudah berjalan sepuluh minggu." Ucap Elsa.
"Ayah bahagia mendengar kabar ini, Nak. Ayah ingin pulang sekarang, Bunda pasti bahagia setelah tahu kamu hamil lagi." Ucap Pak Hamid yang sudah bersiap memakai jaket kulitnya.
Ivan tergelak melihat antusiasnya Pak Hamid. Ia meraih tubuh Elsa kedalam dekapannya, di kecupnya berkali-kali puncak rambut milik Elsa.
"Jaga dia dengan baik Sayang." Ucap Ivan sembari mengusap perut Elsa.
_
_
Selamat membaca kak, semoga suka♥️😍
Udah Up tiga episode nih😂 jangan lupa beri dukungan untuk othor dengan memberi Like dan komentar😍 othor pasti menerima jika ada yang berkenan memberikan gift Bunga ataupun kopi 😜
Terima kasih😘
_
__ADS_1
_
❤️❤️❤️❤️❤️❤️