PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Kekaguman Pak Roni...


__ADS_3

"El, kalau besok kamu masuk peringkat lima besar, Mama akan memberi kamu hadiah." Ucap Bu Kana setelah menyelesaikan makan malamnya.


"Benarkah Ma?" Tanya Elsa dengan wajah berbinarnya.


"Tentu saja. Tunggu saja kejutan dari Mama..." Ucap Bu Kana sembari menuangkan air putih untuk Pak Roni.


Seiring berjalannya waktu hubungan Bu Kana dan Elsa perlahan membaik. Sudah lebih dari enam bulan kejadian saat itu berlalu, kini Elsa sudah menyelesaikan ujian semester genap dan hari esok adalah hari pengambilan rapot semester genap nya.


Setelah kejadian saat itu, Elsa lebih berhati-hati dalam melakukan semua tindakannya. Setiap hari ia berangkat sekolah mengendarai mobil merahnya, tak ada lagi berangkat bersama seperti dahulu.


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Elsa pamit kepada kedua orangtuanya untuk masuk ke kamarnya. Ia tidak sabar untuk menghubungi Ivan yang pasti dari tadi sudah menunggu kabar darinya.


Setelah selesai mengganti baju santai nya dengan piyama, Elsa merebahkan tubuhnya diatas ranjang empuk miliknya. Ia meraih ponsel yang ada di atas nakas. Ia tersenyum melihat beberapa pesan dari Ivan yang belum sempat ia baca.


Elsa senyum senyum sendiri sembari membalas pesan dari Ivan. Hatinya seperti di penuhi bunga-bunga yang tumbuh bermekaran hanya karena membaca kata romantis dalam pesan yang di kirim oleh Ivan.


Jatuh cinta memang membuat orang lupa segalanya, sama seperti yang di alami Elsa saat ini. Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam, tapi ia masih setia menunggu balasan pesan dari Ivan.


Drrrt....drrttt...drrttt....


Elsa tersenyum ketika melihat nama Ivanku sedang memanggil di layar ponselnya. Ia segera menekan tombol hijau dan sebelum itu ia mengatur suaranya terlebih dahulu agar terdengar merdu.


"Hallo assalamualaikum..." Ucap Elsa sambil mengubah posisi nya menjadi duduk bersandar di ranjangnya.


"Waalaikumsalam Sayang..." Ucap Ivan dengan suara khasnya.


Mendengar kata Sayang yang di ucapkan oleh Ivan membuat Elsa tersipu di tempatnya. Ia begitu bahagia ketika mendengar Ivan memanggilnya dengan Sayang.


"El kenapa diam?? kamu sudah tidur kah El?" Tanya Ivan karena Elsa tidak mengeluarkan suaranya.


"Emmmb tidak Van... Aku belum ngantuk kok!!" Jawab Elsa.


Hampir tiga puluh menit Ivan dan Elsa berbicara lewat sambungan telfonnya. Entah apa saja yang mereka bicarakan sampai selama itu.


"Tidurlah El, ini sudah hampir pagi. Besok kita ketemu lagi di sekolah ya..." Ucap Ivan sebelum panggilan berakhir.

__ADS_1


"Iya Van. Good night baby." Ucap Elsa.


Setelah panggilan berakhir, Elsa segera menarik selimutnya. Tiba-tiba rasa kantuk yang begitu hebat menyerang dirinya setelah hampir setengah jam mendengar suara Ivan yang sangat di rindukannya.


......💠💠💠💠......


Elsa mengerjapkan matanya tak kala mendengar suara ketukan pintu berkali-kali dari luar kamarnya. Suara Bu Kana terdengar memanggil namanya berulang kali.


"Ada apa ya??" Ucap Elsa dengan suara seraknya.


Elsa bertanya-tanya ada apa sang Mama sudah membangunkan dirinya sepagi ini. Jam masih menunjukkan pukul setengah lima pagi.


Tanpa cuci muka atau membenarkan rambutnya yang berantakan Elsa berjalan menuju pintu kamarnya. Dengan cepat ia memutar kunci pintunya agar segera terbuka.


"Ada apa Ma???" Elsa menaikkan satu alisnya ketika melihat Bu Kana sudah memakai pakaian kerjanya sembari menenteng tas yang biasa di bawa ke rumah sakit.


"Elsa, maafin Mama ya... Mama tidak bisa mengambil rapot kamu kali ini." Ucap Bu Kana dengan wajah paniknya.


"Kenapa Ma?" Tanya Elsa dengan raut wajah kecewa nya.


"Jangan cemberut gitu dong Sayang... Nanti Papa yang akan mengambil rapot kamu ya." Ucap Bu Kana sembari mengusap rambut Elsa dengan penuh kasih sayang.


"Ya sudah terserah Mama." Ucap Elsa pasrah.


"Kalau begitu Mama berangkat dulu ya Sayang." Ucap Bu Kana sebelum mengecup puncak rambut Elsa.


"Hati-hati Ma..." Ucap Elsa sembari menatap Bu Kana yang berjalan menjauh dari kamarnya.


Elsa kembali masuk ke kamarnya untuk mandi dan sholat subuh. Sebenarnya ia sedikit kesal karena sang Mama tidak bisa datang mengambil rapot kenaikan kelasnya.


"Oke lah, masih ada Papa yang mengambil rapotmu El, jadi gak usah kesal begini!!" Elsa bermonolog pada dirinya sendiri ketika berjalan memasuki kamar mandi.


***


Waktu terus berlalu, waktu pengambilan rapot telah tiba. Pak Roni turun dari mobilnya begitu sampai di area parkir yang sudah di siapkan oleh pihak sekolah. Pak Roni berjalan dengan gagahnya untuk mencari kelasnya Elsa.

__ADS_1


Dari jauh Pak Roni tidak sengaja melihat Elsa duduk berdua di kursi panjang yang ada di depan kelasnya bersama teman laki-laki di sampingnya. Terlihat Elsa sedang tertawa bahagia bersama teman laki-laki yang ada di sampingnya.


"Apa itu pacarnya Elsa?" Tanya Pak Roni dalam hatinya. Cukup lama Pak Roni mengamati putrinya yang masih asyik mengobrol sampai beliau melihat ada wanita paru baya menghampiri Elsa.


Pak Roni tertegun ketika melihat wanita itu memeluk Elsa dengan penuh kasih sayang. Elsa juga terlihat sangat dekat sosok wanita paru baya yang tak lain adalah Bu Nurul.


"Siapa Wanita itu?" Tanya Pak Roni lagi dalam hatinya.


Pak Roni segera berjalan menuju ruang kelas Elsa setelah melihat waktu dalam arlojinya. Pak Roni mendudukkan dirinya di bangku yang ada di barisan paling depan atau tepatnya berhadapan dengan wali kelas Elsa.


Senyum tipis terbit dari wajah Pak Roni ketika mendengar nama Elsa masuk di peringkat ketiga. Beliau tidak menyangka Elsa mendapatkan peringkat tiga besar di kelasnya.


"Papa bangga sama kamu El..." Gumam pak Roni dalam hatinya.


Pak Roni sedikit terkejut ketika mendengar nama Ivan menjadi bintang di kelasnya. Beliau tidak menyangka jika Ivan termasuk golongan siswa yang berprestasi.


"Aku tidak menyangka di zaman ini masih ada siswa laki-laki yang mempertahankan prestasinya." Sekali lagi Pak Roni bergumam dalam hatinya.


_


_


_


Happy Reading Kak, semoga suka😍♥️


_


_


...♥️Happy Satnight bebps♥️...


_


_

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2