PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Makan Siang bersama...


__ADS_3

Liburan sekolah telah tiba, sebuah momen yang di tunggu oleh semua anak sekolah yang datang setiap enam bulan sekali. Sudah tiga hari Elsa menjalani hari liburnya yang sangat membosankan ini. Sudah tiga hari juga ia menghabiskan waktu hanya di kamar saja.


"Baru tiga hari gak ketemu Ivan rasanya gak enak banget!!" Gumam Elsa sambil duduk bersandar di ranjangnya.


Elsa memandang foto Ivan yang ada di galeri ponsel nya. Ia senyum-senyum sendiri sambil menatap Ivan yang terlihat keren saat berpose di depan kamera.


"Ivan!!! Kamu benar-benar sudah membuatku terpesona Van!! OMG Ivan... Ivan!!" Elsa menggerakkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan di atas ranjang king size miliknya dengan tawa yang lepas keluar dari bibirnya.


Elsa senyum-senyum sendiri membayangkan jika Ia dan Ivan menjalin hubungan asmara. Ia tersenyum sendiri sambil menatap langit-langit kamarnya. Entah seberapa besar cinta yang di miliki Elsa untuk Ivan sampai Ia rela menunggu Ivan yang masih bersikap cuek dengan nya.


Saat sedang asyik-asyik nya membayangkan dirinya berpacaran dengan Ivan, terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya yang berhasil membuyarkan lamunan nya.


"Neng Elsa... Makan siang nya sudah siap Neng!!" Suara Mak Tina terdengar dari luar ruangan. Elsa bangkit dari tempat tidur nya dan berjalan untuk keluar dari kamarnya.


Elsa turun melewati tangga untuk sampai di ruang makan yang ada di lantai dasar rumahnya. Ia duduk di kursi sendiri. Sebelum makan Elsa mengamati setiap sudut rumah nya yang terasa sepi. Saat akan mengambil nasi tiba-tiba sebuah Ide muncul di dalam fikiran nya. Ia meletakkan lagi centong yang sudah di pegang nya.


"Mak... Mak Tina..." Teriak Elsa


"Ada apa Neng?" Tanya Mak Tina yang sudah berdiri di samping Elsa.


"Tolong bungkus saja semua makanan ini ya Mak, saya mau makan di rumah teman saja biar ada nemenin makan." Ucap Elsa sambil memandang Mak Tina.


"Baik Neng, Di belakang juga ada bolu coklat kesukaan Neng Elsa, apa sekalian di bawa Neng?" Tanya Mak Tina.


"Boleh Mak, saya mandi dulu ya Mak..." Ucap Elsa sembari beranjak dari tempat duduk nya.


"Oh iya Mak, jangan bilang Mama ya kalau Saya mau ke rumah teman, nanti malah jadi ribet." Ucap Elsa sebelum pergi menuju kamar nya.


"Siap Neng!!" Mak Tina mengacungkan ibu jari nya kepada Elsa.


Beberapa menit setelah itu Elsa sudah selesai membersihkan diri di kamar mandi. Kini Ia berdiri di depan Almari untuk memilih baju yang cocok untuk di pakai nya. Ia ingin terlihat cantik siang ini.


"Duh pakai baju yang mana ini?" Gumam Elsa sambil memandang baju yang tertata rapi di almari nya. Akhirnya pilihan jatuh pada kemeja berwarna dusty yang di padukan dengan Rok pendek selutut.

__ADS_1


Elsa duduk di depan meja riasnya untuk memakai bedak dan lipblam di bibir nya, tak lupa ia menyisir rambutnya agar terlihat bagus dan rapi.


Setelah beberapa menit Elsa sudah siap berangkat menuju rumah Ivan dengan alasan ingin makan siang bersama Bu Nurul. Ia meraih tas slempang nya dan mengambil kunci mobil yang ada di laci.


"Mak Tina... sudah siap kah makanan saya?" Tanya Elsa ketika sudah berada di ruang makan.


"Sudah Neng, sebentar saya ambilkan dulu." Ucap Mak Tina dari dalam dapur.


"Ini Neng!! Hati-hati ya Neng, jangan lama-lama nanti ketahuan Bu Kana." Mak Tina memberikan satu kantong kain yang berisi beberapa kotak makanan.


"Siapp Mak!!!" Ucap Elsa sebelum berlalu pergi dari dari dapur.


Sementara itu di tempat lain atau lebih tepatnya di teras rumah Pak Hamid, terlihat Ivan sedang duduk sendiri di kursi yang ada di teras rumahnya. Ia baru pulang dari tempat penyewaan PS yang ada di sudut kampung. Ia duduk sambil mengamati beberapa tanaman yang berjajar rapi di hadapan nya.


"Kenapa tiga hari ini aku merasa ada yang kurang ya!!" Gumam Ivan sambil memikirkan apa yang terjadi pada dirinya.


"Seperti ada yang kurang lengkap!!" Imbuh Ivan yang saat ini menengadahkan kepala nya menatap genting teras nya.


Ivan memejamkan matanya sambil menyelami pikiran nya sendiri yang merasa resah tanpa sebab. Sekilas bayangan wajah Elsa yang sedang tersenyum menari-nari di dalam pikiran Ivan.


"Kenapa bayangan wajahnya ada dalam pikiranku, masa iya aku kangen sama Elsa!!" Gumam nya lagi sambil mengangkat satu sudut bibirnya.


Ivan tersenyum sendiri ketika mengingat kelakuan konyolnya yang pernah di lakukan di sekolah. Sering juga Ivan harus menahan rasa panas di dada nya ketika beberapa kali mendengar teman laki-laki nya membicarakan sosok Elsa yang menarik hati. Ivan masih bimbang dalam hati nya. Ia tahu kalau Elsa menginginkan dirinya tapi Ivan masih mempertimbangkan beberapa hal jika ingin berpacaran dengan Elsa.


Beberapa menit kemudian sebuah mobil merah masuk ke dalam halaman rumah Ivan. Setelah terparkir dengan benar, seorang gadis cantik keluar dari dalam mobil sambil menenteng kantong kain di tangan nya.


"Hay Van..." Sapa Elsa dengan senyum yang mengembang di wajahnya. Ivan diam mematung di tempatnya sambil menatap penampilan Elsa yang terlihat memukau saat ini.


"Van... Ivan... Van!!!" teriak Elsa sambil menggerakkan telapak tangannya ke kanan dan ke kiri di hadapan Ivan.


"Eh Elsa!! A-ada apa kesini??" tanya Ivan setelah sadar dari lamunan nya. Ivan mengalihkan pandangan nya ke arah lain karena gugup ketika menatap Elsa dengan penampilan nya saat ini yang terlihat sangat cantik.


"Bunda kamu ada di dalam kah?" Tanya Elsa dengan rona merah yang tergambar di pipi nya karena tahu Ivan saat ini sedang gugup di hadapan nya.

__ADS_1


"Kamu pasti kagum ya Van dengan penampilanku saat ini." Gumam Elsa dalam hati.


"Ada apa nyariin Bunda?" Tanya Ivan sambil menatap Elsa.


"Aku mau makan disini sama Bunda kamu." Elsa menunjukkan kantong yang ada di tangan nya kepada Ivan.


Tanpa menjawab ucap Elsa, Ivan berdiri dari tempat duduknya untuk memanggil Bu Nurul yang sedang ada di dapur. Bu Nurul segera berjalan menuju teras setelah tahu ada Elsa yang menunggu nya di luar.


"Elsa..." Sapa Bu Nurul ketika melihat Elsa berdiri di depan pintu. Mendengar namanya di panggil Elsa segera membalikkan badannya dan segera menjabat tangan Bu Nurul.


"Ada apa Nak? bukan nya masih libur ya belajar ngaji nya?" Tanya Bu Nurul kepada Elsa.


"Elsa kesini pengen makan bareng sama Ibu. Ini tadi Elsa bawa masakan dari rumah, Elsa gak nafsu makan kalau dirumah karena setiap hari harus makan sendiri." Elsa menjelaskan maksud kedatangan nya siang ini.


"Ayo masuk kalau begitu, kita makan di ruang tengah ya..." Ucap Bu Nurul.


"Van... ambil karpet yang ada di kamar belakang, terus gelar di ruang tengah Van, kita makan bareng sama Elsa." Teriak Bu Nurul kepada Ivan yang berada di kamar nya.


Ivan keluar dari kamar nya untuk melaksanakan perintah Bu Nurul sedangkan Bu Nurul dan Elsa pergi ke dapur untuk menyiapkan piring dan makanan yang di bawa oleh Elsa.


Setelah semua makanan yang di bawa Elsa tertata rapi di piring, Bu Nurul dan Elsa membawa ke ruang tengah untuk melakukan makan siang bersama.


Elsa terlihat bahagia ketika menikmati makanan nya. Raut kebahagiaan tergambar nyata di wajah Elsa saat ini sedangkan Ivan hanya diam sambil menikmati makan siang yang di bawakan oleh Elsa.


"Jujur saja Ibu prihatin dengan kamu El, terlihat sekali kalau kamu merindukan kehangatan kasih sayang dari orangtuamu, sampai kamu rela siang-siang begini datang kemarin hanya untuk makan bersama kami." Gumam Bu Nurul dalam hati sambil menatap Elsa menikmati makan siang nya dengan lahap.


"Bahagia banget rasanya makan ada yang nemenin seperti ini, ada Ivan dan Bundanya di sampingku, duh... jadi berasa makan siang sama calon mertua." Gumam Elsa dalam hati sambil sesekali melirik Ivan yang terlihat tenang di tempatnya.


_


_


_

__ADS_1


_


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2