PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Menghindar...


__ADS_3

Penunjuk waktu masih menunjukkan pukul enam pagi, masih terlalu pagi untuk berada di sekolah. Namun tidak untuk Elsa, hari ini ia sengaja berangkat lebih pagi dari biasanya. ia sengaja tidak sarapan dirumah karena masih takut jika harus bertemu dengan Bu Kana di meja makan.


"Hmmm sepi banget kelas ini!!" Ucap Elsa ketika sudah duduk di bangku nya.


Elsa duduk sambil membuka bungkus bubur ayam yang di beli nya tadi sebelum sampai di sekolah. Ia mulai memasukkan suapan pertama ke dalam mulutnya dengan mata yang terpejam karena begitu menikmati rasa lezat dari bubur ayam nya.


"Enak banget nih!!" Seru Elsa setelah mengunyah bubur ayam nya.


Elsa melanjutkan sarapannya dalam keheningan di pagi hari. Tanpa Ia sadari ada sosok laki-laki yang sedang mengamatinya di ambang pintu. Seorang Laki-laki yang menjadi pujaan hati Elsa selama beberapa bulan ini.


Ivan bersekedap di ambang pintu sambil menatap Elsa yang begitu menikmati makanannya. Senyum tipis terbit dari bibirnya. Ivan masuk ke dalam kelasnya dengan langkah santainya.


"Pelan-pelan aja makan nya!!" Ucap Ivan sambil berjalan menuju bangkunya.


"Ivan!!" Elsa terkejut karena tiba-tiba sudah muncul di hadapannya.


"Sejak kapan kamu datang Van?" Tanya Elsa setelah Ivan duduk di sebelahnya.


"Belum lama setelah kamu membuka bungkus bubur ayam itu." Jawab Ivan sambil menatap Elsa.


"Kenapa berangkat sepagi ini? terus kenapa gak berangkat bareng seperti biasanya?" Ivan sejak tadi penasaran karena tepat setelah subuh Elsa mengirimkan sebuah pesan jika ia berangkat sendiri.


Elsa diam di tempatnya, sejenak ia berfikir apakah ia harus menceritakan tentang kejadian di rumahnya tadi malam. Elsa bingung dalam situasi yang ia hadapi saat ini.


"Apa ada masalah El?" Tanya Ivan lagi begitu melihat Elsa termangu di tempatnya.


"Tidak Van, tidak ada masalah kok." Elsa menggelengkan kepalanya dengan mata yang beradu pandang dengan Ivan.


"Kamu menyembunyikan sesuatu El." gumam Ivan dalam hatinya ketika melihat manik hitam Elsa yang mengatakan hal lain.


"Van, apa kamu sudah melihat pacebook?" Elsa mencoba mengalihkan pembicaraan ke pembahasan yang lain.


"Belum El, memang kenapa??" Tanya Ivan


"Penampilan kita kemarin di unggah di group pacebook sekolah ini Van, kamu tahu berapa jumlah orang menyukai video kita??" Ucap Elsa dengan binar bahagia di pelupuk matanya.


"Memangnya berapa El?" Tanya Ivan

__ADS_1


"Ada seribu lebih Van!!" Ucap Elsa dengan wajah bahagia nya.


Ivan terdiam sembari menatap Elsa yang begitu bahagia dengan pencapaiannya kemarin. Ivan berkelana dalam fikirannya sendiri hingga ia mengabaikan Elsa yang sedang berbicara kepadanya.


"Van!! Ivan!!" Suara Elsa memanggil nama Ivan sembari menggoyangkan lengan Ivan.


"Eh iya El, coba ulangi kamu ngomong apa tadi?" Ivan gelagapan setelah tersadar dari lamunannya.


"Kamu mikirin apa sih??" Tanya Elsa menyelidik.


"Kamu gak suka kalau penampilan kita kemarin banyak yang mengapresiasi?" Lanjut Elsa.


Sebelum menjawab pertanyaan Elsa, sejenak Ivan terdiam untuk merangkai jawaban yang tepat untuk di ucapkan kepada Elsa.


"Bukannya tidak suka El, aku juga senang kemarin kita berhasil menampilkan yang terbaik untuk sekolah ini, tapi...." Ivan menghentikan ucapannya dan menghela nafasnya.


"Tapi apa Van?" Elsa penasaran dengan kelanjutan apa yang akan di ucapkan Ivan.


"Aku tidak suka jika setelah ini cowok yang ada di sekolah ini banyak yang mengagumi mu El, aku tidak rela jika ada cowok lain yang menyukaimu selain aku." Ucap Ivan sembari menatap manik hitam Elsa.


"Meskipun banyak yang menyukaiku tapi aku tidak suka dengan mereka. Kamu adalah cowok pertama yang sudah mengambil semua rasa yang aku punya Van." Ucap Elsa yang sedang beradu pandang dengan Ivan.


"Lagian bukan hanya aku yang akan di kagumi banyak cowok di sekolah ini, tapi sepertinya kamu juga akan di sukai banyak cewek yang ada disini." Lanjut Elsa sambil memanyunkan bibirnya setelah itu.


Belum sempat Ivan menjawab ucapan Elsa, ada dua teman nya yang berjalan dari arah pintu. Mereka berdua beralih menatap ke depan dan mengakhiri pembicaraannya tadi.


Detik demi detik telah berlalu, satu persatu teman-teman Ivan dan Elsa mulai berdatangan dan duduk di bangku masing-masing sambil menunggu bel masuk berbunyi. Pelajaran pertama telah di mulai, guru bahasa inggris mulai masuk ke dalam kelas untuk memulai pelajaran di jam pertama.


...💠💠💠💠...


Waktu makan malam telah tiba. Bu Kana dan Pak Roni sudah duduk di ruang makan, hanya Elsa yang belum menampakkan batang hidungnya. Beberapa menit kedua orangtua ini menunggu kedatangan putri kesayangannya. Terlihat Bu Kana tidak sabar menunggu kedatangan Elsa.


"Mak Tina..." Suara Bu Kana memanggil nama asisten rumah tangganya.


"Iya Bu..." Jawab Mak Tina setelah sampai di samping Bu Kana.


"Tolong Mak Tina panggilkan Elsa di kamarnya, ini sudah saat nya makan malam." Ucap Bu Kana sambil menatap Mak Tina.

__ADS_1


"Neng Elsa sudah makan setelah sholat magrib tadi Bu, setelah itu langsung kembali ke kamarnya lagi." Jawab Mak Tina karena tadi Elsa sudah makan terlebih dahulu.


Bu Kana terdiam setelah mendengar ucapan Mak Tina, beliau bertanya-tanya kenapa sejak tadi pagi Elsa seperti menghindari nya. Bu Kana menaikkan satu alisnya ketika tidak mendapat jawaban atas rasa penasarannya.


"Ya sudah Mak Tina boleh kembali ke belakang." Ucap Bu Kana setelah beberapa saat terdiam.


Setelah Mak Tina berlalu dari ruang makan, Bu Kana mulai mengambilkan makanan untuk Pak Roni. Tidak ada yang mengeluarkan suara, hanya dentingan sendok dan garpu yang saling bersahutan sampai keduanya selesai menikmati masakan Mak Tina yang super enak ini.


"Kenapa ya pa sejak tadi pagi Elsa seperti menghindari kita?" Akhirnya Bu Kana membuka obrolan dengan Pak Roni setelah selesai menghabiskan air putih di gelasnya.


"Mungkin Elsa masih takut sama Mama." Jawab Pak Roni sambil mengupas jeruk di tangannya.


Bu Kana menghela nafasnya tak kala mengingat bagaimana sikapnya terhadap Elsa kemarin malam. Beliau juga menyesali perbuatannya yang membuat Elsa begitu ketakutan.


Tepat pukul sepuluh malam, ketika Bu Kana akan menyusul Pak Roni yang sudah berada di kamar, beliau menyempatkan diri untuk melihat Elsa di kamarnya. Dengan perlahan Bu Kana membuka pintu kamar Elsa yang tidak di kunci itu.


Bu Kana tersenyum tak kala melihat Elsa yang sedang tidur pulas di atas ranjangnya dengan laptop yang masih menyala disisinya.


Dengan langkah pelan Bu Kana berjalan ke tempat Elsa berada saat ini. Beliau menutup laptop yang ada di sisi Elsa dan memindahkannya di atas meja belajar Elsa. Bu Kana duduk di pinggir ranjang sambil memandang wajah damai Elsa.


"Maafin Mama ya nak, kemarin sudah membuat kamu ketakutan. Mama hanya ingin yang terbaik untuk kamu nantinya." Ucap Bu Kana sembari mengusap lembut rambut hitam Elsa.


Sebelum pergi dari kamar Elsa, Bu Kana mengecup kening putrinya dengan penuh kasih sayang. Beliau sempat meneteskan air matanya karena benar-benar menyesal sudah membentak putri kesayangan nya ini. Tak lupa Bu Kana menyelimuti Elsa dengan selimut tebal yang ada di bawah kaki Elsa sebelum benar-benar keluar dari kamar putrinya ini.


_


_


_


Happy Reading kak, semoga suka♥️😍


_


_


❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2